
...🍀🍀🍀...
Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, malam itu semua anggota tim dari perusahaan Maxton pergi bersamaan ke sebuah kedai yang ada di sekitar kantor mereka untuk melakukan pesta penyambutan karyawan baru.
Tempat itu terlihat ramai pengunjung yang di dominasi oleh pegawai Maxton grup. Disana menyajikan banyak makanan junk food, minuman beralkohol, soju, dan lain-lain. Namun, makanan andalan mereka yang disajikan saat pesta penyambutan adalah daging panggang yang dipanggang langsung di meja.
"Hai nona Stacy" sapa seorang pria gendut berkumis dan sudah agak tua itu pada Stacy, ketua tim pemasaran itu.
Pria gendut itu bernama Robert, dia adalah ketua tim bagian perencanaan di perusahaan Maxton. Wajahnya terlihat genit dan mesum, apalagi saat melihat wanita cantik.
"Hai juga pak Robert" Stacy menyapa balik si pria tua itu
Ish, kenapa dia harus menyapaku segala? malas sekali. Kali ini siapa lagi targetnya?. batin Stacy kesal
Robert tersenyum melihat karyawan karyawan baru yang ada dibelakang Stacy, terutama para wanita dan gadis muda. Karyawan baru laki-laki tidak dilirik nya sama sekali.
"Siapa kau? angkat kepalamu" ucap Robert seraya menunjuk ke arah Violet
"Violet, kau dipanggil tuh" bisik Nina (teman baru Violet di kantor itu)
"Ah.. iya saya pak" jawab Violet, "Selamat malam" sapa Violet menunjukkan kesopanan
"Selamat bekerjasama dengan perusahaan ini ya, semoga kau betah. Kalau ada yang membuatmu tidak nyaman, bilang saja padaku" ucap Robert dengan senyuman genitnya dan tangan nya yang memainkan kumis dibawah hidung nya.
Tubuhnya sangat bagus, seperti nya dia akan menyenangkan di ranjang. Suaranya pasti sangat merdu. Aku menantikan suara des*han itu.
"Apa??" Violet tidak mengerti apa maksud Robert padanya, ia bingung dan hanya mengerutkan keningnya.
Apa maksud nya si pak tua ini ya? aku tidak paham
Mati lah! Violet menjadi sasaran si pak tua itu, aku harus menjaganya. batin Stacy
Stacy segera menggandeng tangan Violet dan membawanya duduk di meja yang sudah dipesan sebelumnya. Bersama dengan anggota tim yang lain, Violet berbaur dengan sangat cepat. Kemampuan nya bersosialisasi sangatlah bagus, itu sebabnya ia lulus dengan nilai terbaik dan masuk jurusan pemasaran.
Banyak sekali makanan dan minuman yang ada di meja itu. Ada yang bertugas memanggang daging, menyajikan minuman sampai berkaraoke juga ada. Inti dari acara itu adalah bergosip dan menenangkan pikiran mereka.
"Oh ya kalian dengar tidak kalau Bu Daisy yang sombong dan angkuh itu akhirnya dipecat" ucap Nina pada temannya
Apa Bu Daisy yang dimaksud itu adalah kepala HRD kantor ini?. Violet terdiam setelah meneguk air putrinya, dan mendengar gosip gosip di sekitar nya.
"Haha, benarkah? aku senang sekali" ucap seorang wanita yang duduk disebelah Violet, ia adalah pegawai lama. Namanya adalah Bianca.
"Woah.. sudah lama aku ingin melihat si wanita sombong itu di pecat. Tapi bagaimana bisa dia dipecat? bukankah dia tidak pernah di usik? siapa yang bisa memecatnya?" tanya seorang karyawan lama bernama Vino penasaran
"Haha, kalian tidak akan percaya. Bu Daisy di pecat karena menegur Violet. Ayo teman-teman berterimakasih lah pada Violet! " jawab Nina seraya menunjuk ke arah Violet dengan penuh rasa bangga.
PFut!!
Violet langsung menyemburkan minumannya, kaget mendengar namanya disebut oleh Nina..Kini semua mata orang-orang mengarah pada Violet.
"Haha.. ini sungguh bukan karena diriku." sangkal Violet dengan tawanya yang canggung. Tatapan orang-orang menunjukkan kekaguman padanya.
"Haha.. hebat sekali Violet, kau bisa membuat si nyonya rewel itu keluar dari perusahaan ini" ucap seorang wanita sambil menepuk-nepuk bahu Violet dengan bangga
"Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan sehingga dia bisa dipecat?" tanya Stacy penasaran
"Aku tidak melakukan apa-apa" jawab Violet
"Ayolah jangan merendah seperti itu, apa kau ada hubungan dengan Presdir kita?" tanya Nina seraya menggoda temannya itu.
"Ah apa? kenal saja tidak, bagaimana bisa ada hubungannya" jawab Violet jujur
"Benarkah? tapi melihatnya membelamu tadi, seperti nya ada sesuatu. Apalagi melihat tatapan nya padamu, itu aneh sekali" ucap Nina yang tadi melihat kejadian di depan kantor
Kalau kupikirkan lagi, itu sangat aneh. Kenapa pak Presdir melihatku seperti itu? tatapan yang sedih dan rindu, seolah kita sudah pernah bertemu.
Violet terdiam dan mengingat sosok Leon. Dan saat mengingat sosok Leon, ia teringat pada sosok pria yang ada di dalam mimpinya yang memiliki tatapan dan mata yang sama.
Tidak tidak mungkin, jelas-jelas wajah mereka berbeda. Bagaimana mungkin pak presdir adalah pria aneh bersayap yang ada di dalam mimpiku? hanya mata mereka saja yang sama.
"Kenapa kau malah menggeleng-gelengkan kepala mu begitu? ya sudah, untuk keberhasilan kita semua dan kepergian nyonya Daisy rewel itu, mari kita bersulang!!" ucap Stacy kepada para anggota tim nya dengan senyuman bahagia.
"Tos!!"
Semua orang minum-minum disana, kecuali Violet yang tidak bisa minum alkohol sedikit pun.
"Eh, kenapa kau tidak minum?" tanya Robert sambil mengambil gelas berisi air putih milik Violet.
"Maafkan saya pak saya tidak bisa minum" jawab Violet sopan
"Apa kau bilang? kau tidak menghargai semua orang yang ada disini ya? semua orang minum kecuali kau, padahal kau cuma karyawan baru tapi berani membantah" Robert tersenyum sinis ke arah Violet
Si tua gendut ini mulai melancarkan aksinya. batin Stacy
"Maaf pak, biar saya saja yang menggantikan nya" ucap Stacy sambil menyodorkan gelas nya
"Saya juga bisa menggantikan nya" ucap Nina yang ingin membantu Violet dari Robert
"Tidak bisa! harus dia yang minum, semua nya harus adil disini. Tradisi karyawan baru harus minum minum setidaknya 5 gelas bir" Robert menuangkan minuman pada gelas kosong dan memberikannya pada Violet
"Tapi pak.. Violet tidak bisa minum" Stacy berusaha menolong Violet
"Ayo minum" kata Robert sambil menatap ke arah Violet dengan tatapan genitnya
Aku tidak boleh menyusahkan Bu Stacy dan yang lainnya. Hanya seteguk saja mungkin tidak apa-apa.
Violet meminum segelas minuman yang dituangkan oleh Robert dengan sekali teguk. Ia merasa sangat tidak nyaman setelah meminumnya.
Rasanya asam dan aneh. Kepalaku berputar-putar.
"Apa kau baik-baik saja Violet?" tanya Stacy cemas pada Violet. Semua karyawan disana juga terlihat cemas melihat Violet yang langsung sempoyongan setelah meminum segelas alkohol itu.
"Ayo lagi! minum lagi!" seru Robert sambil menuangkan air di botol itu pada gelas kosong yang dipegang Violet
"Su-sudah cukup pak, saya tidak bisa.." Violet memegang kepalanya yang mulai terasa pening.
"Baru satu gelas saja kau sudah mabuk? ayo tambah lagi" ucap Robert dengan senyuman tipis di wajahnya
Ayo minum yang banyak Violet cantik, biar aku merasakan tubuhmu setelah ini. batin Robert
BYURRR
"Siapa yang berani menyiram kepalaku??!" Robert melihat ke arah pria yang mengguyur kepalanya dengan air Alkohol.
Pikiran pria ini benar-benar busuk!. Batin Leon marah pada Robert
DEG
Mengapa Presdir ada disini?. Robert tercengang melihat Leon yang berdiri di belakang nya.
"Pak-pak Presdir" wajah marah Robert langsung berubah menjadi wajah yang ketakutan di depan Presdir nya itu.
Semua orang yang ada disana langsung hening saat Leon datang kesana. Leon tidak pernah menghadiri acara ramai, malam itu datang ke kedai kecil di pinggir jalan.
"Dia sudah bilang tidak mau, maka jangan dipaksa!" seru Leon berteriak marah pada Robert.
Pandangan Violet mulai kabur, ia melihat sosok Leon di depannya.
Apa itu pak Presdir? apa dia menolongku lagi?
"Ma-maaf pak.."
Memang harus diberi pelajaran pria ini.
"Thomas!" seru Leon memanggil sekretaris nya
"Ya pak?" tanya Thomas sambil berjalan mendekati Presdir nya
"Ambil 10 botol minuman seperti ini sekarang!" titah Leon pada Thomas sambil menunjukkan botol minuman yang tadi di berikan oleh Robert pada Violet.
"Baik pak"
Thomas bergerak secepat Leon memerintahkan nya. Tak lama setelah itu Thomas membawa 10 botol bir itu di dalam sebuah keranjang.
"Ini pak sudah saya bawa" ucap Thomas sambil meletakkan keranjang berisi bir itu di atas meja
Leon mengambil dua botol bir itu lalu mengguyurkan minuman yang ada disana ke kepala pak Robert. Kini Robert sudah basah kuyup terutama di bagian kepala.
BYURRR
Semua orang disana tercengang melihatnya, tidak ada yang berani bicara sepatah katapun. "Pak..pak.." Robert terlihat kesal namun ia menahannya
"Sisanya kau harus minum, kalau tidak kau habiskan malam ini. Bersiaplah menerima surat pemecatan mu besok!" ujar Leon pada Robert dan mengancam nya.
"Ta-tapi pak, ini adalah minuman yang memiliki kadar alkohol yang tinggi" jawab Robert takut harus menghabiskan 8 botol bir itu
"Oh, kau baru berfikir sekarang? saat kau memberikan satu gelas bir berkadar alkohol yang tinggi itu, dimana otakmu?" tanya Leon dengan tatapan tajamnya
GLUP
Robert tak berani bicara, ia meminum minuman yang ada di dalam botol itu dengan perasaan enggan. Ia lebih takut di pecat oleh Leon, karena jika seseorang sudah dipecat dari perusahaan Maxton, maka akan sulit mendapatkan pekerjaan di luar sana.
Sialan! aku tidak bisa menganggu wanita ini, dia pasti spesial untuk Presdir. batinnya kesal
Spesial? wanita ini? entahlah, aku belum tau yang jelas dia sudah membuatku tertarik. batin Leon yang menjawab setelah mendengar kata hati Robert.
Apa Presdir benar-benar ada hubungan dengan Violet?. Batin Nina menerka-nerka sikap Leon pada Violet.
Semua orang disana mulai berbisik-bisik membicarakan Leon dan Violet. Violet yang mabuk, beranjak dari kursinya lalu ia membungkukkan badannya di depan Leon.
"Terimakasih pak Presdir yang tampan, kau sudah membantu ku menyingkirkan pak tua mesum ini..hehe" Violet nyengir dalam keadaan nya yang tidak sadar.
"Apa dia sudah gila? apa yang dia katakan?" semua orang berbisik bisik membicarakan tingkah Violet yang mabuk.
Nina menarik tangan Violet dan berusaha mendudukkan kembali temannya di kursi.
Mati kau Violet..celaka. Nina khawatir pada temannya itu
"Maafkan dia pak, saya rasa dia bicara seperti itu karena sedang mabuk" ucap Nina memohon maaf atas kelakuan teman nya itu
Violet menepis tangan Nisha lalu tersenyum bodoh pada Leon. Leon tersenyum tipis melihat kelakuan wanita mabuk itu.
Hal mengagetkan dan tak tak terduga terjadi lagi disana dan membuat semua orang tercengang. Violet menarik baju Leon dan membuat tubuh mereka berdekatan.
GREP
"Hehe anda tampan sekali pak, tapi sayangnya wajah anda terlalu datar pak"
DEG
DEG
Leon terpana dengan tindakan gadis itu padanya, hatinya berdebar tidak karuan. Terlebih lagi saat melihat sepasang mata berwarna biru itu. Ada perasaan ingin memeluknya.
Perasaan ini lagi.. kenapa aku tidak bisa membacanya sama sekali?. Batin Leon yang bingung karena tidak bisa membaca pikiran Violet.
"Hah? apa yang dia katakan?! hey seseorang hentikan dia!" seru Stacy pada para karyawan nya yang lain, ia tak berani menghentikan Violet karena takut kena marah.
Teman-teman yang lain hanya menggeleng dan tak berani bicara juga.
"Tapi jujur, saya suka sifat bapak! walaupun bapak tidak ramah saya suka!" ucap Violet sambil mengguncang tubuh kekar Leon dibalik jas hitam yang dikenakannya itu.
"Kenapa kau menyukai sikapku yang tidak ramah ini?" tanya Leon pada gadis itu
"Karena sikap seperti bapak ini jarang ditemukan. Haha.. ibuku selalu bilang kalau pria yang berselingkuh itu adalah pria yang ramah pada semua wanita, nah kalau pria yang cuek itu terkadang setia" gumam Violet ceplas-ceplos
Mati kamu Violet. batin Nina cemas
"PFut.." Thomas menahan tawa melihat tingkah Violet
Hebat sekali nona Violet bisa membuat Presdir tersenyum lebar seperti itu. batin Thomas sambil melihat ke arah Leon yang tersenyum lebar pada Violet
"Haa.. " Leon tersenyum
"Pak, sini sebentar" Violet memegang tangan Leon dengan erat lalu berbisik ke telinga Leon, "Pak.. saya..."
UWEKKK
"KYAA!!"
...----***-----...