Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Kau percaya padaku


🍂🍂🍂


Hilde membawa Camellia dengan tubuhnya yang menyeramkan itu. Meskipun merasa percuma melawan Hilde, tapi Camellia tidak menyerah dan terus memberontak. Ia tidak mau dibawa pergi begitu saja oleh ajudan Raja neraka itu.


" Manusia bodoh, percuma saja kau memberontak. Kau tidak akan pernah berhasil lepas dari cengkraman ku " Hilde tersenyum mengejek Camellia yang terus-terusan menyerang tubuhnya dengan pukulan dan tendangan.


" Diam kau, mahluk yang tidak jelas!"


Menjijikan! air liurnya menetes mengenai kulitku, karena lidahnya membelit tubuhku. Dia ini sebenarnya makhluk apa sih? Apa dia bangsa iblis? tapi bangsa iblis mana yang berani menyentuhku? bukankah semua iblis takut padanya?


Camellia memutar otaknya, berusaha menemukan jalan keluar untuk bisa melepaskan dirinya dari Hilde. Ia bisa melihat kalau Hilde lebih berbahaya dari Kainer yang ia kenal.


.


.


Disisi lain..


Aludra berhasil berlari jauh menghindar dari anak buah Hilde. Ia bertemu dengan Keith di dekat lorong menuju ke bawah tanah.


" Ternyata kau ada disini?! karena mu dan putri bodoh itu aku kena marah dari yang mulia Raja! " teriak Keith marah


" Tolong, tuan putri. Tuan putri.. hiks " Aludra menangis dan berusaha menopang kakinya yang terasa lemas.


Keith yang kasihan pun membantunya berdiri, memapahnya. " Katakan yang jelas! apa yang terjadi pada tuan putri?" tanya Keith


" Tuan putri di bawa oleh makhluk menyeramkan yang memiliki lidah panjang " jawab Aludra


" APA?" Keith kaget mendengar nya.


Apa itu Hilde?


Merasa kasihan pada Aludra, melihat kaki gadis itu terluka. Keith membawanya ke dalam kastil dan meminta Monia menjaganya. Keith pun melaporkan pada Kainer tentang Camellia. Keith malah terkena kemarahan Kainer, dan terkena tuduhan dari nya.


Kainer menggunakan sihir cambuk nya dan membuat Keith terluka.


CTAK


CTAK


" Uh.. Yang mulia saya sungguh tidak melakukan itu.. bukan saya " Keith memegang tangannya yang terluka oleh cambuk sihir Kainer, ia mengelak semua yang dituduhkan oleh Rajanya itu padanya.


Aku hanya memberitahu jalan itu pada putri Zefanya. Lalu kenapa Hilde bisa ada disana? apa dia bekerja sama dengan putri Zefanya?


" Meski kau bukanlah orang yang melakukan ini. Tapi hanya kau dan aku yang tau jalan rahasia itu! kau tetap mengkhianati ku Keith. Jika kau bisa menyelamatkan Camellia tanpa terluka sedikitpun, aku mungkin akan sedikit mengampuni mu ! " Mata Kainer memerah, menyala seperti api yang terbakar.


" Yang mulia jika dia kesana bukankah itu artinya dia ingin mencari pedang itu dan dia lah yang mengkhianati yang mulia?!" tanya Keith memberanikan dirinya


DEG DEG!


Perasaan Kainer mulai terganggu dengan kata-kata Keith, apa benar kalau Camellia akan benar-benar kabur dari istana nya dan menyegelnya kembali setelah menemukan pedang itu?


" Walaupun dia memang mengkhianati ku, atau sekalipun dia membunuhku. Aku tidak keberatan mati ditangan orang yang aku cintai. Tapi karena kau membahayakan nya, kau akan membayar nya Keith " Kainer menatap tajam Keith


Keith gemetaran melihat Kainer yang marah. Lagi-lagi pria itu menggerutu di dalam hatinya, ia memaki Camellia dan menyalahkan semuanya pada Camellia yang sudah membuatnya terkena amarah Kainer. Kebencian Keith semakin menumpuk pada gadis yang tidak tau apa-apa itu. Keith merasa bahwa Raja nya itu sudah seperti manusia saja yang tergila gila pada cinta.


Kainer, Keith, dan beberapa pengawal kastil iblis segera bergerak menuju ke perbatasan antara dunia iblis dan neraka. Terlihat lah disana Camellia sedang dibawa oleh Hilde, yang akan menuju ke istana neraka Koros.


Kainer. Dia datang.


" Kai..."


Hmphh!!


Belum sempat mengucapkan kata berikut nya, mulut Camellia sudah disumpal oleh tangan Hilde. Mereka pun bersembunyi di sebuah gua kecil dan banyak api di dalam gua itu.


Tubuh Camellia berkeringat karena kepanasan, sementara Hilde tidak merasakan apapun karena ia memang terbiasa dengan api. Di sanalah Camellia yakin kalau Hilde bukanlah bangsa iblis.


Sial! sedikit lagi aku akan sampai ke gerbang neraka dan Raja iblis itu cepat sekali menyusul ku kemari. Bagaimana aku bisa membawa gadis ini kepada yang mulia Koros?


Camellia pun melukai tangannya dengan jepit rambutnya, darahnya menetes ke tanah dan membuat aroma agar Kainer dan iblis lainnya bisa menemukan nya.


Semoga ini berhasil. Camellia berharap agar Kainer bisa menemukan nya.


.


.


" Yang mulia, saya mencium sesuatu yang menyengat!" seru Keith


" Ini darah Ellia " gumam Kainer sambil mengendus aroma darah kekasihnya yang sudah tidak asing baginya.


Tubuh Kainer mengeluarkan cahaya saat pria itu menutup matanya, saat ia membuka matanya ia bisa melihat aroma darah Kekasihnya di dekat sana. Dengan gerakan cepat, ia membuka salah satu gua tersembunyi yang ada di sana. Mematikan apinya dengan air yang keluar dari tangannya.


WUSH---


DEG !


Hilde terkejut karena persembunyian nya sudah ketahuan oleh Kainer. Camellia merasa lega karena Kainer berhasil menemukan nya.


" Kainer.. hosh " Camellia tersenyum lega saat melihat Kainer sudah ada di hadapan nya, tubuhnya terasa sangat panas


Kau menemukan ku, aku tau kau akan mencari ku.


" Ellia!"


Kainer tersenyum lega, ia segera mengambil kekasihnya dari tangan Hilde dan memeluknya.


GREP


Tubuh Camellia terasa sangat panas.


" Y-yang mulia Ra-raja iblis " Hilde tergagap dan tidak bisa bicara apa-apa. Karena kekuatan nya tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan Lucifer.


CTASS


Kainer melayangkan cambuk ke arah Hilde, dan membuat penjaga neraka itu kesakitan.


" ah.. yang mulia, tolong dengarkan saya dulu " Hilde berusaha menjelaskan, namun Kainer sudah terlanjur murka apalagi setelah melihat kondisi


Sial! aku tidak menyangka kalau ini akan menjadi misi bunuh diri.


" Kau berani menculik kekasihku! kau juga berniat membakarnya. Kau sungguh berniat mati!" Kainer menatap tajam Hilde


" Sa-saya .."


" Keith bawa dia ke penjara iblis, aku akan mengintrogasi nya nanti" ucap Kainer seraya menunjuk ke arah Hilde yang sedang ketakutan. Ia juga memakaikan rantai sihir pada makhluk itu, yang tadinya tubuhnya besar menjadi kecil.


" Yang mulia Lucifer anda tidak bisa memperlakukan saya seperti ini! Raja Koros akan sangat marah, saya adalah bawahannya yang setia !" Hilde tidak terima di ikat oleh Kainer dan akan dipenjarakan oleh nya


" Oh begitu ya? kalau begitu aku akan meminta pertanggungjawaban nya karena bawahannya sudah berani menculik wanitaku. Dia tidak akan keberatan bukan?!" tanya Kainer tanpa takut


Hilde terdiam dan tersentak. Dengan kepercayaan diri di dalam hatinya, ia yakin kalau Koros akan menyelamatkan nya. Dari kejauhan Zefanya melihat semua itu dan mendesah kesal.


" Cih! kenapa mengurus satu wanita saja tidak bisa? padahal aku sudah mempermudah jalannya " gerutu Zefanya kesal. Zefanya pun segera pergi dari tempat itu sebelum Kainer dan bangsa iblis lainnya mengetahui kalau ia berada disana.


Hilde pun di bawa ke penjara iblis oleh Keith.


🍂🍂🍂


Kastil iblis..


Di kamar Camellia..


Kainer merebahkan tubuh Camellia yang memerah karena kepanasan di ranjangnya yang empuk.


" Huft.. huft..."


Kenapa panasnya tidak hilang-hilang? padahal apinya kan sudah mati? namun kenapa tubuhku masih seperti kebakaran? ini sangat gerah.


" Kau masih kepanasan?" tanya Kainer cemas melihat Camellia menggelinjang karena kepanasan, dan tubuhnya berkeringat.


Seandainya aku punya sihir air atau angin.


" Ya.. tubuhku masih terasa panas " jawab Camellia


Pria itu membuka baju Camellia pelan-pelan. Camellia terkejut dan memegang tangan Kainer.


" Apa yang kau lakukan? disaat seperti ini kau mau berbuat apa Hah?" mata gadis itu menatap tajam pada sang Raja iblis


" Aku hanya ingin membantumu, kau harus melepaskan semua bajumu agar tidak kepanasan " jelas Kainer sambil membuka tali pita yang mengikat gaun yang dipakai Camellia.


" Kalau pun aku harus melepaskan bajuku, kau juga tidak boleh melepaskan nya! " ujar Camellia marah dan mengikat kembali tali gaunnya yang terlepas.


" jangan keras kepala! api yang tadi menutupi tubuhmu bukanlah api biasa. Kau akan terus kepanasan kalau kau tidak membuka bajumu " jelas Kainer


" Jangan cari cari kesempatan ya! aku akan membuka bajuku sendiri!" seru Camellia sambil melindungi dirinya.


Kainer pun menggendong kekasihnya dan melangkah menuju ke kamar mandi.


" Apa yang kau lakukan? kau mau bawa aku kemana?!" teriak Camellia ketakutan


" Kamar mandi, untuk mendinginkan tubuhmu"


Setelah berjalan beberapa langkah, Kainer merebahkan tubuh Camellia di bathtub berisi air es yang sudah disiapkan oleh Monia. Dengan baju yang masih melekat di tubuhnya. Kainer terus menunggu nya dengan setia di kamar mandi. Dan hal itu membuat para iblis bergosip.


" Kira-kira apa yang sedang dilakukan yang mulia Raja dan manusia itu ya?" tanya iblis 1 penasaran


" Apa lagi yang bisa dilakukan di kamar mandi bersama? bukankah sudah jelas hihi "


Para iblis itu bergosip dan jadi berfikir yang bukan bukan tentang Camellia dan Kainer. Padahal Kainer hanya menemani Camellia berendam air dingin saja.


" Hey! kenapa kau masih disini?" tanya Camellia kesal


" Aku yakin kau sudah tau, kenapa masih tanya?" Kainer balik bertanya


" Aku baik-baik saja, kau keluar lah. Aku akan mendinginkan tubuhku sendiri "


Meskipun aku pakai baju, tetap saja aku malu dilihatnya sedang rebahan di bathtub.


" Aku akan tetap disini, kau kan yang memanggilku " Kainer tersenyum


" Ka-kapan aku melakukan nya?" tanya Camellia


" Tadi saat kau sedang bersama mahluk jelek itu, aku dengar kau memanggilku "


" Mana mungkin kau mendengar nya? suara ku pelan begitu " gadis itu tak percaya, ia tersenyum


Kainer menyunggingkan senyuman dibibir nya, " akhirnya kau mengaku juga kan? kau memanggilku "


" Kau! kau menjebak ku !" ujar Camellia sambil melotot ke arah Kainer yang duduk tak jauh dari bathtub tempatnya berendam


Kenapa aku bisa terjebak lagi olehnya? aku selalu saja keceplosan! dasar Camellia bodoh. Gadis itu memaki dirinya sendiri di dalam hati, ia selalu saja terjebak oleh kata-kata Kainer yang membuatnya selalu mengaku.


" Apa sulitnya mengaku? aku tau kau sangat percaya padaku sehingga kau memanggil namaku di saat kau dalam bahaya. " Kainer menatap gadis yang ada di depannya itu


DEG!


Lagi-lagi hatiku berdebar seperti ini. Padahal seharusnya aku membencinya! ini tidak benar.


" Camellia.. " Tangan Kainer mulai bergerak ingin menyentuh gadis itu, namun Camellia memalingkan wajahnya. Menyembunyikan wajah malu nya.


Aku ditolak lagi. Kainer tersenyum pahit dan menarik kembali tangannya, ia meremas tangannya dengan kesal.


" A-aku.. bisakah kau bisa ambilkan aku handuk " ucap Camellia sambil menunduk


" Baiklah, tunggu disini. " Kainer tersenyum lembut, lalu ia melangkah keluar dari kamar mandi itu.


Tidak apa, aku hanya harus lebih sabar lagi. Setidaknya dia mulai mempercayai ku.


Camellia hampir saja tersentuh oleh kebaikan dan kesabaran Kainer.


" Aku harus bagaimana? ayah selalu bilang kalau bangsa iblis itu jahat, tapi kenapa aku tidak melihat itu pada Kainer? dia sama sekali tidak jahat padaku.. ayah.. ibu, bagaimana ini? seperti nya aku mulai percaya padanya. " gumam Camellia kebingungan.


Diam-diam Kainer mendengarkan gumaman Camellia dari balik pintu kamar mandi, pria itu tersenyum senang.


🍂🍂🍂


Sementara itu Theodore dan Gloria sudah berada di gerbang dunia iblis. Perbatasan antara dunia iblis dan dunia manusia. Theodore yang baru pertama kali melihat dunia iblis, terpana melihat gelap dan suram nya dunia yang ia tapaki itu.


" Mari kita pergi mencari tuan putri, yang mulia putra mahkota " ajak Gloria


" Iya " jawab Theodore


Camellia, aku akan menyelamatkan mu. Tunggulah.


...----*****----...


Maaf readers! untuk chapter ini cukup sedikit, karena author lagi buru-buru...


Tadinya mau up tiap hari, namun kondisi anak saya yang sedang sakit tidak memungkinkan untuk up tiap hari 🙏😔 mohon pengertiannya, dan doanya juga untuk kesembuhan anak saya 😊🙏