
Sinopsis season 2 bisa di lihat besok di laman depan yaβΊοΈππ
...πππ...
Pria tampan bertubuh tegap itu menatap ke arah Violet, mata nya berkaca-kaca. Kedua mata berwarna biru itu membuat hatinya luluh lantak.
Ada semacam kerinduan di dalam matanya untuk Violet. Tersirat kesedihan dan cinta juga di dalam tatapan mata pria berwajah tanpa ekspresi itu.
Pria itu, tampan sekali dia.. apa dia sedang menatapku?. Violet juga merasakan kalau pria itu sedang menatapnya dari kejauhan.
"Jangan-jangan dia menatapku karena penampilan ku yang acak acakan ini?" gumam Violet pada dirinya sendiri, melihat penampilan nya yang acak acakan.
Setelah cukup lama menatap Violet, pria itu berjalan masuk ke dalam kantor pusat Maxton grup, ia diikuti oleh seorang pria dibelakangnya.
Pria itu sampai di ruangannya yang paling atas, ruangan yang bertuliskan ruangan Presdir di pintunya. Dan dia sendiri adalah Presdir Maxton grup, Leonardo James Maxton. Pria tampan, Presdir muda yang menjadi pemilik sekaligus pemimpin perusahaan Maxton grup.
DEG
DEG
Perasaan apa ini? mengapa jantungku berdebar seperti ini saat melihatnya?
Leon masih merasakan jantungnya berdebar kencang saat melihat sosok violet di depan kantor tadi. Wajah gadis itu selalu terbayang di pikirannya.
"Pak.. Pak Leon? apa anda mendengar saya?" tanya sekretaris nya yang bernama Thomas pada Leon.
Kenapa pak Leon melamun? tumben sekali
Leon masih melamun, ia memegang dadanya yang terasa sesak itu. Degup jantungnya tidak beraturan, ada rasa sakit, rindu dan sedih di hatinya, entah apa sebabnya.
"Pak! apa bapak dengar saya?!" tanya Thomas sedikit membentak Leon agar pria itu mendengarnya
"Kau tidak usah berteriak seperti itu, aku tidak tuli!" Leon menatap marah ke arah Thomas
"Ma-maafkan saya pak, habisnya bapak melamun. Saya sudah memanggil manggil bapak beberapa kali, tapi bapak diam saja" jelas Thomas sambil menunduk memohon maaf
"Ada apa?" tanya Leon yang terlihat kesal
"Hari ini ada penyambutan karyawan baru pak" jawab Thomas dengan singkat padat dan jelas
"Lalu?" tanya Leon dengan wajah dinginnya
"Bapak harus menghadirinya untuk memberikan sambutan" jawab Thomas
"Dimana acaranya?" tanya Leon tanpa basa basi
"Lantai 2 pak"
"Hanya perlu menyambut saja kan?" tanya Leon yang tidak suka berlama-lama di hadapan banyak orang.
Dari seragamnya, ia pasti karyawan baru di kantor ini. Kalau aku datang kesana, aku akan bertemu dengannya lagi dan memastikan perasaan apa ini. Kenapa dia membuat hatiku kacau seperti ini?
"Iya pak, sebentar saja. Bapak hanya perlu memberikan satu atau dua patah kata untuk menyambut karyawan baru" jelas Thomas sambil tersenyum profesional, ia berharap kalau Presdir nya hadir kesana. Namun, ia pesimis Presdir nya akan datang kesana karena sebelumnya Leon tak pernah menghadiri acara ramai dan penuh dengan banyak orang.
Pasti kali ini Presdir tidak akan setuju lagi. Haah.. sudah kuduga.
"Oke" jawab Leon setuju
"Ya, sudah saya duga kalau pak presdir tidak akan setuju" Thomas menghela napas
"Aku setuju" jawab Leon dengan wajah datarnya
"Apa saya tidak salah dengar?!" Thomas tersentak kaget mendengar kata setuju meluncur dari bibir Leon untuk pertama kalinya.
"Kamu tuli ya? ayo cepat kita turun ke lantai bawah!" ujar Leon marah pada Thomas yang terlihat bengong itu.
Kemudian, Leon dan Thomas naik ke dalam lift, mereka hendak turun ke lantai dua untuk menghadiri acara karyawan baru. Semua orang disana terutama karyawan baru, sangat menantikan kehadiran Presdir Maxton grup yang hampir tidak pernah terlihat itu.
Para wanita bergosip, mereka penasaran seperti apa sosok nyata dari Presdir Maxton grup. Dan rasa penasaran mereka terjawab saat Leon dan Thomas datang kesana.
"Astaga! apa dia Presdir Maxton grup itu?" tanya seorang wanita dengan mata berbinar-binar menatap Leon yang sedang berjalan menuju ke atas panggung.
"Tampan sekali!! KYAA!!"
Leon sempat berhenti melangkah, suara-suara gadis-gadis itu membuatnya muak. Padahal jarak antara gadis gadis itu dengannya sangat jauh.
Berisik sekali, kenapa Tuhan menganugerahi ku kemampuan seperti ini? Leon mengepal tangannya dengan gemas, ia memiliki kemampuan pendengaran tajam yang lebih baik dari siapapun. Inilah yang membuatnya benci berada di tempat yang ramai.
"Ada apa pak?" tanya Thomas pada Leon yang tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan dan belum naik ke atas panggung.
"Tidak ada apa-apa" jawab Leon sembari melanjutkan langkahnya.
Saat naik ke atas panggung, Leon mendengar suara seorang wanita yang menarik perhatian nya dan mendebarkan hatinya.
Suara itu..
Di depan gedung kantor itu..
"Bu, tolong saya.. please, saya hanya terlambat tiga menit saja. Izinkan saya masuk, ini adalah hari pertama saya bekerja" Violet mengatupkan kedua tangannya seraya memohon kepada seorang wanita paruh baya di depannya itu
"Heh! justru karena ini hari pertama kau bekerja, harusnya kau tidak datang terlambat! sudah pergi saja kau dari sini, datang lagi besok!" wanita paruh baya itu mengusir Violet dengan kasar
"Siapa kau? apa kau berhak mengusir karyawan baru seenaknya?" tanya Leon yang sudah berdiri di belakang wanita paruh baya itu.
Oh, dia kan pria yang tadi. batin Violet dengan mata melirik ke arah pria tampan itu.
"Pak presdir!" wanita paruh baya itu langsung membungkuk ketakutan saat melihat sosok Leon di depannya.
Presdir? apa dia Presdir grup Maxton?. Violet tercekat, sedetik kemudian ia langsung menundukkan kepalanya di depan Leon seraya memberikan hormat
"Thomas, siapa wanita ini?" tanya Leon sambil menatap sinis ke arah wanita paruh baya ini
"Sa-saya Daisy, ketua tim HRD di kantor ini pak" jawab Daisy
"Kau dipecat nyonya Daisy" ucap Leon tegas, "Thomas siapkan uang pesangon nya" tambah nya pada Thomas.
Thomas dan Violet tercengang mendengar kata-kata tegas dari mulut Leon yang langsung memecat Daisy saat itu juga.
"A-apa pak? barusan bapak bilang apa??!" tanya Daisy kaget mendengar ucapan Leon yang memecatnya
"Tapi salah saya apa pak? kenapa saya dipecat?!" tanya Daisy yang tidak terima dirinya dipecat
"Beraninya kau bertanya pada pak Presdir seperti itu?!" Thomas kesal melihat Daisy yang bersikap tidak sopan pada Leon.
Kenapa pak Presdir memecat nyonya ini? apa karena aku? tidak mungkin!. Violet terheran-heran dengan tindakan Leon.
"Kau menyalah gunakan kekuasaan mu untuk mengusir karyawan baru" jawab Leon ketus, ia sudah gemas ingin menyeret wanita yang bernama Daisy itu jika dia bukan wanita. Matanya sudah menatap tajam pada Daisy.
Bahkan Thomas dan Violet juga bisa merasakan aura dingin disana.
"Saya hanya menjalankan tugas saya pak, saya menghukumi orang yang terlambat datang ke kantor. Mana bisa saya di pecat seperti ini? saya tidak terima!" Daisy menatap marah ke arah Violet.
Leon memberikan isyarat pada Thomas dan petugas keamanan yang ada disana untuk menyeret Daisy yang terus marah-marah disana dan menganggu ketertiban. Akhirnya perhatian semua orang disana teralihkan pada Leon dan Violet yang ada di luar.
"Aku tidak mau melihat dia di kantor ini lagi" pesan Leon pada petugas keamanan itu.
"Baik pak" jawab petugas keamanan patuh
Dingin dan tegas sekali Presdir Maxton ini. Violet tak berani menatap Leon, ia takut dengan aura yang dipancarkan darinya
"Kau juga!" seru Leon sambil melihat ke arah Violet yang hanya menunduk saya
"Presdir memanggil saya?" tanya Violet yang masih menunduk
"Angkat kepalamu, tidak sopan sekali kau bicara padaku tanpa melihat ke arahku" Leon menatap Violet dengan penuh pertanyaan
Mari kita dengar apa yang dia pikirkan.
Mengapa pak Presdir ingin wanita ini menatapnya? dia kan tidak suka jika orang lain menatapnya? apa jangan-jangan pak Presdir jatuh cinta padanya?. Batin Thomas kaget, matanya melirik ke arah Violet dan Leon secara bergantian. Thomas heran, karena ia baru pertama kali melihat Presdir nya bersikap seperti itu pada seseorang.
Seolah sedang penasaran dengan sosok Violet, bahkan Leon ingin melihat wajah Violet dari dekat sampai menatap nya.
Apa aku akan dipecat? matilah aku! apa kaya ibu ku nanti? batin Violet sedih
Violet menengadah ke arah Leon yang tingginya jauh dari tinggi badannya itu. "Maafkan saya pak, saya sudah membuat keributan"
Violet menatap mata berwarna hitam milik Leon, ia merasa ada kesedihan di dalam mata itu.
Leon juga menatap mata Violet dengan mata bergetar, ia merasakan lagi perasaan aneh di dalam dirinya pada Violet. Ia melihat bayangan seorang gadis cantik berambut perak pada diri Violet.
Gadis itu lagi, gadis yang ada di dalam mimpiku.. dia.. Leon tampak syok, ia sedih melihat sosok wanita yang berambut perak itu pada diri Violet.
Kainer.. aku mencintaimu.. suara suara aneh mulai bermunculan di kepalanya, membuat Leon terkejut.
"Pak, apa anda baik-baik saja?" tanya Thomas sambil melihat ke arah Leon yang terus menatap Violet.
Wanita ini, aku tidak bisa membaca pikiran nya. batin Leon keheranan dengan sosok Violet itu
"Pak, apa saya dipecat?" tanya Violet dengan bibir gemetar dan takut di pecat
"Masuklah! sebelum aku berubah pikiran" ucap Leon sambil memegang kepalanya, Leon berjalan masuk ke dalam kantor.
Aku tidak tahan lagi melihat wajahnya, entah kenapa ada perasaan ingin memeluk dan menciumnya, lalu ada juga perasaan sedih. Sebenarnya perasaan aneh apa ini.
"A-aku tidak dipecat?? apa maksudnya begitu?" Violet terpana mendengar ucapan Leon padanya.
"Iya, cepatlah masuk nona! sebelum pak presdir berubah pikiran" bisik Thomas pada gadis itu
"Terimakasih pak Presdir! anda adalah orang yang sangat baik" Violet merapikan rambutnya lalu ia berjalan mengekori Leon dan Thomas di belakang mereka.
Hatinya senang karena tidak dipecat oleh Leon. Akhirnya Violet bergabung dengan karyawan baru yang lainnya.
Leon berpidato di depan semua karyawan baru di perusahaannya. Ia tak bisa berlama-lama disana, karena ia masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ia selalu mendengar suara-suara hati orang lain setiap saat yang membuatnya muak.
Setelah ucapan penyambutan itu, Leon terus memperhatikan Violet dengan tatapan yang aneh. Violet hanya membungkuk di depan Leon seraya memberi hormat padanya. Violet bertanya-tanya dalam hati kenapa Leon melihat nya sampai seperti itu. Tatapan Leon sulit ia artikan.
"Perkenalkan saya ketua tim bagian pemasaran, nama saya Stacy. Saya yang akan membimbing kalian, jika ada pertanyaan kalian boleh bertanya pada saya" jelas seorang gadis cantik berambut pendek pada para bawahannya itu.
PROK
PROK
PROK
Semua anggota tim pemasaran bertepuk tangan untuk Stacy. Disana juga ada Violet yang masuk ke tim pemasaran.
"Bu, saya ada pertanyaan!" kata seorang gadis sambil mengangkat satu tangannya
"Ya silahkan" jawab Stacy
"Apa ada pesta untuk penyambutan karyawan baru?" tanya gadis itu semangat
"Tentu saja ada! malam ini semua tim kita akan merayakan pesta penyambutan itu di sebuah kedai di dekat sini. Siapkan diri kalian untuk minum minum" jelas Stacy dengan wajah ceria dan semangat
Semua anggota tim itu tersenyum bahagia sampai bersorak karena akan ada pesta penyambutan.
Leon yang berada di lantai paling atas gedung, bisa mendengar obrolan itu, ia tersenyum sendiri, lalu memanggil sekretaris nya"Thomas"
"Ya pak?" jawab Thomas sambil berdiri dari kursinya
"Apa aku bisa ikut ke pesta penyambutan karyawan baru?" tanya Leon
"Bukannya bapak tidak suka keramaian?" Thomas heran
"Aku tanya apa dan kau jawab apa" Leon kesal
"Bisa pak, bapak bisa ikut"
"Malam ini apa aku ada jadwal?" tanya Leon
"Tidak pak"
"Kalau begitu aku akan pergi"
Dan aku akan bertemu gadis itu lagi, akan ku pastikan aku bisa membaca pikiran nya.
...---***---...