Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Kisah Rayden


.


.


Greta, Monia dan Keith panik melihat Camellia yang tidak sadarkan diri setelah mulutnya memuntahkan darah. Keith dan Monia yang berusaha menyembuhkan Camelia, tidak berhasil. Karena kekuatan penyembuhan mereka hanya berfungsi pada iblis bukannya manusia.


Sial! aku lupa bahwa kekuatan kami tidak berguna untuk tuan putri. batin Keith kesal sendiri


"Bagaimana ini nona Monia? Yang mulia tidak bangun juga..hiks" Greta memegangi Camellia yang tidak sadarkan diri.


Dalam keadaan panik itu, Monia sempat melirik Keith dengan tatapan curiga.


"Apa maksudmu menatap ku seperti itu?!" tanya Keith yang menyadari tatapan tajam Monia padanya.


"Menurut mu kenapa?!" Monia menatap Keith dengan mata menyala


"Apa kau mengira aku yang meracuni yang mulia?!!" teriak Keith marah pada Monia


"Oh, jadi kau mengaku kalau kau meracuni tuan putri?!" tanya Monia menuduh Keith yang sudah meracuni Camellia


"Kalian kenapa malah bertengkar?!! kita harus menangani tuan putri secepatnya!!" Greta menengahi kedua iblis yang berdebar itu. Greta semakin panik melihat Camellia yang tubuhnya dingin.


Keith dan Monia pun tersadar dari tingkah mereka yang tidak benar. Disaat seperti itu mereka malah sibuk berdebat, padahal nyawa Camellia dalam bahaya dan tidak tau racun apa yang ada di dalam tubuhnya.


Monia dan Greta membawa Camellia yang tidak sadarkan diri kembali ke dalam kamar nya. Monia memanggil tabib iblis, yang mungkin bisa mengobati Camellia. Sementara itu Keith pergi mencari Raja nya.


🍁🍁🍁


Kainer sendiri sedang berada di dunia iblis tingkat bawah ditemani oleh Gordon. Raja iblis itu ingin menemui iblis yang katanya pernah berhubungan dengan bangsa manusia dan kisahnya berakhir dengan sad ending.


"Kau yakin disini tempatnya, Gordon?" tanya Kainer pada Gordon sambil melihat lihat tempat yang sepi dan gelap seperti kuburan itu.


"Benar yang mulia, iblis itu dikabarkan hidup menyendiri di tempat ini setelah kekasihnya meninggal" jelas Gordon pada Raja nya itu


"Apa dia seputus asa itu karena kekasihnya meninggal? konyol.." gumam Kainer


Kainer dan Gordon memasuki sebuah gua kecil dan gelap. Disana terlihat iblis dengan wujud manusianya sedang duduk sendirian, tatapan matanya kosong, dan tidak ada gairah hidup dalam dirinya.


"Apa kau yang bernama Rayden?" tanya Kainer pada iblis dengan mata yang kosong itu.


"Yang mulia Raja iblis?? hormat saya yang mulia!" Rayden langsung membungkuk hormat di depan Kainer


"Bangunlah, aku ingin bicara denganmu"


"Ada apa yang mulia ingin bicara dengan saya? apa saya berbuat kesalahan??" tanya Rayden terheran-heran, karena ini pertama kalinya ada yang mencarinya. Dan itu pun adalah Raja iblis.


"Tidak, kau tidak berbuat salah apa-apa. Aku kemari hanya ingin tau tentang kisah cintamu" ucap Kainer dengan mata yang menyala nyala penasaran.


Rayden tercekat mendengar Raja iblis ingin tau tentang kisah cintanya? kisah cinta yang sudah menorehkan luka besar di dalam hatinya? Sampai ia merasa mati dalam hidup abadinya?


"Kenapa yang mulia ingin tau cerita cinta saya? apa yang membuat yang mulia tertarik? Anda adalah Raja dunia iblis, Raja dari para iblis. Yang mulia bisa mendapatkan apapun yang mulia inginkan, tapi kenapa yang mulia tertarik dengan kisah cinta saya makhluk yang rendahan ini?" tanya Rayden terheran-heran pada sosok angkuh Raja iblis yang ingin tau kisah cintanya. Rayden penasaran.


"Mungkin aku memang seorang Raja yang bisa mendapatkan apapun yang ku mau. Tapi, ada hal yang tidak bisa aku hindari. Kau tau apa itu? Takdir...dan aku ingin mengubahnya" jelas Kainer


"Takdir apa yang ingin yang mulia ubah?"


"Sebenarnya hal ini tergantung pada ceritamu, jika menurutku ceritamu bagus aku akan mengubah takdirnya, jika tidak bagus maka aku akan pikir-pikir lagi" Kainer terlihat sedih memikirkan Camellia dan takdir mereka yang terlahir dari dua bangsa yang berbeda.


"Apa maksud yang mulia?" tanya Rayden tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kainer.


Rayden tercengang, matanya membulat saking kagetnya. Apa yang ia rasakan mungkin juga dirasakan oleh Raja iblis?


"Yang mulia.. sebaiknya anda tidak jatuh cinta dengan manusia.." ucap Rayden berderai air mata mengingat kekasihnya yang sudah tiada.


"Ceritakan semuanya padaku Rayden, tentangmu dan kisah cintamu dengan bangsa manusia!" seru Kainer tegas pada Rayden


Dengan hati yang berat, mata yang mengeluarkan air kesedihan, Rayden menceritakan kisah cintanya yang tragis bersama seorang gadis yang bernama Abella. Abella berasal dari bangsa manusia. Awal pertemuan Rayden dan Abella adalah di dunia manusia. Saat Rayden berseteru dengan saudaranya dan di buang ke dunia manusia, disana lah ia bertemu dengan Abella yang menolongnya dari luka parah.


Singkat cerita, Abella dan Rayden jadi sering bertemu sejak saat itu. Mereka pun saling jatuh cinta, setelah tau jati diri masing-masing. Rayden yang ingin mengubah takdir Abella menjadi seperti dirinya agar hidup selamanya dengannya. Membuat Abella berada dalam bahaya, saudara-saudara Rayden memburunya. Akhirnya Abella pun tiada setelah dibunuh karena mengikuti Rayden ke dunia iblis.


"Kata-kata terakhir nya saat dia tiada adalah kata yang membuat hidup yang abadi ini penuh penyesalan. Dia bilang kalau dia menyesal sudah mencintai saya karena mengubah nya menjadi iblis.. tapi saya harap hal itu tidak terjadi pada Baginda Raja dan kekasih Baginda Raja" ucap Rayden pada kalimat terakhir nya, iblis berwujud singa itu terisak.


Kainer dan Gordon terhanyut dalam cerita Rayden. Kainer juga semakin cemas pada Camellia, ia mulai bertanya-tanya. Apakah ia akan memiliki akhir seperti Rayden?


"Aku dan kekasihku tidak akan berakhir seperti mu! tidak akan!" ucap nya dengan wajah yang cemas


"Yang mulia Raja, saya juga berharap begitu. Tapi buktinya, langit dan takdir memang tidak pernah bisa menyatukan iblis dan manusia" kata Rayden penuh kesedihan. Selama berabad-abad lamanya, ia berduka ditinggalkan oleh yang ia cintai. Apa dia memang jatuh cinta pada orang yang salah apakah memang takdir tak menakdirkan?


"Saya harap yang mulia bisa melindungi orang yang Baginda cintai sampai akhir tanpa mengubah takdir nya" ucap Rayden menambahkan


Kainer terdiam dan kebingungan mendengar ucapan Rayden. Hatinya berdenyut sakit, setiap mengingat takdir yang mengikat mereka.


Kenapa? kenapa begitu banyak orang yang mengatakan bahwa aku dan Camellia tidak bisa bersama? apakah aku harus mengubah nya menjadi iblis lalu memberinya keabadian agar dia bisa bersamaku selamanya? betapa kejam dan egoisnya aku bila merenggut takdir dan hidup indahnya sebagai manusia? akankah dia marah dan benci padaku jika aku melakukannya? sama seperti kekasih Rayden membencinya? Tidak! mungkin saja cerita ku dan Camellia akan berbeda.


"Gordon, kita kembali ke dunia iblis!" ujar Kainer pada abdi setianya itu.


"Baik yang mulia" jawab Gordon


DEG!


GRET


Kainer memegang dadanya, ia tak pernah merasakan sakit seperti itu. Jantungnya saja tak pernah berdenyut.


Mengapa di dalam sini berdenyut-denyut? dan terasa sakit..


"Ada apa yang mulia?" tanya Gordon cemas melihat Kainer yang memegang dadanya.


WUSH


Keith muncul secara tiba-tiba menggunakan sihir teleportasi nya. Keith membungkuk hormat di hadapan Raja nya, dengan wajah yang panik.


"Hormat saya yang mulia!! terjadi sesuatu pada tuan putri!!" ucap Keith cepat


"Apa?!!" Kainer tercengang


Tanpa bertanya apa pun, ia langsung pergi dengan sihir teleportasi nya menuju ke istana Pragma. Gordon dan Keith juga mengikuti kemana Rajanya itu pergi.


Di istana Pragma, kamar Camellia..


Kainer dan kedua anak buahnya sudah muncul disana. Kainer melihat Camellia terbaring dengan wajah pucat nya, ia berlari menghampiri gadis yang tidak sadarkan diri itu. Di sana juga ada Greta, Monia dan seorang tabib iblis bernama Kara.


"Camellia!! apa yang sebenarnya terjadi?? cepat bicaralah kalian atau ku potong potong tubuh kalian!!" teriak Kainer pada orang-orang yang ada disana, Kainer memegang tangan Camellia dengan cemas. Raja iblis itu membutuhkan penjelasan dan penyelesaian untuk keadaan Camellia.


Tak satupun orang yang ada di ruangan itu bicara, mereka takut salah bicara dan salah salah kepala mereka yang akan melayang.


...---***---...