
.
.
" Haa.. yang benar saja " gumam Kainer yang masih tidak percaya dengan fakta bahwa master bertopeng adalah tuan putri yang ia layani. Setengah harga dirinya terluka karena pernah di ejek oleh master bertopeng dan tidak bisa menangkapnya.
Pantas saja dirinya merasa familiar dengan aroma bunga Camellia itu, terjawab sudah semua kecurigaan nya. Namun, hal itu bukanlah yang paling utama saat ini. Kainer harus segera menyelamatkan Camellia yang terkena panah beracun.
Kainer membayar tabib itu untuk merahasiakan tentang dirinya yang menolong Camellia. Setelah mengobati luka di tangan kirinya.
" Saya sudah selesai mengobati nya tuan "
" Kapan dia akan sadar?" tanya Kainer
" Saya tidak tahu, kita tunggu saja dalam 2 jam. Jika nona ini masih belum sadar dalam 2 jam, maka racun nya sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Namun, obat ini harus segera di berikan padanya. "
" Apa bisa diberikan nanti saja? dia kan masih belum sadar?" tanya Kainer
" Tapi ini penting untuk memulihkan kesadaran nya "
" sudahlah kau pergi saja "
Tabib itu pun pergi setelah menyerahkan segelas air obat yang sudah ia racik untuk membuat Camellia segera sadar dan diberikan pada Kainer.
Kainer kebingungan, bagaimana caranya memasukkan obat itu ke dalam mulut Camellia yang menutup rapat. Dan masih belum sadarkan diri.
" bagaimana kalau di suapi dengan sendok ?! " Kainer mencoba menyuapkan obat cair itu dengan sendok, namun obat cair nya malah terbuang dan membasahi pipi Camellia.
" Masa aku harus menyuapkan nya dari mulut ke mulut?" tanya Kainer bingung
Melihat wajah pucat Camellia, ia tak tega. Akhirnya ia memutuskan untuk meminum obatnya, lalu memasukkan obat itu ke dalam mulut Camellia melalui mulutnya.
Maaf yang mulia, tapi ini adalah cara untuk menyelamatkan yang mulia.
GULP
GULP
Kainer mulai tergoda saat mulutnya itu beradu dengan mulut Camellia yang masih tidak sadarkan diri. Ada perasaan bergetar di dalam organ tubuhnya. Perasaan ingin mencium Camellia. Namun, ia tersadar dan menjauhkan bibirnya dari bibir Camellia.
Apa yang kau lakukan Kainer? apa kau sudah gila? kau ingin mencium putri?! lagi-lagi aku seperti kesetrum. Apa mungkin ini yang namanya ciuman?
2 jam berlalu, Camellia membuka matanya. Ia melihat langit-langit diatasnya yang terlihat asing, dan tidak pernah ia lihat sebelumnya.
" Uh .. sakit sekali, aku dimana?" gumam gadis itu sambil mendudukkan dirinya di ranjang. Ia kaget saat melihat rambut palsu dan topeng nya ada di dekat meja.
Deg, perasaan nya berdebar. Apa ia sudah ketahuan? gawat ! Bagaimana jika kakaknya tau tentang hal ini?
Dan apa yang terjadi dengan pakaian nya, kenapa bisa kancingnya terbuka?
KLAK
Seseorang membuka pintu kamar itu, lalu menguncinya kembali dengan cepat. Kainer membawakan satu set baju wanita untuk dipakai Camellia. Wajah Kainer tampak memerah, ia tak berani menatap Camellia.
Bagaimana bisa aku berhadapan dengan nya? tadi aku sudah mencium nya? apa dia menyadari nya?. Kainer terlihat ragu untuk mendekati Camellia.
Kenapa wajahnya memerah seperti memakai blush on? ada apa?
Mereka berdua sama-sama bingung dengan apa yang ingin mereka katakan.
" Kumohon ! jangan beritahu kan ini pada kakak ku !" seru Camellia ketakutan
Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin Kainer tanyakan pada Camellia. Namun, ia begitu malu karena sudah mencium Camellia.
" Yang mulia, sebaiknya anda ganti dulu bajunya " Kainer meletakkan gaun di atas meja
" Tu-tunggu, apa hanya begini saja?" tanya Camellia keheranan
Dia tidak marah atau bereaksi berlebihan seperti yang aku bayangkan. Kenapa dia malah terlihat malu? Haa.. apa dia malu karena dia tidak bisa mengalahkan master bertopeng karena aku seorang wanita?
" Saya dan Greta akan tunggu diluar, yang mulia silahkan ganti baju dulu " Kainer membungkuk dengan sopan.
KLAK
Kainer menutup pintunya, sementara Camellia mengganti bajunya. Beberapa menit kemudian, Camellia keluar dari kamar itu, melihat Greta dan Kainer sedang menunggu nya disana.
" Yang mulia, apa anda baik baik saja?" tanya Greta dengan mata yang berkaca-kaca
" Aku baik-baik saja Greta, maaf sudah membuatmu cemas "
" Tidak yang mulia, jangan bilang maaf pada saya yang rendahan ini. Yang mulia kenapa anda menghilang tiba-tiba, jadi saya meminta tuan Kainer untuk mencari yang mulia " Greta terlihat cemas
Melihat tatapan Kainer padanya, Camellia mengerti bahwa ia harus menjelaskan semua keadaan padanya. Camellia meminta Greta pergi, dan ia berbicara berdua dengan Kainer.
" Pertama-tama terimakasih sudah menyelematkan ku. Dan, aku memang master bertopeng yang selama ini kau cari "
" Yang mulia, apa tujuan anda melakukan hal yang berbahaya ini? " tanya Kainer dengan wajah cemas
" Bersenang-senang " jawab Camellia polos
" Bagaimana bisa anda melakukan hal ini hanya untuk bersenang-senang? " tanya Kainer tak mengerti
" Kenapa kau marah padaku? mau aku melakukan hal apapun, terserah pada ku dong. Kau tidak berhak marah "
" Benar juga, saya tidak berhak marah karena saya adalah bawahan yang mulia. Apa itu artinya saya juga tidak boleh cemas?" tanya Kainer sambil menatap Camellia dengan tatapan cemas dan khawatir
" Apa yang kau katakan? kenapa juga kau menatapku begitu?" tanya Camellia kebingungan
" Saya cemas pada yang mulia, meskipun yang mulia selalu bilang bahwa yang mulia bisa menjaga diri sendiri. Tapi, apa gunanya ada pria jika bukan untuk melindungi wanita?" tanya Kainer
Mereka saling menatap dan merasakan perasaan yang aneh di dalam diri mereka. Mulut mereka tak bisa berkata-kata, hanya terdiam membisu. Bicara dengan saling menatap.
Entah sejak kapan Kainer memiliki perasaan yang aneh pada putri bungsu kerajaan Fostiarus itu, ia merasa sudah dekat dengan Camellia sebelumnya. Kainer menganggap Camellia bukan sebagai majikan tapi sebagai wanita.
Camellia juga merasakan hal yang sama dengan Kainer.
" Kau boleh mencemaskan ku "
" Apa?" Kainer kaget
" Kubilang kau boleh mencemaskan ku " jawab Camellia
Karena aku suka kalau kau mencemaskan ku. Terlepas dari kewajiban mu mengawal ku.
Kenapa hanya mendengar putri mengatakan hal itu? hatiku sangat senang.
" Yang mulia, saya mohon jangan menyamar lagi menjadi Claude " kata Kainer
" Karena penyamaran ku sebagai Claude sudah ketahuan oleh mu, aku tidak bisa bersenang-senang lagi menjadi Claude "
" Apa maksud nya yang mulia akan bersenang-senang dan menyamar menjadi orang lain?" tanya Kainer dengan tatapan tajam
" Haha.. mungkin begitu. "
" Yang mulia, saya akan beritahukan ini pada yang mulia putra mahkota kalau anda menyamar menjadi pria dan membahayakan diri anda lagi di lu..
Kedua tangan Camellia menutup mulut Kainer.
" Aku pikir kau adalah orang yang cuek dan dingin. Tapi, ternyata kau lumayan cerewet " Camellia tersenyum
Kainer menepis pelan tangan Camellia yang menyentuh nya, dan tanpa sadar Kainer menggenggam tangan Camellia.
" Maafkan saya yang mulia, saya tidak bermaksud mengancam anda. " kata Kainer
" Aku mengerti, kau cemas padaku "
" Iya aku cemas pada yang mulia karena aku adalah kstaria yang mulia "
" Baiklah, baiklah. Mari kita kembali ke istana, penyamaran ku sudah berakhir. Aku juga percaya bahwa kau tidak akan membongkar penyamaran ku pada kakak ku " Camellia tersenyum.
" Baik yang mulia "
" Tapi, kau tidak perlu menggenggam tangan ku juga. Aku bisa jalan sendiri " Camellia memperlihatkan tangannya yang masih digenggam oleh Kainer
" O-oh, maafkan saya " Kainer segera melepaskan tangannya dari Camellia. Pria itu terlihat malu-malu.
Lucu juga melihat sisi nya yang seperti ini, dia sebenarnya pria yang lembut dan baik.
" Auch.." Camellia yang sedang melangkah tiba-tiba saja tubuhnya tidak seimbang.
" Ada apa yang mulia?" tanya Kainer cemas
" Kaki ku sangat lemas, mungkin pengaruh racun di panah tadi belum hilang sepenuhnya "
Setelah menatap Camellia sebentar dan terlihat ragu, Kainer meminta maaf dengan sopan lalu menggendong Camellia.
KYAA
Ini kedua kalinya dia menggendong ku seperti ini. Astaga, kenapa aku deg degan lagi? saat aku dekat dengan pria lain, aku tidak seperti ini. Tapi, sentuhan Kainer berbeda. Aku seperti sudah lama mengenalnya.
" Saya akan membawa yang mulia kembali ke istana "
" Tuan Kainer, seperti nya kita harus menunggu dulu untuk membawa yang mulia kembali ke istana " kata Greta khawatir
" Ada apa Greta?"
" Kita harus menunggu kereta dulu yang mulia, hanya ada kuda disini. " jawab Greta
" Tidak apa, aku bisa naik kuda "
" Itu tidak mungkin yang mulia, anda sedang terluka " sahut Kainer
" Aku tidak lemah sir Kainer, kau tau kan aku berbeda dengan gadis bangsawan lain " Camellia tersenyum semangat
Ya, aku tidak bisa membantah yang satu ini. Memang benar putri berbeda dengan gadis bangsawan lainnya. Mungkin hanya satu-satunya di dunia.
Kainer dan Camellia naik kuda bersama. Suasana keduanya menjadi canggung, namun sekarang mereka mulai akrab dan tidak berdebat seperti sebelumnya. Bahkan Greta juga bisa merasakan hal yang sama diantara hubungan keduanya.
***
Sejak saat itu, Camellia dan Kainer semakin dekat. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, bahkan Kainer mengajarinya berpedang.
Suatu hari, Camellia dan Kainer sedang berlatih pedang berdua di dekat taman bunga matahari secara diam-diam.
KLANG
KLANG
" Saya tidak tau kalau seorang yang mengaku amatiran bisa bermain pedang sehebat ini?" tanya Kainer keheranan
" Hehe, sebenarnya tidak amatiran juga sih "
" Jadi, siapa guru yang mengajari yang mulia berpedang sebelumnya?" Kainer mengambil botol minum dan meneguknya.
" Apa kau tidak tau? semua orang tau kedua kakak ku tidak mengizinkan ku bermain pedang. Jadi, aku tidak punya guru pedang " jawab Camellia sambil duduk di rerumputan
" Benarkah? saya tidak tahu "
" Apa kau baru di negeri ini? sampai kau tidak tau rumor tentangku?" tanya Camellia heran
" Saya hanya pernah mendengar rumor bahwa yang mulia sangat cantik " jawab Kainer jujur
" Apa kau sedang menggoda ku?" tanya Camellia kaget
Lah,lah, kenapa dag dig dug lagi?
" A-Apa? bu-bukan begitu maksud saya " mendadak pria itu tergagap
" Aku akan tidak akan menganggap perkataan mu barusan "
" Kenapa yang mulia? memang benar kok anda cantik " kata Kainer gugup
" Kalau kau berani bilang seperti itu lagi, aku akan marah !" Camellia berdiri, wajahnya memerah
Apa dia mengatakan nya kepada wanita lain juga? kenapa aku peduli tentangnya? akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang aneh.
" Maafkan saya yang mulia, saya hanya berkata jujur. Yang mulia, wajah anda memerah. Apa anda baik baik saja?" tanya Kainer cemas
" Ti-tidak, wajahku tidak apa-apa. Aku cuma kepanasan. Kita akhiri latihannya sampai disini " kata Camellia
" Yang mulia pakai ini " Kainer menyerahkan sapu tangan pada Camellia.
Sapu tangan yang tidak asing untuk nya.
" Ini kan sapu tangan milikku, jadi kau yang mengambil nya?"
" Iya yang mulia, maaf saya lupa mengembalikan nya.." Kainer tersenyum
Refleks, Camellia memeluk Kainer, gadis itu tampak senang karena sapu tangan dari ibunya sudah ditemukan dan kembali padanya. Kainer terpaku.
A-Apa yang terjadi? kenapa aku tidak bisa bergerak?
" Terimakasih Kainer, aku sudah mencarinya kemana-mana. Maka dari itu aku memaafkan mu karena sudah mengambil nya. " Camellia mengambil sapu tangan itu dan menciumi nya
" Yang mulia, mohon maaf menganggu latihan anda. Tapi, yang mulia putra mahkota memanggil yang mulia ke aula " kata Greta
Beberapa menit kemudian, Camellia yang sudah berganti baju, ditemani oleh Kainer di belakang nya. Menemui Dimitri di aula kerajaan.
" Hormat saya pada yang mulia putra mahkota " kata Camellia sopan
" Tidak usah formal begitu, Lia. " jawab Dimitri
" Kakak, ada apakah kakak memanggil ku?" tanya Camellia.
" Lia, ada 5 surat dari 5 kerajaan untukmu "
" Untukku? mereka membicarakan apa di surat itu?" tanya Camellia
" Tujuan mereka adalah ingin bertunangan dengan mu " jawab Dimitri
Kainer tersentak mendengar nya, ketenangan dari tadi menjadi terusik saat mendengar kata tunangan dari Dimitri. Camellia juga tercengang mendengar nya.
" Tunangan? kakak, bukankah aku masih terlalu muda untuk itu?" tanya Camellia
" Memang usia mu masih terlalu muda untuk menikah, tapi usia mu sudah cukup untuk bertunangan dulu. "
Putri, akan bertunangan? kenapa aku merasa tidak senang mendengar nya.
" Tapi kakak.. "
" Lia, aku tidak akan memaksa mu. Namun, orang-orang dari ke 5 kerajaan itu akan datang secara langsung ke istana ini. Dan aku tidak mungkin bisa menolak mereka bukan?"
" Kakak ingin aku melakukan apa?" tanya Camellia
" Kau sambutlah mereka dengan baik, berteman dengan mereka. Akan lebih bagus kalau salah satu dari mereka menjadi pasangan mu. Aku berharap semoga salah satu dari mereka ada yang memikat hatimu "
Setelah beberapa saat terdiam, Camellia akhirnya menyetujui keinginan kakak nya untuk menyambut pangeran dan putra mahkota dari 5 kerajaan itu yang akan datang ke kerajaan Fostiarus 3 hari lagi.
Entah kenapa Kainer terlihat kesal, dan Camellia bisa merasakan suasana hati Kainer yang buruk. Sikap yang mulai akrab dengannya itu, tiba-tiba saja berubah haluan menjadi dingin ketika saat pertama kali bertemu.
" Maaf yang mulia, saya ada urusan di kamp. Apakah yang mulia bisa kembali sendiri ke kamar?" tanya Kainer dingin
" Baiklah, aku bisa kembali bersama Greta " jawab Camellia biasa saja
Ada apa dengannya?
Sore itu..
Kainer pergi ke camp black knight lebih awal, padahal sebelum nya ia selalu menemani Camellia sampai gadis itu pergi ke kamarnya.
" ketua, anda sudah datang?" tanya sir Damian menyambut
Kainer tidak menjawab pertanyaan dari bawahan sekaligus sahabat baiknya itu, hanya wajah dingin yang ia tampakkan sebelum masuk ke kamarnya.
" Ada apa dengan ketua ya sir Damian?" tanya Vello ( salah satu kstaria black knight)
" Wajahnya terlihat tidak baik." gumam Sean bingung
" Seperti nya ada yang menganggu hatinya " jawab sir Damian
Apa ini berkaitan dengan tuan putri lagi?
Di dalam kamarnya, Kainer terlihat kesal. Ia bahkan memukul tembok hingga tangannya terluka.
" Ada apa denganku? tidak seharusnya aku marah pada putri karena akan ada yang melamarnya? memangnya aku siapa? Kainer, kau harus tau diri"
Kau mencintai sang putri kan? dia memang takdirmu.
" Siapa kau?"
Kainer tersentak mendengar suara misterius yang berbisik ke telinganya. Udara tiba-tiba terasa dingin. Angin bertiup kencang ke arahnya.
Aku adalah kau, dirimu di masa lalu dan di masa depan.
" Siapa?"
Kainer melihat dirinya ke cermin, ia kaget melihat rambut peraknya tiba-tiba berubah menjadi gelap. Dan matanya yang semula berwarna coklat, berubah menjadi hitam.
Siapa ini? ini bukan aku !
...---****---...