Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Aku Menginginkan Dirinya


Ibu Anna dan bibinya di bawa menuju lokasi ritual di mana para pengikut Mariana sudah berdatangan. Ritual itu akan diadakan tepat pukul dua belas malam di mana bulan purnama melingkar sempurna. Ibu Anna dan adiknya sungguh tidak tahu akan dibawa ke mana karena mata mereka tertutup bahkan mulut mereka di bekap dengan kain.


Mereka hanya mendengar suara-suara berisik saja sambil menerka-nerka di mana mereka berada. Banyak orang sedang berbisik-bisik, seperti membicarakan sesuatu. Sungguh aneh, mereka seperti berada di pasar tapi mereka yakin mereka tidak sedang berada di tempat seperti itu. Bau tidak sedap pun tercium, bau pengap juga tercium di tempat itu. Sepertinya mereka berada di bangunan tua, mereka yakin itu karena ritual tidak mungkin diadakan di tempat ramai.


Ternyata tidak mereka saja, Lucia dan ibunya yang sudah dibuat pingsan pun berada di sana. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Kotak terkutuk pun sudah berada di atas altar ritual. Lucia diikat di sebuah tiang karena dia adalah tumbal yang paling istimewa.


Satu tiang lain juga berada di sisi Lucia namun tiang itu masih kosong karena tiang itu spesial untuk Anna. Nick memantau semua yang dikerjakan oleh anak buah ibunya, setelah ini dia akan membicarakan keinginannya pada sang ibu untuk menukar Anna pada tumbal lain karena dia menginginkan Anna. Itu pun jika Anna bersedia mendengarkan perkataannya.


Tempat itu sibuk, semua pengikut mengambil posisi masing-masing. Setelah kebangkitan Mariana, mereka semua akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah dan keabadian. Sebab itu pengikut Mariana begitu banyak dan mereka sudah hampir memenuhi kastil.


Nick masih juga memantau tapi setelah melihat apa yang dilakukan oleh anak buahnya berjalan lancar, Nick memilih pergi dari tempat itu untuk berbicara dengan ibunya. Lagi pula Galen Devan akan mengambil kendali dan memantau situasi yang ada bersama dengan beberapa tetua lain yang sudah menumbalkan putri merek terlebih dahulu untuk mendapatkan kekayaan.q


Nick pergi ke sebuah ruangan, di mana lukisan ibunya berada di sana. Dia harap ibunya setuju dengan apa yang dia inginkan. Lagi pula selama hidupnya, dia tidak pernah menginginkan sesuatu dan ini kali pertama dia menginginkan sesuatu.


"Mom, bisa kita berbicara sebentar?"


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Mariana melayang keluar dari lukisan dan menghampiri putranya.


"Ada yang hendak aku ingin sampaikan padamu," jawab Nick.


"Katakan, putraku. Apa yang hendak kau sampaikan!"


"Mom, bolehkah kau tidak membunuh Anna?" pinta Nick.


"Kenapa? Dia adalah korban istimewa yang aku inginkan. Kenapa kau meminta demikian padaku?" tanya ibunya dengan nada tidak senang.


"Aku tahu, Mom. Tapi aku menyukainya dan aku menginginkan dirinya untuk menjadi istriku."


"Apa?" Mariana berbalik dan menatap putranya dengan tajam. Dia tidak pernah menginginkan hal ini pada putranya. Dia juga tidak menyangka putranya serius dengan Anna Baker tapi bagaimana bisa? Selama ini Nick tidak pernah terlihat serius dan kenapa baru mengatakannya sekarang.


"Kenapa, Nick? Bukankah kau sudah tahu dia adalah tumbal istimewa. Kau juga menyetujuinya tapi kenapa sekarang kau berubah pikiran dan tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya?"


"Aku memang tidak mengatakannya pada Mommy karena aku ingin menjadi anak yang patuh tapi semakin dekat hari kebangkitanmu, semakin aku merasa jika aku tidak menginginkan kematian Anna. Aku menginginkan dirinya menjadi istriku, aku sudah hidup lama sama seperti dirimu, dari waktu ke waktu aku tidak pernah menjalin hubungan serius dengan siapa pun karena para kekasihku itu selalu menjadi tumbal untukmu oleh karena itu, yang kali ini saja, aku menginginkan Anna dan aku harap kau bersedia menggantinya dengan tumbal lain yang sudah aku siapkan!" Nick harap ibunya bersedia mengabulkan permintaannya itu.


"Aku akan melakukan pertukaran dengannya, lagi pula dia memiliki pisau Artsbond. Jika dia bersedia maka tidak akan ada yang bisa menghentikan dirimu untuk bangkit!"


"Pertukaran? Apa kau ingin memanfaatkan ibu dan bibinya?"


"Yeah... oleh sebab itu kabulkan permintaanku ini, Mom. Selama ini aku tidak pernah meminta apa pun, ini kali pertama aku meminta jadi kabulkan keinginkanku ini!" pinta Nick.


"Baiklah, tapi jika kau tidak bisa membujuknya maka aku akan membunuhnya tanpa ragu!" ucap Mariana. Sepertinya dia harus merelakan jiwa istimewa itu dan menggantinya dengan jiwa biasa. Dia harap Nick tidak salah mengambil keputusan akan hal ini.


"Terima kasih, Mom," Nick melangkah pergi, keluar dari ruangan. Dia kembali ke ruangan di mana ritual akan digelar karena dia ingin memindahkan ibu dan bibi Anna. Dia juga memerintahkan untuk mengikat korban lain di samping Lucia karena dia yakin, Anna pasti akan menerima tawaran yang dia berikan nanti jika dia menginginkan nyawa ibu dan bibinya.


Setelah semua yang dia inginkan sudah berjalan sesuai dengan apa yang dia mau. Nick menghubungi Anna yang sedang bersiap-siap menuju lokasi bersama dengan Barrow dan yang lain. Para pasukan Elite yang akan membantunya nanti pun sedang bersiap, mereka akan bergerak bersama dengan Anna dan Barrow namun mereka akan mengintai di beberapa lokasi yang sudah mereka tentukan saat sedang rapat.


Anna dan Barrow akan bergerak memasuki kastil, mereka tidak bisa beramai-ramai karena ada sandera yaitu Lucia dan juga ibu dan bibinya tapi dia tidak tahu ibu Lucia pun menjadi sandera. Natalie sudah tidak bisa memberi Anna informasi lagi karena dia sudah dibawa oleh Mariana ke ruangan dan berada di sisi lain Lucia. Natalie masih memainkan perannya, pura-pura terbelenggu dan tidak berdaya.


Suara ponsel yang berbunyi membuat Anna dan Barrow waspada. Anna tidak terkejut sama sekali saat terdengar suara Nick yang berbicara dengannya. Lagi pula pria itu sudah berkata akan menghubunginya jadi dia memang sudah menunggu.


"Ada apa, Nick? Apa kau ingin mengajak aku makan malam?" tanya Anna basa basi.


"Kita bisa makan malam nanti, Anna. Tapi untuk malam ini datanglah ke kastil tua itu, aku menunggu kedatanganmu," jawab Nick.


"Sudah akan dimulai, heh? Kau sungguh tega melibatkan ibu dan bibiku yang tidak bersalah!"


"Aku terpaksa melakukannya, Anna. Jika kau menginginkan mereka, datanglah ke kastil. Aku menunggu!"


"Aku akan ke sana, tunggulah. Aku akan menggagalkan kau dan Mariana, aku akan menendang kalian berdua saat kalian berdua menjadi abu!" ucap Anna dengan emosi memuncak.


"Sebentar lagi kau tidak akan berkata demikian, jadi datanglah!" Nick mengakhiri pembicaraan mereka, Anna mencengkeram ponselnya dengan emosi memenuhi hati.


"Ayo bergerak, Barrow!" beberapa pistol diambil, lalu senjata yang lainnya. Pisau Artsbond memang sudah dia bawa sedari tadi, jadi dia tidak perlu memperlihatkan benda itu pada siapa pun karena dia harus waspada. Bisa saja para pasukan elit itu justru di perdaya oleh Mariana sehingga mereka mengambil pisau itu darinya. Oleh sebab itu dia meminta mereka untuk waspada dan tidak lupa, Anna memberikan mereka semua jimat yang dibuat oleh neneknya untuk berjaga.


Semua sudah siap, mereka pun bergegas menuju lokasi untuk menghentikan kebangkitan Mariana dan menyelamatkan sandera. Malam panjang yang akan mereka lewati kembali, semoga saja mereka berhasil menggagalkan kebangkitan Mariana, di penyihir jahat.