Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Keith di penjara


"Baiklah, berikan aku waktu satu hari untuk mengaturnya. Aku akan menghancurkan kelemahan Lucifer" ucap pria yang ada di dala. cermin itu pada Vairas


"Maksudmu gadis cantik dari bangsa manusia itu? mau kau apakan dia?" tanya Vairas


"Tentu saja membunuhnya" jawab pria itu yakin


"Membunuhnya? tidak, jangan lakukan itu! aku menginginkan nya!" seru Vairas dengan senyuman genit dan penuh n*fsu nya.


"Jangan bilang kalau kau..."


"Aku ingin dia menjadi wanitaku, sekaligus tawanan yang bisa membuat Lucifer tunduk di bawah kaki ku" Vairas tersenyum menyeringai, memikirkan hal yang tidak mungkin baginya. Yaitu memiliki Camellia kekasih Raja iblis Lucifer/Kainer


"Kau memang iblis yang penuh n*fsu, Raja Vairas" pria itu tersenyum melihat kegenitan Vairas yang menginginkan Camellia.


"Koros, kau jangan sentuh dia! karena aku akan menyentuhnya lebih dulu" Vairas mengingatkan pada iblis yang memiliki wajah merah seperti api menyala itu.


Aku harus merasakan bagaimana rasanya mencicipi tubuhnya, lalu aku akan memakannya hidup hidup. Tapi, dia terlalu cantik kalau aku memakannya hidup hidup. Biarkan saja dia jadi iblis dan Ratu masa depanku. Vairas mulai berfikiran liar tentang Camellia


"Dasar iblis! aku tidak punya perasaan sama seperti mu, aku hanya ingin Lucifer lengser dari jabatannya" sanggah Koros pada sekutunya itu


"Itu akan terjadi karena begitu banyak orang yang membencinya. Hanya karena seorang wanita dari bangsa manusia, dia tunduk. Itu membuat iblis lain marah padanya. Tapi kau taulah, di depannya tidak ada yang berani bicara karena takut" oceh Vairas pada Koros, teman atau bisa disebut sekutu


"Baguslah! itu akan lebih mempermudah rencana kita" Koros tersenyum menyeringai


"Tapi.. Koros, kenapa kau mau membantuku? apa manfaat dan tujuan mu?" tanya Vairas agak curiga


"Tujuan kita sama, aku tidak suka Lucifer karena dia terlalu tunduk pada manusia itu" jawab Koros sambil tersenyum lebar


"Kalau aku tau kau punya tujuan lain, awas saja!"


"Tidak ada" jawab Koros singkat


"Baik aku percaya!"


"Oh ya, tentang racun dingin itu bagaimana? Lucifer kan tidak bodoh, dia pasti akan mengusut permasalahan yang menyangkut kekasihnya sampai ke akar-akarnya" Koros sedikit khawatir, ia takut kalau Lucifer tau kalau dia dan Vairas yang sudah meracuni Camellia


"Tenang saja, aku sudah punya kambing hitam terbaik untuk masalah ini" Vairas tersenyum tipis


🍀🍀🍀


Setelah melalui proses interogasi yang cukup panjang, Monia dan Greta terbukti tidak bersalah dan dibebaskan. Selepas dari penjara Greta yang sedikit terluka langsung di obati oleh Aludra dan Monia di obati oleh kekuatan penyembuhan Kara.


"Syukurlah kau hanya mengalami hipotermia ringan dan kau hanya lecet-lecet sedikit. Nona Greta beristirahatlah" Aludra tersenyum pada Greta


"Terimakasih tabib Aludra" jawab Greta sambil merebahkan dirinya di sebuah ranjang yang berukuran sedang


"Tabib Aludra, apa yang kami alami tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami tuan Keith" ucap Monia yang sedang diobati oleh Kara


"Apa yang terjadi padanya? oh ya, aku baru sadar kalau dia tidak bebas bersama kalian" Aludra terlihat cemas mendengar tentang Keith


"Dia mungkin akan mendapat hukuman dari Baginda raja" ucap Monia yang juga sedikit cemas pada Keith


"Apa karena insiden racun itu?" tanya Aludra


"Benar, bukti-bukti sudah sangat memberatkan nya. Tuan Keith lah yang membawa dan memberikan makanan itu pada tuan putri. Itulah sebabnya tuan Keith yang tertuduh menyimpan racun itu ke dalam makanan" jelas Greta pada Aludra. Greta dan Monia sama-sama mendengar, melihat apa yang terjadi selama introgasi di penjara.


"Tidak mungkin tuan Keith melakukan itu! jika tuan Keith memang meracuni putri Camellia, dia pasti tidak akan datang mencari ku dengan wajah paniknya! dia sudah berubah, aku percaya padanya" Aludra yakin dan percaya pada Keith yang sudah berubah


"Hanya kau saja yang mempercayai nya tabib Aludra. Kalau aku masih ragu padanya yang akan berubah semudah itu, dia sudah berkali-kali ingin menyingkirkan putri Camellia" Monia masih sedikit mencurigai Keith


Aludra mengernyitkan dahinya, ia tampak cemas pada Keith. Aludra lalu bertanya pada Kara dimana Raja iblis, Aludra akan membela Keith. Meski di sebut sudah gila oleh Monia dan yang lainnya, Aludra tidak peduli karena ia percaya pada Keith sepenuhnya.


Namun tentu saja tidak mudah baginya untuk bertemu Raja iblis yang tidak selalu berada ditempatnya. Aludra memutuskan untuk melihat keadaan Keith dipenjara, diantar oleh Gordon.


Aludra berjalan menyusuri ruang bawah tanah dengan suhu yang dingin dan panas bercampur satu. Bagi manusia biasa seperti nya, udara disana sangat menyesakkan.


"Tuan Keith ada di ruangan paling ujung. Tapi saya harap anda tidak berlama-lama di sini. Untuk manusia seperti anda, udara disini bisa menjadi senjata pembunuh" ucap Gordon mengingatkan.


Seperti nya mereka saling peduli satu sama lain, apa mereka ada hubungan? ah tidak mungkin kan? Keith tidak mungkin menyukai manusia. batin Gordon merasakan kalau Aludra dan Keith memiliki hubungan


"Saya mengerti tuan Gordon, terimakasih sudah mengantar saya" Aludra berterimakasih pada Gordon yang sudah mengantarnya menemui Keith


Gordon menghilang secepat kilat dari pandangan Aludra. Tabib cantik itu berjalan menuju ke ujung ruangan, disana ada sebuah pintu besi. Aludra membuka pintu itu, ia menutup mulut dan mata nya membulat melihat pemandangan mengerikan di depannya.


"Tuan Keith!!"


Kenapa dia kemari dan melihat keadaanku yang seperti ini? Keith terlihat tak berdaya, ia tak ingin Aludra melihatnya


"Ke-kenapa luka luka mu tidak sembuh seperti sebelumnya? apa kau kehilangan kekuatan mu?" tanya Aludra menatap cemas ke arah luka-luka Keith yang masih basah. Wajah Keith juga tampak menyedihkan dengan darah yang mengucur.


"Kau mau apa kesini? pergilah dari sini!" seru Keith sambil memalingkan wajahnya dari Aludra.


"Apa itu sakit? aku akan mengobati mu ya?" mata sang tabib itu berkaca-kaca melihat Keith terluka, seperti hatinya sendiri yang terluka


"Aku sudah bilang! pergilah dari sini, kau tuli ya?!!" Keith berteriak-teriak pada Aludra


Pergilah, jangan melihatku dengan tatapan menyedihkan itu. batin Keith tak sanggup melihat tatapan Aludra padanya


"Jawab aku dulu! siapa yang melakukan ini padamu? kenapa luka luka mu tidak sembuh seperti sebelumnya? bukankah kau selalu sombong, bahwa kau adalah iblis kelas atas yang memiliki kekuatan besar??" Aludra keheranan melihat Keith terluka tapi tidak sembuh lukanya seperti yang ia lihat sebelumnya.


"Sekuat apapun diriku, jika Raja iblis terkuat yang melukai ku, kekuatan ku tidak ada apa-apa nya. Sudah puas kau mengejekku dan bertanya padaku? sekarang keluar lah " jawab Keith dengan wajah sedihnya.


Walaupun dia iblis tapi dia pasti sangat kesakitan karena luka nya terbuka dan tidak sembuh. batin Aludra sedih


"Aku belum selesai bicara denganmu. Aku punya dua pertanyaan lagi, apa luka mu ini bisa sembuh nanti?" tanya Aludra cemas


"Bisa, tapi butuh waktu lama" jawab Keith singkat


"Syukurlah.. lalu satu pertanyaan lagi, apa kau benar-benar meracuni putri?" tanya Aludra menatap serius ke arah Keith


"Apa kau berfikir begitu, nona tabib?" tanya Keith yang malah balik bertanya, ia menatap Aludra dengan wajah sedih. Berharap Aludra percaya padanya, namun ia sudah berfikir buruk lebih dulu.


Sudah kuduga dia sama seperti lainnya,dia tidak mempercayai ku. Wajar saja dia begitu, karena sikapku pada Putri.. memang pantas di curigai. batin Keith kecewa mendengar pertanyaan Aludra padanya.


"Aku tidak berpikir seperti itu, aku percaya pada tuan Keith kalau tuan Keith sudah berubah" jawab Aludra dengan senyuman lebar penuh kepercayaan pada iblis yang ada di depannya itu.


Keith terperanjat, ia tersenyum tipis. Rasa kecewa tadi langsung menghilang dalam sekejap saat ia mendengar kata-kata Aludra yang menenangkan perasaannya.


"Kau.. percaya padaku??" tanya Keith tidak percaya dengan kata-kata Aludra, ia ingin meyakinkan nya.


"Aku percaya jika kau bilang kalau kau bukan pelakunya. Benar kan, bukan kau?" tanya Aludra lagi pada Keith


"Bukan aku"


"Maka itu bukan kau. Aku percaya tuan Keith sudah berubah, bahkan tuan putri juga percaya pada tuan Keith" ucap Aludra yakin pada Keith


Aku harus segera bertemu Baginda raja dan mengatakan tentang tuan Keith. Seandainya tuan putri ada disini juga. batin Aludra yang ingin menolong Keith


"Terimakasih... sudah percaya padaku" ucap Keith pelan sambil memalingkan wajahnya sambil tersenyum malu


"Hehe, baiklah aku sudah dengar. Sama-sama tuan Keith, sekarang bolehkah aku mengobati luka mu secara manual?" tanya Aludra yang membuka kotak obat yang dibawanya.


"Kau tidak perlu melakukan nya, nanti juga sembuh sendiri. Kau tidak boleh berlama-lama ditempat ini!" Keith cemas pada Aludra jika berada lama disana akan membuat tubuhnya terserang penyakit atau yang lebih buruk adalah kematian.


"Ini tidak akan lama, asalkan tuan Keith diam!" seru Aludra ada Keith


Aludra mengobati tubuh Keith dengan obat merah, lalu menutupi luka-lukanya dengan kain perban. Saat Aludra sedang mengobati nya, Keith tersenyum melihat gadis cantik itu. Tanpa sadar matanya menatap dengan penuh pesona.


DEG


DEG


DEG


Apa yang terjadi? kenapa jantungku yang tidak pernah berdebar ini menjadi berdebar-debar? Sebenarnya sejak kapan ini terjadi? perasaan apa ini? Mengapa aku peduli pada tabib Aludra? batin Keith yang merasakan jantungnya berdebar kencang. Keith merasakan dirinya memiliki perasaan peduli yang lebih pada Aludra.


Ya Tuhan, kenapa dia masih tetap saja tampan walau sedang terluka. Aludra, apa yang kau pikirkan? Aludra tidak fokus melihat ke otot dada Keith yang sixpack dan wajah Keith yang tampan.


Kedua orang yang beda bangsa dan beda dunia itu saling bertatapan satu sama lain. Merasakan ada yang berbeda dari tatapan mereka.


Sial! jika kedua tanganku tidak terikat, aku pasti sudah memeluknya. Untunglah kedua tangan ku terikat. Keith merutuki dirinya sendiri di dalam hati


Bolehkah aku memeluk tubuhnya? kenapa tanganku gatal sekali.. Aludra, apa yang kau pikirkan?


Aludra sendiri merasa grogi di depan Keith. Setelah selesai mengobati Keith, Aludra berpamitan pada Keith dan berkata akan mengunjungi nya lain kali. Aludra yang gugup, tak sengaja terjatuh dan memeluk Keith.


"KYAAKK!!"


...---***---...