
🍀🍀🍀
"Siapa yang berani berteriak seperti itu padaku?!" suara Kainer terdengar marah, ia langsung beranjak dari tubuh Camellia yang sebelumnya ingin ia lahap.
"YANG MULIA!!" teriak Keith dari balik pintu
"Kainer, itu suara tuan Keith" ucap Camellia memberitahu
"Ya, seperti nya dia cari mati!" seru Kainer kesal pada bawahannya yang bernama Keith itu.
Kainer memakai bajunya kembali dan membuka pintu dengan sihir anginnya. Keith dan Aludra sudah berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang cemas.
"Keith! beraninya kau berteriak seperti itu padaku! kau mau mati ya?!" tanya Kainer membentak abdi setianya itu
"Kainer tenanglah! apa kau tidak melihat wajah mereka?" Camellia mengusap tangan Kainer seraya menenangkan nya
Kenapa wajah mereka terlihat panik dan ketakutan?. Camellia keheranan melihat wajah Aludra dan Keith yang terlihat panik.
"Camellia kau memang laksana embun di surga yang tidak pernah aku rasakan" Kainer tersenyum pada kekasihnya itu.
"Jangan menggombal disaat seperti ini Kainer" Camelia kesal
"Baiklah, apa yang terjadi sehingga kau menganggu ku sampai berteriak seperti itu?!" tanya nya tegas
"Yang mulia, istana iblis diserang!" seru Keith dengan wajah paniknya.
Camellia terperangah mendengar nya, sementara Kainer terlihat santai saja.
"Siapa iblis bodoh yang berani menyerang kastil iblis?" tanya Kainer santai
"Rakyat kita, Raja Vairas dan juga bawahan Raja neraka. Mereka berencana untuk memberontak" jawab Keith cemas
DEG!
Kainer tersentak kaget mendengar kata-kata Keith. Kedua orang yang membencinya itu bersatu untuk melawannya. Kainer tersentak bukan karena takut menghadapi mereka, tapi ia kaget dan khawatir pada Camellia yang masih ada disisinya.
"Kainer, apa kau baik-baik saja?" tanya Camellia sambil melihat wajah Kainer yang resah.
"Ellia kau kembalilah dulu ke kerajaan Fostiarus! Keith, bawa dia, Aludra dan juga Greta kembali ke kerajaan Fostiarus!" titahnya pada Kainer
"Mengapa?" tanya Camellia
"Camellia dengarkan aku..peperangan besar sedang terjadi. Kau harus berada di tempat yang aman untuk saat ini. Jadi.. pulanglah dulu, mereka tidak akan mengejar mu sampai kesana karena aku menutup portalnya" Kainer memegang kedua tangan Camellia
"Apa kau akan baik-baik saja?" tanya Camellia mencemaskan Kainer.
"Apa yang bisa terjadi pada Raja iblis yang kuat seperti ku? kau hanya perlu mencemaskan dirimu sendiri"
"Aku tau kau sangat kuat, tapi kau pasti punya kelemahan kan?" tanya Camellia yang masih cemas Kainer akan kalah
"Kelemahan dan kekuatanku.. adalah kau. Jadi pergilah dari sini untuk jadi kekuatan ku" Kainer tersenyum pada Camellia
GREP
Camellia memeluk Kainer dengan lembut dan erat. Seakan-akan mereka akan berpisah sangat lama, hati nya sungguh tidak tenang.
"Aku akan baik-baik saja" ucap Kainer sambil memeluk kekasihnya itu dengan erat.
"Kau harus baik-baik saja" ucap Camellia
Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak. Ada apa ya?
Kainer melepaskan pelukan itu, matanya melirik bibir merah Camellia. Tangannya menyentuh bibir itu dengan lembut.
"Hey! kalian balikan badan kalian!" seru Kainer pada Keith dan Aludra.
Keith dan Aludra langsung patuh, lalu membalikkan badan mereka.
Disaat seperti ini saja mereka masih bisa bermesraan. Dasar budak cinta. Keluh Keith dalam hatinya
"Kainer, kenapa kau menyuruh mereka untuk...
Belum sempat menyelesaikan kata-kata nya, Kainer sudah membenamkan bibir nya pada bibir Camellia. Kainer menyesap manisnya bibir itu, memainkan lidah nya di dalam sana. Penuh cinta dan gairah yang menggebu-gebu diantara mereka berdua.
"Hmphh!!"
"Akhp!!" Camellia terkesiap beberapa kali oleh ciuman penuh cinta dari Kainer
Ciuman itu disertai pelukan romantis dan hangat. Mereka berdua sama-sama tidak mau berpisah.
"Haaahhh.. kau membuatku hampir tidak bisa bernapas" Camellia menghela napas untuk mengatur kembali napasnya.
"Anggap saja aku sedang mengisi tenaga dan semangat" ucap Kainer
Mata Camellia gemetar, ia mencemaskan Kainer. Walaupun raja iblis itu kuat tapi tetap saja ia merasa cemas.
Disaat itu suara ledakan, ricuh, keributan mulai terdengar kencang.
"Hey... aku akan baik-baik saja" Kainer mencium kening Camellia dengan lembut, seraya berjanji bahwa ia akan menjemput Camellia setelah menyelesaikan semuanya.
Gadis itu pergi bersama Aludra, Greta dan Keith untuk kembali ke dunia manusia.
Sementara itu Kainer sedang menghadapi musuhnya yaitu Vairas dan para pemberontak yang ingin melengserkan tahtanya. Terlihat beberapa iblis yang sudah gugur dalam peperangan saudara itu. Jangankan manusia, iblis saja bisa berperang.
"Berani sekali kau memberontak padaku, seperti nya kau memang tidak takut mati!" seru Kainer kesal pada Vairas
"Raja iblis kau sangat angkuh! kau iblis yang tidak tau diri! kau pikir siapa yang membuat mu menjadi Raja seperti ini? tidak tahu balas Budi!" ujar Vairas sambil mengeluarkan kekuatan sihirnya, ditangannya sudah ada cahaya hitam yang siap menyerang.
"Seperti nya kau memang cari mati" Kainer menatap murka ke arah Vairas, ia menunjukkan sisi iblis nya. Ular raksasa yang besar.
SSsshh...
Kainer menjulurkan lidah nya, ia berniat meracuni Vairas dengan bisa nya. Sebagai Raja iblis, Kainer memiliki kekuatan luar biasa. Ia bukan hanya bisa berubah dalam satu bentuk hewan saja, tapi berbagai macam bentuk bisa ia tirukan. Itulah hebatnya Kainer dan penyebab terbesar nya diangkat menjadi Raja iblis. Sedangkan iblis lain hanya bisa berubah satu bentuk hewan saja.
"Aku tidak takut padamu, sekalipun kau berubah menjadi ular iblis berkepala seribu! " Vairas menunjukkan taringnya, ia berubah menjadi sosok hewannya.
WUSH~~~
Seekor serigala hitam berukuran besar dan tampak menyeramkan. Kainer pun beradu kekuatan dengan Vairas. Kainer sangat percaya diri bahwa ia akan menang dari Vaira yang tidak ada apa apanya dibanding kan dirinya.
Pertarungan itu berlangsung sengit, Vairas sudah terluka oleh beberapa serangan. Zefanya tidak tega melihat kondisi ayahnya yang seperti itu.
"Ohokk.ohok..." Vairas berubah menjadi ke dalam bentuk manusianya, pertanda bahwa ia sudah lemah. Mulutnya mengeluarkan banyak darah.
Kenapa si Hilde sialan itu lama sekali? aku sudah terluka cukup parah olehnya. Kalau akh bertarung dengannya lagi, maka aku akan mati. Vairas menunggu Hilde membawa kunci utama dari perang itu, namun ia belum muncul juga.
"Raja iblis! sudah cukup! jangan sakiti ayahku lagi! kau benar-benar tidak tahu diri" Zefanya memegang tangan ayahnya. Menopang tubuh Vairas yang sudah terluka parah.
"Kau lihat sendiri Zefanya, siapa yang tidak tahu diri disini? aku apa ayahmu? dia memberontak pada kerajaan ku! meskipun dia sudah pernah menolongku dan aku sudah memberikan segalanya! bukan berarti dia bisa seperti ini" Kainer menatap marah pada Vairas, ia merubah wujudnya kembali menjadi manusia.
"Walau pun begitu, ayahku sudah menolong mu! jadi kumohon ampunilah nyawanya" pinta Zefanya pada Kainer untuk mengampuni nyawa Vairas
"Zefanya, kau jangan memohon padanya!!" teriak Vairas tak rela putrinya memohon pada Kainer
"Pengkhianat, tidak akan pernah aku ampuni" Kainer bersiap menyerang Vairas dengan serangan terdahsyat nya.
"Tunggu!! jika kau lakukan itu, maka dia yang akan mati!' ancam Hilde yang datang membawa Camellia di tangannya.
DEG!
Kainer tersentak melihat Camellia berada ditangan Hilde. Vairas tersenyum penuh kemenangan.
"Ellia!! kau..." mata Raja iblis menatap gadis itu dengan cemas.
"Kai..." lirih Camellia dengan mata yang berkaca-kaca
...---***---...