Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Kainer mulai luluh



...Ilustrasi Kainer Romanov Ascart alias Lucifer...


☀️☀️☀️


Di dunia iblis, kastil Lucifer..


Arthur di bawa oleh Keith, dan di masukkan ke dalam penjara. Kekuatan Arthur masih lemah, ditambah lagi tangannya di ikat oleh tali sihir yang kuat.


" Lepaskan aku iblis sialan!" Arthur melihat Keith dengan penuh kebencian. Kini pria itu berada di balik jeruji


" Kau sangat berisik manusia rendahan!" ujar Keith


Tangan Arthur menyentuh jeruji besi yang ada di depannya, dan tangan nya langsung terbakar kesakitan.


" Uh.. "


" Kalau kau tidak mau terluka, lebih baik kau diam saja dengan patuh " Keith tersenyum sinis. Keith berjalan pergi meninggalkan Arthur dipenjara kegelapan, istana iblis.


Namun, langkah Keith berhenti saat Arthur kembali memanggilnya. Pangeran kedua kerajaan Fostiarus itu menanyakan apa tujuannya membawa dirinya ke kastil iblis. Seperti dugaan nya, Keith tidak mau menjawab pertanyaan dari Arthur.


" Baginda Raja akan menjelaskannya kepadamu, tapi nanti wahai manusia rendahan!" ujar Keith


Keith pun meninggalkan Arthur sendirian di dalam penjara yang gelap itu. Arthur melamun tampak memikirkan sesuatu, sebenarnya banyak pertanyaan di dalam hatinya. Kenapa ia dibiarkan hidup? Kenapa ia diculik ke kastil iblis? Apa tujuan sebenarnya raja iblis menculiknya dan tidak membunuhnya? Kenapa ia harus ditahan disana? jika raja iblis itu dendam kepadanya dan kepada keluarganya, harusnya membunuhnya lebih mudah. Akan tetapi Arthur malah dibiarkan hidup.


Di sisi lain Arthur mencemaskan keadaan Camelia yang berada di dunia manusia.


" Lia, semoga kau baik-baik saja.. " gumam Arthur


****


" Saya menyukai yang mulia, sejak pertama kali bertemu dengan yang mulia. Sebagai pria kepada wanita "


Camellia merasakan sesuatu yang berdegup di dalam hatinya, ia merasa akan melompat-lompat setelah mendengar ungkapan cinta dari seorang Kainer. Ksatria pengawal nya sendiri.


Kalau ia memikirkan nya lebih dalam lagi, kembali ke saat pertama kali Camellia bertemu dengan Kainer. Sejak saat itu Camellia sudah terpesona oleh Kainer.


Pada dasarnya Camellia adalah gadis yang polos, membuatnya mudah menerima cinta dan kasih sayang dari orang yang ada di sekitarnya. Terkadang ia galak, itu karena ia menutupi sisi kesepian nya. Keberadaan Kainer yang selalu ada di sisi nya. Perlahan membuatnya membuka hati. Ia merasa nyaman dengan Kainer, walau sebelum nya ia terlihat sangat mencurigai Kainer.


" yang mulia saya minta maaf, karena sudah lancang mengatakan ini. Anggap saja saya tidak mengatakan apa-apa " ucap Kainer yang seketika sadar dengan posisinya.


" Sir Kainer, apakah mengatakan isi hati adalah sebuah dosa? " tanya Camellia tajam


" Tidak yang mulia, itu adalah kebebasan dan hak setiap orang. " jawab Kainer tegas


" Lalu kenapa kau meminta maaf untuk itu?" tanya Camelia heran


Pria itu terdiam sejenak, menyembunyikan senyuman iblis nya di depan gadis itu.


" dosa besar untuk saya untuk mengutarakan isi hati saya. Karena orang yang saya sukai adalah orang yang tidak boleh saya sukai dan tidak boleh saya inginkan " jelasnya sambil memalingkan wajahnya dari Camelia


" kalau aku bilang boleh, kau akan bagaimana?"


Kainer tercekat, perkataan Camelia adalah sebuah harapan baginya. Seperti dugaannya Camelia memang memiliki perasaan yang sama dengannya. Kainer tersenyum puas di dalam hatinya, dulu ia mengejar-ngejar Leticia, ibunya. Dan sekarang putrinya mencintai nya.


Di masa lalu Kainer tidak bisa mendapatkan Leticia sebagai Lucifer, tapi kali ini ia harus bisa mendapatkan Camellia. Dan seperti nya Camellia sudah terpikat oleh sosok Kainer yang ada di depan matanya. Yang ia kenal sebagai kstaria pengawal nya, pria tampan dan manusia berkepribadian lembut.


" Saya tetap tidak berani " jawab Kainer


Ada apa denganku? padahal aku tinggal jawab iya saja dan aku bisa menjadi kekasihnya. Tapi kenapa bibir ku sulit mengatakan nya?


Kau sudah berani mengambil hatiku, berani mencium ku, mengatakan suka padaku tapi sekarang kau mengatakan kau tidak berani? benar-benar menyebalkan. Pria tidak bisa di mengerti. gerutu Camellia di dalam hatinya


" Baiklah, kalau begitu aku pergi ya " kata Camellia sebal


" Yang mulia, jika anda berkenan maukah anda menjadi kekasih saya !" ujar pria itu setengah berteriak


Dia pasti sudah mengerahkan semua keberanian nya untuk mengatakan ini padaku.


Camellia tersenyum dan membalikkan badannya, itulah yang ia tunggu-tunggu dari tadi.


" Aku tidak bisa sir Kainer " jawab Camellia dengan wajah serius


" Apa?" Kainer mendongakkan kepalanya dan terlihat kaget.


Apa kau mempermainkan ku? aku sudah kesulitan mengucapkan kata kata ini dan kau malah menolak ku? Sialan kau! saat ku bawa kau ke istana ku, aku akan membuatmu..


" Maksud ku, aku tidak menolak mu " jawab Camellia


Kainer mengerti maksud dari perkataan Camellia. Artinya ia sudah diterima menjadi kekasih Camellia. Kainer dan Camellia berpelukan sebagai tanda mereka sudah menjadi kekasih.


Ternyata semudah ini mendapatkannya? lalu, apa yang akan terjadi jika dia tau kalau aku adalah Lucifer? akankah dia menerima ku seperti ini? ada gunanya juga aku bereinkarnasi menjadi manusia.


Tanpa mereka sadari sepasang mata yang berwarna biru, menatap mereka dengan tajam. Dan dia adalah Theo, putra mahkota dari kerajaan Ilios itu terlihat cemburu melihat kebersamaan Camellia dan Kainer.


Mau dilihat dari manapun, dia terlihat mencurigakan. Kenapa Putri Camelia harus menyukainya? sial! apa aku terlambat? tidak, tidak, ayah pernah mengatakan padaku, kalau aku masih bisa mengejar wanita yang belum menikah jadi kesempatan masih ada untukku. Aku tidak akan pernah melepaskan apa yang aku inginkan.


Di belakang Theodore, terlihat Annelise yang sedang memperhatikan nya. Annelise bisa merasakan kalau Theodore sedang memperhatikan Camellia dan Kainer yang sedang berpelukan. Annelise juga tampak terkejut karena Camelia ternyata menyukai Kainer, ksatria pengawalnya sendiri.


🍂🍂🍂


Malam itu aman-aman saja tanpa ada gangguan dari bangsa iblis. Semua orang tampak beristirahat dengan tenang di tempat mereka masing-masing. Meskipun begitu tetap saja masyarakat menyalahkan Camelia atas bencana yang terjadi di negeri itu. Rupanya, komentar rakyat masih miring padanya. Camelia tidak peduli dengan komentar-komentar itu lagi, ia sudah sering mendengarnya.


Selama ia bisa menolong orang-orang, ia tidak merasa keberatan sama sekali jika harus dihujat oleh mereka. Kainer, agak terganggu dengan ucapan-ucapan pedas dari orang-orang yang ditolong oleh Camelia sebelumnya. Di depan para bawahannya, pria itu membela Camellia.


" Jika bukan karena kecerobohan Putri yang manja itu, hal ini tidak akan terjadi !" ucap seorang wanita ketus


" itu benar, jadi sudah kewajibannya untuk menolong orang-orang yang ada di sini. "


" sekarang dunia kita tidak aman lagi, dasar memang dia putih pembawa sial! " gerutu seorang wanita lainnya dengan ujaran penuh kebencian


Kainer dan Damian yang sedang bertugas jaga malam itu, tak sengaja mendengar hal yang tidak menyenangkan tentang Camellia.


" Ketua, aku sudah mendengar ini puluhan bahkan mungkin ratusan kali. Mereka benar-benar tidak tahu diri sudah ditolong malah menghujat yang mulia putri seperti itu !" gerutu Damian kesal


Gawat! kapten sudah marah, seperti nya hanya yang mulia putri yang bisa meredakan kemarahan nya.


" Sebaiknya kau tenang dulu ketua " Damian tersenyum dan menepuk bahu Kainer, namun pria itu sudah terlanjur emosi


" Diam ! kalau kau tidak mau mati, jangan hentikan aku " Kainer menepis tangan Damian yang ada di bahu nya.


Aku pernah dengar dari ayah angkat ku yang seorang manusia, kalau kata-kata bisa membunuh seseorang. Aku pikir ini lah maksudnya.


Damian yang sudah berteman dengan Kainer dari kecil, sangat tahu sikap Kainer bagaimana jika ia marah. Bahkan saat di medan perang pun, Kainer tidak segan-segan untuk memotong leher musuhnya hanya karena menghina nya sembarangan.


Kainer masuk ke dalam camp pengungsian itu, ia bermaksud untuk menegur orang-orang yang sudah menghujat Camelia, yang sekarang adalah kekasihnya. Diam-diam, Damian pergi menemui Camellia agar menghentikan Kainer.


Benar saja, pria itu menyilangkan pedangnya ke arah leher seorang wanita bermulut pedas yang sudah menghina Camellia.


" Bagaimana bisa kau melakukan ini tuan? anda kan seorang kstaria kekaisaran?" tanya seorang wanita paruh baya itu ketakutan, tubuhnya sampai gemetar


" Hah baru sekarang kau gemetaran ketakutan? keberanian mu besar juga ya wanita tua!" Kainer semakin mengarahkan pedangnya ke leher wanita itu.


" A-apa pantas seorang kstaria bersikap seperti ini pada rakyat nya? singkirkan pedang mu itu tuan kstaria !" ujar seorang wanita lain nya


" Lalu aku harus bagaimana pada orang orang tidak tau diri seperti kalian? Yang berani menghina keluarga kerajaan !" ujar Kainer dengan penuh kemarahan, seperti nya pria itu benar-benar serius ingin menebas leher si wanita yang sudah menghina Camellia.


SREK


SRAK


Pedang itu melayang tepat di leher si wanita, namun di saat saat terakhir Damian dan Camellia datang menyelamatkan kedua wanita itu.


" jangan ! " Camellia mengarahkan pedang nya untuk menghalangi pedang Kainer yang akan menebas leher si wanita itu.


Kainer tetap saja mengarahkan pedangnya ke arah wanita itu dan tak mengindahkan ucapan Camellia.


" Hentikan ini sir Kainer ! melayangkan pedang ke arah rakyat sipil itu dilarang, kau adalah pelindung mereka bukan musuh mereka !" ujar Camellia tegas


Tuan putri, keren sekali. Damian takjub pada sosok Camellia yang tegas.


" Yang mulia, tapi mereka sudah berani menghina dan mengejek anda. Mereka harus dihukum !" ucap Kainer kesal


" Aku sudah terbiasa dengan semua ini, sir Kainer. Apa semua orang harus dihukum ketika mereka mengatakan hal-hal buruk tentangku? Hentikan semua ini, menyelamatkan orang lebih penting !"


Bagaimana bisa kau melepaskan mereka yang sudah menghina mu seperti ini? dan kau bilang sudah terbiasa? betapa kejamnya kata-kata mereka yang mungkin sudah membunuhmu. Pantas saja saat pertama kali kita bertemu, kau terlihat dingin dan tegas. Apa itu untuk menutupi sakit di hatimu, Camellia?


Kedua wanita itu merasa bersalah, mereka menunduk malu di depan Camellia yang sudah membela mereka dan membiarkan mereka hidup.


" Kalian masih menghina yang mulia? padahal dia sudah menyelamatkan kalian? pertama nyawa kalian, kedua nyawa kalian! tapi kalian tidak tau diri " Kainer menatap tajam kedua wanita itu.


Kedua wanita itu berlutut di depan Camellia, bukan meminta pengampunan tapi mereka malah meminta sesuatu yang tidak terduga.


" Yang mulia putri Camellia, kami mohon hukum saja kami !" ucap wanita 1 memohon


" Kami memang tidak tau diri, yang mulia " kata wanita 2 mengaku salah.


" Sudahlah, aku tidak masalah. Berdiri lah kalian berdua "


Camellia tersenyum pada keduanya, ia memaafkan kedua wanita yang sudah menghina nya itu. Tak lupa, Camellia mengatakan bahwa tidak ada gunanya menyimpan kebencian dan dendam pada orang lain. Memaafkan adalah hal yang baik, menuju perdamaian.


Entah kenapa kata-kata ini membuat Kainer sedikit tersindir. Selama ia tersegel dalam pedang, bahkan sampai saat ini ia masih menyimpan dendam yang tiada habisnya pada Alexander dan Leticia yang bahkan sudah tiada.


Dan kini ia sedang melampiaskan dendamnya kepada anak-anaknya. Mungkin karena pada dasarnya, ia adalah seorang iblis. Kainer menatap Camellia dengan penuh kekaguman, hatinya mulai luluh oleh sikap baik Camellia.


****


Keesokan harinya, adalah pagi yang cerah. Tidak seperti kemarin saat terjadi serangan iblis. Semua orang berdoa agar bangsa iblis itu tidak kembali lagi ke dunia mereka. Dengan tidak ada nya Arthur, maka Derrick lah yang memimpin kerajaan Fostiarus sementara waktu.


Raja Brilla itu mengungsikan warga kerajaan Fostiarus yang tersisa, untuk pergi ke kerajaan Brilla yang lebih aman. Akhirnya kerajaan Fostiarus pun ditinggalkan oleh rakyatnya.


Camellia melihat istana tempat nya tinggal sudah hancur oleh iblis, ia ditemani oleh Kainer masuk ke dalam istana itu.


" Yang mulia, kita harus segera berangkat ke Brilla " ucap Kainer


" Ada sesuatu yang harus aku ambil dulu di kamar ibu ku "


Camellia berjalan menuju ke kamar ibunya, ia melihat lihat lukisan yang terpampang disana. Hatinya sedih dan terluka karena ayah ibunya tidak ada disisi nya, kakak kakak nya juga entah kemana.


" Jangan menangis, hati saya sakit melihat yang mulia menangis " Kainer menyeka air mata Camellia dengan tangannya, menatapnya dengan hangat.


Padahal kita sudah menjadi kekasih, tapi di saat berdua seperti ini. Dia masih saja bicara formal denganku.


" Saat ini kau sedang berperan sebagai kstaria ku atau kekasihku, Kainer?" tanya Camellia


" Apa? saya tidak mengerti.."


" Aku ingin saat kita berdua, kau bicara informal dengan ku. Aku selalu ingin mendengar kau memanggil namaku, Kai "


Deg,


Entah kenapa saat dia memanggil namaku dengan bibir indahnya, menatapku dengan mata nya yang polos, hatiku berdegup kencang. Aku berharap ini bukan cinta dan aku hanya sekedar menyukai nya saja.


" Saya tidak akan berani memanggil nama anda yang mulia "


" Bohong, saat kau menolong ku dari reruntuhan itu. Aku dengar kau memanggil namaku dengan jelas "


" Yang mulia mendengar nya?"


" Ya, sangat jelas. Kau memanggil namaku dengan panik " Camellia tersenyum


" Camellia, Ellia.. " kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Kainer saat melihat kecantikan Camellia. Ia seolah tersihir oleh wajah gadis itu.


" Ellia, itu nama panggilan yang bagus. Aku suka, karena hanya kau yang memanggilku begitu, Kai "


Camellia mengambil buku harian milik Leticia dan kalung bunga matahari yang sangat penting untuk ibu dan ayahnya. Jika istana nya hancur oleh iblis, kenangan ayah dan ibunya tidak boleh ikut hancur dan Camellia sedang menyelamatkan kenangan itu.


...--***--...