
Kekuatan sihir Gloria membuat para pangeran terpana. Ia mengubah gubuk reyot menjadi istana yang megah. Selain itu ia juga mengubah baju nya yang tadi compang-camping menjadi lebih rapi.
" Ha, ayo masuk. Kenapa kalian malah bengong begitu?" tanya Gloria keheranan melihat ketiga pangeran tampan itu yang ternganga melihat istana di depannya
" Aku tidak percaya ini, sihir nenek sangat menakjubkan " Arthur terpana, sembari mengacungkan jempolnya pada Gloria
Gloria memukul kepala Arthur dengan tongkatnya, ia tampak kesal di panggil nenek oleh Arthur.
TUK
" Aduh sakit nek " gerutu Arthur sambil memegang atas kepalanya
Untunglah kami membutuhkan mu nenek tua. Kalau tidak kau sudah dipenggal! gerutu Arthur kesal di dalam hatinya
Lagi-lagi Theodore dan Dimitri terpana oleh aksi Gloria yang berani memukul kepala seorang pangeran.
" Kau sama seperti ayahmu, Raja tiran itu! jangan panggil aku nenek, aku ini penyihir hitam terhormat. Ayahmu sudah memberiku gelar Saintess ! Aku adalah saintes! apa kau paham?" kata Gloria mengingatkan pada Arthur
" Baiklah saint Gloria " jawab Arthur sebal
" Tunggu apa lagi ayo masuk. Seperti nya banyak yang ingin kalian bicarakan padaku, dan aku juga ada yang ingin dibicarakan terutama dengan kalian berdua, anak-anak Alexander dan Leticia " Gloria melirik ke arah Arthur dan Dimitri dengan tajam
Arthur, Dimitri dan Theodore merasakan sesuatu yang hebat tentang Gloria. Walaupun usianya sudah tua, namun aura yang dipancarkan oleh Gloria sangat kuat dan menekan sebagian MANA milik ketiga pangeran itu.
Ketiga pangeran kerajaan itu berjalan menuju ke ruang tamu. Tempat berbincang yang sesuai, selain itu Gloria juga menjamu para tamu nya dengan menyediakan teh dalam gelas menggunakan sihirnya.
" Maaf, dari tadi saya sangat penasaran apakah Saintess pemiliknya sihir elemen juga?" tanya Theodore penasaran, melihat Gloria menggunakan sihir yang berbeda dari manusia lainnya.
" tidak, aku berbeda dari kalian. Aku punya sihir yang mengerikan dan berhubungan dengan iblis " jawab Gloria " Jadi, biar ku tebak.. apa kalian kemari ada hubungannya dengan iblis?" tanya Gloria
Dimitri, Theodore dan Arthur mengangguk mengiyakan pertanyaan Gloria.
" Jadi, apa yang bisa ku bantu? kalian ingin aku pergi ke dunia iblis atau bagaimana?" tanya Gloria santai
" Maaf, kenapa saint bicara seakan akan sudah tau tujuan kami datang kemari? " tanya Arthur heran
" Ayah kalian pernah meminta tolong padaku, dan pasti hal itu berhubungan dengan bangsa iblis. Jadi, aku sudah tau akan begini. Kali ini apa yang terjadi?" tanya Gloria tajam
" Adik kami, dia di culik oleh bangsa iblis " jawab Dimitri
" APA?! maksud yang mulia, putri Camellia?" tanya Gloria kaget
Tidak mungkin, apa ramalan itu benar-benar akan terjadi? Gloria tampak berfikir, ia sampai berdiri dari kursinya karena kaget
" Itu benar, dan kami ingin menyelamatkan nya. " kata Theodore
" Saint, tolong beritahu kami keadaan adik kami. " kata Arthur memohon
Gloria terdiam, wajahnya tampak serius. Ia pun meminta ketiga pangeran itu untuk mengikuti nya ke sebuah ruangan bawah tanah. Ruangan yang minim cahaya, dan hanya ada lilin yang menerangi. Gloria menunjukkan sebuah bola kristal, yang bisa menerawang ke alam selain dunia manusia.
" Dengan ini kita hanya bisa melihat keadaan nya, namun aku harus menggunakan setengah MANA di dalam tubuhku untuk mengaktifkan nya. Dan aku juga butuh kalian untuk membuka kembali bola kristal ini "
" Kami bersedia membantu! asalkan kami bisa melihat keadaan Lia disana " kata Dimitri
" Baiklah, aku bisa menunjukkan nya. Tapi tidak bisa lama-lama. Aku butuh sedikit mana kalian " kata Gloria
Theodore, Dimitri dan Arthur memberikan sedikit Mana yang ada di dalam tubuh mereka dan menyalurkan nya ke dalam bola kristal milik Gloria. Terlihat lah cahaya terang menyilaukan dari bola kristal itu.
" Tuhan! kumohon bantu kami, tunjukkanlah keberadaan dan keadaan putri Camellia Hyacinthia Wayne " Gloria mengarahkan tangannya ke arah bola kristal itu.
Tangan Gloria mengeluarkan cahaya terang, lalu terlihat lah Camellia berada di dalam bola kristal itu.
" Kakak! itu Lia! Lia masih hidup " ujar Arthur senang melihat adiknya masih hidup dan baik-baik saja.
" Lia.." gumam Dimitri dengan mata berkaca-kaca melihat adiknya dari bola kristal. Ia sangat merindukan adiknya itu, ia merasa lega karena Camellia masih hidup dan terlihat baik-baik saja.
Di dalam bola kristal itu terlihat Camellia sedang berada di kamarnya, berbaring malas, wajahnya tampak sedih.
" Camellia.. syukurlah kau baik-baik saja " gumam Theodore lega melihat wanita yang ia cintai baik-baik saja
Lalu bola kristal itu kembali redup dan gambaran tentang Camellia pun lenyap begitu saja dari pandangan mereka.
" Hanya itu saja yang bisa ku tunjukkan pada kalian " kata Gloria
Kemudian, Gloria mengajak ke tiga pangeran itu untuk berbicara di ruang tamu rumahnya. Sebenarnya Theodore, Dimitri dan Arthur memiliki banyak pertanyaan tentang Camellia dan alasan Kainer membawanya ke dunia iblis.
" Aku tahu kalian senang karena adik kalian baik-baik saja, tapi aku tau kalau kalian masih memiliki pertanyaan di dalam hati kalian "
" Saint, apa anda juga seorang peramal? kenapa anda bisa tau apa yang ada dipikiran kami?" tanya Arthur heran
" Aku tau hanya dengan melihat wajah kalian. " jawab Gloria sambil menyeruput teh yang ada di dalam gelas
" Ya, aku memiliki pertanyaan untuk Saint. Kenapa Raja iblis membawa adikku ke dunia nya? dan adikku masih baik-baik saja, apa tujuan nya?" tanya Dimitri penasaran
Aku juga penasaran dengan hal itu. Batin Theodore
" Alasannya adalah cinta " jawab Gloria yakin
" CINTA?!" Ketiga pangeran itu kaget mendengar nya, mereka tidak percaya mana mungkin Raja iblis bisa jatuh cinta dan memiliki perasaan pada manusia.
" Saint, itu tidak mungkin. Raja iblis sialan itu tidak mungkin jatuh cinta pada adik ku " Arthur tidak percaya
" Lalu menurut mu kenapa Lucifer membawanya ke dunia iblis dan dia masih hidup sampai sekarang? Lucifer sudah jatuh cinta pada adikmu, hal ini persis seperti ramalan dan masa lalu yang sudah terjadi " jelas Gloria cemas
Theodore terlihat kesal dan sedih mendengar fakta kalau Kainer menyukai Camellia. Gloria pun menjelaskan kecemasan nya terhadap takdir dari ramalan tentang Camellia pada Theodore dan kedua kakak Camellia.
" Saat kalian bertiga masih bayi, aku memberikan kalian berkat dan disana lah aku melihat ramalan mengerikan tentang adik kalian. Aku tidak tau itu akan terjadi atau tidak, namun melihat alurnya sampai saat ini mungkin takdir itu benar " jelas Gloria cemas
" Takdir? ramalan? apa itu Saint? beritahu kami, agar kami bisa mengubahnya jika itu adalah takdir yang buruk !" ujar Dimitri
Tidak akan aku biarkan adikku berada di dalam bahaya.
" Aku melihat masa depan adikmu bersama Raja iblis itu. Mereka di masa depan akan hidup bersama, dan menikah "
" APA???!!" Theodore, Dimitri, Arthur tersentak kaget mendengar nya.
" Benar, dan hal itu membawa ketidakseimbangan antara dunia manusia dan dunia iblis. Dan yang lebih buruk dari itu, putri Camellia akan mati dengan mengenaskan " Gloria meneruskan kata-katanya
Ketiga pangeran itu kaget mendengar ramalan yang di katakan Gloria tentang Camellia. Mereka tidak akan membiarkan itu terjadi, dan bersikeras akan menyelamatkan Camellia dari takdir buruknya.
Dimitri mendesak Gloria agar memberitahukan cara nya agar bisa masuk ke dunia iblis. Ia tak bisa berlama-lama membiarkan Camellia berada di dunia iblis bersama para iblis yang mungkin saja bisa membunuhnya.
" Aku bisa membawa salah satu dari kalian untuk masuk ke dunia iblis, tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian dari para iblis itu. Dari sana kalian harus berusaha sendiri " kata Gloria menerangkan. " Lalu siapa yang akan pergi kesana?" tanya Gloria
Theodore, Dimitri dan Arthur saling melirik satu sama lain. Mereka bertiga ingin pergi ke dunia iblis untuk menyelamatkan Camellia, namun hanya salah satu dari mereka yang bisa pergi. Akhirnya Theodore mengajukan dirinya saja yang pergi ke dunia iblis, ia meminta izin dari kedua kakak Camellia.
" Bagaimana ini kak?" tanya Arthur pada Dimitri yang terlihat berfikir.
" Sebenarnya lebih bagus kalau Putra mahkota Theodore lah yang kesana. Karena darah kalian sudah tercampur dengan janji darah, kalian akan di kenali oleh bangsa iblis disana. Jika putra mahkota Theodore yang kesana, dia bisa menyelinap tanpa ketahuan " jelas Gloria
" Baiklah, kalau begitu kami percayakan ini padamu putra mahkota Theodore " kata Dimitri penuh keyakinan
" Saya tidak akan mengecewakan yang mulia putra mahkota dan pangeran " jawab Theodore penuh keyakinan
Aku tidak akan membiarkan takdir itu terjadi pada Camellia. Aku akan mengubah takdir nya.
" Kalau begitu ayo kita mulai proses nya " Gloria tersenyum di wajahnya yang keriput itu.
🍂🍂🍂
Di dunia iblis, kastil iblis.
.
.
Monia tampak sedang berjaga di luar kamar Camellia. Ia melihat Kainer berjalan menuju ke kamar Camellia, ditangannya ia membawa nampan berisi makanan dan segelas susu coklat.
" Hormat saya pada Baginda " Monia memberikan hormat pada Raja nya itu
" Apa Camellia ada di dalam?" tanya Kainer pada Monia
" Ya yang mulia, apa yang mulia membawakan makanan ini untuk tuan putri?" tanya Monia melihat makanan yang dibawa oleh Kainer
" Ya ini untuknya. Dia belum makan " Kainer tersenyum
Monia takjub melihat Kainer yang tersenyum dan membawakan makanan untuk wanita yang dicintainya itu. Ia tak percaya bahwa Raja iblis yang haus darah itu bisa jatuh cinta pada seseorang dan rasa cintanya pada Camellia juga besar sampai membuatnya melupakan perbedaan antara iblis dan manusia.
" Biar saya saja yang membawakan nya yang mulia " kata Monia
" Tidak perlu, aku akan membawanya sendiri "
Ellia pasti senang aku bawakan makanan kesukaan nya.
Kainer masuk ke dalam kamar Camellia dan ia tak melihat siapapun ada di dalam sana. Kainer menyimpan nampan makanan nya, ia mencari Camellia ke kamar mandi nya. Namun, wanita itu tak terlihat dimana-mana. Kainer panik dan segera menemui Monia yang berjaga di luar kamar Camellia.
" Kau bilang Camellia ada di dalam? lalu kenapa tidak ada siapapun disini?!" teriak Kainer murka
" Apa?! " Monia kaget mendengar nya. " Yang mulia saya yakin kalau Putri Camellia berada di dalam dan tidak pergi kemana pun. Saya berjaga di sini dari tadi kok "
" Lalu dimana dia?!!" teriak Kainer murka
" Sa-saya akan mencarinya" kata Monia takut melihat kemarahan Kainer
" Panggil Keith dan Aludra juga kemari!" ujar Kainer marah
" Baik yang mulia " Monia segera berlari dengan buru-buru.
Tidak mungkin tuan putri menghilang. Dari tadi aku berjaga di depan sini, bagaimana bisa dia keluar?. Monia tampak kebingungan.
Kainer tampak syok mengetahui Camellia tidak ada di kamarnya, ia takut gadis itu akan melarikan diri darinya meskipun itu tidak mungkin. Lalu kemana gadis itu pergi? Kainer kalang kabut, dan mencari Camellia ke setiap sudut bersama para pengawal nya.
.
.
.
Aludra dan Camellia berada di ruang bawah tanah yang cukup jauh dari kastil itu, ia berada di sebuah gua yang gelap dan sepi.
" Yang mulia, apa anda yakin pedang itu berada disini?" tanya Aludra ketakutan melihat tempat nya berjalan itu.
Camellia tampak terdiam, ditangannya memegang obor untuk cahaya penerangan. Camellia merasa aneh karena jalan nya untuk sampai ke tempat pedang berada sangat mudah, bahkan tidak ada pengawal iblis yang berjaga disana.
" Ini tidak benar, apa si rubah merah itu menipuku? " gumam Camellia merasa aneh
" Yang mulia ada apa?"
" Aludra, kita kembali saja. Pedang nya tidak mungkin berada disini "
Tidak mungkin pedang keramat itu tidak dijaga.
" Baik yang mulia, saya sudah berfikir dari tadi kalau tempat ini memang aneh " jawab Aludra setuju
Saat kedua gadis itu berbalik dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Seseorang bertubuh besar terlihat di depan mereka. Sosoknya merah dan menyeramkan, bertanduk dan memiliki lidah yang panjang.
Dia adalah Hilde, ajudan Koros sang Raja neraka. Ia bersama beberapa iblis lainnya menghadang jalan Camellia dan Aludra.
" siapa kalian? dan mau apa kalian?!" tanya Camellia yang berusaha tenang dan tidak takut dengan sosok Hilde yang menyeramkan
" yang mulia.. bagaimana ini?" tanya Aludra
" Sudah terlambat untuk mu kembali tuan putri manusia. Aku datang kesini untuk menjemput mu " Hilde tersenyum menyeringai, lidahnya yang panjang itu menjulur dan menyentuh tubuh Camellia dan tubuh Aludra. Keduanya merasa kegelian dan ngeri melihat nya.
Seperti nya mereka bukan bangsa iblis, mereka terlihat berbeda. Apa ini rencana si rubah merah itu untuk menjebak ku? Sialan!
" Aludra, pergilah ! lari dan cari Raja iblis !"" Camellia berbisik pada Aludra
" Yang mulia, saya tidak bisa. "
" Pergilah! Aludra cari bantuan! aku bisa menangani disini !" seru Camellia
Dengan langkah yang ragu-ragu, Aludra pun berlari meninggalkan Camellia untuk mencari Kainer. Beberapa pesuruh Hilde mengejarnya juga.
Lidah Hilde melilit tubuh Camellia dan mencengkram nya dengan erat. " Lepaskan aku! Atau Raja iblis tidak akan membiarkan mu!" seru Camellia mengancam Hilde
" Hoho kenapa kau membawa bawa namanya sekarang? bukankah kau membencinya dan sangat ingin melarikan diri darinya? " tanya Hilde sambil tersenyum menyeringai
Biasanya manusia yang melihatku akan langsung kabur, tapi kenapa dia tenang tenang saja? menarik.
" Aku.. aku..."
Kenapa aku membawa nama nya dalam keadaan seperti ini? apa artinya aku percaya padanya? Tidak, aku harusnya membencinya.
" sudah sudahlah, aku akan mengabulkan keinginan mu. Ayo kita pergi dari sini, tuanku pasti sangat senang bertemu dengan mu cantik " Hilde tersenyum menyeringai. Ia membawa Camellia dengan lilitan lidah nya yang panjang.
Gadis itu tidak berdaya karena sihir nya tidak berguna di dunia itu. Hilde membawa Camellia ke kerajaan neraka.
...--***--...