Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Aku harus mendapatkan nya kembali!


Hai Readers! buat yang nunggu update novel ini..


mulai hari ini dan seterusnya, novel ini update setiap malam ya 😊🙏 selamat membaca, jangan lupa komen dan like nya.


****


.


.


Hanya tinggal beberapa senti lagi, wajah Theodore dan Camellia untuk bersentuhan. Tangan Theo sudah berani membelai pipi Camellia, dengan lembutnya. Theo menarik napas dalam-dalam, bersiap untuk melakukan sesuatu.


Saat Theo mulai kehilangan akal sehatnya, ia tersadar akan sesuatu. Mungkinkah terlalu cepat untuknya mengatakan perasaan nya pada putri kerajaan dari kerajaan Fostiarus itu. Theo menarik tangannya kembali dari pipi Camellia.


Tidak, Theodore.. sadarkan dirimu. Ini bukan waktu yang tepat. Pernyataan cinta yang terburu-buru, hasilnya tidak akan baik. Kau masih punya banyak waktu, aku akan menyatakan cintaku dengan cara paling indah dan paling romantis di dunia ini. Aku bisa tenang karena restu putra mahkota Dimitri dan pangeran Arthur sudah ada dalam genggaman ku.


Camellia menatap pria itu dengan penuh pertanyaan. Tangan Theodore yang menyentuh nya masih terasa hangat di pipinya, tatapan nya yang membara seolah ingin mengatakan sesuatu.


Ada apa dengan putra mahkota Theodore? apa dia merasa sakit?


" Yang mulia Putra mahkota, ada apa?" tanya Camellia


" tidak apa-apa, tidak ada luka dalam. Aku baik-baik saja, hanya saja aku sedikit haus " ucap Theodore


Tentu saja dia haus, tubuhnya bahkan terasa panas. Tangannya yang menyentuhku tadi juga panas. batin Camellia


" Aku akan mengambilkan minuman yang dingin untukmu " ucap Camellia sambil melangkah menuju ke arah meja yang tak jauh dari sana. Ada segelas air dingin berisi es batu tampak menyegarkan.


" Putri, kau tidak perlu melakukan itu.."


Camellia memberikan minuman dingin itu pada sang putra mahkota kerajaan Ilios.


" Terimakasih " Theo tersenyum lalu meneguk air dingin.


GLUP


GLUP


"Tidak, aku yang harus nya berterimakasih. Kau sudah menyelamatkan ku dari dunia iblis. " kata Camellia sambil tersenyum


" Tapi putri, entah kenapa aku merasa kalau kau tidak terlalu senang kembali dari dunia iblis."


" Tidak! kau salah paham, aku sangat senang kembali ke dunia ku " jawab Camellia sambil memaksakan senyuman di wajahnya


Tidak senang? apa benar aku tidak senang kembali ke duniaku sendiri? tapi kenapa? kenapa hatiku tidak nyaman.


Theo melihat Camellia dengan khawatir. Kata-kata Gloria tentang ramalan kehidupan Camellia kembali membayanginya, mungkinkah Camellia akan bersama dengan raja iblis sesuai ramalan?


Seandainya takdir dan ramalan itu benar-benar terjadi, Theodore sudah bertekad akan menghentikan semuanya dan tidak akan membiarkan itu terjadi.


Gadis itu beranjak dari tempat duduknya, wajahnya menjadi sedih. Seperti ada lubang besar dihatinya, ia merindukan Kainer dan tak bisa dipungkiri lagi. Saat akan melangkah pergi, Camellia tak sengaja menginjak gaunnya dan terjatuh dalam dekapan Theodore yang masih dalam keadaan telanjang dada.


" KYAA!!"


" Hati-hati! " seru Theodore


Theodore menangkap tubuh Camellia, diam-diam ia tersenyum dan memeluk Camellia.


DEG! DEG! DEG!


Suara jantung terdengar keras oleh Camellia saat berada dalam dekapan Theo. Tangan Camellia tak sengaja menyentuh otot otot dada pria itu.


Apa yang terjadi? kenapa detak jantung putra mahkota Theodore terdengar sangat kencang? apa dia terkena luka dalam? tubuhnya semakin panas!


Camellia panik, dan segera bangkit dari dekapan pria itu. Melihatnya dengan cemas dan khawatir. Terlebih lagi ketika melihat wajah Theo memerah.


" Yang mulia putra mahkota, kenapa kau? kenapa jantungmu berdebar sangat cepat? itu sangat tidak normal " ucap Camellia cemas


" Ah.. jantungku itu. Aku baik-baik saja kok " jawab Theodore


Detak jantung ku ternyata.. kedengaran olehnya. Theo memegang dadanya dengan wajah yang bingung


" Tidak, yang mulia tidak baik-baik saja. Wajahmu juga memerah, tubuhmu terasa panas, aku akan panggil tabib kemari. Ah tidak, aku akan panggil Saintess Gloria! " ucap Camellia panik, gadis itu berlari keluar dari ruangan tempat pengobatan.


Theo tersenyum senang melihat Camellia yang perhatian padanya. Lalu muncul sebuah ide di kepalanya, agar Camellia bisa terus dekat dan memperhatikan nya.


🍂🍂🍂


.


.


Di kastil iblis, terjadi keributan dan kekacauan.


Kainer sudah mengetahui kalau Camellia sudah meninggalkan kastilnya. Para pengawal dan pasukan iblis menjadi sasarannya. Termasuk Keith dan Monia orang orang kepercayaan nya.


Pria itu sudah seperti frustasi, Camellia benar-benar sudah tidak ada di dunianya. Raja iblis itu bukan sudah marah lagi, tapi levelnya sudah murka. Di sisi lain ia merasa murka dan disisi lain ia merasa sedih karena Camellia meninggalkan nya begitu saja.


Ia memporak-porandakan kastilnya itu, membakar nya dengan kekuatan api yang dimiliki nya. Keith berusaha menenangkan nya, namun Kainer terlalu marah. Disaat Kainer marah, Zefanya hadir disana untuk menenangkan nya.


" Hentikan semua ini Lucifer, marah pun tidak ada gunanya hanya merugikan dirimu sendiri " ucap Zefanya mengingatkan


" Kau tidak usah ikut campur Zefanya!" teriak Kainer marah, matanya masih merah seperti api yang menyala. Pertanda bahwa Raja iblis itu berada dalam kemarahan yang besar.


" Menurutmu kenapa dia meninggalkan mu? kau harusnya sadar akan dirimu sendiri, dia hanya melakukan hal yang realistis. Dia sadar akan fakta kalau manusia dan iblis tidak bisa bersama !" Zefanya tersenyum sinis, menegaskan pada Kainer bahwa takdirnya berbeda dengan Camellia


Raja iblis itu terdiam, ia mengepal tangannya. Kenyataan itu memang benar, tapi ia tetap tidak mau mengakuinya. Tidak bisa menerima, tidak bisa mengakui bahwa takdir mereka berbeda, yang ia ketahui adalah bahwa perasaan nya pada Camellia sesuatu yang nyata.


" Keith! aku akan pergi" ucap Kainer tegas


" yang mulia, apa yang akan anda lakukan?" tanya Keith


Apa yang mulia akan menyusul manusia rendahan itu?


" Aku harus mendapatkan nya kembali. Aku akan pergi ke dunia manusia " jawab Kainer tegas


" Yang mulia, anda tidak bisa melakukan ini! saya sudah cukup berdiam diri yang mulia! Saya mohon kembalilah menjadi yang mulia yang dulu ! jangan seperti ini, tergila-gila karena jatuh cinta pada manusia dan anda melakukan hal yang bodoh!" Keith memudalkan semua keluhannya selama ini terhadap Raja nya.


Kainer menatap tajam orang kepercayaan nya itu, cukup dengan satu serangan dari tangannya ia membuat Keith terluka cukup parah.


Yang mulia sudah benar-benar jatuh cinta pada tuan putri. Monia terpana melihat Kainer yang murka, karena Camellia.


" Ohok ohok.. " Mulut Keith mengeluarkan banyak darah.


" Kau terlalu banyak bicara!" teriak Kainer pada Keith.


Saat Kainer akan pergi ke portal dunia iblis dan dunia manusia, Zefanya menghadang nya. Zefanya berkata ia ingin menunjukkan sesuatu pada Kainer yang berkaitan dengan wanita yang bernama Camellia itu.


" Kau sudah lihat kan? dia bersama pria lain, apa kau masih mau bersamanya? dia mungkin mencintai pria ini, makanya dia pergi darimu " Zefanya berharap Kainer bisa percaya dengan mudah kata-kata provokasi nya itu.


" Tidak! dia mencintai ku, pria itu bukan apa-apa baginya " Kainer tersenyum penuh percaya diri, penuh keyakinan.


" Kau! apa kau bodoh? kau tidak lihat mereka sangat dekat?" tanya Zefanya tak percaya


" Tidak semua yang terlihat seperti apa yang terlihat dan seperti apa yang kita pikirkan, mungkin saja itu adalah kesalahpahaman. Sampai aku mendapatkan konfirmasi dari orang nya secara langsung, aku tidak akan salah paham hanya dengan melihat ini saja " jelas Kainer penuh kepercayaan pada Camellia


Meskipun di luar Kainer terlihat percaya pada Camellia, namun hatinya tetap terbakar cemburu pada Theo yang berdekatan dengan Camellia.


" Lucifer, kau sudah buta. Cintamu sudah membutakan dirimu!" seru Zefanya, terpana dengan kegigihan Kainer tentang Camellia.


Sebegitu percaya nya dia pada manusia itu? dia benar-benar sudah gila dan buta.


" Zefanya, bantu aku mengurus kastil iblis. Aku akan pergi sebentar ke dunia manusia !" ujar Kainer pada Zefanya


Aku harus membawanya kembali. Dan pria yang sudah bersentuhan dengannya, akan ku musnahkan. Putra mahkota Theodore!


" Kau.. Lucifer.. kau ..." Belum selesai Zefanya bicara, Kainer sudah menghilang pergi dari hadapan nya.


WUSH ----


" Bodoh, dasar Raja iblis bodoh!" Zefanya mendengus kesal melihat sikap Kainer.


🍂🍂🍂


.


.


Kastil Gloria,


Malam itu ketika semua orang sudah tidur, Camellia masih belum bisa tidur. Ia memandangi langit di balkon kamarnya setelah mengobati luka Theodore.


" Kenapa aku masih belum bisa tidur? apa itu karena aku masih belum terbiasa atau karena aku terbiasa di kastil Lucifer? Tidak, Camellia jangan pikirkan dia lagi! kau harus kembali pada kehidupan mu yang berharga, yaitu disini dan bukan disana. Bukankah ini yang kau inginkan Camellia? lalu kenapa kau tidak senang? kau bertemu kakak kakak mu, teman-teman mu disini. Tapi kenapa kau tidak terlihat senang? kenapa hatiku malah... menyebalkan " gumam Camellia penuh kekesalan pada dirinya sendiri.


Lebih tepatnya ia merutuki dirinya sendiri yang merasakan kehampaan dihatinya ketika pergi dari dunia iblis. Berusaha untuk melupakan semua yang terjadi padanya selama 2 hari di dunia iblis yang terasa lama baginya.


" benar, Camellia kau sudah melakukan hal yang benar. Kau harus melupakan semuanya. Dia juga harus kau lupakan " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali, menghela napas panjang. Gadis itu memutuskan untuk melangkah masuk ke dalam kamarnya, akan tetapi ia merasakan tiupan angin kencang berhembus ke arahnya, membuat langkah nya terhenti


WUSH ----


" Siapa yang harus kau lupakan?"


DEG!


Camellia terhenti, hatinya tergetar saat mendengar suara yang familiar di belakang telinganya. Tepat di belakang nya sudah berdiri pria yang ia rindukan itu.


Gadis itu membalikkannya tubuhnya, ia melihat Kainer berada beberapa langkah dari tempatnya berdiri. Bersama angin yang berhembus, pria itu sudah berada di balkon kamarnya.


" Jika orang itu adalah aku, maka jangan kau lupakan aku " ucap Kainer dengan tatapan yang sedih pada Camellia


" Ini pasti hanya bayangan ku saja, kau tidak mungkin dia ada disini. Tidak mungkin " Camellia melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kamar.


Sebuah pelukan lembut dan hangat dari belakang tubuhnya menghentikan langkahnya, sentuhannya terasa nyata.


Sekarang Camellia yakin bahwa kehadiran Raja iblis itu bukanlah mimpi atau bayangan nya saja.


" Kau.. kenapa kau melakukan ini, lepaskan aku!" ucap Camellia


" Kenapa kau pergi? apa kau mau membunuhku dengan cara seperti ini?" bisik nya pada Camellia, suara nya terdengar sedih.


Ini perasaan ku saja, atau dia memang sedih?. Batin Camellia merasa iba


" Bodoh! kau tidak bisa mati, kau kan Raja iblis yang akan hidup selamanya dan abadi. Mana bisa aku seorang manusia bisa, membunuh mu " ucap Camellia sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Raja iblis itu.


" Mungkin dulu aku tidak bisa mati, aku tidak punya alasan untuk mati. Aku tidak punya siapapun yang berharga dalam hidupku, selama ratusan bahkan ribuan tahun aku merasa hampa. Lalu kau datang, kau lah alasan ku untuk mati, hanya kau bisa membunuhku, kau adalah senjata yang paling berbahaya di dunia ini yang bisa membunuhku Ellia " Kainer memeluk wanita itu semakin erat.


Aku? aku berharga untuknya? aku bisa membunuhnya? Tidak, sadarkan dirimu Camellia. Pria ini adalah seseorang yang tidak mungkin bisa bersamamu meski kau punya perasaan padanya.


Wanita itu menegarkan hatinya, bersikap tidak sesuai dengan hatinya tapi dengan logika. Melepaskan pelukan pria itu adalah pilihan terbaik untuk mereka berdua.


" Pergilah! dan jangan menemui ku lagi!" ujar Camellia tanpa melihat ke arah Kainer, ia melangkah pergi. Sesaat terlihat wajah Kainer yang kecewa bercampur dengan sedih.


Dan lagi-lagi Kainer menahan nya, ia menarik tangan Camellia. Memegang dagu Camellia, kini mereka saling berpandangan.


" Kau mencintaiku, jadi kau tidak mungkin menyuruhku pergi. " Kainer melihat mata gadis itu yang berkaca-kaca


" Tidak, aku tidak mencintaimu " jawab Camellia tanpa perasaan, ia berusaha menahan air mata yang akan jatuh dari matanya.


Tangan Kainer menyentuh mata indah milik gadis itu, dan jarinya menjadi basah karena bulir air mata. Camellia tidak bisa mengelak lagi, Kainer sudah tau kalau air mata itu untuknya.


" Kau mencintaiku, air mata ini buktinya "


" tidak, aku membencimu. Kau sudah membohongi ku "


Benar, harusnya aku membencimu.


" Haa.. benarkah? kau membenciku?" bibir pria itu sedikit menyungging. Ada rasa tidak percaya terdengar di dalam suaranya. " Baiklah, kalau kau membenciku kau tidak akan keberatan dengan hal ini bukan?"


" A-apa yang akan kau laku.. "


Kata-kata Camellia terputus oleh ciuman yang dilontarkan Kainer padanya. Bibir mereka menyatu dengan mesranya, rasa itu masih tertinggal di dalam hati mereka. Camellia menangis, ia tenggelam di dalamnya. Pikiran ingin menolaknya, hati menikmati nya.


Ke-kenapa? seharusnya aku membencinya! kenapa aku malah terbuai seperti ini?


Kedua bibir menyatu itu mulai basah, diiringi dengan permainan lidah. Tanpa sadar kedua tangan mereka saling berpelukan satu sama lain.


Camellia, saat aku masih menjadi manusia, aku belajar bahwa cinta adalah suatu hal yang tidak bisa kau pungkiri. Akan ku buat hatimu mengalahkan pikiran mu. Benci itu bisa berubah menjadi cinta


Tidak ada penolakan dari Camellia, sudah cukup membuktikan kalau mereka saling mencintai. Beberapa saat kemudian Kainer melepaskan ciuman nya.


" Lihat, kau masih mencintaiku? kau bahkan tidak menolak ku, tubuhmu berkata lebih jujur daripada mulutmu " ucapnya sambil membelai rambut perak Camellia


" Tidak! aku membencimu, aku membencimu. Aku... Aku jijik padamu "


" jijik? mari kita ulangi yang kau sebut jijik itu!" Kainer kesal, ia mencium paksa lagi Camellia. Dan kali ini Camellia menggigit nya dengan keras, hingga bibirnya berdarah.


Kedua bibir mereka sama-sama bengkak, tamparan melayang di pipi Kainer. Bukannya Kainer yang merasa sakit, tapi malah tangan Camellia yang sakit.


Sial! aku lupa kalau kulitnya sangat tebal! gerutu gadis itu di dalam hati.


...---***---...