
Anna kembali ke rumah setelah dari rumah sakit, walau agak kesal dengan ucapan ayah Nick tapi dia tidak mau membela diri karena dia tahu apa yang dia lakukan akan sia-sia. Dia lebih memilih pergi, lagi pula ada hal yang lebih penting yang harus dia lakukan.
Barrow tidak banyak bicara saat mengantarnya pulang. Kotak yang mereka ambil sudah berada di rumah Anna. Anna berencana membuka kotak itu setelah dia selesai mandi tapi dia merasa sangat aneh setelah kotak itu berada di rumahnya.
Dia merasa ada energi yang sangat jahat menyebar keluar dari kotak tersebut. Lampu rumahnya bahkan mati menyala tanpa sebab, beberapa suara di dapur pun terdengar.
Selama dia mandi, Anna merasa ada yang mengawasi. Sungguh menyebalkan. Jika begini, dia lebih suka diintip oleh pria tampan dari pada diintip oleh hantu.
Beberapa kali dia melihat bayangan hitam melintas, dia benar-benar tidak suka dengan keadan yang mencekam itu. Anna mandi dengan terburu-buru, entah yang sedang dia alami saat ini ada hubungannya dengan kotak misterius itu atau tidak atau itu ulah arwah yang sedang mengincar dirinya yang pasti malam itu, Anna sedang dalam masalah.
Baju sudah dikenakan, Anna keluar dari kamar sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Lampu ruangan tampak berkedap kedip saat Anna melewati ruangan itu, apa yang terjadi? Karena dia pikir bukan hal serius jadi Anna mengabaikannya.
Kini dia sudah berdiri di hadapan kotak yang diletakkan di atas meja. Anna melangkah berputar sambil melihat kotak itu dengan teliti. Tidak ada lubang kunci, pintu untuk membuka kotak itu bahkan tidak tahu di arah mana karena bentuk kotak yang persegi. Gembok pun tidak ada bahkan sesuatu yang menyerupai handle untuk membuka kotak pun tidak ada. Anna bahkan membolak balikkan kotak itu yang ternyata diperhatikan baik-baik memiliki ukiran-ukiran yang sangat aneh pada setiap sisinya.
"Ck, kotak apa ini?" gerutu Anna.
Siapa yang menciptakan kotak aneh yang tidak memiliki pintu itu? Sungguh aneh, dia semakin yakin jika pemilik kotak itu tidak mau isi kotak itu dibuka atau dilihat oleh siapa pun.
Tidak ingin membuang waktu, Anna pergi ke gudang. Sebuah palu besi sudah berada di tangan, dia tidak percaya kotak itu tidak bisa dibuka dengan palu tersebut.
Anna sudah berdiri di sisi kotak, satu kaki berada di atas meja. Palu juga sudah terangkat.
"Aku tidak percaya kotak ini tidak bisa terbuka!" ucapnya dan setelah itu, palu dihantam dengan keras di atas kotak tersebut. Suara benturan palu dan kotak yang terbuat dari material padat terdengar, kedua tangan Anna bahkan bergetar akibat benturan itu.
Anna kembali memukul berkali-kali sampai tangannya sakit namun kotak itu tidak rusak sedikitpun. Anna jatuh terduduk di atas sofa, dia tampak terengah. Palu diletakkan di sisinya, Anna memandangi kotak itu sambil menggerutu.
"Sial, sungguh kotak yang kokoh!" ucap Anna.
Mungkin kotak itu bisa dibuka jika menggunakan gergaji besi, akan dia beli besok. Anna beranjak mendekati kotak dan melihatnya kembali. Entah kenapa dia merasa simbol-simbol yang ada di dalam kotak memiliki arti tertentu.
Anna begitu serius melihatnya, benar-benar kotak yang sangat aneh. Sebaiknya dia menghubungi Barrow untuk mendiskusikan kotak itu dengannya. Anna hendak ke kamar untuk mengambil ponselnya tapi langkahnya terhenti oleh suara pintu yang diketuk dari luar sana.
"Anna, apa kau ada di dalam?" terdengar suara seorang pria yang tidak asing.
"Nick?" Anna bergegas, untuk apa Nick datang ke rumahnya?
"Nick, untuk apa kau datang?" tanya Anna setelah membuka pintu.
"Maaf jika aku mengganggu, aku hanya ingin meminta maaf padamu atas perkataan kasar ayahku," ucap Nick.
"Tidak apa-apa, aku tidak mempermasalahkannya. Ayo masuk," Anna membuka pintu dengan lebar dan mempersilahkan Nick untuk masuk.
"Terima kasih, Anna. Aku sungguh tidak enak hati padamu."
"Sudahlah, bagaimana keadaan Lucia? Apa dia sudah sadar?" pintu ditutup, Anna melangkah masuk sedangkan Nick mengedarkan pandangan melihat rumah Anna.
"Duduklah, aku akan membuatkan minuman untukmu," Anna melangkah menuju dapur untuk membuat minuman.
Nick mengikuti langkahnya, Anna terkejut saat Nick sudah berdiri di belakang.
"Aku benar-benar minta maaf atas perkataan kasar ayahku padamu. Tidak seharusnya dia menuduhmu dengan begitu kejam padahal dia tidak tahu apa pun. Maafkan ayahku, Anna. Aku harap kau masih mau mengunjungi Lucia dan melihat keadaannya," ucap Nick.
"Kau begitu baik, Anna," Nick melangkah dan berdiri di hadapan Anna.
Anna menatap pemuda tampan itu, begitu juga dengan Nick. Rasanya sedikit aneh di tatap seperti itu karena dia tidak terbiasa.
"Hm, aku harus membuat minuman," ucap Anna.
"Apa kau tinggal sendirian?" tanya Nick basa basi.
"Yeah, aku memang tinggal sendiri."
"Kedua orangtuamu?"
"Ibuku tinggal dengan bibi, mereka berada di kota lain," gelas dan serbuk kopi diambil, Anna tidak curiga sama sekali.
"Oh, bagaimana dengan sahabatmu itu, apa dia tinggal di dekat sini?"
"Barrow? Dia tidak tinggal di dekat sini."
Nick sudah tidak bertanya lagi, Anna mengajaknya untuk keruang tamu. Dua gelas minuman sudah berada di tangan, kedatangan Nick benar-benar mengalihkan dirinya dari kotak aneh itu.
"Maaf jika tidak ada apa pun," ucap Anna basa basi.
"Tidak apa-apa, Anna. Maaf aku mengganggu malammu tapi aku mendengar suara keras dari rumahmu, apa yang kau lakukan?"
"Bukan hal penting, aku hanya berusaha membuka sebuah kotak," Anna melihat Nick dari atas sampai ke bawah. Apa kotak itu akan terbuka jika Nick membantunya? Tenaga lelaki berbeda, mungkin kotak itu bisa dia buka tanpa perlu bantuan dari Barrow.
"Kotak? Kotak apa yang hendak kau buka??"
"Kotak harta karun," Anna membawa Nick ke arah kotak, aura jahat dan pekat begitu terasa di kotak itu.
Walau keanehan yang terjadi sudah tidak ada lagi tapi kotak itu benar-benar menyimpan energi yang begitu jahat. Nick berdiri di hadapan kotak itu, menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kotak apa ini, Anna? Kenapa begitu aneh?"
"Aku juga tidak tahu, aku sedang berusaha membukanya tapi tidak bisa," Anna melihat kotak misterius itu kembali. Tidak ada kerusakan sama sekali di atas kotak padahal dia sudah memukulkan palunya beberapa kali.
"Oh, jadi kau ingin membukanya?" Nick semakin terlihat aneh namun Anna tidak sadar juga karena dia masih fokus dengan kotak misterius itu.
"Aku merasa ada barang bukti di dalam kotak ini. Mungkin setelah aku membukanya, aku mendapatkan petunjuk sehingga aku bisa menyelamatkan Lucia," Anna beranjak dan memutar langkah namun tiba-tiba saja Nick menghampirinya dengan begitu cepat.
Jleebb!!! Anna merasa sesuatu menembus masuk ke dalam perutnya.
"Nick, apa yang?" belum selesai Anna berbicara, tubuh Nick melayang ke belakang dan tawa mengerikan pun terdengar. Sosok pemuda gagah dan tampan, sudah tidak ada lagi karena sudah digantikan dengan sosok yang mengerikan.
"Kau?" Anna jatuh berlutut sambil memegangi perutnya di mana benda tajam tertancap di sana.
"Kembalikan kotak itu dan jangan ikut campur dalam permasalahanku!" teriakan nyaring terdengar disusul dengan benda-benda yang beterbangan.
Semua yang ada di rumah terbang dan terlempar begitu juga dengan tubuh Anna yang terlempar. Tubuh Anna menghantam dinding dengan keras dan sialnya, pisau yang belum dicabut justru menancap lebih dalam.