Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Biarkan aku pergi


...🍂🍂🍂...


Camellia masih menunggu Kainer di dalam kamarnya dengan cemas. Gadis itu jalan mondar mandir kesana kemari. Apa yang bisa ia lakukan untuk mencegah peperangan?


" Camellia ayo berfikir! berfikir lah! kau bisa mencegah perang ini terjadi. Sudah jelas kalau bangsa iblis dan manusia berperang, bangsa iblis pasti akan menang karena mereka lebih kuat. Camellia, apa yang akan kau lakukan?" gumam Camellia bingung


BRAK


Camellia kaget karena seseorang yang tiba-tiba membuka pintu kamarnya. Dan membuat nya tubuhnya oleng, untung saja Kainer menangkap tubuhnya agar tidak jatuh.


Mereka berdua sempat bertatapan, kemudian setelah itu Camellia mendorong Kainer dengan marah.


Dia datang kemari dengan cepat, apa itu karena aku? Camellia memalingkan wajahnya dari Kainer


Kainer melihat makanan di piring yang masih utuh, belum tersentuh sama sekali.


" Kau belum makan makanan mu?" tanya Kainer


" Aku tidak butuh, yang aku inginkan hanya keluar dari sini "


" Setelah keluar dari sini kau mau apa?" tanya Kainer


" Banyak yang akan kulakukan. Tapi kenapa kau menanyakan ini? jika aku mengatakan nya, apa kau akan membebaskan ku? " Camellia heran


" Tidak akan "


" lalu kenapa kau bertanya?" tanya Camellia sebal


" Camellia makanlah makanan mu, kau kan belum makan " Kainer membawakan makanan itu ke depan Camellia dengan penuh perhatian


" Aku tidak mau makan! aku mau keluar dari sini !" teriak Camellia


" Kau jangan keras kepala, makanlah kalau tidak kau akan sakit " Kainer mulai kesal


" Tidak mau, biarkan saja aku sakit dan mati. Itu kan yang kau mau?" tanya Camellia sedih


" Kenapa kau selalu berfikiran negatif terhadap ku? Memang benar aku sudah berbuat salah padamu di masa lalu, bahkan sekarang. Tapi, aku melakukan ini karena aku menyayangimu "


Apa lagi yang harus ku lakukan agar kau bisa melihat perasaan ku Camellia?


" Apa maksudmu menyayangiku itu dengan mengurungku disini? di dunia yang bahkan bukan duniaku sendiri. Kainer, jika kau menyayangiku kau harusnya melepaskan ku " ucap Camellia dengan nada suara yang rendah, wajahnya terlihat sedih


" Jangan mimpi! aku tidak akan pernah membiarkan mu bebas dari sini!" Kainer memegang tangan Camellia dan mencengkram nya kuat-kuat. Ia berusaha menahan emosinya yang akan meledak di dalam dirinya itu


" Apa kau mau menyiksa ku? kau mengurungku disini karena kau ingin menghancurkan dunia ku dan orang-orang yang ada disana? Kalau begitu kenapa kau tidak membunuhku juga,biarkan aku mati bersama mereka !"


Bagaimana bisa aku seorang diri yang selamat? dan semua orang akan mati di luar sana.


" Apa yang kau katakan? siapa yang ingin menghancurkan dunia mu?" tanya Kainer


" Tentu saja kau dan orang yang kau panggil dengan sebutan Raja neraka itu! kalian berencana menghancurkan dunia manusia dalam waktu 7 hari. " jelas Camellia


Kainer terdiam lalu mendorong Camellia ke atas ranjang yang empuk hingga ia terduduk disana.


" Makanlah! " ujar Kainer


" Kumohon, lepaskan lah aku. Biarkan aku pergi Kainer dan jangan hancurkan dunia ku " Camellia menangis dan memohon kepada Raja iblis itu


Hatinya merasa tidak tega melihat Camellia yang menangis dan memohon padanya.


" Kau bisa meminta yang lain kecuali yang dua itu " Kainer memalingkan wajahnya, ia tak sanggup melihat Camellia menangis.


Aku tidak bisa membatalkan perjanjian ku dengan Raja neraka. Bumi dan manusia harus tetap di musnahkan. Camellia maafkan aku.


" Katanya kau mencintaiku! mana buktinya? kenapa kau malah melakukan ini? aku membenci mu ! aku BENCI !! hiks hiks "


Camellia melempar bantal yang ada di ranjangnya ke arah Kainer dengan penuh kemarahan. Kainer sama sekali tidak menoleh ke arah Camellia dan membiarkan dirinya di pukuli oleh wanita yang ia cintai.


BUKK


BUKK


Camellia masih menangis dan terus memukuli Kainer.


Aku tidak percaya kau tidak akan menoleh padaku.


" Raja iblis Lucifer!! aku benci kau!! Aku tidak mau makan, aku akan mati saja!! aku akan mati!!" teriak Camellia marah. Perlahan-lahan Kainer melangkah pergi dari kamar itu


" Kalau aku kembali kesini lagi dan makanan mu belum habis, aku akan memberimu hukuman " ucap Kainer pada gadis yang ada dibelakang nya itu


Dia benar-benar keras kepala. Apa dia benar-benar ingin menghancurkan bumi meskipun aku bilang tidak? baiklah, setidaknya aku harus bisa mencegahnya dulu. Mengulur waktu sampai ada seseorang yang menyelamatkan ku.Itu pun jika ada.


Ide gila mulai memenuhi pikiran nya, saat ia melihat pisau pemotong buah yang ada di meja.


SRET


Tes, tes, tes


Bau darah yang menetes dari tubuh Camellia membuat para iblis di kastil dan dunia iblis itu menjadi menggila. Darah yang segar dan menggoda seperti heroin. Kainer kaget dengan tindakan gila Camellia dengan memotong urat nadi di tangannya.


" Apa yang kau lakukan?!!" Teriak Kainer sambil menghampiri Camellia yang tangannya sudah bercucuran darah.


Kainer menyergap gadis itu, dan menyingkirkan pisau dari tangan nya yang satunya lagi.


PRAK


" Hentikan! biarkan aku mati! kau juga tidak mau mendengar kan ku !"


" Baiklah, baiklah akan aku lakukan apapun yang kau katakan. Asalkan jangan meminta pergi dariku " Kainer melihat Camellia dengan wajah yang cemas. " Tanganmu harus segera di obati !" ujar Kainer sambil memegang kedua tangan Camellia, ia takut gadis itu akan menyakiti dirinya lagi


" Aku tidak mau di obati sebelum kau setuju dengan kata-kata ku " Camellia keras kepala


" Baiklah, aku kalah. Katakan apa yang kau mau?!" Kainer mulai melembut, luluh dengan Camellia.


" Jangan.. jangan menyerang dunia manusia kumohon.. jangan ..." Camellia berusaha untuk tetap membuka matanya, meskipun tubuhnya sudah mulai roboh.


" Aku akan panggilkan tabib !"


" Tidak, kau harus katakan dulu kalau kau tidak akan menyerang dunia manusia.. tidak boleh " Camellia memegang tangan Kainer dengan erat , tubuhnya mulai berkeringat dingin.


Sial! tenagaku sudah mulai..


" Kau sangat keras kepala! saat ini kau harus mendapatkan pertolongan dulu" teriak Kainer


" Aku mohon, katakan bahwa kau tidak akan menyerang dunia manusia. Kumohon.."


" Baiklah, aku janji tidak akan menyerang dunia manusia. "


" Syukurlah.. bagus " sedikit senyuman terlihat di bibirnya. Akhirnya pertahanan gadis itu roboh, Camellia kehilangan kesadaran nya. Darah nya masih bercucuran dari tangan kiri nya.


" Camellia! Camellia! Keith carikan tabib manusia sekarang !!" teriak Kainer pada Keith yang ada di balik pintu kamar


" Akan saya laksanakan yang mulia " Jawab Keith patuh


Menyebalkan sekali. Lagi-lagi aku dijadikan pembantu oleh manusia rendahan seperti nya.


Keith langsung menghilang dengan cepat dan mencari tabib di dunia manusia.


" Camellia! Camellia, bangunlah ! kumohon..." Kainer panik melihat gadis yang ia cintai tak sadarkan diri di depan nya. Selagi menunggu tabib, Kainer menggunakan sihirnya untuk menekan pendarahan di tangan Camellia.


SLING


Hanya butuh beberapa detik, Keith sudah berhasil membawa seorang tabib perempuan ke kastil iblis. Meskipun di dalam batinnya ia malas sekali menolong Camellia, inginnya Camellia mati saja dan menghilang dari kehidupan Kainer.'


Sialan! para manusia rendahan ini benar-benar menyebalkan. Dulu Ratu manusia itu yang membuatku begini, dan sekarang anaknya. Dia lebih menyebalkan dari ibunya. Kenapa dia tidak mati saja bersama ibu dan ayahnya? Kenapa juga yang mulia harus jatuh cinta padanya? Jika bukan karena dia dan keluarganya bangsa iblis tidak akan tersegel. Jika bukan karena dia, aku tidak akan menggunakan kekuatan ku yang berharga untuk membawa tabib ini ke dunia iblis.


" Cepat periksa dia !" seru Kainer pada tabib itu.


Tabib perempuan yang bernama Aludra itu segera memeriksa Camellia dengan peralatan seadanya. Aludra tidak mengerti apa alasan ia diculik oleh Keith dan dimana ia berada saat ini, tapi satu hal yang ia yakini bahwa wanita di depannya sedang terluka dan profesionalitas nya sebagai tabib mengharuskan nya menyelamatkan Camellia untuk nya bertahan hidup juga.


" Bagaimana keadaan nya?" tanya Kainer saat ia melihat Aludra yang sudah selesai memeriksa Camellia


" Maafkan saya tuan iblis, maksud saya yang mulia Raja. Keadaan tuan putri sekarang belum stabil karena kehilangan banyak darah. "


" Lalu apa yang harus di lakukan agar keadaan nya kembali stabil?" tanya Kainer


" Kita belum bisa melakukan apa-apa untuk sekarang yang mulia, kita hanya bisa menunggu sampai tuan putri siuman. Tapi, tuan putri harus segera meminum obat ini " jelas Aludra sambil me


Jelas-jelas tuan putri Camelia ada manusia dan Raja ini adalah Raja iblis. Tapi.. Raja iblis terlihat menyukai tuan putri. Apakah manusia dan iblis bisa bersatu?


" Baiklah. Siapa nama mu?" tanya Kainer sambil duduk disamping Camellia


" Saya Aludra yang mulia " jawab Aludra sopan


" Aludra, mulai sekarang kau akan tinggal di istana ini sebagai tabib pribadi Putri Camellia "


" A-Apa? bukankah setelah ini saya akan dikembalikan ke dunia saya?" tanya Aludra tercengang


" Kau pikir aku akan membiarkan manusia yang sudah masuk ke dalam sini untuk keluar? Keith, bawa dia ke kamar yang ada disebelah kamar ini. Layani dia dengan baik !"


" Baik yang mulia !"


Sialan, satu orang manusia rendahan lagi yang harus aku layani.Putri Camellia kau benar-benar luar biasa.


" Tunggu yang mulia Raja, anda tidak akan membunuh saya kan?" tanya Aludra takut


" Selama kau berguna, kau tidak akan terbunuh " kata Kainer tajam


Hiiiyy menyeramkan sekali. Aludra langsung menciut saat melihat tatapan mata Kainer. Mulutnya menjadi bungkam saat itu juga.


Dengan patuh Keith membawa Aludra pergi dari kamar Camellia. Tinggallah Camellia dan Kainer berdua di kamar itu.


Sebelum keluar dari kamar itu, Keith sempat melirik sinis ke arah Camellia.


Ya, jangan salahkan aku tuan putri. Aku akan menyingkirkan mu demi keselamatan dunia iblis.


CEKRET .. Keith menutup pintu kamar itu dengan rapat.


Wajah Camelia terlihat pucat, bibirnya memutih. Matanya tertutup rapat. Dalam keadaan tidak sadar, Camellia merasakan tangan hangat yang menggenggam tangannya.


" Kenapa kau sampai melakukan ini hanya untuk meninggalkan ku? aku bisa berikan semuanya untukmu, dunia pun bisa aku berikan , sebagai gantinya aku hanya meminta satu hal saja darimu Camellia. Aku hanya ingin kau selamat dan berada di samping ku. Apa permintaan ku ini begitu sulit? " tangannya membelai pipi Camellia.


Kainer mengambil botol berisi obat lalu meneguknya. Kemudian ia menyuapi Camellia obat itu dengan mulutnya. Sehingga bibir mereka bertemu.


GULP


GULP


" Apa kamu tidak bisa merasakan kasih sayang ku Camellia? aku mencintaimu sampai aku sanggup menyerahkan apapun untukmu. Bangunlah Ellia "


Suara Kainer terdengar kedalam alam bawah sadar Camellia. Dan mendorong nya untuk bangun.


Gadis itu berada di sebuah persimpangan jalan, ia sendirian di ruangan yang bernuansa putih itu.


Camellia bangunlah..


" Kainer, kenapa kau memanggilku dengan suara seperti itu? kenapa kau terdengar sedih? apa kau benar-benar sedih atau kau hanya berpura-pura? aku benci padamu, tapi aku mencintai mu.. hiks " Camellia menangis.


Camellia tak percaya kalau Raja iblis yang ia benci akan memanggil nya dengan nada suara yang sedih. Camellia ditengah kebingungan antara bangun dan tetap di dalam alam bawah sadarnya.


...---***---...