Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 1. Camellia Death (Season 2)


🍀🍀🍀


Aku merasa seperti tenggelam..


Ini sangat menyakitkan..Dada ku sangat sesak..


Aku sulit untuk bernapas..jantungku yang berdebar mulai melambat..


Tuhan.. Aku harap ini semua hanyalah mimpi, mimpi buruk ku..


Namun, rasa sakit ku ini menyadarkan ku bahwa ini memang nyata..


Pedang yang menancap di tubuhku, darah yang mengalir di pedang ini..


Pria itu yang menancapkan nya, apa aku akan kehilangan nyawaku olehnya?


Tidak! tidak mungkin dia membunuhku, dia yang mencintaiku tidak akan melakukan ini.


Aku tidak mau mati...


****


Sebelum tubuhnya roboh, Dimitri berlari menghampiri Camellia dan menopang tubuhnya. Sementara Kainer masih berada dalam ketidaksadaran nya, warna bola matanya belum kembali seperti semula.


Gordon, Keith dan Gloria yang ada disana kaget melihat peristiwa itu. Gloria tampak frustasi! ia tidak bisa menghentikan takdir dan penglihatannya. Dalam penglihatan nya, Camelia akan mati di tangan orang ia cintai. Tampaknya semua itu benar.


"Lia! Lia! sadarlah Lia!!" Dimitri menangis melihat kondisi adiknya yang bahkan tidak bicara. Darah itu masih segar mengucur ke lantai, pedang itu masih menancap di tubuhnya


"BuAHAHahahaha... Hey Raja iblis, sadarlah! kau membunuhnya.. orang yang kau cintai. BuAHAHahahaha" Tak hentinya Vairas tertawa walau kondisi nya juga sedang tidak baik. Vairas puas melihat Camellia mati di tangan Kainer.


Kainer memegang kepalanya yang masih berputar putar. Berusaha menyingkirkan bayangan aneh dari matanya. Gordon dan Keith berusaha menyadarkannya.


"ARGGH... Arghh.. AHHHHHH.." Kainer mengerang keras, Raja iblis jatuh terduduk. Samar-samar penglihatan nya mulai kembali.


Kepalaku..mata ku kenapa begini..


"Yang mulia! sadarlah yang mulia, apa yang sudah yang mulia lakukan??!" Keith berusaha menormalkan mata Kainer yang masih dalam pengaruh bubuk aneh dengan sihirnya.


SLING!


"Seperti nya Baginda terkena racun ilusi yang kuat!" seru Gordon yang juga membantu Kainer mengendalikan dirinya.


Disisi lain Camellia sedang sekarat di pangkuan Dimitri. Kedua kakak Camellia itu berusaha untuk mencabut pedang yang menancap di tubuh adiknya, tapi mereka tidak tega jika Camellia kesakitan.


Tubuhku seperti mati rasa. batin Camellia, gadis itu menangis, sampai tak mampu bicara saking sakitnya.


"Lia.. bertahanlah.. Arthur tolong cabut pedangnya!! kau tidak lihat Lia sampai tidak bisa bicara!!" teriak Dimitri pada Arthur supaya bergegas mencabut pedang yang menancap itu.


"Kakak!! Aku tidak bisa, aku tidak sanggup kak!" Arthur menangis, ia tak tega mencabut pedang itu. Padahal ia biasa berperang dan menghadapi situasi seperti ini, tapi saat adiknya yang mengalami nya. Arthur tidak berkutik.


"Arthur kau!!" seru Dimitri dengan air mata yang mengalir deras membanjiri pipi nya.


Gloria mendekati Camellia, ia mencoba menghilangkan pedang itu dengan sihirnya agar Camellia tidak merasa sakit saat pedang tercabut. Namun, sihirnya tidak bisa digunakan pada pedang itu.


SWISH----


"Maafkan hamba yang mulia Raja, yang mulia pangeran.. pedang ini hanya bisa dicabut oleh pemiliknya. Pedang ini bukan pedang biasa yang sembarang orang bisa memegangnya" jelas Gloria pada Arthur dan Dimitri. Wanita tua itu tidak berhasil mencabut pedang itu.


"Bahkan sampai seperti ini pun, adikku masih bergantung padanya!! aku tidak sudi kalau dia mendekati Lia.." seru Dimitri murka pada Kainer


"...." Gadis yang sedang sekarat itu tidak bisa bicara, ia diam seribu bahasa. Hanya menangis saja melihat kedua kakak nya disampingnya.


"Kakak! ini demi Lia!! kasihan adik kita kak, jika pedang itu terus menancap ditubuhnya"


"Kak..." lirih Camellia dengan suara yang pelan dan rendah


"Ada apa adikku sayang? apa kau sakit? bertahanlah kau akan baik-baik saja!" tanya Dimitri seraya meyakinkan dirinya sendiri bahwa adiknya akan baik-baik saja, padahal hatinya berlainan dengan pikirannya.


"Tenang saja Lia, kita akan pulang ke rumah.. dan kau tidak akan menderita lagi ya" bujuk Arthur pada Camellia sambil menangis sedih


"Ka..lian.. sangat cengeng" Camellia tersenyum diwajahnya yang pucat.


Setelah disadarkan oleh Gordon dan Keith, akhirnya Kainer kembali pada dirinya yang semula. Ia mengingat semua yang terjadi sebelumnya kalau ia menancapkan pedang pada Camellia.


Kainer yang murka langsung membunuh Vairas ditempat saat itu juga!


"Brengsek kau Vairas!!!" Kainer mengeluarkan kekuatan terdahsyat nya, yaitu sihir api biru dan kekuatan yang bisa menyakiti iblis lain tanpa menyentuhnya.


BLARR!!!


Api membakar tubuh Vairas, iblis itu juga kesakitan. Disisi lain Zefanya menangis da memohon pada Kainer agar ia mengampuni ayahnya. Namun, Kainer tidak bisa mengampuni nya lagi.


"Hahahaha...tidak apa-apa aku mati! tapi kau yang akan menderita seumur hidupmu! kau yang membunuhnya bukan aku! tanganmu yang membunuhnya Lucifer! KAU!!" teriak Vairas sambil tersenyum dan tertawa puas mengejek Kainer di akhir hidupnya.


Kini Vairas sudah tamat, ia berakhir menjadi abu. Zefanya menangis abu ayahnya, ia terlihat sangat berduka. Kematian Vairas menjadi pertanda bahwa Lucifer telah menang dan kembali merebut tahtanya.


Raja iblis itu menatap Camellia yang masih membuka matanya dari kejauhan, ia tak sanggup berhadapan dengan Camellia dan kedua kakaknya yang menatap dirinya penuh kebencian.


"Cepat lepaskan pedang sialan mu ini!" Ujar Dimitri pada Kainer tanpa melihat ke arah nya


"Jangan sampai adik kami kesakitan!" Arthur mengingatkan pada Kainer.


Dengan mudahnya Kainer menghilangkan pedang dari tubuh Camellia, tanpa rasa sakit. Raja iblis itu menangis sambil menatap Camellia dengan penuh rasa bersalah dan kesedihan.


Kainer mencoba menyembuhkan Camellia dengan sihirnya, tapi semuanya tak berguna. Camellia sudah diambang batas nya, pedang yang menyerang untuk iblis tentu saja membuatnya bisa kehilangan nyawa.


Wanita tua itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menangis. Takdirnya dan penglihatan nya tentang Camellia benar-benar terjadi.


"Kakak.. aku ingin bicara pada Kainer" pinta Camellia pada kedua kakak nya.


"Tapi..."


"Se.. bentar saja..waktu ku.. ti-tidak banyak.."Camellia terbata-bata


DEG!


Kainer tersentak mendengar Camellia ingin bicara padanya setelah apa yang ia lakukan. Gordon, Keith dan iblis disana ikutan sedih melihat apa yang terjadi.


Kini Camellia sudah berada di pelukan Kainer, Camellia tersenyum. Kedua mata indah berair itu memandang ke arah Kainer dengan penuh cinta.


"Kainer.."


"Maafkan aku Ellia..maafkan aku.. aku tau semuanya tidak cukup hanya dengan kata maaf saja..hiks"Raja iblis itu menangis dan tak sanggup melihat keadaan gadis yang ia cintai itu sekarat.


Gordon dan Keith terpana melihat Kainer menangis, ini pertama kalinya Keith dan Gordon melihat Raja mereka menangis. Hal yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah iblis, Raja iblis menangis.


Camellia tersenyum, ia memegang tangan Kainer dengan lembut dan pelan disisa sisa tenaga yang dimilikinya.


"Anggaplah aku bodoh... ternyata.. aku..sa..ngat mencintai..mu..tapi.. aku tidak pernah menyesal mati ditangan orang.. yang aku cintai.."


"Tidak! jangan katakan itu!! ini adalah keserakahan ku! ini semua salahku, salahkan aku! aku yang membuat membuatmu menderita.. aku yang egois.. bahkan tanpa sengaja aku membunuhmu.. Camellia aku benar-benar.." Kainer menangis, ia membalas genggaman lembut tangan Camellia.


Camellia mencium bibir Kainer dengan lembut, air mata itu masih menetes membasahi pipinya.


CUP


"Aku.. mencintaimu..Kainer.. aku sayang pada kak Dimitri dan kak Arthur.. tapi aku minta maaf pada kalian semua.. seperti nya aku.. a..ku akan menyusul ibu dan ayah.." Camellia menoleh ke arah Arthur dan Dimitri yang tak jauh dari sana


"Tidak Lia!! kau akan baik-baik saja! kau akan hidup lebih lama dari kami!!" seru Arthur sambil menangis terisak


"Aku minta maaf.. karena aku tidak akan sempat.. meli..hat..kalian me-menikah...kalian harus hidup bahagia ya.. aku akan selalu mendoakan kalian..Uhuk... uhuk..." Camellia memuntahkan darah dari mulutnya.


"LIA!!" teriak Dimitri semakin panik melihat adiknya


"Kainer.. aku sangat ngantuk... aku mau tidur.." Camellia tersenyum cerah dibibir pucat nya.


Tuhan, aku tidak kuat lagi..


Tangan Camellia terkulai lemas di pelukan Kainer, matanya menutup rapat. Air mata terakhir menetes jatuh di tangan Kainer.


Banjir air mata tak terelakkan lagi, mengiringi kematian Camellia. Semua disana berduka cita atas kematian putri bungsu kerajaan Fostiarus itu. Dan bagaimana dengan Kainer? sudah jangan ditanyakan lagi!


Raja iblis yang tidak memiliki emosi seperti manusia kini menangis memeluk wanita yang ia cintai, melihat kematian mengerikan itu. Dan dia lah penyebabnya, Kainer sangat amat sakit hati dan terluka.


Kedua tangan ini!! kedua tangan ini lah yang membunuhnya!! batin Kainer sangat menyalahkan diri nya sendiri.


"Camellia maafkan aku.. aku minta maaf!!" Kainer memeluk jenazah Camellia dengan erat seolah tak mau melepaskannya.


Kainer berharap semua ini adalah mimpi buruknya saja, namun semuanya bukan mimpi.


"Lia!! Lia!! Tidak!! Lia bangun!! Lia" Arthur berteriak-teriak menangisi jenazah adiknya


Dimitri segera merebut jenazah Camellia dari pelukan Kainer. Dimitri menatap pria itu dengan murka yang tak dapat diartikan dengan kata-kata lagi.


"Lia!! Lia.. hiks.." Dimitri memeluk Camellia, ia menangis meraung-raung.


"Menjauh kau dari adikku!! menjauh!! Iblis sialan!!" Arthur memaki Raja iblis itu penuh kebencian.


"Arthur jangan bicara dengan pembunuh ini, mari kita pergi dari sini" ajak Dimitri pada Arthur.


Dimitri menggendong Camellia yang sudah menjadi jasad tak bernyawa. Hatinya terluka sangat parah, karena harus membawa Camellia kembali dalam keadaan tak bernyawa.


Kainer jatuh terduduk, ia menangis dengan tatapan yang kosong. Lalu ia berteriak sangat kencang merasakan ada sesuatu yang menusuk-nusuk dadanya.


"ARGHHHHHH tidak!!!"


Kemarahan dan duka nya bahkan sampai menghancurkan istana iblis. Sementara itu Arthur, Gloria, Dimitri kembali ke dunia manusia.


Mereka menguburkan jenazah Camellia dengan layak, duka menyelimuti kerajaan Fostiarus yang merasa kehilangan sosok Camellia. Kedua saudara Camellia sangat sedih dan merasa bersalah karena mereka tidak bisa menjaga adik mereka dengan baik.


****


Dunia iblis..


Sudah beberapa kali Kainer mencoba membunuh diri nya sendiri, tapi ia tetap tak bisa melawan takdir Tuhan. Bahwa ia adalah makhluk abadi yang hanya bisa musnah kelak saat kiamat tiba.


Namun bagaimana bisa ia hidup di dunia yang tidak ada Camellia di dalamnya? semuanya terasa hampa, ia benar-benar seperti di paksa untuk hidup. Sepanjang hari terasa lama untuknya, memikirkan Camellia dan Camellia dan rasa bersalah yang besar padanya.


"Sialan! mengapa aku tidak bisa mati! seandainya saja.. seandainya saja aku yang mati! jika ada kehidupan selanjutnya, aku akan memohon agar tuhan menjauhkan mu dariku! aku tidak akan mendekati mu lagi, kumohon.. asal kau tetap hidup..!!" pinta Raja iblis pada yang maha kuasa.


🍀🍀🍀


Beratus-ratus tahun telah berlalu...


Terlihat jalanan raya yang dilalui banyak kendaraan dan pejalan kaki, dan gedung-gedung tinggi. Dunia yang tampak cerah dan teknologi yang terlihat dimana-mana.


Seorang gadis berambut panjang dan cantik sedang memandang sebuah televisi besar di tengah kota.


...---***---...