
...πππ...
Keith senyum-senyum sendiri, tanpa mengeluh dan bicara banyak ia pergi ke dunia manusia untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Camellia.
Monia mengernyitkan dahinya begitu melihat Keith yang patuh begitu saja, "Yang mulia apa anda merasa ada yang aneh dengan tuan Keith?" tanyanya pada Camellia
"Ya, aku juga merasa ada yang aneh. Apa kepalanya terbentur sesuatu?" tanya Camellia keheranan
Semangat Camellia, jangan sedih! kamu tidak boleh menangis, jika menangis maka kamu akan kalah. Aku harus kuat dan membiasakan diriku untuk tinggal di dunia ini. Aku kuat, aku bisa, aku semangat.
Beberapa menit kemudian Keith sudah datang dengan membawa pesanan yang diminta oleh Camellia. Keith meletakkan makanan dam minuman itu di meja tepat di depan Camellia. Wajah Keith masih berseri-seri, ia sudah menunggu sesuatu.
Monia meletakkan ayam panggang dan nasi itu di piring. Monia juga menuangkan minuman yang dibawa Keith ke dalam gelas. Kini makanan dan minuman itu sudah tersaji di atas meja, hanya tinggal disantap saja.
Camellia langsung memakan ayam panggang itu pelan-pelan, lalu ia memuntahkan makanannya ke tangan Keith dengan sengaja.
PRUTTT
"Oh astaga! maafkan aku Keith!" seru Camellia terkejut melihat nasi dan muntahan ayam panggang itu ada di tangan Keith bahkan mengotori bajunya juga.
Sudah untung bukan wajahmu yang ku sembur. Rasakan itu, akan ku tumpas iblis iblis yang memusuhi ku di istana ini. Camellia puas melihat Keith yang menahan kesal karena dirinya.
"Ahaha.. tidak apa-apa yang mulia" jawab Keith sambil tersenyum kecil, tangannya yang lain membersihkan bekas muntahan itu.
Sialan! dia pasti sengaja, apa dia sedang balas dendam padaku?
Entah kenapa aku senang yang mulia bersikap seperti ini pada tuan Keith. Monia menahan tawa melihat ekspresi wajah Keith yang sedang menahan kesal nya pada Camellia.
"Bagaimana ini Keith? tiba-tiba saja aku tidak selera untuk makan ayam panggang, aku mau makan steak sapi. Bisakah kau membawanya untukku?" tanya Camellia sambil tersenyum sinis
"Baik, akan saya bawakan" jawab Keith sambil memaksakan senyuman di bibirnya
Sialan! sialan! umpat Keith dalam hatinya
Suruh siapa saat itu kau sering mengerjai ku, kau juga mengatai ibuku sembarangan, kali ini aku tidak akan melepaskan mu. Camellia tersenyum sinis dan menatap Keith dengan tajam
"Aku akan sangat berterima kasih Kalau kau mau melakukannya untukku. Aku akan memujimu di depan yang mulia Raja nanti" Camellia menyeringai
Apa kau pikir aku tidak tau? saat itu kau lah dalang dibalik iblis neraka yang menangkap ku. Aku akan membalas mu Keith.
"Tidak perlu repot-repot yang mulia, ini sudah tugas saya" jawab Keith.
Keith segera menggunakan sihir teleportasi nya, lalu ia pergi kedunia manusia untuk membawakan makanan yang diinginkan oleh Camelia.
Beberapa menit kemudian Keith kembali dan membawa makanan yang diinginkan oleh Camellia. Dengan sengaja gadis itu menjatuhkan makanan yang dibawa oleh Keith ke lantai.
PLUK
"Astaga! bagaimana aku bisa makan kalau makanan nya jatuh ke lantai? itu sangat kotor" kata Camellia sambil melihat ke arah steak yang terjatuh di lantai.
"Saya akan membawakannya lagi yang mulia" ucap Keith dengan hati yang berat dan terpaksa.
"Oh.. aku akan sangat berterimakasih, sebaiknya kau cepat ya! karena aku sudah lapar" Camellia berakting memelas di depan Keith
Hoho, rasakan itu! Dia pasti sedang mengumpat di dalam hatinya. Kalau kau berani macam macam padaku, aku akan mengadu pada Kainer. batin Camellia senang
Apa wanita ini reinkarnasi iblis di kehidupan sebelumnya? kenapa dia lebih menyebalkan dari ibunya?
Sudah jelas Keith sedang dikerjai oleh Camellia. Kesabarannya mulai habis, karena ia bolak balik terus ke dunia manusia untuk mengambilkan makanan yang dengan sengaja selalu di buang oleh Camellia dengan berbagai alasan.
Sampai akhirnya, Camellia memakan makanan yang dibawa ke 10 kalinya oleh Keith. Hasil dari bolak balik nya dunia manusia dan dunia iblis. Hal itu membuat Keith kehilangan banyak energi, karena terlalu sering menggunakan sihir teleportasi nya.
"Hosh.. hosh.. "Keith ngos-ngosan, wajahnya tampak lelah.
"Wah ternyata iblis juga bisa lelah ya? aku pikir iblis itu makhluk yang kuat dan tidak tertandingi," ucap Camellia sambil menikmati cemilan sambil rebahan di sofa, di belakangnya ada Monia yang sedang merapikan rambut Camellia.
"Apa maksudmu? apa kau sedang menghina bangsa iblis?" tanya Keith mulai kesal pada sikap menyebalkan gadis yang sudah membuatnya bolak balik ke dunia manusia.
"Tuan Keith tolong jaga sopan santun mu pada tuan putri!" seru Monia kesal pada Keith yang berani bicara tidak formal pada Camellia
"Tidak apa Monia. Jadi, akhirnya kau menunjukkan sikap aslimu? kenapa? kau kesal padaku? apa kau kesal sampai kau ingin membunuhku?" tanya Camellia sambil beranjak dari kursinya, berjalan menghampiri Keith.
"Hanya karena kau dicintai oleh Baginda Raja, bukan berarti kau bisa berbuat seenaknya padaku! aku adalah iblis kelas atas, seharusnya manusia rendahan seperti mu, tunduk padaku!" Keith mulai emosi pada Camellia
Bangsa iblis memiliki emosi yang tidak stabil dan mudah marah, seperti nya itu benar. Bangsa iblis mudah sekali di pancing dan di provokasi. Camellia terlihat berfikir
"Tuan Keith kata-kata mu sungguh keterlaluan!" seru Monia kesal pada Keith yang terus menghina bangsa manusia
"Kau juga! apa kau membela bangsa manusia daripada bangsamu sendiri?!" teriak Keith marah pada Monia
"Kalau benar bangsa iblis itu kuat, lalu kenapa bangsa iblis bisa lelah sama seperti manusia yang selalu kau sebut sebagai rendahan itu?" sindir Camellia pada Keith yang selalu menganggap manusia itu kedudukan nya rendah di bawah bangsa iblis.
"I-itu.. " Keith terlihat bingung saat akan menjawab pertanyaan Camellia
"Ha.. kau tidak bisa jawab kan? katanya kau kuat, lihatlah kau bahkan tidak bisa menyentuhku" gadis itu tersenyum menyeringai merendahkan Keith
"Aku.. aku..." Keith menatap kesal pada Camellia, tubuhnya menyala memancarkan cahaya merah.
Ayo marahlah, aku ingin lihat seberapa banyak cinta Raja mu itu padaku. Apa dia bisa menyingkirkan mu untukku?. Camellia berharap agar Keith menyerangnya. Ia ingin mengetes seberapa besar cinta Raja iblis untuknya, apakah cintanya itu cukup untuk menyingkirkan Keith dari sisi nya?
Manusia rendahan! aku bisa saja membunuhmu sekarang hanya dengan menjentikkan jariku, tapi kau adalah wanita yang mulia. Keith menahan amarahnya, api yang menyala di dalam tubuhnya mulai mereda.
"Haha.. oh ya aku lupa memberitahu mu, selamat! mungkin kau akan diangkat menjadi selir yang mulia Raja" Keith mencoba memanas manasi Camellia.
"Apa maksudmu? selir?" tanya Camellia kaget dengan kata-kata Keith.
Selir, apa maksudnya? aku menjadi selir?
"Yang mulia Raja akan menjadikan putri Zefanya sebagai Ra..."
Tiba-tiba saja berhembus kencang ke arah Keith, menghempaskan tubuhnya ke tembok istana Pragma. Hingga tembok itu hancur lebur karena tertindih badannya.
Camellia dan Monia kaget melihat Keith dalam kondisi seperti itu.
"Lagi-lagi kau berbicara sembarangan!! bukankah aku sudah memperingatkan mu?!!" teriak Kainer penuh kemarahan pada Keith.
"Ya-yang mulia.." lirih Keith sambil memegang dadanya yang terluka cukup parah akibat serangan Kainer.
Lagi-lagi aku harus terluka karena manusia rendahan. Ini sungguh melukai harga diriku bahwa yang mulia sangat mencintai nya. Keith sedih
"Bersyukurlah aku tidak membunuhmu karena mulut busuk mu itu! pergilah dan obati lukamu, Monia! bawa dia! " seru Kainer pada Keith dan Monia
"Ya, yang mulia" jawab Monia patuh.
Sementara itu Camellia terlihat melamun dan memikirkan sesuatu.
Monia memapah Keith yang terluka parah karena serangan dari Kainer.
...πππ...
.
.
Pintu istana Pragma tertutup rapat setelah Keith dan Monia pergi dari sana.
Hanya tinggal Kainer dan Camellia saja berdua disana. Suasana mereka terasa canggung karena Camellia tidak menyambut kedatangan Raja iblis itu dengan baik.
Tidak ada sepatah katapun keluar dari bibirnya untuk menyambut atau sekedar menyapa Kainer. Aneh sekali, padahal saat mereka masih menjadi kekasih mereka akan saling merindukan. Mengucapkan kata cinta, menyapa, memanggil nama satu sama lain. Lalu kenapa kini mereka sama-sama terdiam. Kemanakah kehangatan yang dulu pernah ada? apakah cinta memang pernah ada di dalam hati mereka? atau perasaan itu hanya sekedar lewat saja?
Camellia yang sudah memakai gaun tidurnya, tiba-tiba menghempaskan tubuhnya di sofa yang empuk. Gadis itu terlihat berfikir, Kainer tidak berani bertanya padanya.
Apa yang harus ku lakukan? kenapa situasi nya jadi canggung begini? Apa dia marah karena ucapan Keith? Lalu kenapa dia tidak bicara? ini membuatku bingung.
"Camellia.."
"Ya, ada apa?" tanya Camellia
"Apa mungkin kau marah?" tanya Kainer dengan nada bicara yang rendah
"Marah? kenapa?" tanya Camellia seolah tak ingin tau
"Kau tidak akan bertanya padaku tentang apa yang dibicarakan oleh Keith? kau bisa bertanya jika kau mau, aku akan jawab" Kainer duduk di sofa tepat di depan gadis itu.
"Apa aku bisa bertanya? untuk apa aku bertanya?" tanya Camellia
Kainer tersentak, gadis yang ada di depannya itu berkata dan bersikap seperti tidak peduli padanya. Mendadak ada sesuatu yang menusuk hatinya. Kainer bertanya-tanya dengan sikap Camellia yang berubah padanya.
"Kalau kau tidak mau bertanya, aku akan menjelaskan nya agar kau tidak salah paham. Zefanya tidak akan menjadi Ratu, hanya kau lah satu satunya Ratu ku" jelas Kainer
"Jika dia memang harus menikah denganmu, ya menikah saja! kenapa harus menjelaskan nya padaku!" bentak Camellia yang menunjukkan emosinya, setengah hatinya sedih dan setengah hatinya yang lain cemburu mendengar Zefanya akan menikah dengan Kainer. Mau dijelaskan dengan kata-kata seperti apapun, jika sudah marah Camellia kemarahan nya akan seperti api yang menyambar.
Kainer tersenyum melihat kemarahan gadis itu, lalu ia tertawa kecil. Camellia mengernyitkan dahinya, ia heran karena Kainer tiba-tiba tertawa.
"Kenapa kau malah tertawa?" tanya Camellia sebal
Raja Iblis itu menghampiri Camellia dan duduk berlutut di depannya. Ia tersenyum sambil memegang tangan Camellia.
"Jangan pegang-pegang aku!" Camellia ngambek sambil menepis tangan Kainer yang memegang nya.
Dia benar-benar cemburu? Ya, setidaknya ini menandakan bahwa ia masih mencintaiku. Hanya saja aku harus berusaha lebih keras agar ia membuka hatinya dan menerima sikap ku.
"Taukah kau, cemburu dan marah adalah tanda dari apa?" tanya Kainer
"Apa maksudmu bicara begini?" tanya Camellia ngambek
Merasa gemas melihat bibir monyong Camellia, Kainer tidak tahan lagi mencubit pipinya. Memegang kedua pipi Camellia dengan gemas, ia tersenyum di wajah tampannya itu.
Bibir Camellia semakin monyong karena kedua tangan Kainer memegang nya.
"Uhh.. apwa yang kauw lakwukwan" bicaranya jadi cadel
"Menggemaskan, aku sudah tau kau galak. Tapi aku tidak tau kalau gadis galak ku bisa seimut ini"
"lwepwaskwan akwuu" gerutu Camellia kesal
"Tenang lah, aku tidak akan menikahi wanita selain dirimu" Kainer masih memegang kedua pipi Camellia dengan gemas, ia menikmati kekesalan Camellia padanya.
"Siapwa jugwa yang mawu menikwah dengan mu?" tanya Camellia
"Tanpa bertanya padamu, aku juga sudah tau kalau kau akan menikah denganku dan itu sudah pasti" Kainer menatap gadis itu dengan penuh cinta, lalu ia melepaskan tangannya dari pipi Camellia.
"Aku tidak pernah bilang akan menikah denganmu. Kapan aku pernah setuju? kau begitu percaya diri" gerutu Camellia
"Karena hatimu milikku dan hatiku milikmu. Walaupun aku adalah iblis kejam, tapi aku masih punya hati. Dan hatiku sudah untuk mencintaimu" Kainer memegang tangan cantik milik Camellia dan menggenggam erat tangan itu di dadanya.
Tatapan Camellia yang marah, menjadi melunak berubah menjadi tatapan sayang pada pria yang ada di depannya itu. Tangan Camellia merasakan debaran di dada Kainer.
Apa iblis juga punya jantung? mengapa ini berdebar sangat kencang? Dan aku juga berdebar karenanya.
"Kau merasakan nya juga kan? di dalam sini berdebar dan itu karena mu"
"Omong kosong macam apa itu" Camellia memalingkan wajahnya
"Mau merasakan yang lebih berdebar lagi?" tanya Kainer dengan senyuman menggoda di bibirnya.
"Ah? apa?"
Kedua tangan Kainer mengunci erat tangan Camellia. Ia mulai membenamkan bibirnya pada bibir merah delima milik Camellia.
"Hmphh!!" Camellia terkesiap menerima penyatuan bibir itu.
...---***---...
Makasih ya readers yang masih setia membaca novel ku β€οΈππ mohon maaf ya kalau ceritanya mungkin sudah mulai monoton atau terkesan buru-buru. Karena Novel ini memang di penuhi konflik dan intrik π Author senang sekali dengan dukungan kalianπ₯°