
...πππ...
Danau dan pemandangan yang indah, sangat indah dipandang oleh mata. Pasangan yang sedang kencan itu memutuskan untuk naik ke perahu, demi menikmati pemandangan danau indah itu dari dekat.
Di sanalah Camellia bercerita tentang ibu nya yang katanya berasal dari dunia lain, Kainer juga tau ceritanya tentang itu. Tapi, ia tak tau bagaimana cerita lengkapnya.
"Kainer, tahukah kau kalau ibuku berasal dari dunia lain?" Tanya Camellia pada sosok Raja iblis yang kini sedang menyamar dalam sosok manusianya alias Kainer Romanov Ascart. Pria dengan rambut perak sama seperti warna rambut Camellia.
"Ya, aku pernah dengar sekilas kalau ibumu Ratu Leticia berasal dari dimensi yang berbeda dari dunia ini. Tapi, aku tidak tau bagaimana cerita jelasnya," jawab Kainer jujur, tangannya sibuk memegang dayung dan mengayuhnya.
"Aku pikir kau tau cerita lengkap nya tentang ibuku. Paman Gustaf bilang kalau ibu sangat menyukai danau, paman Gustaf juga bilang kalau ibu yang berasal dari dunia lain juga berasal dari danau. Pertanyaan nya adalah apa kau tau dunia lain itu berada dimana?" Tanya Camellia penasaran
"Kenapa kau menanyakannya padaku? Mana aku tau dimana dunia itu, aku saja belum pernah kesana" jawab Kainer jujur dari dalam hatinya, ia memang tidak tau menahu soal dunia lain itu.
"Lalu, apa ayah dan ibu ku tiada ataukah mereka pergi ke dunia lain itu?" Tanya Camellia pada Kainer
DEG!
Kainer terpana mendengar rasa penasaran Camellia tentang Alexander dan Leticia. Terakhir kali Kainer bertemu dengan Alexander adalah di hutan larangan saat mereka berduel untuk menyegel kembali Kainer ke dalam pedang.
"Camellia, ada yang ingin kuceritakan padamu tentang ayahmu" ucap Kainer
"Tentang ayahku?" Camellia tercekat, mata nya penasaran menatap Kainer.
"Iya, aku tidak mau memulai hubungan dengan menyembunyikan sesuatu darimu. Jadi, kau harus tau apa yang sebenarnya terjadi pada ayah mu" jelas Kainer sambil menghela napas nya, bersiap menceritakan pada Camellia tentang kejadian yang lalu
#FLASHBACK
10 tahun yang lalu..
Hutan larangan, saat Kainer masih kecil ia bertemu dengan Alexander yang sedang mencarinya, melalui aroma iblis yang sangat pekat darinya. Alexander meyakini bahwa anak laki-laki yang berusia sekitar 10 tahunan itu adalah Lucifer yang bereinkarnasi.
"Ternyata kau adalah reinkarnasi Lucifer, walaupun kau adalah anak kecil, aku tidak akan mengampunimu dan tidak akan segan padamu" Alexander mengarahkan pedangnya pada Kainer, tanpa ragu
"Maaf tuan kstaria tapi saya tidak mengerti apa maksud tuan kstaria. Saya hanya sedang tersesat di hutan ini" jelas Kainer dengan wajah polosnya dan tampak ketakutan saat melihat sosok Alexander yang menatapnya dengan tajam seolah ingin menghabisinya
"Sekalipun kau bersembunyi di balik wajah polos anak laki-laki itu, aku tau kau adalah Raja iblis! aku tidak akan segan padamu.. Kembalikan pedang keramat, dan kembalilah engkau ke dalam sana!!" Seru Alexander penuh kemarahan. Alexander tak ragu menyerang Kainer yang masih kecil dengan pedangnya itu.
SRET!!
"ARGHHβ¦,"Kainer mengerang panjang mendapat tusukan dari pedang Alexander
Pedang itu melukai punggung Kainer, tubuhnya yang masih kecil itu terluka cukup parah. Darah bercucuran dari punggungnya.
"Tu-tuan, mengapa tuan menyerang saya? Apa salah saya? Saya bukanlah iblis seperti yang tuan tuduhkan.." ucap Kainer sambil menahan rasa sakit di punggungnya.
Kenapa tuan ini menyerang ku? Dia memanggilku Raja iblis?
"Ternyata kau benar-benar sudah jadi manusia, kau bisa terluka juga ya? Bagus, dengan begini aku bisa dengan mudah membunuhmu!!" Alexander tersenyum menyeringai, ia ingin memanfaatkan kesempatan untuk membunuh Lucifer dalam wujud manusianya
Alexander terus menyerang Kainer alias Lucifer tanpa jeda. Kainer yang saat itu masih belum tau kalau dirinya adalah Lucifer, tidak mengerti apa-apa kenapa Alexander ingin membunuh nya?
Dengan luka parah dan kaki kecilnya, Kainer mencoba mencari jalan keluar dari hutan untuk menghindar dari Alexander. Kainer berlari tersaruk saruk dengan kekuatan nya yang tersisa, darahnya bercucuran kemana-mana. Namun, Kainer saat itu hanyalah anak kecil yang tidak berdaya.
Dengan mudahnya, Alexander menghadang jalannya. Kainer ketakutan sampai ia jatuh terduduk ke tanah. Panik melihat Alexander yang datang untuk membunuhnya.
"Aku akan menghabisi mu sekarang juga!" Seru Alexander penuh kemarahan pada Kainer, ia ingat bahwa istrinya meninggal karena sumpah darah yang pernah di buat oleh Lucifer dengannya.
Di saat saat terakhir ekseskusi yang akan mengancam jiwanya, tiba-tiba saja Kainer berubah kembali menjadi sosok Lucifer dewasa. Sosok Raja iblis itu menyerang Alexander dengan mudah.
Kkeuukkkkk!!
Raja tiran itu dicekik oleh Raja iblis dengan sangat kejam, tanpa ampun. Alexander amat kesakitan dengan serangan Kainer yang begitu tiba-tiba.
"Jadi kau ingin membunuhku? jangan mimpi!!" seru Kainer sambil tersenyum menyeringai, ia puas melihat musuhnya kesakitan.
"Akhirnya kau menunjukkan sosok aslimu, iblis sialan!" gerutu Alexander sambil memuntahkan darah dari mulutnya, Raja tiran itu sudah terluka cukup parah.
"Kau masih bisa menggerutu di saat terakhir mu, Alexander!!" Tangan Kainer mengeluarkan sebuah cahaya hitam yang sangat pekat. Ia mengarahkan sinar hitam itu ke arah Alexander.
SLING
STASSS!!
WUSH---
Tepat saat Alexander hampir terkena serangan sinar hitam itu, sebuah cahaya muncul kehadapan nya. Lalu, Alexander menghilang ditelan oleh cahaya itu.
"Kemana dia? Alexander!! dimana kau?! keluar dan hadapi aku!!" Kainer mencari-cari keberadaan Alexander sampai mengitari hutan larangan. Namun, keberadaan Alexander tidak tau ada dimana. Pria itu seperti hilang ditelan bumi saja.
Setelah itu Kainer kembali menjadi sosok manusianya, sosok anak kecil yang polos dan lugu.
#END FLASHBACK
Camellia menangis, begitu mendengar cerita Kainer tentang ayahnya."Jadi ayah.. mungkinkah.. ayahku masih hidup??" tanya Camellia dengan berurai air mata, seakan harapan datang padanya.
Ada kemungkinan ayah masih hidup? tapi siapa yang menolong ayah? batin Camellia yang sedih sekaligus senang mendengar ayahnya menghilang dan bukannya mati.
"Aku tidak yakin dia masih hidup atau tidak, tapi itulah pertemuan terakhir kami" jawab Kainer
," Camellia aku minta maaf, memang aku lah penyebab hilangnya ayahmu dan maaf aku baru menceritakan nya sekarang. Aku tau kau pasti sangat marah padaku, aku bisa mengerti.." Kainer menyeka air mata Camellia dengan kelembutan, wajahnya cemas menatap nya.
"Tidak apa-apa. Terimakasih.. terimakasih kau sudah mau jujur padaku dan menceritakan semuanya. Aku hargai kejujuran mu, tapi aku memang sedikit marah. Marah karena kau baru menceritakan nya sekarang" jelas Camellia
"Maaf.. maafkan aku.." Kainer menyesal baru berani bicara pada Camellia sekarang.
"Kalau begitu, kau harus membantuku! ini juga demi dirimu"
"Apa yang kau mau ku bantu? demi diriku?" tanya Kainer mengernyitkan dahinya
"Kita harus memberitahu kakak kakak ku kalau ayah ku masih hidup, lalu kau membantuku mencari ayah. Dengan begitu kak Dimitri dan kak Arthur akan menyetujui hubungan kita, kau akan dapat nilai plus di mata mereka" jelas Camellia semangat
"Membantu mencari ayahmu?" Kainer terlihat bingung dan cemas saat Camellia memintanya membantu mencari Alexander.
Camellia tersenyum dan mengangguk-angguk kan kepalanya dengan semangat. Berfikir bahwa ini adalah berhasil untuk mendapat restu untuk kedua kakaknya.
Kainer terlihat bingung, disisi lain ia senang karena Camelia sudah memikirkan nya sampai ke tahap restu. Tapi disisi lain Kainer cemas karena harus mencari Alexander.
Kenapa Kainer bingung dan cemas?
...---***---...