
...🍁🍁🍁...
Kainer tidak bisa bilang tidak pada Camellia yang baru saja membuka hati untuk menerima dirinya. Namun, perasaan Raja iblis itu tetap saja gelisah dan merasa terancam.
Sial! jika aku tau dia akan bereaksi seperti ini, harusnya aku jangan mengatakan nya saja. umpat di Raja iblis itu di dalam hatinya
"Kainer kenapa kau melamun?" tanya Camellia keheranan melihat pria yang duduk di depannya itu sedang melamun.
"Aku baik-baik saja, oh ya setelah ini kita mau kemana lagi?" tanya Kainer mengalihkan pembicaraan nya
"Kau belum jawab pertanyaan ku, apa kau mau membantuku dan kakak kakak ku mencari ayahku?" tanya Camellia dengan wajah serius
"Iya aku akan bantu" jawabnya sambil memalingkan wajahnya dari Camellia
"Baguslah, mari kita akhiri kencan kita hari ini dan pergi ke tempat kedua kakak ku" ajak Camellia
"Kau mau bertemu mereka sekarang?" tanya Kainer agak tercekat dan terpana
"Ya, mumpung aku disini aku akan menemui mereka dan memberitahu mereka tentang kebenaran ayah. Bahwa kau tidak membunuh ayah. Ayo kita temui paman dan kedua kakak ku! " ajak Camellia sambil tersenyum semangat
Aku tidak bisa bilang tidak padamu, baiklah jangan cemas. Meskipun Alexander ditemukan nanti, Camellia akan tetap bersamaku karena dia mencintaiku. Kainer bersabar dan meneguhkan hatinya agar jangan takut terhadap hal yang belum terjadi.
"Ya, ayo kita pergi temui paman dan kedua kakak mu" jawab Kainer setuju
"Benarkah? terimakasih.. kau memang sangat pengertian!!" Camellia tersenyum senang
Camellia berjingkrak senang sampai menggoyangkan perahu, dan tak sengaja terpeleset dan jatuh ke dalam air.
"ACK!!"
BYURR
"Camellia!!" teriak Kainer sambil menceburkan dirinya ke dalam danau untuk menolong gadis itu.
Kainer meraih tubuh Camellia dan mengangkatnya ke permukaan. Mereka berdua berada di pinggir danau.
"Ohok ohok.. ohok" Camellia batuk-batuk mengeluarkan air dari mulutnya. Alhasil tubuh dan bajunya basah semua
"Kau baik-baik saja? apa ada yang sakit?" tanya Kainer sambil memegangi kedua pundak Camellia dan menatapnya dengan cemas.
"Aku baik-baik saja kok hanya saja .. ohok ohok" Camellia terus batuk-batuk.
Kainer tiba-tiba saja membuka baju atasannya, dan hal itu membuat Camellia sangat terkejut,
" He-hey apa yang kau lakukan di tempat umum??!"
"Menghangatkan tubuhmu" jawab Kainer dengan wajah yang datar
"Apa?!! kau sudah gila ya? sudah kubilang aku tidak mau melalukan itu sebelum menik..."
GREP
KYAA!!
Camellia terkejut karena tubuh telanjang dada si Raja iblis itu memeluknya dengan erat. Pelukan itu terasa sangat hangat.
"Apa yang kau pikirkan di dalam kepalamu itu?! kau pikir aku akan melakukannya?!" tanya Kainer sambil memeluk Camellia dengan erat dibawah pohon yang rindang dipinggir danau itu.
"Aku tidak memikirkan apapun.." jawab Camellia dengan suara pelan
Duh malunya..
"Apa kau pikir karena iblis memiliki hawa n*fsu dan gairah yang tinggi, maka aku akan melakukannya?" tanya Kainer pada gadis yang sedang berada dalam dekapannya itu
"Ya aku memang sempat berfikir begitu. Tapi, kau tidak mungkin begitu padaku" Camellia percaya pada Kainer
"Tentu saja, karena pengendalian diriku sangat bagus dari iblis lainnya. Tapi jika aku sudah sangat emosi, aku tak bisa mengendalikan nya" jelas Kainer jujur
"Lalu apa yang bisa membuat emosi mu mereda?" tanya Camellia penasaran
"Mungkin dirimu bisa melakukan nya" jawab Kainer tegas dan serius
"Kenapa aku? memangnya aku punya kekuatan apa yang bisa membuat amarah mu mereda? apa yang harus aku lakukan?" tanya Camellia sambil menatap pria yang masih memeluknya
"Ada, seperti ini" Kainer membenamkan bibirnya di bibir merah Camellia dengan lembut.
Hmphh!!!
"Ka-kau! kau sudah berjanji tidak boleh menyentuhku selain pegangan tangan, kita kan sedang kencan!!" seru Camellia yang marah mendapat ciuman yang tiba-tiba itu.
"Maaf, aku hanya menunjukkan nya saja. Kalau aku sedang marah, lakukan seperti yang barusan. Maka aku akan berhenti" Kainer tersenyum gemas melihat gadis itu dengan wajah cemberut nya.
Gordon dan Keith ada di atas pohon, masih mengawasi Kainer dan Camellia. Keith merasa geli melihat Raja nya yang bucin pada Camellia.
"Iuh... menggelikan sekali yang mulia, aku tidak percaya dia bisa mengatakan hal hal romantis seperti itu! Pantaskah yang mulia bersikap seperti itu di depan kita para lajang ini??!" Gerutu Keith sebal melihat kemesraan Kainer dan Camellia
"Sabar sabar.. ketika kau jatuh cinta, kau juga akan merasakan hal yang sama" ucap Gordon yang hanya tersenyum saja melihat kemesraan Camellia dan Kainer di bawah sana.
Ngomong ngomong soal jatuh cinta, Keith tiba-tiba teringat dengan sosok Aludra. "Bagaimana kabarnya ya tabib itu? apa dia baik-baik saja?' gumam Keith
"Kau sedang bergumam apa?" tanya Gordon yang tak mendengar jelas apa yang di gumam kan teman nya itu
"Ah tidak apa-apa" jawab Keith
🍀🍀🍀
Setelah tubuh Camellia kering dan hangat, sore itu Kainer membawa Camellia ke istana Fostiarus yang sedang dibangun karena kedua kakak Camellia, paman, bibi dan sepupunya Geordo sudah kembali dari Brilla kesana.
Semua prajurit istana Fostiarus terkejut melihat Camellia datang ke istana bersama Kainer yang sekarang sudah dikenali semua orang sebagai Raja iblis.
"Yang mulia putri Camellia.." ucap beberapa prajurit disana terpana melihat pria yang berada di belakang Camellia
Camelia dan Kainer masuk ke dalam istana Fostiarus yang masih dalam masa pembangunan itu. Dimitri dan Arthur yang sedang berjalan di lorong menuju ke aula kerajaan, melihat adik mereka dan merasa senang.
"Lia!! adikku, kau ada disini? kau pulang?" tanya Arthur sambil memeluk adiknya dengan penuh kerinduan, sementara tatapan nya sinis pada Kainer
"Kakak!!"
Kainer memberi salam dengan hormat pada kedua pangeran dari kerajaan Fostiarus itu. Dimitri juga menatap Raja iblis itu dengan penuh kebencian di matanya.
"Lia aku sangat merindukan mu" ucap Arthur pada adik bungsunya itu, "Kau tidak apa-apa kan? kau tidak terluka??" tanya Arthur cerewet karena mencemaskan adiknya
"Mau apa kau kesini?" tanya Dimitri dingin
"Aku kesini untuk meminta restu" jawab Kainer
Dimitri, Arthur dan Camellia kaget mendengar jawaban Kainer.
"Hey! Kita kesini bukan untuk membicarakan itu! kita kesini untuk membicarakan soal ayah ku!" seru Camellia
Masih terlalu dini untuk meminta restu, Kainer tolong mengerti lah.
Padahal sekalian saja minta restu.
Camellia segera memberitahukan pada kedua kakaknya tentang kemungkinan ayah mereka masih hidup. Reaksi Dimitri dan Arthur tampak terkejut dan syok, mereka senang sekaligus tak percaya kalau kemungkinan besar ayah mereka masih hidup.
...---***--...