
Berbekal keberanian dan kepercayaan, Theodore dan Gloria memasuki pintu gerbang masuk ke dunia iblis.
Betapa takjub dan terkejut nya, Theodore melihat dunia yang pertama kali ia lihat. Dunia yang suram, dimana tidak ada satupun manusia hidup disana. Banyak iblis berkeliaran di sekitar gerbang iblis itu. Iblis berbentuk hewan-hewan,yang tampak menyeramkan.
" Apa anda berdebar yang mulia putra mahkota?" tanya Gloria pada Theodore yang wajahnya terlihat bingung
" Tidak, aku hanya takjub karena baru pertama kali masuk ke dunia iblis. Ternyata disini begitu menyeramkan dan panas " ucap Theodore sambil melihat-lihat ke sekitar nya.
" Benar juga, sesaat saya lupa kalau anda baru pertama kali kemari. Tenanglah yang mulia, mereka hanya iblis kelas bawah. Kita bisa mengalahkan nya dengan mudah " Gloria tersenyum tipis, meremehkan pada iblis yang berdiri tak jauh di depan mata nya.
Theodore tersenyum mendengar rasa percaya diri wanita tua yang ada disampingnya itu.
" Apa anda meremehkan saya yang mulia? walaupun saya sudah tua, tapi tenaga saya masih cukup kuat loh " Gloria percaya diri
" Aku tidak berani meremehkan mu, tapi kita lihat saja ke depan dulu. Mereka harus kita kalahkan " Theodore bersiap memegang pedang ditangannya, beberapa iblis kelas bawah itu berjalan menghampiri Theodore dan Gloria.
" Seperti nya anda ingin segera bertemu tuan putri. Saya merestui anda, saya berharap anda bisa bersama tuan putri " Gloria bersiap dengan kekuatan sihirnya dan tongkat yang dibawanya.
" Terimakasih" jawab Theodore singkat
SLING
SLING
" ROAARrrrr!! beraninya kalian para manusia masuk ke wilayah bangsa iblis dan bagaimana kalian bisa masuk?!" ujar salah satu iblis berbentuk singa itu
" Yang ini biar saya yang urus, yang mulia " Gloria langsung memusnahkan iblis singa itu dengan sekali serangan, hanya melukainya. Namun tidak membunuh nya.
Theodore juga melakukan hal yang sama, ia menggunakan Mana yang ada di dalam tubuhnya dan menyalurkan nya pada pedang. Theodore menyerang ketiga iblis di dekat gerbang itu dengan sekali serangan.
Ketiga iblis itu terkapar tidak berdaya di buat pingsan oleh Theodore.
" wah wah, yang mulia Putra mahkota ternyata anda cukup hebat juga " Gloria memuji
" Aku tidak sehebat dirimu " Theodore tersenyum sedikit
" Wah wah wah, terimakasih untuk pujian nya yang mulia. Selain hebat ternyata anda juga tampan " Gloria tersenyum
" Baiklah, sekarang kita akan kemana?" tanya Theodore
" Ikuti saya yang mulia, tapi sebelum itu bersihkan dulu pedang anda dari darah itu. Karena kita akan menghadapi iblis yang lebih banyak lagi " ucap Gloria sambil melihat pedang Theodore yang berlumuran darah
🍂🍂🍂
Di kamar Camellia, kastil iblis.
Camellia baru saja selesai berganti baju, keadaan sudah lebih baik dari sebelumnya. Aludra dan Monia masuk ke dalam kamarnya untuk mengecek keadaan nya.
" Yang mulia, bagaimana keadaan anda? apa yang mulia masih merasakan panas?" tanya Aludra sambil memeriksa denyut nadi Camellia dengan hati-hati
" Aku sudah baikan setelah berendam di air es itu. " jawab Camellia
" Syukurlah, keadaan yang mulia sudah membaik.." Aludra merasa lega
" Um.. yang mulia, apa boleh saya menanyakan sesuatu?" tanya Monia ragu-ragu
" Kau mau tanya apa? katakan saja " ucap Camellia sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kering
" Kenapa yang mulia terus menolak ketulusan Baginda Raja? Baginda Raja sangat mencintai yang mulia putri " tanya Monia cemas
Pertanyaan Monia sempat membuat Camellia terdiam. Di satu sisi hatinya merasakan ketulusan cinta Kainer, tapi disisi lain hatinya ia tidak lupa bahwa ia kehilangan kedua orang tuanya karena Kainer. Dan Camellia belum bisa memaafkan Kainer untuk kematian kedua orang tuanya, terlebih lagi Kainer juga menyimpan kebohongan besar tentang dirinya sebagai Raja iblis dan menjadi kekasih nya.
" Yang mulia, bukankah itu semua sudah berlalu? apa anda masih belum bisa memaafkan yang mulia Raja?" tanya Monia heran
" Jika kau jadi aku apa kau akan memaafkan kekasihmu yang sudah membunuh kedua orang tuamu? dia bahkan berbohong kepadamu tentang dirinya? apa itu bisa di maafkan?" tanya Camellia marah
" Yang mulia mohon maafkan kelancangan saya. Bukankah ada yang namanya kesempatan? apa yang mulia Raja tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua dari tuan putri?" tanya Monia berharap jawaban yang baik dari gadis cantik berambut perak yang ada di depannya itu.
" Kesempatan itu hanya untuk manusia, bukan untuk iblis seperti dirinya " jawab Camellia ketus dan sedih
Kenapa ini sangat bertentangan dengan hatiku? kapan cinta dan benci ini menghilang? kenapa tidak bisa menjadi satu rasa saja?
Monia dan Aludra tercengang dengan jawaban Camellia, ada kebencian dan keraguan bersatu di dalam jawaban pedasnya itu. Mereka bisa merasakan kalau Camellia juga mencintai Kainer.
" Yang mulia..." ucap Monia dan Aludra secara bersamaan
" Dimana dia? dimana Raja ?" tanya Camellia memotong pembicaraan
" Yang mulia Raja, sedang berada di penjara, dia sedang menghukum tuan Hilde yang hendak menculik yang mulia " jelas Monia
" Hilde? jadi itu nama si lidah panjang itu. Makhluk apa dia? apa dia juga iblis?" tanya Camellia penasaran
" tuan Hilde adalah ajudan Raja Koros "
" Raja Koros? si raja neraka itu?" tanya Camellia
" Benar yang mulia " jawab Monia
Apa tujuannya dia menculik ku? Camellia terlihat sedang berfikir
" Monia, bawa aku kesana " ucap Camellia sambil berdiri dari ranjangnya
" Yang mulia mohon maaf saya menyela, tapi keadaan yang mulia masih belum stabil sepenuhnya. Lebih baik yang mulia istirahat saja " ucap Aludra mengingatkan
" Tapi aku .. "
" itu benar, biar yang mulia Raja saja yang akan menyelesaikan nya. " tambah Monia pada Camellia
" Hem.. baiklah "
Camellia menahan rasa penasaran nya terhadap Hilde, sosok yang sudah menculiknya itu. Ia memfokuskan dirinya untuk beristirahat, tubuhnya memang agak lelah dan masih agak panas. Karena itulah Monia memberikan minuman yang segar untuk Camellia, dan makanan untuk menambah tenaga nya.
Monia berharap kalau Camellia akan seterusnya tinggal di dunia iblis dan menjadi pendamping Kainer. Saat sedang bersantai di kamarnya, terdengar kegaduhan diluar kamar itu.
" Monia, ada apa diluar? kenapa terdengar keributan? " tanya Camellia yang langsung beranjak dari ranjangnya.
" Biar saya periksa dulu yang mulia, yang mulia disini saja "
" Ta-tapi "
" Aludra, temani yang mulia disini " ucap Monia pada Aludra, mereka berdua sudah terlihat akrab.
" Iya " jawab Aludra
Monia pergi keluar dari kamar itu, ia melihat beberapa iblis jatuh pingsan seperti habis diserang oleh sesuatu. Monia pun kembali ke bentuk iblis nya dan mencari penyebab pengawal kastil iblis itu bisa pingsan.
Saat Monia sedang sibuk diluar, Theodore masuk ke dalam kamar Camellia. Ia membuka pintu kamar itu, dan ia melihat wanita yang ia rindukan ada di depannya.
Camellia sempat kehilangan kata-kata saat melihat Theodore, ia tak percaya bahwa yang dilihatnya adalah Theodore. Bagaimana bisa Theodore ada di dunia iblis? pikirnya dalam hati penuh kebingungan.
" Putra mahkota Theodore, kenapa kau ada disini?" tanya Camellia terpana melihat pria itu ada di depannya
Aku tidak bermimpi kan? putra mahkota Theodore ada disini? ada di dunia iblis?
Theodore tersenyum lalu berlari dan memeluk Camellia dengan penuh perasaan rindu bercampur haru. Aludra yang melihatnya juga merasa terharu dengan pertemuan Theodore dan Camellia. Aludra langsung memberi hormat menunduk di depan putra mahkota kerajaan Ilios itu, karena ia mengenalinya.
GREP
" Syukurlah kau baik-baik saja putri Camelia " ucap Theodore dengan perasaan lega penuh syukur
Ini bukan mimpi kan? aku bisa melihat lagi Camellia.
" Yang mulia Putra mahkota..i-ini.. ka-kau bagaimana bisa?" gumam Camellia kebingungan
" hey yang mulia! pelukannya bisa dilanjutkan nanti saja kan? waktu kita tidak banyak " ucap Gloria yang sudah berdiri di ambang pintu kamar itu
" Ma-maaf saint " Theodore melepaskan pelukannya, ia terlihat gugup. Sementara itu Camellia menatap Theodore dan Gloria penuh kebingungan dan pertanyaan.
" Tuan putri, saya tau anda punya banyak pertanyaan tapi kita harus segera pergi dari sini " ucap Gloria
" I-iya, Aludra ayo " ajak Camellia pada Aludra
Theodore menggandeng tangan Camellia, Gloria berjalan berdampingan bersama Aludra. Beberapa iblis mengejar mereka termasuk Monia yang sudah mengetahui bahwa Theodore dan Gloria akan melarikan diri dari kastil iblis.
Monia, Keith dan beberapa pengawal iblis itu mengejar mereka sampai ke portal dunia iblis dan dunia manusia.
" Yang mulia, apa anda benar-benar akan pergi dari sini? " tanya Monia sedih
" Ini bukan duniaku, Monia. Aku tidak seharusnya berada disini " jawab Camellia
" Putri Camellia, ayo " ajak Theodore
Camellia sempat menatap sedih ke arah Monia, matanya berkaca-kaca. Walaupun hanya 2 hari ia berada di dunia iblis tapi rasanya seperti sudah lama tinggal disana.
Maafkan aku Kainer.
Dengan sengaja Keith membiarkan Camellia, Theodore, Aludra dan Gloria pergi melewati portal. Mereka berempat masuk ke dalam portal, dan hilang bersama cahaya.
****
Monia tampak kesal dengan Keith yang memegang kendali pasukan iblis, tapi hanya diam saja melihat Camellia kembali ke dunianya. Padahal ia bisa memerintahkan pasukan iblis untuk menghentikan kepergian Camellia.
" Ada apa denganmu Monia? seharusnya kita merasa senang dia pergi dari sini " tanya Keith sinis
" Tuan putri adalah seseorang yang penting untuk Baginda, bagaimana bisa tuan Keith membiarkan nya pergi?" tanya Monia sedih
" Tampaknya emosimu sudah terpengaruh oleh manusia manusia itu. Monia, kita harus berfikir secara realistis. Manusia dan iblis tidak bisa bersama " ucap Keith tegas
" Tapi..."
" Yang mulia akan melupakan gadis itu cepat atau lambat, waktu akan mengubah segalanya. Asalkan mereka tidak bertemu satu sama lain " ucap Keith yakin
Ini yang terbaik untuk yang mulia. Maafkan saya yang mulia.
Keith meminta agar Monia dan semua pasukan tutup mulut pada Kainer tentang mereka yang tidak mencegah kepergian Camellia. Mereka sepakat menyembunyikan semuanya dari Kainer, dan mengarang cerita kalau mereka sudah mencegah Camellia pergi dari kastil iblis namun tidak berhasil.
🍂🍂🍂
Senang memang dirasakan oleh Camellia yang sudah kembali ke dunia nya, tapi ia juga merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya saat pergi dari kastil itu. Kini ia berada di tempat Gloria. Dan disana sudah ada kedua kakaknya yang menunggu nya.
WUSH ----
Camellia, Theodore, Aludra dan Gloria muncul di depan Arthur dan Dimitri yang sedang duduk di kursi ruang tengah kastil Gloria itu.
" Lia! Kakak, itu Lia!" ujar Arthur tak percaya melihat sang adik sudah ada di hadapan nya.
Dimitri dan Arthur langsung berlari menghampiri adiknya itu dan memeluk nya dengan penuh rasa rindu. Mereka bersyukur bahwa Camellia baik-baik saja.
" Lia, kami pikir kami tidak bisa melihat mu lagi.." ucap Dimitri senang
" Kami bisa gila kalau terjadi sesuatu padamu. Syukurlah kau baik-baik saja " ucap Arthur dengan mata yang berkaca-kaca
" Terimakasih putra mahkota Theodore, Saintess, terimakasih kalian sudah menyelamatkan Camellia " ucap Dimitri sambil tersenyum senang
Gloria hanya mengangguk dan tersenyum melihat pertemuan ketiga saudara itu dengan haru. Theodore juga tampak senang dengan kembali nya Camellia.
" Aku juga merindukan kak Dimitri, dan kak Arthur. Aku rindu.. " gadis itu menangis dan memeluk kedua kakaknya.
Kenapa aku masih merasa sedih? padahal aku sudah bertemu dengan kedua kakakku. Rasanya ada sesuatu yang terasa hampa di ruang hatiku ini. Tapi apa?
Setelah itu Dimitri dan Arthur menyiapkan makanan kesukaan Camellia untuk menyambut kembali kedatangan nya. Mereka pun akan makan malam bersama. Sesudah makan malam, tiba-tiba saja Theodore merasakan sakit ditubuhnya.
" Uh.. "
" Putra mahkota Theodore, apa yang terjadi?" tanya Arthur cemas
" Tidak apa-apa pangeran, seperti nya saya sedikit terluka saat melawan para iblis tadi " Theodore memegang perutnya.
" Apa itu sangat sakit? biarkan aku memeriksa mu putra mahkota " ucap Camellia cemas
" Aku baik-baik saja putri " jawab Theodore
" Ikut aku, kau tidak baik-baik saja " tanpa sadar Camellia menggandeng tangan Theodore dan membawa pria itu dari ruang makan.
Apa Camellia sedang mengkhawatirkan ku?
Gloria, dan kedua kakak Camellia tersenyum melihat kedua orang itu bergandengan tangan.
" Sudah kuduga mereka akan cocok " ucap Arthur
" Ya, Arthur kau benar. Kali ini aku setuju denganmu " Dimitri tersenyum
****
.
.
Theodore dan Camellia berada di sebuah ruangan pengobatan. Camellia mencari-cari obat untuk luka luar yang ada pada perut Theodore. Tadinya Camellia ingin menggunakan kekuatan penyembuhan nya, namun kekuatan nya belum sempurna.
" Aku bisa mengobati diriku sendiri, putri " Theodore merasa tidak enak hati
" Seperti nya ini adalah tanggungjawab ku, kau seperti ini karena menyelamatkan ku. Ayo buka bajumu "
" Bu- buka baju?" tanya Theo kaget
" Bagaimana aku bisa mengobati luka di perut mu kalau kau tidak membuka bajumu? jadi bukalah bajumu " ujar Camellia
" i-iya " jawab Theodore gugup
Kenapa aku jadi grogi begini? ini bukanlah diriku. Wajah Theodore memerah
Camellia melihat wajah pria yang memerah itu.
Pilihanku benar menyuruhnya buka baju, seperti nya dia kepanasan sampai wajahnya memerah begitu. Dunia iblis kan memang panas. Kasihan dia.
Theo pun membuka kancing bajunya satu persatu, namun ia terlihat kesulitan saat akan membuka semua kancingnya. Melihat Theo yang kesulitan, akhirnya Camellia menawarkan dirinya untuk membuka baju Theo.
" Biar aku yang membantumu "
" Tidak, aku bisa sendiri " ucap Theo
" Tangan yang mulia sedang terluka, biar aku yang bantu "
" Baiklah " Theo setuju
Camellia tidak berani menatap Theodore saat membuka baju pria itu. Ia memalingkan wajahnya. Hingga membuat Theo berfikiran kalau Camellia tidak suka melihat tubuhnya.
Setelah baju pria itu berhasil dibuka, badan kekar Theo yang penuh dengan luka di bagian perutnya. Camellia tersentak melihat nya dan tampak cemas.
" Apa ini sangat sakit? ah apa sih yang aku tanyakan, ini pasti sangat sakit. " Camellia merasa sedih
" Ini tidak sakit "
" Bohong " ucap Camellia sambil mengoleskan obat ke luka yang ada di perut Theo dengan lembut dan hati-hati
" Benar kok luka ini tidak sakit, yang sakit ada di dalamnya "
" Di dalam ? apa mungkin Putra mahkota mengalami luka dalam?" tanya Camellia polos
" iya di bagian sini sangat sakit, saat kau pergi jauh dari ku " Theo memegang tangan Camellia, dan meletakkan tangan gadis itu di dadanya. Theo menatap Camellia tanpa berkedip, penuh perasaan.
" Yang mulia putra mahkota.. " Camellia menghindari dari tatapan Theo. Lalu Theo mengangkat dagu Camellia dan membuat wajah mereka saling berdekatan.
" Putri Camellia.. aku.. " Theo mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang ada di depannya itu.
...---***---...
Thanks Readers! yang sudah mengikuti novel ini sampai sekarang. Maaf ya kalau author slow update nya, terimakasih dukungannya dari kalian yang memberikan bunga, atau vote nya 😘😘