
🍀🍀🍀
Apa aku salah lihat? mata pak presdir berubah menjadi warna merah?
"Kau bilang kau tidak mau menjalin hubungan dengan seorang iblis?" Tanya Leon dengan tatapan tajamnya mengarah pada Violet. Di dalam suaranya terdengar kekecewaan yang mendalam.
Gadis itu terkejut setengah mati melihat mata Leon yang berwarna merah dan menyala-nyala. Violet semakin mundur hingga tubuhnya tersandar di dekat pintu mobil.
"Arggh!!!!" Leon mengerang sambil memegang kepalanya yang kesakitan.
Apa ini karena ingatanku sebagai iblis telah kembali? makanya aku tidak terkontrol seperti ini. Kata-kata Violet telah memancing emosiku. Tidak! aku harus tenang! dia pasti akan curiga. Leon berusaha mencegah dirinya dari emosi yang menguasai tubuhnya itu.
"P-pak, apa bapak baik-baik saja? bapak sakit?" tanya Violet sambil menaikkan alisnya dan tampak bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Leon.
Pria itu berhasil mengendalikan dirinya, dia kembali ke dalam mode manusia. Matanya yang merah perlahan-lahan berubah menjadi warna asalnya, yaitu warna biru seperti warna mata Violet.
"Aku baik-baik saja, kita teruskan perjalanan ke rumahmu" jawab Leon yang ingin menyudahi semuanya, menutup pertanyaan Violet. Tangannya memainkan stir kemudi, kakinya mulai menancapkan gas.
Mobil yang mereka kendarai kembali melaju dengan kecepatan normal. Violet masih terlihat bingung dengan apa yang baru saja dia lihat, Violet yakin baru saja dia melihat mata Leon berwarna merah, Leon juga emosi secara tiba-tiba. Dia mengerang tanpa tau apa sebabnya.
Aku yakin tadi warna matanya berwarna merah dan menyala-nyala seperti api yang membara. Anehnya.. mata itu kembali normal. Dan anehnya, aku merasa familiar melihat mata itu.
Dia pasti curiga padaku, aku harus mengalihkan perhatian nya.
"Apa perutmu masih sakit?" tanya Leon pada Violet yang sedang melamun.
"Saya baik-baik saja pak, terimakasih makanan dan obatnya" jawab Violet dengan ragu dan bingung.
"Apa makanan nya enak? kau harus ingat kata-kata dokter, untuk meminum obatmu tepat waktu" Leon mengoceh, untuk mengalihkan perhatian Violet
"Pak, apa saya boleh bertanya?" tanya Violet yang tidak bisa mengendalikan lagi rasa penasaran nya pada Leon.
"Oh ya, aku berhenti dimana? ini sudah di jalan xxxx?" tanya Leon sambil melihat ke arah papan jalan yang ada disana.
Ini perasaan ku saja atau pak presdir memang sedang mengalihkan perhatian ku?. Violet melihat ke arah Leon dengan keheranan
"Ya pak, berhenti di depan saja!" seru Violet yang melihat ibu dan kakak nya di depan gerbang rumah.
Syukurlah sudah sampai ke daerah rumahnya, sebelum dia bertanya lebih banyak. Leon menghela napas lega
Leon segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan yang tak jauh dari gerbang rumah Violet. Di depan sana berdiri seorang wanita paruh baya dan seorang pria bertubuh tinggi berbadan tegap yang tak lain adalah ibu dan kakak Violet.
Wajah kedua orang itu tampak cemas, apalagi sang ibu yang sangat mencemaskan anak gadisnya yang menghilang. Violet segera turun dari mobilnya bersama Leon, dia menghampiri Bu Elisa dan Mike.
"Ibu! kakak??!" seru Violet pada ibu dan kakak nya
"Violet! bagus sekali ya kau?! anak nakal kenapa kau baru pulang hah?!" Mike langsung menyemprotkan Violet dengan pertanyaan dan marah. Pukulan kecil mendarat di tangannya.
"Aduh kakak! sakit!! kakak galak sekali!" Violet berlindung di belakang ibunya
"Mike hentikan! Violet baru saja pulang dan kau malah memarahinya, sampai memukulnya juga. Tidak akan aku ampuni ya!" Bu Elisa marah karena anak gadis nya di pukul dan di marahi oleh sang kakak.
Violet cemberut dan berdiri di belakang punggung ibunya, dia takut akan kemarahan Mike padanya.
"Ibu.. aku akan jelaskan semuanya pada ibu, jangan marahi aku kak! aku akan jelaskan!" seru Violet sambil mengatupkan kedua tangannya, seraya memohon pada sang kakak yang galak itu untuk mendengarkan nya.
"Oh ya, siapa pria ini?" tanya Bu Elisa pada sosok Leon yang sedari tadi ada di belakang Mike.
Woah, tampan sekali pria ini. Dia juga kelihatan nya anak baik-baik. Bu Elisa tersenyum ramah pada Leon.
Kenapa pak presdir disini? bukannya langsung pulang saja? mau apa dia?. Violet heran melihat Leon masih ada disana.
Jadi ini ibu dan kakak nya Camellia. Mereka terlihat sangat menyayangi nya. Ellia, di kehidupan kali ini kau mempunyai sosok ibu. batin Leon senang melihat Camellia alias Violet yang memiliki ibu. Di kehidupan nya sebelum nya, Camellia tidak mempunyai ibu karena ibunya sudah meninggal sejak dia dilahirkan.
Leon membalas senyuman ramah Bu Elisa dengan senyuman lembut. Tak lupa dia membungkukkan setengah badannya seraya memberikan hormat pada yang lebih tua.
"Selamat sore Bu" sapa Leon pada wanita paruh baya itu.
"Selamat sore" jawab Bu Elisa dengan senyuman ramah nya
Wah, siapa pria ini? apa dia pacarnya Violet?. Bu Elisa menebak-nebak.
Leon tersenyum mendengar suara hati Bu Elisa. "Dia mengira aku pacar nya"
Mike menatap Leon dengan tatapan waspada, memperhatikan pria itu dari atas sampai bawah. "Kenapa Violet pulang bersama pria ini? apa dia pacarnya Violet? pria ini terlihat seperti pria yang dingin dan cuek, aku harap dia bukan pria hidung belang. Seperti nya bukan, kan? mana mungkin pria hidung belang memiliki tampang yang rupawan seperti ini. Dan mana mau dia dengan adikku yang cerewet.
Aku? pria hidung belang?
"PFut.. "
Leon tiba-tiba tertawa mendengar suara hati Mike. 3 orang yang berasal dari keluarga Swan itu menatap Leon dengan bingung.
"Ehem, kenapa tertawa? apa ada yang lucu?" tanya Mike dengan suara nya yang tegas
"Maafkan saya pak, saya hanya sedang mengingat hal yang lucu saja" ucap Leon sambil tersenyum dan mengendalikan tawanya.
"Jadi, kau siapa?" tanya Bu Elisa dengan mata nya yang menunjukkan rasa penasaran terhadap pria yang ada di depannya itu.
"Ibu, kakak!!"
"Nama saya Leonardo James Maxton, saya adalah bos nya Violet di kantor"
"Oh.. Leonardo James Maxton" bibir Bu Elisa membulat mendengar nama itu, "A-Apa kau bilang? kau adalah..." Bu Elisa tiba-tiba terkejut. Ibaratkan tenang sebelum tsunami.
"Maxton? Jadi kau adalah Presdir yang misterius itu??" tanya Mike tanpa menyaring kata-kata nya lebih dulu
Ah! kenapa ibu dan kakak begini?. Violet malu karena ibu dan kakaknya bertingkah heboh saat bertemu dengan Leon.
Leon hanya tersenyum dengan rendah hati di depan kedua orang itu.
Presdir Leonardo Maxton? ternyata setampan ini? dan dia mengantar anakku?!
...---****---+...