Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Kambuh


...🍀🍀🍀...


Camellia kesakitan, tangannya memegang dada dengan erat. Tubuhnya terasa dingin tak tertahankan, jantung berdegup kencang, kepala pusing seperti mau pecah.


"Haah.. haaah..." Gadis itu mulai kesulitan bernapas.


Kainer sendiri panik dan tidak tega melihat racun dingin ditubuh Camellia kambuh. Kainer membuka bajunya, kini ia telanjang dada di depan kekasihnya.


"Apa yang kau lakukan? kenapa kau membuka bajumu?" tanya Camellia dengan napas terengah-engah


"Menolong mu" jawab Kainer


"K-kau! kau me-mesum.." ucap nya terbata-bata


"Apa yang ada dipikiran mu itu aku adalah orang mesum? sini, aku akan memelukmu" Kainer berjalan mendekati


"A-Apa? me-memeluk??!" tanya Camellia


Dengan keadaan telanjang dada, Kainer memeluk kekasihnya. Camellia terkejut dengan tindakan Kainer.


"Ka-kau! apa yang kau.." Bibir Camellia gemetar, ia merasa dingin yang luar biasa. Gigi nya berbunyi bergemurutuk


"Jangan bergerak, aku sedang menyalurkan panas tubuhku pada tubuh mu" ucap nya sambil memeluk erat Camellia yang kedinginan.


Tubuhnya dingin sekali, dia pasti sangat tersiksa. Aku bisa saja menyalakan api di tubuhku, tapi Camellia bisa terbakar.


Tubuhku terasa lebih baik.Ternyata pelukan dari kekasihku bisa terasa sehangat ini. Camellia menikmati dekapan suaminya.


"Bagaimana? apa kau merasa lebih baik?" tanya Kainer


"Iya, lumayan" jawab nya lemas


"Syukurlah. Apa masih dingin?" tanya Kainer cemas


"Sudah lumayan hangat, hanya saja masih sakit" jawab Camellia sambil tersenyum lemah


"Sakit? apa kau merasa sakit juga? bukan kah kau hanya kedinginan saja?" tanya Kainer yang tidak tau kalau Camellia kesakitan, ia hanya tau kalau Camellia kedinginan saja.


"Iya aku merasa sakit, bagian dalam tubuhku" jawab Camellia yang menikmati dekapan kekasihnya


"Mana yang sakit?" tanya Kainer cemas


"Jantungku, hatiku seperti beku. Kepalaku seperti mau pecah" Camellia tersenyum


"Apa ada gejala seperti itu juga? lalu apa sekarang masih sakit?" tanya Kainer


"Sudah lumayan tidak sakit" jawab Camellia yang tidak mau Kainer cemas padanya. Walau sebenarnya tubuhnya masih sangat kesakitan.


"Aku akan panggilkan Aludra dan Kara!" seru Kainer


Camellia memeluk Kainer semakin erat, ia tak mau Raja iblis itu meninggalkannya. Pelukan hangat dari Kainer, tidak mau ia lepaskan.


"Aku kan sudah bilang tidak apa-apa, aku kan selalu seperti ini. Nanti juga sakitnya hilang sendiri. Kau jangan pergi ya" rengek nya pada Kainer. Camellia menutup matanya perlahan-lahan.


Ini sangat sakit, aku sangat kesakitan. Tapi, aku tak mau kau pergi dari sisiku.


"Aku tidak bisa bilang tidak padamu" Kainer memeluk Camellia dan semakin memanaskan tubuhnya, agar tubuh kekasih nya bisa semakin hangat.


Aku harus bagaimana Camellia? haruskah aku melihatmu tersiksa terus seperti ini setiap kali kau kambuh? kau juga tidak bisa sembuh, racun ini akan berada di dalam tubuhmu selamanya. Kau akan tersiksa selamanya.. jika saja aku yang durhaka dan pembangkang ini, bisa meminta pada Tuhan.. aku ingin meminta agar semua kesakitan mu berpindah padaku. Aku tidak tau seberapa lama lagi aku bisa menahan untuk melihatmu kesakitan seperti ini.


Camellia tertidur pulas di pelukan Kainer setelah ia merintih, meringis kesakitan karena penyakit racun dingin nya kambuh. Sementara Raja iblis itu masih terjaga disampingnya. Memeluk Tisha, kepala gadis itu bersandar di tangannya.


"Syukurlah kau sudah tidak kesakitan lagi. Tapi aku tetap mencemaskan mu. Bagaimana bisa aku tenang kalau kau kesakitan terus seperti ini?" Raja iblis itu menatap Camellia dengan penuh kekhawatiran.


Yang mulia! ada yang ingin saya laporkan. ucap Gordon pada Lucifer melalui batinnya


"Tunggu, aku akan keluar" ucapnya pada Gordon


Baik yang mulia. jawab Gordon patuh


Ada rasa tidak tega dan tidak nyaman di hatinya untuk meninggalkan Camellia sendirian. Namun, ia harus pergi keluar untuk menemui Gordon.


KLAK


Kainer membuka pintu kamar itu pelan-pelan, takut Camellia akan terbangun dari tidur lelapnya, walau ia sudah memasang sihir perlindungan pada Camellia.


Greta dan Monia berada di depan kamar itu, segera setelah melihat Kainer. Mereka membungkukkan setengah badan mereka, seraya memberikan hormat.


"Kalian jaga dia, aku akan pergi sebentar" titah Kainer pada Greta dan Monia


"Baik yang mulia Raja" jawab kedua dayang itu patuh


"Kalau ada sesuatu pada nya dan dia sudah bangun, cepat laporkan padaku" ucap nya lagi pada kedua dayang itu


"Baik yang mulia"


Di depan Kainer sudah ada Gordon yang menunggu nya, mereka memutuskan untuk bicara ditempat lain. Gordon mengatakan bahwa sebagian bangsa iblis sudah banyak menentang otoritas Kainer.


"Rakyat kita sudah mulai dekat Raja Vairas. Raja Vairas mungkin memanfaatkan keadaan ini untuk melengserkan yang mulia" jelas Gordon cemas


"Melengserkan aku? apa dia bisa? dari segi kekuatan, sudah jelas dia bukanlah apa-apa. Jika dia memang punya niat seperti itu, aku juga tidak akan tinggal diam"


Raja Vairas memang sudah banyak menolongku ratusan tahun yang lalu, bahkan tahta ku ini juga diperoleh atas jasanya. Tapi, jika dia berniat untuk berada ditempat yang tidak seharusnya. Maka aku juga tidak akan tinggal diam.


"Yang mulia, ada satu hal lagi yang ingin saya katakan!" Seru Gordon sambil mengernyitkan dahinya


"Ada apa lagi?" tanya Kainer


"Para rakyat kita, banyak yang mengatakan kalau tuan Putri.. tuan putri..."Gordon terbata-bata, ia mulai ragu mengatakannya.


"Apa? mereka bicara apa tentang Camellia?" tanya Kainer menatap tajam Gordon


"Mereka mengatakan bahwa tuan putri adalah penyebab yang mulia menjadi lemah dan tuan putri harus dilenyapkan" jawab Gordon yang menundukkan kepalanya, ia takut Rajanya akan marah


"APA? katakan! siapa yang mengatakan hal itu? akan ku tebas leher mereka satu persatu!" Kainer marah, ia meledak mendengar hal seperti itu tentang kekasihnya.


"Yang mulia, maafkan saya tapi yang mulia jangan melakukan nya. Mereka adalah bangsa iblis, rakyat dunia iblis. Rakyat yang mulia"


"Lalu aku haruskah aku diam saja? Gordon, untuk apa kau mengatakan semua ini? Apa kau mau mati?!!" Teriak Kainer marah


"Yang mulia tolong dengarkan saya dulu, kita hanya perlu mengubah opini banga iblis terhadap tuan putri. Bukankah jika tuan putri menjadi Ratu, semua iblis akan menghormatinya?" Gordon mengusulkan agar mengangkat Camellia menjadi ratu dunia iblis


Kainer tertegun mendengar usul dari Gordon. Kainer yang tadinya marah kini mulai sedikit tenang, "Apa yang kau katakan itu tidak salah. Dan apa yang kau katakan itu benar juga"


"Ya, yang mulia.. dengan begini semua rakyat iblis akan menghormati tuan putri. Apakah anda setuju dengan usul saya ini? ini juga demi keselamatan tuan putri.." tanya Gordon pada Kainer


Pasti yang mulia akan setuju.


"Kalau Camellia menjadi Ratu, bukankah itu artinya kami harus menikah?" tanya Kainer


"Benar yang mulia, tentu saja harus menikah. Tapi sebelum itu, saya akan menyiapkan ritual" ucap Gordon bersemangat


"Ritual?"


"Tentu saja ritual untuk mengubah tuan putri menjadi iblis" jawab Gordon


"APA?!!!" Kainer tersentak kaget


Senyum Gordon menghilang saat melihat wajah Rajanya itu.


SRETT


Mata Kainer memerah, ia menodongkan pedang ke arah leher Gordon. Tatapan nya menakutkan, seperti akan membunuh orang.


...---***---...


Hai Readers! jangan lupa like komen nya ya. Mampir juga ke CS ku yang baru, kasih dukungan nya ya😍🤗