Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Meminta izin


Annelise tidak mampu menahan air matanya lagi, ia terus menggerutu kesal dan sedih. Tanpa melihat-lihat jalan, Annelise hampir tertabrak sebuah kereta kuda yang lewat.


"Kakak, awas!" seru Camellia sambil menarik tangan Annelise menjauh dari kereta yang hampir menabraknya itu. "Kakak baik-baik saja? apa kakak terluka?" tanya Camellia cemas


Annelise menepis tangan Camellia yang memegang nya, ia menyeka air mata nya yang masih mengalir itu.


"Kakak? kakak menangis? apa kakak terluka?" tanya Camellia khawatir


"Ya aku terluka di dalam sini aku terluka!!" Annelise memegang dadanya, ia menangis tersedu-sedu. Tak kuasa menahan kesedihannya, melihat pria yang ia taksir itu akan menikah dengan Camellia.


"Apa kakak mengalami luka dalam? aku akan menyembuhkan nya!" kata Camellia yang bersiap menggunakan sihir penyembuhannya.


"Jangan! kau sudah banyak memakai sihir penyembuhan mu" ucap Theodore sambil memegang tangan Camellia.


"Lupakan saja! luka yang ini tidak bisa kau obati!" seru Annelise sambil melirik ke arah Theodore yang berdiri di samping Camellia.


Menyebalkan sekali! bukannya kekasih Camellia adalah Raja iblis? kenapa dia malah ingin menikah dengan putra mahkota Theodore?.


Tentu saja luka yang ada di dalam hati tidak akan bisa disembuhkan oleh kekuatan penyembuhan, melainkan oleh penyebab luka itu sendiri. Tuan putri Annelise, maafkan aku karena aku mendukung hubungan Putra mahkota dan putri Camellia. Gloria melirik tajam pada Annelise.


"Kakak, kau belum menghabiskan makanan nya. Jadi, aku membungkus nya! kau kan suka ayam bakar" kata Camellia perhatian


Annelise tidak bicara apapun, tangannya mengambil kantung kresek yang ada ditangan Camellia. Annelise masuk kedalam kereta lebih dulu meninggalkan Gloria dan pasangan yang katanya akan menikah itu.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke istana Brilla. Theodore tidak ragu untuk menunjukkan perhatian nya pada Camellia, tidak peduli ada siapa di dalam kereta itu. Namun, Camellia merasa resah apalagi saat Theodore lakukan skinship dengannya. Ada rasa tidak nyaman di dalam hatinya, atau mungkinkah Camellia hanya mengizinkan Kainer saja untuk menyentuhnya?


Sore itu mereka sampai di istana Brilla, disana mereka disambut oleh Derrick, Gustaf, Vivian, Geordo, juga beberapa prajurit istana. Semua terlihat senang melihat Camellia telah kembali dengan selamat dari dunia iblis.


"Yang mulia, apa yang mulia baik-baik saja?" tanya Greta dengan mata yang berkaca-kaca melihat ke arah Camellia.


"Aku baik-baik saja Greta, lihatlah? aku kembali tanpa luka!" Camellia tersenyum ceria, ia merentangkan tangannya.


"Yang mulia, apa boleh saya memeluk anda?" tanya Greta ragu-ragu


"Kemarilah Greta!"


GREP


Greta dengan tersedu-sedu di pelukan Camellia, ia sangat mencemaskan putri bungsu Fostiarus itu. Camellia tersenyum dan menenangkan Greta.


"Yang mulia, bukankah anda ditawan oleh iblis itu? lalu kenapa anda masih gemuk?" tanya Greta heran


"hehe, selera makan ku tetap tidak berubah kok" jawab Camellia polos


"Syukurlah yang mulia" Greta tersenyum lega. Dengan semangat Greta mengantar Camellia menuju ke dalam kamarnya.


Namun sebelum itu, Theodore meminta Camellia ikut dengannya sebentar. Theodore juga meminta semua orang berkumpul di aula istana.


"Mohon maaf atas ketidaksopanan saya meminta semua orang berkumpul disini. Terutama kepada Raja Derrick" kata Theodore sopan


"Tidak apa putra mahkota Theodore, apa yang ingin kau katakan pada kami semua?" tanya Derrick bermurah hati.


Annelise, Zayana, Vivian, Gustaf, Geordo, Camellia dan bahkan kedua kakak Camellia juga menantikan apa yang akan dibicarakan oleh Theodore.


"Yang mulia Raja Derrick, saya sudah melamar putri Camellia secara pribadi. Dan saya ingin meminta izin yang mulia Raja sebagai anggota keluarga tertua, untuk menikahi putri Camellia" jelas Theodore " Saya juga ingin meminta izin dari pangeran Gustaf" tambahnya


DEG!


Derrick, Zayana, Vivian, Gustaf dan Geordo kaget mendengar nya. Karena mereka belum tau sebelumnya kalau Theodore sudah melamar Camellia secara pribadi.


Hati Annelise semakin terluka saja, ia sudah tau bahwa kesempatan untuknya tidak ada lagi. Tapi ia tetap berharap bahwa Theodore akan melihatnya. Annelise tidak ingin iri pada Camelia, namun tetap saja ia iri pada sepupunya itu.


"Kau yakin dengan keputusan mu itu, putra mahkota Theodore?" tanya Derrick tercekat dari singgasananya


"Saya sangat yakin, yang mulia Raja" jawab Theodore percaya diri


"Apa Camellia sudah menerima lamaran mu?" tanya Derrick serius


Astaga! apa ini yang namanya takdir? dulu Raja Darren sangat mencintai Leticia dan tak bisa mendapatkan nya, lalu sekarang putranya jatuh cinta pada putri dari rival cinta nya dahulu? benar-benar takdir yang menakjubkan. Derrick senyum-senyum sendiri teringat masa lalu.


"Putri Camellia sudah menerima lamaran saya, pangeran Arthur dan putra mahkota Dimitri juga sudah memberikan kami izin" jelas Theodore


"Baiklah, kalau keponakan ku sendiri sudah menyetujui nya. Aku tidak berhak melarang kalian, bukan? Pangeran Gustaf, bagaimana menurutmu?" Derrick menanyakan pangeran Gustaf yang juga adalah paman Camellia.


Apa Baginda tidak tau kalau putrinya ini menyukai putra mahkota Theodore? bagaimana bisa dia setuju begitu saja? ya, ini bukan salahnya. Putriku saja yang tidak bisa mendapatkan hati pria pujaannya. Zayana melirik ke arah Annelise yang sedih


"Secara pribadi aku menyukai putra mandiri Theodore, dari wajah, kepribadian, kekuasaan dan kekuatan, dia punya semuanya. Tapi, sebelum aku memberikan restu pada kalian. Aku ingin bertanya satu hal, maukah kalian menjawabnya dengan jujur?" tanya Gustaf serius, tidak seperti biasanya.


Camellia dan Theodore menengadah ke arah Gustaf, menatap pria itu dengan serius.


"Apa itu yang mulia pangeran?" tanya Theodore


"Apa itu paman?" tanya Camellia


"Apa kalian saling mencintai?" tanya Gustaf sambil menatap kedua pasangan itu dengan tajam


DEG!


Bagi Theodore ataupun Camellia, pertanyaan dari Gustaf adalah pertanyaan yang membingungkan sekaligus mematikan untuk dijawab. Theodore dan Camellia saling melirik, haruskah mereka jujur? ataukah berbohong?


"Sebenarnya saat ini hanya saya sa..."


"Kami saling mencintai, paman" jawab Camellia memotong kata-kata Gustaf


Kenapa Lia berbohong?. Batin Theodore kaget


"Putri Camellia, kau serius?" tanya Gustaf tajam


"Aku serius paman!" seru Camellia tegas


Jika aku berkata tentangmu yang sebenarnya pada paman Gustaf, itu akan menjatuhkan harga dirimu. Aku tidak mau menjatuhkan harga diri orang yang sudah menyelamatkan hidupku.


Kenapa aku merasa kalau hanya putra mahkota saja yang menyukai Camellia?. Batin Gustaf heran


"Baiklah, kalau begitu tidak ada alasan juga bagiku untuk menolak. Karena kalian bilang kalau kalian saling mencintai" jelas Gustaf sambil tersenyum "Tapi.. kau harus meminta izin dari Raja Darren juga, apakah dia setuju menikahkan putranya dengan putri dari kerajaan yang sudah hancur?" tanya Gustaf merendah


"Saya sudah meminta izin pada ayahanda sebelumnya, dan ayah saya sudah mengizinkan nya lebih dulu. Tidak peduli putri Camellia itu siapa, statusnya seperti apa, ia adalah gadis yang saya cintai dan satu satunya yang ingin saya nikahi" jelas Theodore penuh kesungguhan


Gustaf dan Derrick tersenyum mendengar penjelasan dari Theodore. Mereka respect dengan sikap Theodore. Sementara itu Zayana terlihat sedih melihat Annelise yang pergi begitu saja dari sana.


Arthur dan Dimitri merasa terharu dengan sikap dan kata-kata Theodore. Menunjukkan kesungguhan pria itu pada adik bungsu mereka.


Setelah pembicaraan itu, Theodore mengantar Camellia ke kamarnya."Kau serius akan menikahi ku? kau tau kan kalau hatiku ini.."


Theodore memberanikan dirinya mengecup bibir Camellia. Gadis itu kaget dan langsung memegang bibirnya."Apa yang.. apa yang kau lakukan?" tanya Camellia


"Aku tau hatimu bukan milikku sekarang, tapi nanti akan jadi milikku." Theodore menatap Camellia dengan yakin


"Yang mulia putra mahkota.."


"Theo.. sudah kubilang kan, panggil aku Theo" ucap Theodore


"Iya Theo.."


Tuhan.. bagaimana jika hatiku masih tidak terbuka untuknya? aku tidak mau menyakiti pria sebaik dirinya. Kenapa aku malah memikirkan Kainer lagi?


"Masuklah ke kamarmu hari sudah malam dan tidurlah yang nyenyak" Theodore memeluk Camellia dengan lembut dan penuh perhatian.


"Kau juga, Theo" ucap nya pada Theodore


KLAK


CEKRET


Camellia masuk ke dalam kamarnya, ia semakin merasa bersalah pada Theodore. Hutang budi, ditambah rasa bersalah karena tidak ada cinta, dan sikap lembut Theodore. Membuatnya semakin tidak nyaman.


"Aku harus bagaimana denganmu Theo.. haahh.."


"Harus bagaimana lagi? putuskan saja dia" kata Kainer yang sudah berbaring di ranjang Camellia. Kainer tersenyum melihat Camellia.


"Ka-kau! kenapa kau disini??!" tanya Camellia seraya menunjuk ke arah pria yang sedang telanjang dada itu.


...---***----...


Readers! kalau mau lanjut lagi up nya hari ini, please komen dan like nya😘😘