
Kainer melepaskan ciuman nya itu, setelah menyadari Camellia menangis karena dirinya.
" Hiks.. "
" Jangan menangis Ellia, aku mencintaimu "
" Kau sangat jahat! aku benci, dan aku tidak mencintaimu !" teriak Camellia marah
Camellia menepis tangan Kainer yang bermaksud menyeka air matanya. Camellia pergi begitu saja meninggalkan Kainer disana tanpa mengatakan apa-apa. Camellia hanya menangis saja, selain itu ia merasa merindukan kehidupan nya di dunia nya sendiri. Kehidupan bersama ke dua saudaranya, dan orang-orang terdekat yang ada di kerajaan nya.
Kainer tidak mengejar Camellia, ia merasa gadis itu butuh waktu sendirian. Saat itulah Zefanya datang untuk bicara dengannya.
" Mau apa kau menghalangi jalanku?" tanya Camellia sambil mengusap air mata di pipi nya.
Zefanya terlihat kesal melihat bekas lipstik berantakan yang ada di sudut bibir Camellia.
Mereka bahkan sampai berciuman?
" Aku akan langsung bicara ke intinya. Apa kau ingin keluar dari dunia iblis ini?" tanya Zefanya
" Apa?" Camellia terpana mendengarnya
" Kita bicara ditempat lain saja. " ajak Zefanya
Gadis itu menatap Zefanya dengan curiga. Namun akhirnya ia menurut para Zefanya dan mengikuti nya ke tempat yang sepi. Tak lupa Zefanya menggunakan sihir kedap suara agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
" Apa yang mau kau bicarakan padaku?" tanya Camellia
" Kau sama sekali tidak tau sopan santun ya " Zefanya menyeringai
Derajatnya di sini hanya manusia rendahan, tapi dia berani berkata KAU, padaku? Zefanya mendengus kesal
" Kalau kau kesini untuk membicarakan ini saja, kau hanya membuang waktu ku. " Camellia tidak suka berbasa-basi, ia ingin Zefanya mengatakan hal itu pada intinya.
" Haa..baiklah, aku maafkan ketidaksopanan mu itu manusia rendahan. Karena aku akan berbaik hati padamu "
" Katakan saja apa maksud mu?!" Camellia tak sabar
" Aku akan memberitahu mu cara keluar dari dunia iblis ini " jawab Zefanya
" Apa caranya? " tanya Camellia
" Pedang keramat milik ayahmu, dengan itulah kau bisa keluar dari sini "
" Apa kau tau dimana keberadaan pedang keramat itu?" tanya Camellia penasaran
Jika aku menemukan pedang keramat itu, maka perang manusia dengan iblis bisa dihindari. Jadi selama ini pedang keramat berada di dunia iblis?
" Ya aku tau, kalau kau mau kau bisa mengambil nya. " jawab Zefanya
" Apa kau punya niat tersembunyi di balik semua ini? kenapa kau memberitahukan nya padaku?" tanya Camellia curiga
" Kau memang sangat peka. Ya, aku memang punya tujuan mengatakan ini padamu. Aku ingin kau kembali ke dunia mu dan jangan pernah datang kemari lagi " Zefanya mengatakan niatnya pada Camellia
" Benar hanya itu saja? lalu kenapa kau tidak membunuhku saja jika kau ingin menyingkirkan ku? bukankah itu lebih mudah untukmu?" tanya Camellia
" Kau punya nyali juga ya, kau seperti nya tidak takut mati. Membunuhmu memang terlalu mudah bagiku, tapi aku tidak bisa membunuhmu jika itu aku lakukan, maka Lucifer akan membenci ku " jelas Zefanya
" Apa kau mencintai Kainer, maksudku Lucifer?" tanya Camellia
" Kenapa kau penasaran? lalu bagaimana denganmu? apa kau menyukai nya?" tanya Zefanya
" Tidak, aku membencinya " jawab Camellia sambil mengepalkan tangan nya. Kata-kata nya sungguh berlawanan dengan hatinya.
Zefanya dan Camellia pun mencapai kesepakatan perjanjian. Zefanya berjanji akan membantu Camellia mendapatkan pedang keramat agar bisa membawa nya keluar dari dunia iblis, dan Camellia berjanji pada Zefanya untuk pergi selamanya dari dunia iblis.
Setelah pembicaraan itu selesai, Camellia berjalan kembali ke kamarnya. Ia berpapasan dengan Keith, ajudan iblis itu sama sekali tidak menganggap keberadaan Camellia dan menatapnya dengan sinis. Keith me
" Tuan Keith, kau sangat munafik " ucap Camellia sinis
Di depan Kainer dia bersikap baik padaku, tapi di belakang nya dia bersikap tidak baik.
" Apa kau bilang?" tanya Keith sinis
" Aku tau aku tidak berhak mengomentari sikapmu padaku. Namun, kau tidak boleh bertindak seperti ini di depan Raja mu. "
" Sombong sekali, kau pikir kau siapa? kau tidak tau apapun tentang Baginda Raja " ucap Keith ketus
" Itu memang benar, kau mengenalnya lebih dulu dariku. Jadi ini sebabnya aku mengingatkan mu. Aku hanya tidak mau kau mati karena sikap sombong mu ini tuan Keith, kau tahu benar apa arti diriku di mata nya. Dia akan membunuh siapa saja yang bersikap tidak baik padaku " Camellia tersenyum sinis, ia menyadari bahwa Keith adalah pengkhianat musuh dalam selimut
" Kau mengancam ku?" Keith kaget
" Setidaknya di depan yang mulia Raja mu itu, kau harus bersikap baik padaku. Agar nyawamu tetap aman. Aku hanya ingin kau hidup. Dan aku juga tidak suka berada disini " jelas Camellia
" Kau adalah manusia yang sombong, sama seperti ibu mu Leticia. Sama-sama rendahan " Keith menyeringai
" Apa kau bilang? ibuku rendahan?" tanya Camellia kesal
" Ya, kau dan ibumu sama-sama pel***r rendahan " jawab Keith penuh keyakinan
" Kau boleh menghinaku, tapi kau tidak boleh menghina ibuku!" ujar Camellia marah
Sial! kenapa sihir ku tidak berguna di sini? rasanya aku ingin menyerangnya dengan sihir ku.
Camellia memukul wajah Keith dengan tangan kosong. Dan malah tangannya yang kesakitan, sementara Keith tidak merasakan apa-apa dari pukulan Camellia.
" Auch! sakit " Camellia memegang tangannya yang kesakitan, bahkan sampai memerah
" Haha.. rasakan "
Aludra dan Monia yang sedang mencari Camellia, melihat Camellia bersama dengan Keith.
" Hey! kau apakah yang mulia? " tanya Aludra kesal
" hah, satu lagi manusia rendahan yang menyebalkan " gerutu Keith kesal
" hey kau bilang apa barusan?! " tanya Aludra kesal
" Tuan Keith, apa yang kau lakukan pada yang mulia putri? kau berani melukai nya? kalau yang mulia Raja tau, yang mulia Raja akan murka padamu " Monia mengingatkan Keith sambil memegang tangan Camellia
" Camellia, apa yang terjadi?" tanya Kainer yang sudah mencari gadis itu kemana-mana.
Monia, dan Keith langsung memberi hormat pada Raja mereka. Kainer kaget melihat telapak tangan Camellia yang merah merah.
" Apa yang terjadi? kau terluka?" tanya Kainer cemas
" Aku baik-baik saja, tanganku hanya memukul tembok" jawab Camelia malas
Keith terkejut karena Camellia tidak mengadu kepada Kainer kalau ialah yang sudah membuat tangan Camellia terluka.
" Bagaimana bisa kau memukul tembok? tembok mana yang membuatmu terluka itu? akan ku hancurkan !" seru Kainer kesal
" Tidak perlu, aku mau kembali ke kamar ku. Aludra, ikut aku " Ajak Camellia kepada Aludra
" Ya yang mulia " jawab Aludra patuh
Camellia pergi berjalan bersama Aludra dan Monia, ia mengabaikan Kainer yang sedang bertanya padanya.
" Kebetulan sekali Keith, aku juga sedang mencari mu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mu "
" Ba-baik yang mulia " jawab Keith gugup
Keith tampan tegang melihat wajah Kainer yang dingin dan sinis. Membuatnya bergidik ngeri, kira-kira apa yang akan Rajanya itu bicarakan dengannya?
Keith mengikuti Kainer berjalan dari belakang.
🍂🍂🍂
Di dunia manusia..
Pencarian Gloria belum membuahkan hasil, tidak ada yang tau keberadaan nya. Namun, Dimitri dan Arthur tidak menyerah begitu saja. Mereka mengunjungi semua pelosok negeri sampai ke pedalaman mencari keberadaan penyihir sakti mandraguna itu.
Dimitri dan Arthur juga mulai merindukan adik mereka, yang sudah hampir 2 Minggu lamanya Camellia berada di dunia lain.
" Kakak, tidak ada yang tau keberadaan nya. Bagaimana jika rumor dan gosip tentangnya yang sudah meninggal itu benar-benar nyata?" tanya Arthur
" Tidak Arthur, aku merasa kalau dia masih hidup. Aku yakin " kata Dimitri yakin
" Kakak, apa adik kita baik-baik saja disana? aku merindukan nya " Arthur menghela napas dan merindukan Camellia
" aku juga tidak tau bagaimana keadaan nya, tapi feeling ku mengatakan dia baik-baik saja. Dia masih hidup, dan aku juga merindukan nya sama seperti mu " jelas Dimitri sedih
Saat kedua bersaudara itu sedang duduk berdua, tiba-tiba saja Theodore datang dengan wajah penuh senyuman menghampiri kedua kakak beradik itu.
" Putra mahkota Dimitri, pangeran Arthur! ada berita bagus " Theodore tersenyum sambil memegang sebuah surat ditangannya
" Ayahku bilang, kalau dia tau keberadaan penyihir yang bernama Gloria itu. Dengan begitu kita bisa menemukan putri Camellia " jelas Theodore
Dimitri dan Arthur langsung sumringah saat mendengar berita baik dari Theodore itu. Begitu juga dengan Zayana, Derrick, Gustaf dan Vivian yang senang mendengar berita tentang Gloria.
Hanya Gloria saat ini kunci satu satunya untuk menyelamatkan Camellia dari dunia iblis. Ketika semua orang senang mendengar berita tentang Gloria, Annelise malah terlihat tidak senang.
" Putri Annelise, kau sudah dengar beritanya?" tanya Theodore yang berpapasan dengan Annelise di lorong istana kerajaan Brilla
" Iya " Annelise memaksakan dirinya untuk tersenyum
" Aku sangat senang, akhirnya kita akan segera menemukan Camellia. Aku sudah sangat merindukan nya " jelas Theodore senang
Annelise merasa hatinya berdenyut saat mendengar kata-kata rindu yang di ucapkan Theodore untuk Camellia. Rasa iri dan cemburu mulai menguasai hatinya, di satu sisi ia senang karena Camellia akan segera kembali dan disisi lain ia tidak suka Camellia kembali, takut Theodore akan kembali dekat dengan saudara sepupunya itu.
" Putri Annelise kenapa kau diam saja? kau juga senang kan saudara mu akan kembali bersama kita?" tanya Theodore
" Tentu saja saya senang " jawab Annelise dengan mata yang berkaca-kaca, namun bibirnya menampakkan senyuman
Kenapa bukan aku yang kau khawatirkan seperti ini Putra mahkota Theodore?
Theodore bisa melihat dari wajah Annelise kalau gadis itu terlihat bingung mendengar Camellia akan segera ditemukan. Theodore tidak bertanya lebih banyak, ia pun pergi bersama Dimitri dan Arthur ke kerajaan Ilios untuk menemui Darren yang tau keberadaan Gloria.
🍂🍂🍂
Setelah perjalanan yang hampir 2 hari lamanya, Theodore, Dimitri dan Arthur tiba di kerajaan Ilios. Mereka disambut sendiri oleh Darren selaku Raja Ilios, sekaligus ayah Theodore.
" Hormat ananda kepada ayahanda " kata Theodore
" Hormat kami kepada yang mulia Raja Darren " kata Dimitri dan Arthur sambil menunduk penuh rasa hormat
" Aku terima hormat kalian " Darren tersenyum ramah pada kedua tamu nya itu.
Darren dan Theodore mempersilahkan Dimitri dan Arthur untuk masuk ke dalam istana dan mengobrol di dalam. Darren mengatakan bahwa Gloria ada di sebuah desa kecil di ujung kerajaan Ilios.
" Jadi, penyihir itu benar-benar masih hidup?" tanya Arthur senang
" Benar, menurut informan ku dia masih berada di tempat itu. Kalian temui lah dia, beberapa pengawal ku sudah mengamankan tempat nya " kata Darren
" Yang mulia Raja, saya dan saudara saya sangat berterimakasih kepada yang mulia yang sudah memberitahukan informasi penting ini."
" Kenapa berterimakasih padaku? berterimakasih lah pada putraku, dia lah yang meminta ku berusaha mati-matian mencari keberadaan penyihir itu " jelas Darren
Theodore terlihat malu di depan Dimitri dan Arthur, saat mendengar perkataan ayahnya tentang dirinya.
" ini pertama kalinya putraku meminta sesuatu padaku, dan itu berkaitan dengan putri Camellia. " kata Darren tersenyum mengisyaratkan sesuatu
Ayah membantumu sedikit nak. Darren tampaknya memberikan sinyal baik pada hubungan Theodore dan Camellia.
" ayah, ayah jangan mengatakan hal seperti itu.." gumam Theodore malu
Perasaan ku bisa ketahuan duluan kalau begini.
Seperti nya putra mahkota Theodore, benar-benar serius pada Lia. batin Arthur sambil melirik ke arah Theodore
Mereka bertiga pun pergi ke tempat yang sudah di sebutkan oleh Darren. Mereka di temani oleh Moore selaku penunjuk jalan, dan juga beberapa pengawal.
Perjalanan itu menggunakan kereta kuda karena cukup jauh untuk pergi ke ujung kerajaan Ilios.
" Putra mahkota Theodore, apa mungkin kau menyukai adikku? " tanya Dimitri langsung pada intinya penuh keseriusan. Theodore tampak kaget mendengar pertanyaan mendadak itu, apalagi melihat tatapan mata Dimitri pada Theodore.
" Kakak, bisakah kau tidak terlalu blak blakan, tidakkah kau lihat putra mahkota Theodore terkejut?" tanya Arthur melihat wajah Theodore yang tampak syok
" Jawab saja "
" I-iya, saya menyukai putri Camellia " jawab Theodore gugup
Astaga! kenapa mendadak aku gugup seperti ini? padahal aku selalu tenang dalam segala situasi, bahkan Medan perang sekalipun. Kenapa situasi ini lebih sulit dari pada mengangkat pedang?
" Woah.. sungguh tidak terduga, ada pria yang menyukai Lia " Arthur tersenyum tak menyangka akan ada pria yang menyukai adiknya yang terkesan tomboy itu.
" Benarkah kau menyukai nya? meskipun kau tau dia seperti apa? Kau yakin?" tanya Dimitri serius
Kenapa aku merasa seperti sedang diinterogasi ya?. Theodore kelihatan kalap mendengar pertanyaan Dimitri.
" Iya saya menyukai nya " jawab Theodore tegas dan mulai tenang
" Meskipun adikku adalah wanita yang suka memanjat pohon, apa kau tetap suka?"
" Tentu saja "
" Meskipun adikku tidak bisa memasak, apa kau tetap menyukai nya?" tanya Dimitri
" Iya, segala yang ada pada diri putri Camellia saya menyukai nya. " jawab Theodore penuh keyakinan
" Kau berjanji tidak akan selingkuh dan mencari selir, jika kau menikah dengan nya nanti?" tanya Dimitri serius
Menikah? apa maksudnya ini sinyal kalau putra mahkota setuju dengan ku? Theodore terdiam mendengar pertanyaan Dimitri.
" hey kakak tidakkah pertanyaan mu itu kejauhan?" tanya Arthur yang kaget dengan pertanyaan kakak nya pada Theodore.
" Saya punya prinsip dalam hidup saya, saya tidak akan menikah lebih dari satu kali. Bagi saya cinta, kematian, dan kehidupan hanya satu kali. Jadi, saya hanya akan menikah satu kali dalam hidup saya. " jelas Theodore penuh percaya diri dan senyuman
Kedua bersaudara dari kerajaan Fostiarus itu tampak terpana dengan jawaban bijak dari Theodore. Tidak ada kekurangan dari putra mahkota dari Ilios itu, wajah tampan, pangkat tinggi, kekayaan yang tidak diragukan lagi, bahkan putra Darren itu tidak pernah pacaran dengan siapapun sebelum nya. Belum lagi ia adalah calon Raja yang bisa melindungi Camellia.
" Kak, bukankah dia sempurna untuk menjadi adik ipar kita?" tanya Arthur sembari menggoda Theodore
" A-adik ipar? " Theodore tampak malu-malu
Apa artinya mereka mengakui ku? Mereka setuju aku bersama Camellia?
Dimitri terlihat berfikir serius. Beberapa saat kemudian ia berkata sesuatu yang mengejutkan. " Jika adikku sudah ditemukan dan dalam keadaan selamat, aku akan menerima mu jika kau memang menginginkan adikku. Tentu saja jika kau melamar adikku "
" Woah! aku juga setuju !" ujar Arthur setuju
" Benarkah? kalau begitu setelah semuanya selesai, saya akan melamar putri Camellia secara resmi. Dan kalian tidak boleh menarik kata-kata kalian, kalian harus menerima saya "
" Aku suka padamu, jadi aku akan menerima mu..Namun, itu tergantung adikku juga. Aku tidak yakin dia memiliki perasaan yang sama denganmu " Dimitri tersenyum tipis
Aku merasa dia memiliki hubungan dengan si iblis itu. Semoga saja itu tidak benar.
" Saya yakin putri Camellia menyukai saya juga " jawab Theodore percaya diri
Melamar Camellia? aku melamar nya? Aku tidak percaya ini.
" Selamat kau sudah mendapatkan green light dari kami. " Arthur memberikan selamat pada Theodore.
Hati Theodore sangat senang mendapatkan lampu hijau dari kedua saudara Camellia. Ia pun semakin semangat.
Setelah beberapa jam perjalanan, malam itu mereka sampai di sebuah gubuk yang ada ditengah hutan. Terlihat seorang wanita tua sedang duduk di perapian, dan dijaga ketat oleh beberapa pengawal kerajaan Ilios.
" Oh ternyata kalian yang sudah menahan ku disini " kata Gloria kesal menatap ketiga pangeran di depannya itu. Kemudian Gloria kaget saat melihat wajah Dimitri. " Kau! kenapa kau ada disini Raja tiran?! " Gloria syok melihat Dimitri
" Nenek tua, kau tidak sopan ya. Tunjukkan rasa hormat mu kepada putra mahkota Dimitri, putra mahkota theodor dan Pangeran Arthur!" ujar Moore sambil mengarahkan pedangnya pada leher Gloria
Moore, Abraham dan Pierre, ketiga pengawal dari tiga pangeran itu mengarahkan pedang mereka ke arah Gloria.
" Putra mahkota? pa-pangeran? a-apa?" Gloria tampak syok
" Kalian bertiga, singkirkan lah pedang kalian!" ujar Arthur kepada 3 pengawal itu. Akhirnya mereka menuruti perkataan Arthur, lalu menurunkan pedang mereka dari Gloria.
" Maafkan atas ketidaksopanan ini nyonya Gloria, kami datang kemari ingin meminta bantuan pada anda " kata Dimitri sopan
Gloria tampak syok dengan sikap sopan yang dimiliki oleh Dimitri padanya. Kenapa Alexander bersikap sopan seperti ini? ini seperti bukan dirinya? tapi wajahnya..
" Kau bukan Alexander?" tanya Gloria tidak yakin
" Saya adalah putra nya " jawab Dimitri
Apa penyihir tua yang tampak tak berdaya ini bisa membantu kami masuk ke dunia iblis? Arthur melihat Gloria dan tampak tidak percaya
" Kau sangat mirip dengan Alexander, kau.. kau ingin minta bantuan apa? silahkan masuk dulu ke gubuk ku yang kecil ini meskipun itu tidak pantas untuk kalian masuki " Kata Gloria mempersilahkan
Gloria menggunakan sihirnya untuk mengubah rumahnya yang kecil menjadi rumah yang mewah dan cukup megah.
SLING
CTAK
Hanya sekali jentikan jari saja, semuanya berubah dalam sekejap mata. Para pengawal yang ada disana sampai ternganga melihat Gloria bisa menggunakan sihir yang hebat, padahal usianya tua. Mereka terpana dalam sekejap mata, termasuk ketiga pangeran itu
...--***--...