Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 27. Aku iblis


🍂🍂🍂


Violet melihat sepasang sayap hitam di belakang tubuh Leon. Mendadak Leon berubah menjadi sosok pria yang berada di dalam mimpinya.


Rambut Leon yang semula pirang, berubah warna menjadi warna hitam kelam. Matanya yang biru menjadi hitam kelam dan menyala.


"Violet.."


"Kau.. siapa kau sebenarnya?! Kau ini makhluk apa?" tanya Violet pada Leon yang tiba-tiba berubah wujud.


Leon melihat pada dirinya sendiri, dia terkejut ternyata dirinya sudah berubah wujud menjadi Kainer. "Tenanglah.."


Dengan terpaksa Leon menggunakan kekuatan nya untuk menutupi semua ruangan itu dengan sihir pelindung. Supaya orang lain tidak mendengar dan melihat apa yang terjadi pada tubuhnya.


Deg!


Mengapa? Mengapa aku tiba-tiba berubah wujud?! Tidak! Violet tidak boleh mengetahui identitas ku!.


"Apa yang kau lakukan?! Kenapa aku tidak bisa keluar dari tempat ini?!" Violet kebingungan dan panik karena sejauh apapun dia berlari, dia tetap kembali ke tempat yang sama.


"Violet dengarkan aku dulu! Kau harus.."


"Tidak! Aku tidak mau mendengarkan seseorang yang bahkan bukan manusia!" teriak Violet yang mencoba keluar dari sana.


Kejadian ini persis seperti di masa lalu, ketika Camellia mengetahui identitas Kainer yang sebenarnya. Kekecewaan, kesedihan dan kemarahan Camellia ketika dia mengetahui bahwa kekasihnya adalah Raja iblis.


Karena semuanya sudah terlanjur, Leon pun berniat membuka kebenaran pada Violet. Meski gadis itu akan kecewa padanya.


"Buka pintunya! Leonardo Maxton!" Violet meminta kepada pria itu untuk membuka pintunya. Namun, Leon masih mengunci ruangan itu dan sekeliling nya dengan sihir.


Violet semakin terperangah, melihat kekuatan sihir tepat nyata di depan matanya. Dia selalu merasa bahwa hal-hal yang berkaitan dengan supranatural adalah kebohongan dan mustahil. Tapi, kini dia menyaksikan nya sendiri.


Pak Leon, kenapa dia berubah menjadi pria bersayap di dalam mimpiku?!


Leon berjalan mendekati Violet dengan wujud aslinya sebagai Kainer. Gadis itu berjalan semakin mundur dan menghindari Leon. Raja iblis itu juga heran kenapa dia tak bisa berubah menjadi sosok Leon.


"Jangan takut.. aku akan menjelaskan semuanya, aku tidak akan menyakiti mu Violet" Leon mengulurkan tangannya ke arah Violet, dengan wajah lembutnya dia menyambut Violet.


"Men-menjauh dariku! Jangan dekat-dekat!" Violet malah semakin menghindar dari Leon, dia sangat takut.


Kenapa aku tidak bisa berubah wujud? Ada apa denganku? Apa yang memicu perubahan wujud ku ini?


"Violet, aku tidak akan menyakiti mu.. kau jangan takut" Leon berusaha membujuk Violet untuk tidak takut dan mau bicara padanya.


"Bagaimana bisa aku percaya kalau kau tidak akan menyakitiku? Apa yang bisa menjadi jaminan nya?!" tanya Violet tidak percaya pada Violet.


Kenapa melihat wujudnya yang seperti ini, aku merasa sedih ya?


Leon menghela napasnya, dia berusaha mengatur emosi dan percikan api yang ada di dalam tubuhnya. Dia berusaha meredakan nya, agar aura iblis di dalam tubuhnya menghilang.


Perlahan-lahan rambut hitam itu kembali ke semula, mata Leon berubah menjadi biru seperti biasanya. Tapi hanya satu yang belum berubah, sayap hitam di bagian belakang tubuhnya.


"Violet.."


"Katakan! Siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuan mu mendekatiku??!" tanya Violet sambil menatap curiga pada Leon.


Nasi sudah jadi bubur, begitulah kira-kira posisi Leon saat ini. Dia harus menjelaskan darimana dan bagaimana pada Violet? Apakah dia harus menjelaskan segalanya tentang masa lalu mereka ataukah hanya menjelaskan jati dirinya saja?


Leon berhutang banyak penjelasan pada Violet.


"Aku memang bukan manusia" ucap Leon pertama kalinya.


"Aku adalah iblis" jawab Leon akhirnya.


Degh!


Jantung Violet berdegup kencang, dia tersentak kaget mendengar pengakuan Leon. Bahwa dia adalah Iblis, antara tidak percaya atau tidak. Karena selama ini dia tidak percaya hal-hal seperti itu, tapi faktanya ada di depan mata. Violet tidak bisa menganggap bahwa itu adalah mimpi ataupun halusinasi nya.


"K-kau.." Violet tak tahu harus bicara bagaimana menjelaskan nya.


"Maafkan aku, tapi seharusnya kau tidak pernah mengetahui hal ini"


"Hahahaha, apa kau sedang bermain drama kolosal? Apa aku sedang berada di dalam drama itu? Iblis? Kau yang setampan ini adalah iblis!" Violet tertawa bingung, dia setengah percaya dan setengah tidak percaya dengan fakta di depannya.


"Semua iblis itu tampan, dan gunanya untuk menggoda manusia. Contohnya sama seperti aku" Leon tersenyum santai, dia berusaha mencairkan suasana.


Apa aku sudah gila?! Dia benar-benar iblis? Dan semalam aku tidur dengan iblis ini?! Tidak tidak! Ini pasti mimpi, ini mimpi kan?!


Violet menggeleng-gelengkan kepalanya. Leon memegang tangan Violet dengan hati-hati.


"Kau bisa marah padaku, tapi kau tidak boleh membenciku ataupun menolak lamaran ku. Kita akan tetap menikah sesuai dengan apa yang aku harapkan" kata Leon tetap pada keputusan nya untuk menikahi Violet.


"Apa kau sudah gila? Kau pikir aku mau menikah dengan iblis??!" sudah jelas Violet menolak pria itu. Dia bahkan menepis tangan Leon dengan kesal.


"Kau tidak akan bisa lari dariku Violet, kau tetap harus menikah denganku! Di kehidupan kali ini sampai selamanya!"


"Kenapa kau selalu mengatakan tentang kehidupan kali ini? Memangnya berapa kehidupan yang kau lewati?!" tanya Violet heran karena Leon selalu berbicara tentang kehidupan yang lalu dan kehidupan sekarang.


"Lupakan saja! Yang jelas kau harus menikah denganku!" kata Leon bersikeras harus menikahi dengan Violet.


Gadis itu berpikir bahwa Leon sudah gila, dia tidak menggubris perkataan Leon padanya. Violet terus meminta agar Leon melepas sihirnya dan dia ingin pulang ke rumah.


Leon akan melepaskan sihir itu asalkan Violet mau menikah dengannya. Tentu saja Violet tetap menolak. Namun, Leon mengungkit soal bayi.


"Kau harus menikah denganku karena ada bayi!"


"Bayi? Apa maksud mu?!" tanya Violet terperangah.


"Seperti nya aku harus mengatakan semuanya. Violet kau sedang mengandung anakku" jawab Leon jujur.


"Apa?!!" Violet tercengang dengan mata yang membulat melihat ke arah Leon. Belum lagi dia merasakan ada sesuatu yang bergerak di perutnya.


Aku? Hamil anaknya?


Jantung Violet berdebar kencang, gadis itu syok mendengar perkataan Leon. Fakta tentang Leon adalah iblis, lalu sekarang ada bayi? Dia sedang mengandung anak nya?


BRUGH!


Violet tak kuasa menahan rasa syok itu, dia akhirnya jatuh pingsan. Leon menahan tubuhnya. "Violet! Violet!" Leon menggendong Violet yang jatuh pingsan.


"Tenanglah, dia tidak apa-apa. Kau juga kenapa membeberkan semuanya sekaligus? Dia jadi syok kan?"Gloria tiba-tiba sudah muncul disana.


"Gloria!" Leon merasa sedikit lega karena ada Gloria disana.


"Ya, ya aku disini untuk membantumu" Gloria tersenyum pada Leon


"Apa yang harus aku lakukan?"tanya Leon bingung.


"Bawa dia ke ranjang dulu, aku akan jelaskan semuanya" kata Gloria


...---***---...