Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Godaan


...🍀🍀🍀...


Dua tubuh itu saling bersentuhan, tangan si pria mendekap erat tubuh si wanita yang kedinginan dan belum sadarkan diri. Kainer masih menunggu datangnya Keith bersama tabib manusia yang akan mengobati Camellia.


Raja iblis itu sedang berusaha sekuat tenaganya menahan godaan yang tengah ia hadapi. Memeluk wanita yang ia cintai dalam keadaan sama-sama telanjang itu, telah membuat gairah nya memuncak. Terlebih lagi saat sesuatu yang empuk empuk menabrak tubuh kekarnya.


DEG!


Apa ini? empuk sekali.. apa ini miliknya? ternyata milik perempuan bisa selembut ini.. apa menyentuhnya tidak apa-apa?


Jantungnya berdebar kencang tidak karuan, matanya masih menutup menahan godaan yang ada.


"Tahan Kainer! kau adalah iblis yang baik, iblis baik yang menghargai prinsip kekasihnya! tahan dirimu, tahan tanganmu yang ingin menyentuhnya! kamu hanya akan memeluknya.. hanya memeluknya!!" Kainer gereget pada dirinya sendiri, ia ingin menyentuh Camellia sesuka hatinya. Namun, ia teringat prinsip kekasihnya yang harus ia jaga.


Naluri iblis nya terus memancar, tatkala kedua mata sang iblis itu menatap Camellia yang masih tak sadarkan diri. Hidungnya yang mancung, bulu mata nya yang lentik, bibir nya yang merah semerah buah delima. Sangat cantik, mengundang gairah Raja iblis itu. Kainer mulai berfikiran macam-macam, tapi dia tetap menahannya walau pikiran nya mulai menjadi liar. Dia sadar kalau mereka belum sah menjadi suami istri dan Kainer tidak boleh bertindak melebihi batas berdasarkan n*fsu iblis ya.


Kainer menggerutu kesal, kenapa Keith belum datang juga. Godaan Camellia, dia tak bisa menahannya lebih lama lagi.


Beberapa saat kemudian setelah lama berpelukan, Kainer merasakan tubuh Camellia tidak sedingin seperti saat pertama kali dia memeluknya. Bibirnya yang pucat kembali memerah.


"Apa keadaan nya mulai membaik? suhu tubuhnya tidak sedingin tadi. Tapi kenapa dia belum sadar?" tanya Kainer keheranan, tangannya memegang kening Camellia dengan lembut. "Sudah mulai menghangat, harusnya dia baik-baik saja kan?" Kainer menatap gadis itu dengan cemas.


Cepatlah siuman, jangan buat aku khawatir padamu. Kisah Rayden tidak akan pernah terjadi pada kita..


"Yang mulia! saya sudah membawa tabib Aludra kemari" ucap Keith dari balik pintu kamar


"Tunggu sebentar!" seru Kainer pada Keith yanh ada di balik pintu


Kainer beranjak dari ranjangnya, ia memakaikan Camellia baju nya kembali dan menutupi tubuhnya dengan selimut hangat. Kainer juga segera memakai pakaian nya.


"Masuk!" seru Kainer pada orang-orang yang ada di luar pintu.


Keith, Aludra, Monia, Kara dan Greta melangkah masuk ke dalam kamar Camellia. Tak lupa mereka memberi hormat pada Kainer. Tanpa banyak basa-basi, Kainer meminta Aludra memeriksa kondisi Camellia.


Aludra memeriksa denyut nadi di tangan Camellia dengan hati-hati. Sesaat kemudian, Aludra tercekat.


Astaga! ini kan racun dingin? siapa orang yang sudah melakukan hal sekejam ini pada tuan putri! Orang yang memiliki racun dingin, hidupnya akan sangat menderita setiap racun dingin nya kambuh. Banyak orang bilang kalau mati lebih baik daripada hidup dengan mengidap racun dingin ini. Aludra prihatin dengan kondisi Camellia yang terkena racun dingin.


"Ada apa?" tanya Kainer melihat wajah Aludra yang terlihat kaget


"Izin menjawab yang mulia, saya yakin tuan putri terkena racun dingin" jawab Aludra dengan sopan


"Itu hasil diagnosa yang sama dengan Kara. Lalu, bagaimana menyembuhkan racun nya? kau kan berasal dari bangsa manusia, kau pasti tau caranya bukan?" tanya Kainer sambil menyilangkan tangannya di dada


"Ampuni saya yang mulia, dari dulu sampai saat ini. Di dunia manusia belum ada obat yang bisa menyembuhkan racun dingin" jawab Aludra dengan wajah sedihnya


"Jadi, apa maksudmu kalau dia harus hidup dalam kesakitan selamanya?!!" teriak Kainer murka.


Camellia harus menanggung semua ini? belum ada obatnya? bagaimana ini? apa dia akan terus kesakitan!


"Sa-saat ini memang kenyataannya seperti itu yang mulia. Tapi, setiap kali tuan putri kambuh. Racun nya bisa ditekan agar tidak terlalu menyakitkan" jelas Kara ketakutan melihat Kainer yang marah.


"Siksaan???!!" Kainer geram, ia mendengus kesal. Matanya berubah merah dan menyala-nyala seperti api membara."Siapa yang sudah meracuni Camellia?! dan dari mana racun itu berasal?" tanya Raja iblis itu membentak


"Yang mulia, racun dingin hanya bisa di selipkan melalui makanan dan minuman yang di konsumsi. Apa kah saya boleh tau, makanan apa saja yang sudah di konsumsi tuan putri hari ini sebelum terkena racun?" tanya Aludra penasaran dengan penyebab Camellia terkena racun.


Pasti bukan hanya satu atau dua orang saja di dunia iblia ini yang ingin mencelakai tuan putri. Apakah ramalan Saintess itu benar adanya? kenapa aku merasa ramalan itu akan terjadi?. Batin Aludra mencemaskan Camellia.


"Makanan??" Kainer melirik ke arah Greta, Monia, dan Keith dengan tajam."Kalian yang tau kejadian nya kan? cepat jelaskan! makanan apa yang dimakan olehnya dan dari mana makanan itu berasal?!" teriak Kainer kepada tiga orang yang membeku ketakutan melihat murka nya Raja iblis.


"Izin menjawab yang mulia. Pagi ini tuan putri hanya memakan cemilan dan susu coklat" jawab Monia


"Lalu siapa yang bertanggungjawab atas makanan itu?" tanya Raja iblis sembari menajamkan pandangan nya pada Monia, Keith dan Greta.


DEG!


Greta ketakutan melihat wajah dan perangai Kainer yang murka, seperti akan membunuh saja. Aura membunuh dan tajam, terpancar dalam tubuhnya.


Bagaimana bisa yang mulia putri menyukai pria dengan aura menyeramkan seperti ini? sungguh menakutkan! tapi tuan putri sangat hebat, karena dia bisa mendapatkan hati Raja iblis dan aku masih tidak percaya kalau Raja iblis yang ada di hadapanku ini pernah menjadi kstaria tuan putri dan pernah menjadi manusia . batin Greta ketakutan


"Keith yang membawa nya, yang mulia!" jawab Monia sambil melirik marah pada Keith


"Keith? kau yang membawanya??" tanya Kainer pada ajudan setia nya


"Yang mulia Raja.. saya bersumpah itu bukan saya, yang mulia tolong percaya pada saya!!" Keith menurunkan kepalanya, ia meminta kepercayaan Kainer padanya.


"Ditanya apa kau jawab apa! aku tanya padamu, apa kau yang membawa makanan itu?!!" tanya Kainer dengan suara yang meninggi


"Be-benar.. itu saya, tapi saya tidak pernah menaruh racun di dalam makanan dan minuman itu. Sungguh.. bukan saya" Keith mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Kainer agar percaya padanya.


"Aku dan Camellia sudah memercayai mu, tapi kenapa kau seperti ini lagi Keith?" tanya Kainer kecewa


Keith menengadah, ia terkejut karena Kainer tidak mempercayai nya. Monia juga terus menuduh Keith yang sudah meracuni Camellia dan motifnya sudah jelas bahwa Keith sebelumnya memang pernah ingin membunuh Camellia.


Di saat Keith terpojok, Aludra membelanya. Aludra percaya bahwa Keith tidak meracuni Camellia apalagi berniat membunuhnya seperti sebelumnya.


"Tidak mungkin tuan Keith meracuni tuan Putri apalagi berniat membunuhnya, jika tuan Keith berniat membunuh yang mulia. Kenapa harus menggunakan racun dingin? dan mengapa tuan Keith harus repot-repot mencari saya dengan susah payah untuk mengobati tuan Putri?" Aludra berdiri di depan Keith


Aku tau kau memang iblis, tapi kau sudah menyelamatkan nyawa ku dua kali. Walaupun kau menyebalkan, namun aku yakin kau setia pada Raja mu dan tidak mungkin dia mengkhianati Rajanya dengan melukai orang yang sangat dicintainya. batin Aludra percaya pada Keith.


Mengapa tabib manusia ini membelaku? Batin Keith keheranan


"Tetap saja dia sudah membawa makanan beracun itu! Keith kau harus ditahan dan di interogasi! Greta dan Monia, kalian juga akan dibawa ke penjara, karena kalian tidak menjalankan tugas kalian dengan baik!" ujar Kainer kepada tiga orang yang melayani Camellia.


Mereka bertiga pun diseret ke penjara oleh Gordon dan para pengawal lainnya. Disisi lain, Zefanya dan ayahnya Raja Vairas juga menjadi tahanan di kastil hijau karena Kainer mencurigai mereka juga.


...---***---...


Mohon Maaf readers, kemarin tidak up 😁 karena author sibuk dengan RL..


Jangan lupa like komen nya ya🥰🥰