
🍀🍀🍀
Leon menjatuhkan pisau yang sedang ia pegang ke piring, hingga menimbulkan suara. Leon terkejut dengan pertanyaan Violet.
Pikirannya mulai meracuni kemana-mana, apakah Violet sudah mengetahui identitas nya? atau ingatannya tentang Camellia telah kembali? tapi bagaimana mungkin? bukankah Gloria sudah bilang bahwa Camellia alias Violet tidak akan mengingat masa lalu nya dulu?
Violet terpana melihat reaksi Leon yang menurutnya sangat berlebihan itu. Apa pertanyaan ku bisa membuat orang terkejut? sampai dia tercengang seperti itu? Violet membatin.
"Ke-kenapa kau bertanya seperti itu??!" tanya balik Leon dengan suara yang meninggi
"Saya kan hanya bertanya saja pak, kenapa bapak marah?" Violet tak mengerti, wajah polosnya tak paham dengan reaksi Leon.
"Itu karena pertanyaan mu sangat aneh! tentu saja aku manusia, memangnya kau pikir aku ini apa?"
Gawat kalau dia ingat semuanya. Dia pasti akan membenciku. Leon mengepal tangannya dengan hati yang takut, jika Violet benar-benar ingat tentang kehidupan nya yang lalu dan dia tau bahwa Kainer membunuhnya. Violet pasti akan sangat membencinya.
Waduh! seperti nya aku membuatnya marah, padahal aku hanya bercanda.
"Ma-maafkan saya pak, saya hanya bercanda. Tentu saja bapak adalah manusia" Violet mencoba mencairkan suasana, melihat wajah Leon yang kesal dan resah membuat nya merasa bersalah.
Jadi dia cuma becanda? ya Tuhan.. syukurlah. Leon merasa lega
"Bercanda? apa ini lucu? menanyakan seseorang manusia atau bukan, kau pikir ini bisa dijadikan candaan? cepat katakan! apa yang melandasi mu berkata seperti ini?!" Leon menatap Violet dengan tatapan tajam nya.
"Ta-tapi bapak jangan marah ya, janji?" Violet ketakutan, dia meminta agar Leon berjanji padanya untuk tidak marah.
Dia selalu marah-marah terus. umpat Violet dalam hatinya
Lagi-lagi aku melihat Violet seperti Camellia.
"Aku janji, asalkan kau berkata jujur" Leon berjanji
"Saya mendengar rumor tentang bapak di kantor, mereka bilang kalau bapak tidak pernah keluar di siang hari dan selalu pulang di malam hari. Mereka juga bilang kalau bapak tidak pernah terlihat oleh para karyawan, lalu..." Violet terlihat ragu untuk mengatakan hal yang selanjutnya.
"Lalu? apa?" tanya Leon,"teruskan!"
"Saya berfikir kalau bapak mungkin adalah vampir" Violet meneruskan kata-katanya, yang adalah asumsinya tentang sosok Leon.
"PFut.. Hahaha, vampir? apaan?!!" Leon tertawa terbahak-bahak tak tertahankan.
Ya ampun.. aku pikir apa yang membuatku begitu serius?. Leon lega karena Violet tidak seperti apa yang dia pikirkan.
Gadis itu cemberut dengan bibir yang mengerucut, dia kesal ditertawakan oleh Leon. "Saya kan dengar itu dari orang-orang, jadi saya berasumsi bahwa anda adalah vampir dari keterangan mereka"
Saat tertawa dia terlihat sangat tampan dan berkilau. Ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa begini. Violet terpesona melihat ketampanan Leon, apalagi saat pria itu tertawa lepas.
"Hahaha.. apa kau percaya ada vampir di dunia ini?" tanya Leon sambil menahan tawanya
"Aku percaya" jawab Violet dengan keyakinan di dalam hatinya
"Polos sekali, di zaman seperti ini tidak mungkin ada hal-hal seperti itu" ucap Leon mulai serius
"Apa bapak tidak percaya? bahkan saya juga percaya kalau makhluk halus itu ada, setan, iblis mereka ada dan hidup berdampingan dengan kita" jelas Violet sambil tersenyum lebar
Deg!
Kata iblis membuat Leon terdiam, dia kembali lagi pada kenyataan bahwa dia tetaplah iblis dan bukan manusia. Dia dan reinkarnasi Camelia tetap berasal dari bangsa yang berbeda. Bahkan setelah ratusan tahun berlalu, hal itu masih tetap sama.
Namun, dalam kehidupan kali ini Leon berjanji ingin membuat Camellia/Violet bahagia dan menciptakan happy ending untuk mereka.
"Pak, kenapa bapak diam saja?" tanya Violet pada Leon yang tiba-tiba diam.
Lebih baik aku tutup saja pembicaraan tentang iblis ini.
"Saya bisa pulang sendiri"
"Mau dipecat?" ancamnya dengan tatapan mata tajam mengarah ke arah Violet
"Baik pak, saya siap diantar oleh bapak!" jawabnya cepat karena tidak mau dipecat.
Sial! aku tidak bisa melawan nya. Dia main nya mengancam, Presdir pemarah! umpatnya dalam hati
Kau tidak akan bisa melawan ku Violet, sama seperti dulu. Kau harus patuh padaku, itu memang sudah takdir mu.
Segera setelah makan, Violet meminum obatnya. Violet dan Leon naik ke dalam mobil Leon, kemudian mereka menuju ke rumah Violet yang lumayan jauh jaraknya dari sana. Leon masih penasaran apa anggapan Violet tentang iblis, dia ingin bertanya namun ragu.
Tangannya masih sibuk memegang stir kemudi, padahal dengan memakai sihir nya ,dia bisa mengendalikan mobil itu tanpa menyentuhnya. Namun, ada Violet disana dan dia harus menyetir.
Violet memikirkan apa yang terjadi padanya hari itu, pertama penculikan yang tiba-tiba, berada di rumah Leon, bertemu Gloria. Kemudian pergi makan bersama Leon, Leon membawanya ke klinik. Begitu banyak hal yang mereka lewatkan hari itu.
Membuat Violet tersadar bahwa sebenarnya, presdirnya itu memiliki hati yang baik, dibalik sikapnya yang kasar dan dingin. Tidak seperti yang orang lain bicarakan di kantor.
"Vi-violet"
"Ya pak? bapak memanggil saya?" tanya Violet yang masih duduk anteng disamping Leon.
"Bagaimana pendapat mu tentang seseorang yang berpacaran dengan iblis?" tanya Leon bertanya dengan sedikit ragu
"Maksud bapak, jika ada manusia yang berpacaran dengan iblis?" tanya Violet memastikan apa maksud seseorang itu
"Ya, benar. Apa pendapatmu?" tanya Leon yang menantikan sangat jawaban dari Violet.
Dia akan jawab apa ya?
"Kalau menurut saya itu sangat tidak masuk akal" jawab Violet tanpa berfikir
Dia bilang tidak masuk akal? apa maksudnya tidak masuk akal?. batin Leon bingung dan kaget dengan jawaban Violet. Apa artinya gadis itu menentang hubungan iblis dan manusia?
"Tidak masuk akal bagaimana?" tanya Leon lagi
"Manusia dan iblis tidak ditakdirkan bersama, jika itu dipikirkan secara logika. Tapi.. jika ada manusia dan iblis yang saling jatuh cinta. Maka tidak ada yang bisa di lakukan lagi, cinta itu datang tanpa mengenal kepada siapa kita akan jatuh cinta. Karena cinta tidak bisa tertebak, cinta datang pada setiap mahluk ciptaan Tuhan" jelas Violet berpendapat soal hubungan cinta iblis dan manusia
Leon tersenyum mendengar jawaban Violet yang sesuai dengan harapannya.
"Lalu, bila suatu saat nanti kau jatuh cinta pada iblis atau menjalin hubungan dengannya. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Leon lagi pada Violet sambil melirik ke arah gadis itu.
"Saya tidak akan pernah berpacaran dengan iblis. Karena sebisa mungkin saya tidak akan jatuh cinta dengan iblis itu" jawab Violet serius
CKITTT
"Woah!! pak,apa yang anda lakukan?!" teriak Violet yang kaget karena tiba-tiba Leon memberhentikan mobilnya begitu saja.
"Tidak akan? kau bilang tidak akan pernah jatuh cinta pada iblis?" tanya Leon sambil melepas seat belt yang dikenakannya. Leon mendekat ke arah Violet dan menatap matanya dengan tatapan kecewa.
"P-pak, apa bapak baik baik saja?" tanya Violet terkejut melihat mata Leon yang berubah warna menjadi merah.
Mata pak Leon, menjadi warna merah?!!!
...---***---...