
πππ
Setelah kepergian Violet, di hari libur itu Leon berniat bersantai di rumahnya.
Leon masih kepikiran dengan Violet yang selalu membuatnya terbayang wanita berambut perak yang selalu ia impikan.
"Aneh sekali, kenapa gadis itu selalu mengingatkan ku dengan wanita berambut perak di dalam mimpiku? kenapa setiap di dekat dengannya, jantungku selalu berdebar kencang.. ada rasa sakit dan rindu yang bersamaan saat melihat mata biru indahnya itu. Dan kenapa juga aku bisa memiliki kemampuan seperti ini?" Leon duduk sambil melihat langit biru yang cerah.
Leon selalu bertanya-tanya, mengapa ia memiliki kekuatan yang aneh di dalam dirinya. Ia bisa membaca pikiran orang-orang, berlari cepat, bahkan melalukan teleportasi. Karena manusia biasa tidak akan bisa melakukan ini.
Disaat yang sama, si pria misterius bertopeng itu turun dari atap rumah Leon. Ia berencana untuk mengikuti Violet.
Leon mendengar pikiran pria itu, kemudian ia langsung mengejar pria bertopeng yang baru saja sampai di depan rumahnya. Leon berhasil menghadang pria misterius itu.
"Siapa kau? kenapa kau mengikutinya?" tanya Leon pada pria bertopeng itu, sambil memegang bahu nya.
Ternyata si Raja iblis juga bersemayam di dalam tubuh manusia ini. Benar-benar tidak terduga. Sangat menarik. batin pria bertopeng itu dengan mata mengarah pada Leon.
Dia merasakan aura iblis yang ada di dalam tubuh Leon.
Apa maksudnya Raja iblis? siapa raja iblis?.batin Leon bertanya-tanya.
Pria bertopeng hitam itu berniat untuk kabur, namun Leon menggunakan kekuatan nya untuk menahan pria misterius yang membuat nya penasaran itu.
SRET
Leon tersenyum menyeringai, ia berhasil mengikat si pria bertopeng itu dengan sihirnya. Leon takut akan ada orang yang melihat nya menggunakan kekuatan, Leon pun membawa pria itu ke gudang rumahnya dengan sihir teleportasi.
"Ternyata kau memang Lucifer" Pria itu tersenyum menyeringai, dengan tatapan tajamnya mengarah pada Lucifer.
"Siapa kau? kenapa kau memanggilku Raja iblis dan kenapa kau mengikuti Violet?!" mata Leon yang berwarna coklat muda, kini berubah warna menjadi hitam pekat.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan mu. Silahkan cari tau sendiri!"
WUSH~~~
Pria itu menyerang Leon disaat dia tengah lengah, lalu ia menghilang dalam sekejap mata. Leon terperanjat karena ada orang lain selain dirinya yang memiliki kekuatan
"Siapa pria itu?! kenapa dia memanggilku Lucifer? Raja iblis? dan kenapa dia mengincar Violet?" kepala Leon penuh dengan pertanyaan.
Tiba-tiba saja Leon kesakitan memegang kepalanya. "ARGHHHHHH!!!!"
Kepalanya seperti mau pecah, saat terlintas nama Lucifer dan Raja iblis terngiang di pikiran nya.
***
Violet masuk ke rumahnya dengan mengendap-endap, ia takut ketahuan oleh ibunya kalau ia tidak pulang semalam.
Seperti nya ibu sudah pergi ke toko. Aku selamat.. haa... Gadis itu menghela napas lega karena ibunya tidak terlihat di rumah.
CEKRET..
Pelan-pelan Violet menutup pintu rumahnya lalu melepas sendalnya. Senyuman lega di bibirnya langsung menghilang saat melihat sosok pria tampan berambut hitam sedang duduk di sofa rumahnya.
DEG!
Mata Violet terbelalak melihat ke arah pria itu. Begitu pula dengan pria itu yang menatapnya tajam, tatapan yang mematikan.
"Kau darimana saja? apa semalam kau tidur di luar?" tanya Mike sambil tersenyum menyeringai pada adiknya.
Mati aku! senyuman itu bukan senyuman biasa. Itu senyuman iblis!
"Hehe kakak, aku tidak tidur di luar. Aku baru saja pergi.. ehm.. ke.. pergi ke.."
Mampus aku, kenapa kakak pulang ke rumah? bukankah dia tidak akan pulang?. Violet ketakutan karena kakak nya ada di rumah, terlebih lagi Violet pasti sudah ketahuan beralasan dengan suaranya yang gagap.
BRAK
Mike menggebrak meja dengan tangan kosong. Violet kaget melihat kakak nya seperti itu, wajah marah dan mata tajam sedang menatap ke arahnya.
"Dimana kau semalaman?" tanya Mike sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang. Suaranya tegas seperti sedang mengintrogasi tahanan.
Sudah lama aku tidak pulang ke rumah, apa Violet memang sudah sering seperti ini?.
"Pak pengacara yang baik, aku bukan pelaku kejahatan. Tolong.. jangan mengintrogasi ku seperti itu ya??" Violet tersenyum dan berusaha membujuk kakaknya
Haishh.. sudah terlambat untuk beralasan lagi kan? kakak ku ini sangat peka.
"Dimana kau semalam? dengan siapa kau semalam? melakukan apa kau semalam sampai tidak pulang?!" bentak Mike pada adiknya
Violet segera berlari menghampiri kakaknya dan memegang kedua tangan Mike seraya memohon, "Ampuni aku kak! tidak ada lain kali kak, aku cuma menginap di rumah teman setelah pesta penyambutan karyawan baru"
"Teman? siapa? wanita atau pria?" tanya Mike lagi dengan wajah tegas.
"I-itu.. aku pergi dengan Nina, dia teman baru ku di kantor. Dia seorang wanita!" Violet asal menjawab pertanyaan itu agar terbebas dari pertanyaan kakak nya lagi.
"Nina? wanita? dimana dia tinggal? mana nomor ponselnya?" Mike menengadah kan tangannya seraya meminta pada Violet. Layaknya pengacara yang sedang melakukan interogasi pada klien nya.
Pertanyaan yang detail dan menginginkan jawaban pasti.
"Aku.. aku mau mandi dulu, aku belum mandi..hehe" Violet melangkah pergi, namun kakak nya menarik baju nya dari belakang. "Woah!! kakak! apa yang kakak lakukan?!"
"Violetta Amaria Swan! kau belum menjawab pertanyaan ku?! jangan harap kau bisa pergi!" seru Mike sambil memegang tangan Violet seolah menangkap penjahat.
"Kakak, nanti akan aku jelaskan.. tapi, lepaskan aku dulu ya" bujuk rayu Violet dengan wajah memelas.
"Sekarang!" Mike tak mau dibantah, bahkan suaranya sudah meninggi, menandakan ia sedang marah.
Sudah tugas Mike sebagai satu satunya kakak laki-laki Violet dan satu satunya pria di keluarga Swan untuk memantau dan menjaga Violet, adik perempuan satu satunya.
"Berapa password ponselnya?" tanya Mike sambil mengulik ngulik ponsel Violet yang memiliki case berwarna putih itu.
"Password nya itu..."
"Kau saja yang buka ponselmu, aku tidak akan menganggu privasi mu. Aku hanya ingin melihat kontak perempuan yang bernama Nina itu"
Mati lah aku, aku hanya berharap pada Tuhan kalau Nina akan bekerjasama dengan ku. Violet terlihat gemas, ia mengambil ponselnya dan membuka ponselnya dengan password.
Kemudian Violet memberikan ponselnya lagi pada Mike. Mike mencari-cari kontak gadis yang bernama Nina disana.
"Kakak mau apa?"
"Ketemu" Mike tersenyum dan ia langsung memencet tombol panggilan untuk Nina.
Tut...
Tut....
πΆπΆ
Nada dering nya masih tersambung, namun belum diangkat juga.
Kumohon, Nina jangan diangkat.. jangan.. Violet terus berdoa, mulutnya komat-kamit. Berharap agar Nina tidak mengangkat telpon dari kakak nya.
Tut...
"Halo, Violet" sapa Nina
"Halo" sapa Mike
Nina yang sedang di taman, kebingungan karena ada suara pria di nomor temannya.
Seperti nya ini bukan suara pak Presdir. Apa Violet bermalam dengan pria lain? ya ampun...suara pria ini terdengar sangat seksi. batin Nina yang terpesona dengan suara Mike
"Halo? apa benar saya bicara dengan teman nya Violet?" tanya Mike dengan nada mengintrogasi
Wah.. kedengarannya galak sekali pria ini.
"Iya benar, maaf.. ini nomornya Violet kan? apa saya salah sambung?" tanya Nina sopan
"Saya kakak nya Violet, saya mau tanya apakah Violet semalam menginap di rumah mu?" tanya Mike dengan suara yang tegas
DEG!
Inilah pertanyaan mematikannya..Tuhan kumohon, semoga Nina berbohong.
Jantung Violet berdebar-debar saat mendengar pertanyaan kakak nya pada Nina.
Nina terdiam mendengar pertanyaan Mike, ia bingung mengapa Mike menanyakan itu padanya? padahal semalam ia bersama Leon.
Haah.. apakah Violet tidak pulang semalam? jadi dia benar-benar bersama Presdir?
"Hey! aku bertanya padamu!" ujar Mike yang tak kunjung mendengar suara Nina.
"Ah maafkan saya, memang benar semalam Violet menginap di rumah saya. Maafkan saya ya kakaknya Violet, seperti nya saya lupa mengabari anda. Violet juga semalam ponselnya mati" Nina bermulut manis mengatakan kebohongan tanpa ada gagap sedikit pun.
Violet, kau berhutang padaku. Karena aku sudah menolong mu, maka aku harus mendapatkan imbalan.
"Benarkah itu? kau tidak berbohong?" tanya Mike belum percaya sepenuhnya pada penjelasan Nina
"Kalau kakak nya Violet tidak percaya padaku, kakak Violet bisa datang ke rumahku dan memastikan nya sendiri" ucap Nina mencoba meyakinkan Mike dengan kata-kata nya.
Mau datang ke rumahku? itu sama sekali tidak masalah. Dengan senang hati aku akan menyambut nya, dari suaranya.. seperti nya..kakak Violetta ini adalah orang yang tampan. Nina penasaran dengan pria yang menelpon nya itu.
"Mike"
"Ya?"
"Bukan kakak nya Violet, tapi Mike" jawab Mike datar
Mike langsung menutup telponnya begitu saja secara sepihak. Nina kesal karena Mike menutup telponnya nya, padahal ia belum selesai bicara.
Mike mengembalikan ponsel milik adiknya itu pada pemiliknya.
"Bagaimana kak?" tanya Violet yang deg degan dengan jawaban Nina pada Mike.
"Aku percaya padamu, kalau kau bisa menjaga dirimu dengan baik. Tapi kau adalah seorang wanita, kau tidak boleh tidur di luar lagi lain kali. Kau harus ingat kalau aku tidak seperti kakak kakak di luar sana yang mengizinkan anak perempuan di keluarga mereka melakukan **** bebas.. aku tidak seperti itu" jelas Mike menasehati adiknya.
Violet tersenyum pada kakaknya, ia memeluk Mike dengan lembut penuh kasih sayang. "Kakak.. aku mengerti. Kakak tenang saja, aku akan menjaga diriku dengan baik. Aku tidak akan tidur di luar lagi kecuali ada keadaan tertentu, dan aku akan selalu mengabari kakak.. aku janji"
"Baguslah kalau kau paham, Violet.. tapi kalau kau punya pacar, kenalkan pacarmu pada ibu dan kakak"
"Aku belum punya pacar kak, kakak tenang saja.. aku masih mau membangun karirku di perusahaan besar itu" ucap Violet penuh kepercayaan diri
"Kenapa kau bekerja sebagai kuli dan bawahan seseorang? sudah kubilang kau harusnya bekerja sebagai guru, jaksa atau yang lainnya saja"
"Aku menyukai bidang ini kak dan aku akan sukses di bidang ini" kata Violet yakin
"Baiklah aku percaya padamu, kalau begitu aku akan pergi tidur dulu. Aku lelah, pokoknya ingat saja kata-kata ku" Mike tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Violet, lalu mengelus kepala nya penuh kasih sayang.
Mike masuk ke dalam kamarnya. Violet langsung melompat-lompat kegirangan saat ia terbebas dari kemarahan Mike padanya.
"Nina bilang apa ya pada kakak? mengapa kakak bisa percaya padanya?" gumam Violet sambil membuka ponselnya dan melihat pesan masuk.
...Violetta, kita perlu bicara....
...---***---...