
🍀🍀🍀
Kainer merasa hatinya berat untuk berpisah dengan Camellia. Rasanya satu pelukan saja tidak cukup untuk Kainer. Namun, ia sadar tak bisa meminta lebih meski insting iblis nya itu selalu bergejolak ketika berada di dekat Camellia.
Raja iblis itu melepas pelukannya."Sekali lagi saja ya"
"A-Apa?!"
CUP
Kainer mencium kening Camellia dengan lembut sebelum mereka berpisah.
"Aku akan menjemputmu nanti" Kainer menunjukkan senyuman manisnya pada Camellia.
"Iya, aku akan menunggumu" Camellia membalas senyuman Kainer dengan senyuman manisnya.
Indah nya senyuman itu, mungkin aku tidak akan melihatnya dalam beberapa hari. Jika aku punya sesuatu untuk mengabadikan momen ini, aku akan mengabadikan nya. Sayang, ini hanya ada dalam ingatanku saja.
Kainer pun menghilang dalam sekejap di depan matanya. Gadis itu merasa enggan setelah kepergian kekasihnya. Setelahnya, Camellia diantar oleh Arthur dan Dimitri ke kamarnya yang ada di istana Fostiarus itu.
Kamar tidur yang sudah di renovasi, terlihat sama, namun menjadi begitu indah dan mewah. Camellia senang melihatnya terutama saat melihat foto ayah dan ibunya terpampang di lorong menuju ke kamarnya.
"Selamat beristirahat Lia" ucap Arthur dan Dimitri pada adik mereka yang baru saja kembali dari dunia iblis.
Camellia tersenyum dan menutup pintu kamarnya. Hatinya tersentuh melihat dekorasi kamar penuh bunga Camellia seperti namanya. Kamar yang selalu ia rindukan, istana yang menjadi tempat kenangan bersama orang-orang tersayang termasuk Kainer.
3 hari kemudian, acara penobatan Dimitri sebagai Raja dilaksanakan. Parade besar-besaran di lakukan oleh masyarakat negeri Fostiarus yang kini sudah dalam keadaan lebih baik. Acara penobatan itu di sebut sebagai pesta rakyat nya kerajaan Fostiarus.
Pagi itu Camellia sudah berdandan dan bersiap-siap untuk menghadiri acara penobatan kakak nya. Namun, saat akan menghadiri acara nya Camellia malah ragu.
Apa aku bisa hadir disana? aku adalah kekasih Raja iblis sekarang.. mereka pasti akan menghujat ku dan kakak akan kena imbasnya. Lebih baik aku diam disini saja. Camellia bercermin dan wajahnya terlihat sedih.
"Tuan putri, pangeran Arthur sudah menunggu" ucap seorang pelayan sambil membungkukkan setengah badan nya di depan putri bungsu kerajaan Fostiarus.
"Baiklah" jawab Camellia
Gadis itu keluar dari kamarnya dan menghampiri kakak nya Arthur yang sudah berada di depan pintu kamar.
"Lia, kau lama sekali sih? semua orang sudah menunggu mu" keluh Arthur pada adiknya.
"Menungguku? kakak... mungkin seharusnya aku tidak datang" ucap Camellia ragu
"Lah? kenapa?" tanya Arthur keheranan
"Kalau aku hadir, bukanlah akan menjadi masalah untuk semua orang. Terutama keluarga kerajaan Fostiarus dan kak Dimitri. Kehadiran ku hanya akan memperburuk, mempersulit semuanya kakak" jelas Camellia sedih.
"Apa maksudmu Lia? Siapa yang akan kesulitan oleh siapa?" Tanya Arthur tak mengerti apa yang di maksud Camellia
"Mereka semua pasti sudah tahu kalau aku adalah kekasih raja iblis, lalu mereka akan menghujat ku lagi sebagai anak pembawa sial dan petaka. Kehadiran ku hanya akan membuat kalian kesulitan" Camellia tidak mau karena dia, keluarganya di hujat oleh orang-orang lagi.
Arthur menatap sedih dan bersimpati pada adiknya. Arthur jadi teringat masa lalu saat ia dan Dimitri menjauhi Camellia yang dianggap sebagai sumber masalah, pembawa sial, mereka mengucilkan dirinya. Arthur mengerti kalau adiknya itu trauma dengan masa lalu, pandangan orang-orang terhadap nya selalu buruk meski ia melakukan kebaikan.
"Lia.. kau jangan khawatir, tidak akan ada yang berani bicara sembarangan lagi pada mu. Aku akan memenggal kepala orang-orang yang menghina mu. Kau bukan pembawa sial, kau bukan pembawa petaka Lia.. malah kau lah yang sudah membebaskan dunia ini dari bangsa iblis. Aku yakin kalau masyarakat tidak akan bicara hal buruk tentangmu lagi" Arthur memegang tangan Camellia, meneguhkan adiknya agar tidak sedih.
Dengan bujukan Arthur, Camellia akhirnya mau pergi ke acara penobatan Dimitri yang berada di tengah kota. Camellia dan Arthur naik ke atas tandu, digiring menuju ke alun-alun kerajaan tempat dimana penobatan Dimitri akan dilaksanakan.
Semua rakyat menatap ke arah Camellia dan Arthur yang berada di atas tandu. Mereka langsung berbisik-bisik.
"Bukankah itu putri Camellia? bukankah dia sudah mati?" bisik wanita paruh baya pada pria berkumis
"Huss.. sembarangan saja kalau bicara, putri hanya dibawa oleh bangsa iblis dia tidak mati tuh. Sayang sekali pembawa sial itu baik-baik saja" ucap seorang pria berkumis sambil menatap Camellia
Salah seorang prajurit memarahi pria itu dan menyuruhnya berlutut di depan Camellia karena mengangkat kepala, menatap langsung kepada anggota keluarga kerajaan dianggap sebagai ketidaksopanan.
"Jaga matamu baik-baik! cepat berlutut!! Minta maaf juga atas kata-kata mu pada tuan putri!!" ujar prajurit itu pada pria berkumis.
"Hentikan! kau tidak perlu bersikap berlebihan, lepaskan saja!" seru Camellia pada prajurit nya itu
"Kubilang hentikan! beraninya kau menyela ucapan ku!" teriak Camellia
Aduh, kenapa aku malah marah-marah di hari baik ini.
"Baiklah yang mulia" jawab prajurit itu patuh
Pria berkumis itu meminta maaf pada Camellia karena sudah bersikap tidak sopan pada nya. Membicarakan keburukan Camellia. Pria itu takjub dengan sikap pemaaf Camellia.
"Tidak apa. Namun, jika tuan ada masalah dengan seseorang atau merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang itu. Langsung saja katakan dihadapannya" Camellia tersenyum pada pria berkumis itu. "Jalan!" seru Camellia pada para prajurit yang membawa kereta tandu nya.
"Tu-tunggu yang mulia!!" ucap pria berkumis itu
"Mau apa lagi kau?! sudah menghina tuan putri masih berani memanggil nya lagi?" ucap Damian kesal pada pria berkumis itu.
"Sa-saya benar-benar minta maaf dan saya sangat berterimakasih. Sa-saya sudah salah sangka pada tuan putri dan seenaknya dalam berbicara" pria berkumis itu merasa malu pada tindakan dan kata-kata nya pada Camellia
"Aku kan sudah bilang aku memaafkan mu" ucap Camellia bermurah hati
"Tolong terima ini tuan putri" pria berkumis itu memberikan Camellia setangkai bunga mawar putih.
Orang-orang melihat Camellia dan menghampiri nya. Terpaksa gadis itu turun dari kereta. Camellia sempat ketakutan melihat orang-orang berbondong-bondong berjalan ke arahnya.
"Putri Camellia, terimakasih sudah menyelamatkan ayah dan ibuku" ucap seorang anak kecil pada Camellia, gadis kecil itu tersenyum cerah dan memberikan setangkai mawar putih lainnya.
"Putri Camellia, terimakasih karena sudah menyelamatkan dunia ini"
"Terimakasih putri Camellia"
DEG!
Hati Camellia tersentak kaget, bukannya mendapat makian dan hinaan seperti biasanya. Hatinya senang dan terharu.
Ternyata aku tidak dibenci lagi.
Matanya mulai meneteskan bulir bulir air, bibirnya tersenyum setelah menerima banyak bunga dari rakyatnya yang mengucapkan terimakasih padanya.
"Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Damian cemas melihat Camellia yang menangis
"Aku tidak apa-apa! sungguh aku baik-baik saja.. hiks.." Camellia menangis terharu
Camellia naik kembali ke tandunya, bunga-bunga mawar putih itu telah memenuhi tandunya. Bahagianya hati Camellia mendapat pujian dan kasih sayang dari rakyat nya yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.
Penobatan Dimitri berlangsung lancar disaksikan oleh semua orang, kini Dimitri sudah resmi menjadi seorang Raja yang memimpin kerajaan besar bernama kerajaan Fostiarus.
Rakyat sangat senang dan puas dengan sosok Raja baru mereka. Mereka juga merasakan kebahagiaan dalam pesta rakyat pesta bersama. Dalam pesta itu, Camellia ikut berbaur ditengah-tengah orang-orang.
****
Di dunia iblis..
Vairas sedang berbicara dengan seseorang melalui cermin.
"Jadi kapan kita akan melakukan pemberontakannya? apa kau benar-benar akan membantuku?" tanya Vairas pada orang yang berada di balik cermin itu
"Tentu saja, aku juga tidak suka dengan Raja Lucifer. Berikan aku waktu untuk berfikir Vairas" ucap pria dibalik cermin yang tak terlihat jelas wajahnya.
"Apa lagi yang perlu dipikirkan? kita hanya perlu menyerangnya saja kan?" tanya Vairas yang sudah tak sabar ingin menghancurkan Kainer
"Tentu strategi, kekuatan dan kelemahannya harus kita dapatkan!" ujar pria itu penuh keyakinan.
"Baiklah, hanya 1 hari saja. Setelah itu akan akan menyerangnya. Lalu aku akan menjadi Raja dari semua iblis" Vairas penuh ambisi
...---***---...