Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Rencana Cadangan


Hari sudah menginjak sore hari, seperti yang Natalie katakan. Para mengikut Mariana mulai berdatangan untuk berkumpul karena mereka akan bersiap menyambut kebangkitan junjungan mereka yaitu Mariana besok malam, bertepatan dengan malam bulan purnama.


Natalie sedang mengintai, dia akan merasuki salah satu pengikut Mariana tapi nanti, setelah Mariana dan Nick bergabung dengan para pengikutnya. Untuk saat ini berbahaya, karena Mariana bisa saja mencari keberadaannya dan memastikan apakah dia masih terbelenggu atau tidak.


Arwah Natalie menghilang, dia pergi ke rumah di mana Nick dan Mariana selalu bertemu. Dia akan mengintai mereka secara diam-diam dan mencari tahu apa sebenarnya yang mereka rencanakan. Pada malam itu. Arwah Mariana melayang keluar dari lukisan dirinya seperti biasanya.


Nick pun sudah menunggu ibunya, dia selalu berdiri di depan jendela untuk menunggu ibunya. Mariana melayang menghampiri putranya yang menunggu. Sebentar lagi, dia akan bangkit dan abadi tapi karena adanya Anna Baker dan pisau yang tercuri, mereka harus waspada.


"Apa yang hendak kau katakan padaku, putraku?" tanya Mariana.


"Bukankah kita harus mewaspadai Anna? Aku rasa kita harus memiliki rencana tambahan," ucap Nick.


"Rencana tambahan, apa maksudmu?"


"Kita harus memiliki tumbal cadangan, Mom. Jika kau tidak bisa membunuh Anna maka kau tidak bisa bangkit. Dari pada gagal lebih kita memiliki tumbal cadangan yang bisa kita gunakan jika kita tidak bisa membunuh Anna."


"Baiklah, kau benar. Aku juga merasa ada yang aneh pada Natalie akhir-akhir ini. Aku merasa ada yang membuka segel yang membelenggu dirinya oleh sebab itu kita harus mewaspadai dirinya," ucap Mariana dan perkataannya itu didengar oleh Natalie.


"Bagaimana bisa? Tidak ada satu orang pun yang tahu jika kau telah menyegel jiwanya."


"Aku curiga jika Anna Baker mengetahui semuanya, jadi kita harus waspada. Seperti yang kau katakan, kita memang harus memiliki rencana cadangan!" Mariana kembali melayang mendekati lukisan tapi pada saat itu, dia merasakan ada yang sedang mengintai mereka. karena Natalie bukan budaknya lagi, dia tidak merasakan keberadaan Natalie apalagi Natalie merubah wujudnya.


"Siapa yang begitu berani mencuri dengar!" teriak Mariana.


"Ada apa, Mom?" tanya Nick.


"Aku merasa ada yang mengawasi kita!" Mariana mencari orang yang sedang mengintai namun tidak ada karena Natalie sudah pergi.


"Sial, ke mana perginya?" Mariana terus mencari namun tidak ada.


"Mungkin hanya perasaanmu saja, Mom. Sebaiknya kita pergi menemui para pengikutmu. Kita harus menyapa mereka sebelum kita mengatakan di mana ritual kebangkitanmu akan diadakan dan apa yang harus mereka lakukan!"


"Kau benar, ayo kita pergi!" karena dia harus pergi jadi dia tidak pergi memeriksa apakah Natalie berada di tempatnya atau tidak. Lagi pula Natalie tidak akan bisa pergi ke mana pun jika dia masih berada di bawah belenggunya tapi nyatanya, Natalie pergi menemui Anna yang sedang berada di rumah bersama dengan Barrow.


Untuk hari ini, mereka tidak pergi ke mana pun. Mereka ingin menikmati waktu mereka sebelum mereka melakukan pertarungan untuk mengalahkan Mariana dan antek-anteknya.


Suara erangan Anna terdengar, dia berbaring pasrah di atas ranjang dan membiarkan Barrow melakukan apa yang mau dia lakukan. Barrow juga tampak piawai, gerakan tangannya membuat Anna mengerang nikmat tiada henti.


"Akh... stop it!" pinta Anna. Napasnya sudah berat, namun Barrow masih juga tidak menghentikan gerakan tangannya.


"Nikmati saja, Anna. Aku akan memberikan rasa nikmat lain setelah ini!"


Anna menggigit bibir, erangannya pun kembali terdengar. Napasnya sudah memburu, rasanya sudah tidak tahan lagi namun dia tidak mau melewatkan rasa nikmat itu.


"A-Aku?" Anna mengambil napas, "Pinggangku lemas, Barrow!" ucapnya lagi.


Barrow terkekeh, tangannya berhenti tapi tidak lama karena dia kembali memainkan tangannya sehingga membuat Anna menjerit. Biarlah, tidak ada yang mendengar. Lagi pula dia memang membutuhkannya apalagi banyak masalah yang dia hadapi akhir-akhir ini.


"Akh!" Anna berteriak saat Natalie muncul. Karena teriakannya itu membuat Natalie terkejut dan langsung berpaling agar dia tidak melihat apa yang Anna dan Barrow lakukan.


"Ma-Maaf," ucapnya.


"Natalie?" Anna mengangkat tubuhnya, sedangkan Barrow berpaling.


"Maafkan aku, silahkan lanjutkan!" Natalie hendak pergi namun Anna mencegah.


"Tidak apa-apa, katakan saja apa yang hendak kau sampaikan," ucap Anna.


"Nanti saja, aku tidak mau mengganggu kalian yang sedang?" Natalie mencuri pandang, matanya melotot saat melihat apa yang sedang di lakukan oleh Barrow dan Anna. kini dia berpaling, tidak mencuri pandang lagi karena sesungguhnya yang dilakukan oleh Barrow pada Anna saat itu adalah memijat kakinya.


Sedari tadi mereka memang melakukan hal itu, otot yang kaku setelah melewati banyak kejadian tentu saja harus direnggangkan. Natalie jadi tersipu, kenapa jadi dia yang malu? Dia kira Anna dan Barrow sedang bercumbu tapi nyatanya Barrow sedang memijat telapak kaki Anna.


"Sial, sudah aku duga akan terjadi seperti ini. Bagaimana malam pertamaku nanti? Sepertinya seluruh kamar harus dipasang jimat penangkal setan jenis apa pun!" ucap Barrow seraya beranjak. Beruntungnya dia hanya sedang memijat kaki Anna, bisa dibayangkan saat dia dan Anna hendak bercumbu? Jangan-Jangan dia harus bersolo karir di kamar mandi gara-gara arwah yang tiba-tiba muncul seperti saat ini.


"Jangan marah, Barrow. Natalie pasti memiliki sesuatu hal penting yang hendak dia sampaikan," pinta Anna.


"Katakan, cepat. Jangan mengganggu kemesraan kami!" ucap Barrow.


"Maaf jika aku mengganggu," Natalie melayang mendekati Anna, dia harus menyampaikan apa yang dia tahu.


"Mariana dan Nick memiliki rencana lain, sepertinya mereka akan mengambil tumbal baru."


"Tumbal baru, apa maksudmu?" tanya Anna tidak mengerti.


"Mereka takut tidak bisa membunuhmu, Anna. Mereka juga sudah curiga dengan belenggu yang mengikat aku selama ini jadi mereka berencana mencari tumbal lain untuk berjaga-jaga agar kebangkitan Mariana tidak terganggu. Tumbal itu akan mereka gunakan jika mereka tidak bisa membunuhmu dan mengambil jiwaku," jelas Natalie.


"Sial, sungguh ibu dan anak yang cerdik dan licik!" Anna sudah duduk di atas ranjang dengan kedua tangan mengepal di samping.


"Aku akan mencari tahu di mana Nick akan mencari tumbal lain agar kau bisa menghentikannya."


"Tidak perlu, Natalie. Sebaiknya kita pura-pura tidak tahu karena jika aku bergerak, maka mereka akan curiga dan mengetahui jika aku mendapat informasi itu darimu. Sebaiknya kita ikuti permainan saja. Lagi pula mereka tidak akan membunuh tumbal cadangan itu."


"Baiklah, kau benar. Aku harus pergi lagi, maaf jika aku mengganggu," Natalie pergi meninggalkan Anna dan Barrow yang sedang menggerutu karena dia masih menganggap malam pertama mereka yang benar-benar akan terancam nantinya.


Natalie pergi mengintai dan merasuki salah seorang pemuja Mariana. Dia harus tahu apa yang akan dibahas dan harus tahu di mana ritual itu akan dilaksanakan besok malam. Beruntungnya Mariana tidak tahu apalagi dia sedang menikmati pujian para pengikut setianya.