
Maaf ya para pembacaku yang Budiman. Aku nggak bisa up setiap hari. Maklumlah, aku sudah kembali bekerja setelah cuti sakit selama hampir 1 bulan. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku yang menumpuk.
Jam kerjaku dari jam delapan sampai setengah lima. Pulang kerja masih harus mengurus 2 putriku. Aku punya jam lowong nulis cerita saat istirahat makan siang dan setelah anak2ku makan malam. Terkadang juga aku ikutan tertidur saat menidurkan mereka 😂😂😂
Oh ya, aku punya satu novel juga yang on going. judulnya :KETEGARAN HATI SEORANG ISTRI. Ini merupakan kisah nyata. Yang belum mampir semoga bisa mampir. Makanya aku hari ini up MENIKAHI SELINGKUHAN KAKAK IPARKU, besoknya KETULUSAN HATI ELINA
Terima kasih atas pengertiannya.
Happy reading
************
Hari ini Alexa mendapat jadwal penerbangan Jakarta-Surabaya, Surabaya-Manado, dan balik lagi Manado-Jakarta.
Ia merasa agak lelah karena sudah bangun jam 4 subuh dan tiba kembali ke Jakarta saat jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam.
Saat ia berjalan akan keluar dari bandara, Alexa melihat kapten Haris yang sepertinya juga baru tiba.
"Hallo, Kep!" Sapa Alexa sambil tersenyum dan mengsejajarkan langkahnya dengan kapten yang juga sedang menarik kopernya.
"Hallo Alexa."
"Apa kabar, Kep?"
"Baik. Dan kau, bagaimana hubunganmu dengan tuan Oliver?"
"Hubungan?"
Haris menatap Alexa. "Semua orang di maskapai kita tahu kalau kamu dan tuan Oliver pergi ke acara penghargaan bergensi di kota Madrid. Kalian nampak mesra. Bahkan saat kalian berdansa pun direkam dan diputar di acara khusus kantor. Selamat ya..."
"Aduh, bukan seperti itu aku...."
"Hei, baby...!" Kalimat Alexa terhenti saat melihat siapa yang berdiri di pintu pembatas ruang khusus antara penumpang dan kru.
"Jangan membuat pacarmu cemburu. Aku lebih baik mundur perlahan karena memang tuan Oliver lebih dari segi apapun dibandingkan dariku." Kapten Haris melambaikan tangannya ke arah Oliver dan langsung berbelok ke arah kanan, meninggalkan Alexa sendiri.
Alexa merasa tak enak hati. Ia tahu kalau perubahan sifat kapten Haris kepadanya karena ia salah mengerti mengenai hubungan Alexa dan Oliver.
"Mau pulang, baby?" tanya Oliver sambil mendekat. Tangannya secara cepat meraih koper Alexa.
"Hei, mau kau apakan koperku?"
"Aku mau membantumu membawanya."
"Kembalikan!" Alexa akan merebut kopernya kembali namun tangan Oliver dengan cepat memegang tangan Alexa.
"Aku tahu kamu, capek. Ayo ikut aku!" Tangan Oliver langsung menarik tangan Alexa sementara tangannya yang lain menarik koper Alexa.
"Oliver, kita mau kemana? Aku harus segera pulang."
"Sebaiknya kamu diam!"
Alexa sebenarnya ingin menendang Oliver namun mereka kini sudah berada di bagian luar bandara. Banyak pasang mata yang melihat mereka. Alexa jadi malu apalagi ada beberapa teman pramugarinya.
"Oliver, kita menjadi bahan perhatian orang." bisik Alexa.
"Karena itu bersikaplah yang wajar."
Alexa akhirnya membiarkan tangannya digenggam erat oleh Oliver. Ia jadi ingat dengan apa yang diajarkan oleh bibi Giani. Keduanya menuju ke mobil Oliver yang memang ada di parkiran khusus.
Oliver membukakan pintu untuk Alexa. Lalu ia sendiri duduk di balik kemudi dan menjalankan mobilnya.
"Mana Kevin?" tanya Alexa membuka percakapan.
"Kenapa kamu selalu menanyakan Kevin?"
"Suka aja. Dia kan orangnya terlihat ramah dan menyenangkan ketika di ajak ngobrol."
Oliver tersenyum tipis. "Bagaimana dengan aku?"
"Kau terlihat arogan dan mesum."
Oliver hanya terkekeh. Sepertinya ia tak tersinggung dengan ucapan Alexa.
Setelah berjalan selama 15 menit, mereka tiba di sebuah SPA dan tempat pijat refleks.
"Memangnya tempat ini masih buka? Ini sudah jam 9"
Oliver membuka sabuk pengamannya. "Tak ada yang akan tutup jika uang berbicara." Oliver membuka pintu mobil. Ia juga membuka pintu di sebelah Alexa.
"Aku nggak mau datang ke sini. Aku mau pulang saja."
Sekali lagi Oliver menulihkan telinganya. Ia menarik Alexa sampai keduanya sudah berada di dalam ruangan SPA.
"Berikan dia pelayanan yang komplit." Kata Oliver.
Pelayan yang menyambut mereka segera mengajak Alexa ke ruangan. Alexa dalam keadaan terpaksa menurut saja.
Alexa di minta membuka baju dan mengenakan kain untuk menutupi tubuhnya. Ia merasa sangat enak saat tubuhnya di pijat. Alexa bahkan hampir tertidur.
Selesai dipijat, Alexa pun berendam di air hangat yang diberikan beberapa ramuan. Alexa yakin kalau ini adalah aroma terapi. Ia merasa sangat rileks.
Hampir 2 jam Alexa menerima layanan di SPA ini. Saat ia sudah mengeringkan tubuhnya, seorang pelayan datang membawa paper bag.
"Ini bukan baju saya. Seragam pramugari yang tadi mana?"
"Seragam nona sudah ada di dalam mobil tuan Oliver. Tuan meminta nona untuk mengenakan ini."
Alexa kesal tapi masih bisa ditahannya karena sekali lagi, ia tak punya pilihan. Ternyata Oliver menyiapkan celana jeans dan kaos lengan panjang berwarna hitam. Alexa hampir saja tak memakainya. Ia tak suka warna hitam.
Saat Alexa dan Oliver ada di dalam mobil, Alexa pun berbicara.
"Di mana koperku?"
"Untuk apa?"
"Aku mau mengganti kaos ini."
"Kenapa? Bukankah kaos ini sangat pas di tubuhmu?"
"Aku tak suka warna hitam."
"Warna hitam kan terlihat seksi di kulitmu yang putih."
Alexa menunduk. "Warna hitam mengingatkan aku pada kematian mamaku."
Oliver terkejut. "Maafkan aku! Kopermu ada di belakang." Oliver turun dan mengeluarkan koper Alexa dari bagasi belakang. Alexa pun ikut turun. Ia mengambil sebuah kaos berwarna putih.
"Gantilah kaos mu di dalam mobil. Kacanya gelap. Dan aku tak akan mengintip." Kata Oliver lalu memasukan kembali koper Alexa ke dalam bagasi, menutup pintu bagasi lalu ia bersandar pintu sambil membelakangi Alexa.
Dengan cepat Alexa membuka kaos hitam itu dan diganti dengan kaos putihnya. Setelah selesai, Alexa menurunkan kaca mobil.
"Ayo kita pergi!" Ajak Alexa. Oliver masuk kembali ke dalam mobil.
"Makanlah!" Oliver menyodorkan kotak makanan yang ternyata berisi burger dan jus orange.
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau ini makanan favoritku?"
"Ada di data pegawai yang kau masukan saat melamar di perusahaan."
"Aku nggak mau makan. Jangan-jangan....."
"Percayalah, Alexa. Aku tak ingin main curang lagi."
Alexa pun membuka kembali kotak makanan itu. Ia mulai menikmati burgernya bersamaan dengan Oliver yang menjalankan mobilnya.
"Lalu kenapa kau membelikannya untukku?"
"Aku hanya ingin menyenangkanmu. Aku tahu hari ini kamu pasti sangat capek."
"Makasi."
"Sama-sama."
Lalu keduanya saling diam sampai akhirnya mobil Oliver berhenti di depan gerbang rumah Alexa.
"Bagaimana kau bisa tahu rumahku?" tanya Alexa.
"Apapun tentangmu, aku ingin tahu."
"Wah, kamu memang psikopat mesum."
Lagi-lagi Oliver hanya tertawa. Lalu cowok itu turun dan membukakan pintu mobil bagi Alexa.
Seorang satpam membukakan pintu pagar bagi Alexa.
"Terima kasih untuk pelayanan SPA nya." kata Alexa saat turun.
Oliver hanya mengangguk. Ia lalu menurunkan koper Alexa.
"Selamat malam!" kata Alexa lalu masuk ke dalam dan menyerahkan kopernya pada satpam itu.
Oliver memandang Alexa sampai gadis itu menghilang di balik pagar. Ia kembali masuk ke dalam mobilnya. Kalau aku tak bisa mendapatkanmu secara cepat, maka aku akan sabar untuk mendapatkanmu secara perlahan. Aku yakin bisa.
********
Atas saran bibinya, Alexa bersikap lebih ramah pada Oliver. Walaupun dalam hatinya gadis itu sering merasa jengkel dan ingin meninju wajah bule mesum itu namun ia berusaha sabar. Demi misi untuk mengerjai pria itu.
Seperti hari ini, Alexa masih memberikan materi. Lalu Oliver datang dan duduk di deretan paling belakang. Ruangan ini memang pintunya ada di bagian belakang.
Sampai akhirnya materi selesai, dan para calon pramugari dan pramugara itu perlahan meninggalkan ruangan. Ada bisik-bisik manis saat para gadis melihat Oliver yang duduk di bagian belakang. Oliver tersenyum ke arah para gadis.
Alexa pun membereskan bukunya. Kali ini ia mau langsung pulang karena tak mau dikunci lagi seperti waktu itu. Walaupun Alexa yakin kalau sebenarnya waktu ia terkurung saat itu pasti ada campur tangan Oliver.
"Mau pulang?" Tanya Oliver.
"Ya."
"Mau ku antar pulang?"
"Aku bawa mobil sendiri."
"Cuacanya hujan dan berangin di luar. Aku khawatir membayangkan kamu yang akan menyetir sendiri."
Mata Alexa membulat mendengarnya. "Lebay sekali kata-katamu. Dengar ya tuan Oliver, aku ini belajar menyetir sebelum usiaku 17 tahun. Jadi boleh dikata kalau aku ini sudah mahir."
"Tetap saja aku khawatir."
Alexa tersenyum mengejek. Ia tahu Oliver sok memberi perhatian. "Makasi atas perhatianmu, tuan. Aku permisi dulu." Kata Alexa lalu segera meninggalkan ruangan.
Begitu ia tiba di depan pintu lobby, Alexa terkejut melihat hujan dan angin yang begitu deras dan kencang. Mobilnya di parkir agak jauh sehingga Alexa pasti akan basah kuyup saat berjalan ke sana. Dan ia tak menemukan satpam untuk dimintai tolong dan mengantarnya ke tempat parkir dengan payung.
"Ayola, Alexa. Hujan sangat deras. Tunggulah hujan reda sebentar."
Alexa pun duduk di depan meja resepsionis.
Oliver pun duduk di depannya.
Tak lama kemudian, Kevin datang membawakan 2 gelas berisi kopi. Yang satu kopi hitam dan yang satu kopi mokacino. Ada sepiring pisang goreng.
Alexa menelan ludah saat melihat apa yang disajikan di depannya. Kopi dan kue kesukaannya. Pisang sepatu goreng dengan sambal terasi.
Saat melihat Alexa hanya diam saja, Kevin pun berbicara.
"Makanlah, nona. Aku yang membuatnya jadi tak ada obat tidur." Kevin menyindir Oliver membuat cowok itu melotot ke arah asistennya itu.
Kevin yang sejak kecil memang sudah bersahabat dengan Oliver hanya terkekeh dan langsung meninggalkan mereka berdua.
"Asistenmu tahu?" tanya Alexa.
"Dia yang menyiapkan obat tidurnya."
"Asisten dan bosnya sama-sama berotak hitam." Alexa mencibir. Ia kemudian meraih gelas kopinya. Menyesapnya secara perlahan.
"Waw, enak." puji Alexa. Ia mulai mengambil pisang goreng dan memasukan ke dalam mulutnya. Gadis itu pun akhirnya asyik sendiri. Ia makan tanpa memperdulikan Oliver.
"Kau sangat menyukai pisang goreng?" tanya Oliver.
"Ya. Dan kau pasti membacanya di data pegawai ku, kan?"
Oliver mengangguk.
"Hujan sudah mulai redah." Ujar Alexa.
"Eca, minggu depan ada acara liburan untuk para pegawai terbaik tahun ini. Kau juga termasuk salah salah satunya. Liburannya selama 3 hari di Lombok."
"Bukankah aku harus mengajar?"
"Minggu depan tak ada kelas mengajar."
"Aku kayaknya mau tiduran saja di rumah. Lagi pula aku sudah pernah ke Lombok."
"Ayolah, Alexa. Rasanya tak menyenangkan bila kau tak ikut."
Alexa diam sejenak. "Akan kupikirkan." Katanya sambil berdiri. "Aku pulang dulu ya. Makasi untuk kopi dan pisang gorengnya" Lalu gadis itu berlari keluar menembus hujan rintik-rintik menuju ke tempat parkiran.
Oliver tersenyum. Ia semakin gregetan saja setiap hari melihat sikap Alexa padanya.
**********
Ponsel Alexa berbunyi saat ia baru saja memasuki bandara.
"Hallo, bibi Giani." Sapa Alexa melihat siapa yang meneleponnya.
"Hallo, Eca. Jangan lupa dengan semua yang sudah bibi ajarkan kepadamu."
"Iya, bi. Sebenarnya agak menjijikan bagiku saat memikirkannya. Namun aku harus bisa untuk membuat Oliver kapok."
Giani tertawa dari seberang. "Semoga berhasil ya."
"Ok, bi."
Alexa memasukan kembali ponselnya ke dalam tas dukungnya. Ia melihat beberapa pegawai, pramugari dan pramugara sudah ada di sana. Ada juga beberapa pilot dan keluarganya.
"Selamat pagi bos!"
Alexa menoleh. Nampak Oliver dengan gaya casualnya yang selalu menebar pesona, menghampiri rombongan mereka. Cowok itu mengenakan kacamata hitam yang semakin menambah ketampanannya. Seperti biasa, ada Kevin di belakangnya.
"Selamat pagi semuanya." Sapa Oliver.
Semua heran. Baru kali ini bos muda mereka mengikuti liburan bersama para pekerja di maskapainya.
"Selamat pagi, cantik!" Oliver mendekati Alexa dan berbisik. Wajah Alexa langsung menjadi merah karena semua menatapnya sambil tersenyum.
Tunggu saja bos mesum! Batin Alexa lalu membalas senyuman Oliver.
Apa yang akan terjadi di Lombok???
Dukung emak terus ya...