Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kemarahan Mariana


Mariana sangat heran, para mumi yang dia tugaskan untuk menjaga payung terkutuk yang menyegel jiwa Natalie tampak berbeda. Mariana melihat mereka dengan teliti, dia semakin yakin ada yang salah.


Dia juga semakin yakin penyusup itulah yang melakukan hal seperti itu. Sebaiknya dia bergegas, jangan sampai pisau yang dia sembunyikan jatuh ke tangan orang lain. Suara teriakan monster lava terdengar, Mariana mengumpat. Pisau Artsbond tidak sedang baik-baik saja.


Anna masih berusaha untuk mengambil pisau tersebut sambil menghindari amukan monster lava yang terus memukul sehingga genangan lava panas semakin banyak di atas lantai.


Anna melompati genangan lava demi genangan, jarak pisau sudah tidak jauh lagi. Dia berpacu dengan waktu, apalagi Mariana berada di tempat itu.


"Cepat, Anna. Sebentar lagi ruangan akan bergerak. Kau harus mendapatkan pisau itu lalu melompatlah ke pintu mana saja yang sudah terbuka. Aku dan nenekmu akan membantumu kembali ke dunia nyata!" teriak roh pelindungnya.


"Aku sedang berusaha!!" Anna melompat melewati genangan lava yang cukup besar lalu berguling di atas lantai.


"Mariana sudah dekat!" teriak roh pelindungnya.


"Sial!" Anna mengambil ancang-ancang, dia menunggu monster lava itu mengangkat lengannya karena dia ingin lewat tapi monster lava itu tidak juga mengangkat lengannya yang panas. Anna hampir kehabisan waktu sehingga dia tidak punya pilihan mengambil pistolnya lalu menembaki moster lava tersebut.


Peluru yang dia tembakan meleleh sebelum menembus tubuh monster akibat panasnya lava tapi peluru yang dia tembakan cukup menarik perhatian monster lava tersebut dan tentunya menarik perhatian Mariana. Padahal dia tidak mau memakai pistolnya agar Mariana tidak tahu tapi sekarang Mariana jadi tahu.


''Anna Baker!" terdengar suara teriakan Mariana yang nyaring dan mengerikan. Pantas saja dia tidak bisa merasakan penyusup yang masuk ke area rumah tua itu, sekarang dia tahu jika Anna Baker yang melakukannya.


Seharusnya dia curiga sejak awal kenapa dia tidak bisa merasakan keberadaan jiwa Anna dalam keadaannya yang seperti boneka. Ternyata selama ini Anna Baker berpura-pura sehingga mereka terkecoh dan bodohnya putranya pun terkecoh.


Sekarang dia pun baru sadar hanya Anna Baker yang bisa masuk karena dia yang istimewa walau dia tidak tahu bagaimana cara Anna Baker membuka pintu di pohon itu dan terjawab sudah kenapa dia tidak bisa merasakan keberadaannya padahal sangat jelas Barrow menyerang sesuatu. Dia pun tahu kenapa dia tidak bisa menemukan keberadaan Barrow, semua terjawab dan semua itu ulah Anna Baker.


"Aku akan membunuhmu, Anna Baker!" teriak Mariana.


"Sial!" Anna panik karena suara teriakan Mariana semakin dekat. Anna kembali menembaki monster lava tersebut, namun pelurunya sudah habis. Gagang pistol pun dilempar ke arah sang monster dan terjadi hal yang sama, gagang pistol meleleh sebelum menyentuh sang monster lava.


"Siapa yang begitu berani menyerang aku?!" lengan yang panas diangkat, itulah yang Anna tunggu.


Anna berlari di bawah monster lava sambil menghindari tetesan lava panas yang jatuh dari lengan sang monster. Anna pun melompat untuk melewati genangan lava dan setelah itu, pisau Artsbond dia dapatkan bertepatan lengan monster lava yang sudah hendak menghantamnya karena monster itu melihat keberadaannya.


"Awas, Anna!" teriak roh pelindungnya.


Anna mendongak dan mengumpat melihat lengan monster lava yang sudah berada di atas kepalanya. Lelehan lava berjatuhan ke sisi kiri dan sisi kanannya. Anna segera berlari menghindari, ruangan pun bergerak karena akan berubah. Anna mencari keberadaan pintu yang terbuka, dan pintu itu berada di belakang lengan si monster.


Anna mengabaikan rasa sakit yang dia rasakan, satu tangannya memegangi bahu yang terbakar akibat lelehan lava. Walau tidak banyak namun sakitnya sungguh luar biasa.


"Sekarang, Anna!" teriak roh pelindungnya.


Anna melompat ke arah pintu yang sudah terbuka, teriakannya terdengar karena dia melompat ke dalam sebuah lubang gelap yang tidak berdasar.


Mariana masuk ke dalam ruangan itu setelah Anna melompat tidak lama. Mariana melayang mendekati pisau yang dia simpan sambil mengibaskan satu tanggannya sehingga monster lava itu kembai ke dalam lava.


Mantera pelindung yang dia buat pun dibuka, Mariana melihat benda yang dia sembunyikan dengan baik selama ini sudah berubah menjadi salib. Amarah Mariana memuncak, kedua tangan mengepal erat. Lava panas tampak mendidih dan dengan kekuatannya, Mariana mengangkat lava itu setinggi mungkin lalu menghempaskannya seperti air hujan yang jatuh ke atas bumi.


"Aku akan membunuhmu, Anna Baker! Aku pastikan kau menjadi budakku yang akan menjalankan semua perintahku!" teriak Mariana. Suaranya bahkan melengking memenuhi ruangan. Mariana benar-benar marah, dia bahkan menghancurkan tempat itu akibat emosi yang meluap.


Bangunan yang dia cipatakan mulai runtuh. Mariana melampiaskan amarahnya dan menghancurkan semua yang ada. Anna Baker, dia telah meremehkan agen itu.


Mariana terbang pergi, meninggalkan bangunan yang runtuh dengan perlahan. Pisau Artsbond sudah jatuh ke tangan Anna baker jadi dia harus waspada. Mariana kembali ke lukisan dan memanggil putranya untuk datang. Tinggal beberapa hari lagi kebangkitannya, dia tidak menduga Anna bisa mengetahui kelemahan yang dia miliki dan bisa mendapatkan benda tersebut.


"Apa yang terjadi, Mom. Kenapa kau memangil aku?" tanya putranya yang datang dengan terburu-buru setelah mendapat panggilan dari ibunya.


"Anna Baker, dia sudah mendapatkan pisau itu!" ucap Mariana dengan amarah tertahan.


"Bagaimana mungkin?" putranya tampak tidak percaya.


"Kita telah ditipu olehnya dan kau begitu bodoh percaya jika dia bagaikan boneka tidak bernyawa. Dia berakting untuk mengelabui kita bahkan aku tidak menyadari jika dia sudah menyusup lalu membuka pintu dunia lain. Aku sungguh telah diperdaya olehnya!" emosi semakin memenuhi hati, semua gara-gara kelima arwah yang telah menipunya dan arwah nenek tua itu. Mereka pasti tahu apa yang terjadi tapi mereka tidak mau mengatakan apa yang telah terjadi padanya. Sekarang dia akan pergi memberi pelajaran pada kelima arwah itu dan melemparkan mereka ke dalam api abadi sehingga mereka terbakar di sana untuk selamanya.


"Tidak perlu khawatir, Mom. Sekalipun dia sudah mendapatkan pisau Artsbond itu tapi dia tidak akan bisa melakukan apa pun karena sesuatu yang berharga miliknya berada di tangan kita. Kita akan melakukan pertukaran dengannya nanti sehingga dia tidak bisa menghalangi kebangkitanmu jadi Mommy tidak perlu khawatir."


"Mulai sekarang, cerdiklah dalam bertindak. Jangan gegabah karena satu kesalahan yang kita lakukan maka kita akan celaka!"


"Aku tahu, lagi pula gadis itu berada di tangan kita. Percayalah, dia tidak akan bisa melakukan apa pun dan akan mengembalikan pisau tersebut!"


Mariana tidak menjawab, dia kembali melayang dan masuk ke dalam lukisan. Saatnya memberi pelajaran pada kelima arwah dan arwah si tua bangka itu karena mereka telah berani mengkhianati dirinya.