
...Ilustrasi Annelise Mariana Rutchell...
🍂🍂🍂
Di siang yang terik itu, Dimitri dan Arthur menaiki kuda mereka. Mereka melakukan perjalanan selama berhari-hari untuk mencari
pedang keramat.
Pencarian mereka selama 4 hari tidak membuahkan hasil.. Tidak ada tanda-tanda keberadaan pedang keramat itu. Mereka berasumsi bahwa pedang itu mungkin saja berada di dunia iblis.
" Ada di dunia iblis atau tidak, kita harus tetap mencari cara untuk masuk ke dunia iblis. Tapi, apa kita bisa masuk kesana tanpa pedang keramat?" tanya Arthur bingung
" Aku baru teringat seseorang yang bisa membantu kita! ayah dan paman Gustaf pernah mengatakan bahwa orang itu bisa membawa ayah ke dunia iblis tanpa pedang !" ujar Dimitri
" Oh ya? siapa orang itu? kita harus segera menemui nya " Arthur semangat
" Dia adalah Gloria, nenek penyihir itu. Namun, keberadaan nya tidak diketahui " jawab Dimitri
" Jangan menyerah kak, kita harus kembali dan bertemu paman Gustaf lalu bertanya padanya tentang wanita yang bernama Gloria ini. Mungkin paman Gustaf mengetahui keberadaan nya " jelas Arthur
" Kau benar. Sebaiknya kita kembali ke Brilla. "
" Mau pake teleport?" tanya Arthur " Biar cepat "
" Baiklah "
Tepat saat menggunakan teleportasi nya, Dimitri tiba-tiba berhenti saat mendengar kegaduhan di hutan yang sepi tak berpenghuni itu.
" Kakak, ada apa?" tanya Arthur
" Arthur, kau dengar itu? ada suara gaduh. " Dimitri celingukan kesana kemari
" Tidak ada suara apap..." Arthur juga tiba-tiba terdiam
BUK
BUK
" Lepaskan saya! tolong!!" suara seorang wanita terdengar kencang di dalam hutan itu
" Ada suara wanita yang berteriak minta tolong" gumam Dimitri
" ya aku juga mendengar nya kak "
Dimitri melangkah pergi, tapi Arthur menahannya. Arthur mengatakan kalau mungkin mereka berilusi karena sedang berada di dekat hutan larangan.
Namun Dimitri tak peduli, yang terpenting baginya adalah menyelamatkan orang itu. Arthur dan Dimitri pun melihat seorang wanita berambut hitam sedang berlari dari kejaran beberapa orang yang terlihat bukan seperti manusia.
" Tolong! tolong!" teriak wanita itu
Wanita berambut gelap itu berlari dan roboh saat dirinya menabrak tubuh kekar Dimitri. Dimitri memegangi nya agar tidak jatuh.
" nona, apa kau baik-baik saja?" tanya Dimitri sambil melihat wajah wanita cantik itu.
Wanita itu melihat Dimitri sayup-sayup, ia mulai kehilangan kesadaran nya. " Tolong saya tuan..." tangannya memegang tubuh Dimitri, tubuhnya lemas.
Siapa pria tampan ini?
" Arrgghhh!! "
Suara erangan dari 3 manusia yang sudah menjadi iblis itu semakin keras. Arthur dan Dimitri menyerang iblis itu dengan sekali tebas lalu membakarnya.
WUSH----
" Sayang sekali kita harus membunuh mereka " ucap Arthur merasa kasihan
" Benar, padahal dia bisa sembuh sama seperti mu..Tapi jika mereka sudah berubah total seperti itu tidak akan sembuh " jelas Dimitri
Dimitri menghampiri wanita yang tadi ia selamatkan itu dan sedang duduk bersandar di pohon.
" Hey! apa kau baik-baik saja nona?" tanya Dimitri
" Syukurlah aku masih hidup, syukurlah. Terimakasih tuan " wanita itu tersenyum di wajah pucat nya, mengucapkan rasa syukur nya karena telah diselamatkan oleh Dimitri.
" Ya sama-sama. Dimana tempat tinggal mu nona? Kami akan mengantarkan mu " kata Dimitri
" tempat tinggal ku mungkin sudah hancur, tuan" jawab wanita itu
" Hancur? dimana tempat tinggal mu?" tanya Arthur penasaran
" Desa Winterne " jawab wanita itu
Arthur dan Dimitri saling melihat dengan kaget, tak percaya bahwa desa yang baru saja mereka lewati dikatakan hancur oleh wanita itu.
" Nona, kau pergilah ke tempat aman dengan adikku " ucap Dimitri sambil menaiki kudanya
" Nama saya Cassia, nama tuan siapa?" tanya Cassia
" Aku Arthur " jawab Arthur
" Dimitri " jawab Dimitri
Tunggu-tunggu seperti nya aku pernah nama-nama itu. Bukankah itu adalah nama.. siapa ya?
" Arthur, bawalah nona Cassia ke tempat yang aman !"
" Siap menjalankan perintah kakak!" jawab Arthur patuh
Cassia terlihat seperti berfikir. Arthur segera membantu Cassia untuk naik kuda bersama nya. Sementara Dimitri pergi menuju ke arah desa Winterne.
" Tu-tunggu, kita mau kemana?" tanya Cassia pada Arthur
" Aku akan membawa mu ke tempat yang aman " jawab Arthur
" Lalu, tuan Dimitri mau kemana?" tanya Cassia
" Dia akan ke desa Winterne untuk melihat keadaan disana. " jawab Arthur
" APA? apa dia cari mati? desa itu sudah dikelilingi oleh iblis, tuan Arthur mari kita kesana juga "
" Tidak bisa, aku tidak bisa melawan perintah kakak ku "
" Apa? tapi kenapa?" tanya Cassia polos
" Kau benar-benar rakyat kerajaan Fostiarus kan? kenapa kau tidak tau siapa kakak ku dan siapa aku?" tanya Arthur heran
" Aku.. sebenarnya aku adalah orang pindahan. Aku pindahan dari negeri lain. Bukan asli orang sini. Jadi sebenarnya siapa tuan-tuan ini?" tanya Cassia
" Aku adalah pangeran kedua kerajaan Fostiarus, dan yang tadi kau lihat itu kakak ku Dimitri dia adalah putra mahkota kerajaan Fostiarus " jelas Arthur
" A-APA??! " Cassia terlihat kaget mendengar nya
Bukankah itu berarti dia adalah tunangan yang dipilihkan oleh ayahku?
" Maafkan ketidaksopanan saya yang mulia pangeran. Tapi kita harus segera menyusul yang mulia putra mahkota kesana, yang mulia Putra mahkota dalam bahaya " ucap Cassia terburu-buru
Arthur pun akhirnya menuruti permintaan Cassia karena ia juga tidak mau terjadi sesuatu pada kakak nya.
Di tengah perjalanan, Dimitri terkejut melihat Arthur dan Cassia ada dibelakang nya. Ia menyuruh kedua orang itu untuk pergi, namun Arthur tak mengindahkan nya. Mereka ingin pergi bersama dengan Dimitri.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di desa Winterne yang sudah terbakar. Dan warganya banyak yang berjatuhan.
Dimitri terpana melihat pemandangan mengerikan yang ada di depannya itu, padahal belum tujuh hari seperti yang dikatakan Camellia dan bangsa iblis sudah menghancurkan satu desa.
" Bagaimana bisa semua ini terjadi? desa tempat tinggal ayah hancur untuk ke sekian kalinya?" gumam Dimitri sedih
" Yang mulia tenang saja, sebagian warga sudah pergi ke tempat yang aman. Dan para iblis itu pasti sudah pergi "
" Tempat aman? apa maksud mu? kemana mereka?" tanya Dimitri
" Saya akan tunjukkan tempatnya " jawab Cassia
Cassia menunjukkan sebuah tempat rahasia di bawah tanah. Di sanalah banyak warga selamat yang bersembunyi dari iblis. Dimitri dan Arthur takjub melihat persembunyian yang seperti nya sudah di persiapkan matang-matang.
Sebagian warga itu mengenali Arthur dan Dimitri. Mereka langsung membungkuk dan memberi hormat pada kedua pangeran kerajaan Fostiarus itu.
" Salam hormat kami yang mulia putra mahkota dan yang mulia pangeran "
" Berdirilah! aku senang kalian semua selamat. Terimakasih " Dimitri terdengar tipis
Cassia tersenyum kagum melihat Dimitri begitu dihormati oleh rakyatnya.
Kenapa aku begitu bodoh dan menolak pria sekeren ini untuk bertunangan denganku? aku malah kabur begitu saja. Bodoh sekali kau Cassia. Gadis itu memaki dirinya sendiri di dalam hati
" Terimakasih nona Cassia, karena mu semua warga bisa dipindahkan ke tempat yang aman mulai sekarang " kata Dimitri
" Kenapa anda berterimakasih pada saya yang mulia? saya hanya menunjukkan jalan, andalah yang menyelamatkan mereka semua " Cassia tersenyum
" Saya baru ngeh kalau dari tadi nona Cassia memanggil saya dengan sebutan yang mulia dan bukan nya tuan. "
" Iya, saya sudah tau kalau anda adalah yang mulia Putra mahkota " Cassia tersenyum penuh hormat
" Oh begitu ya " kata Dimitri cuek
Cassia tersenyum dan merasa kalau Dimitri semakin menarik. Sikap pria itu yang tegas, cuek dan dingin membuat nya semakin penasaran dengan Dimitri.
Kemudian Cassia melihat wajah Dimitri yang terlihat sedih seperti memikirkan sesuatu di pikiran nya.
Lia, adikku. Sedang apa kau disana? kau baik-baik saja kan? apa kau sudah makan? apa kau tidur dengan baik? 4 hari sudah berlalu disini Lia. Dimitri terlihat cemas memikirkan Camellia yang berada di dunia iblis
Kenapa dia terlihat sedih seperti itu? apa dia sedang memikirkan seseorang?. Cassia melihat Dimitri
🍂🍂🍂
Sementara itu di aula kerajaan iblis, semua iblis terkuat yang ada di dunia iblis hadir di tempat itu untuk mendesak Lucifer as Kainer agar segera menyuarakan perang dengan bangsa manusia.
" Aku sudah mengatakan pada kalian untuk menundanya! apa kalian tidak dengar?!" teriak Kainer kepada para rakyat iblis nya
kenapa mereka semua jadi membangkang seperti ini?.
" Yang mulia, jika anda tidak segera menyuarakan perang maka kaum iblis lah yang akan menanggung akibatnya dari Raja Koros. Ancaman nya tidak main-main yang mulia " jelas Keith
" Kalian semua benar-benar menguji kesabaran ku. Terutama kau Keith! kau jadi banyak omong sekarang !" Kainer melirik ke arah Keith
" Yang mulia, apa yang dikatakan tuan Keith adalah fakta. Jangan hanya karena manusia rendahan itu yang mulia mengabaikan tugas yang mulia " ucap seorang iblis serigala
" Apa? kau bilang dia apa?!" Kainer menjerat iblis itu dengan tali sihir nya.
" Ack! ya-yang mulia!" iblis serigala itu terlihat kesakitan
" Kau bilang dia manusia rendahan?" tanya Kainer marah
Astaga! yang mulia kambuh lagi, setiap membicarakan si Camellia sialan itu yang mulia selalu bersikap berlebihan dalam semua hal. Aku harus segera menjalankan rencana ku untuk menyingkirkan nya, sebelum dia membuat yang mulia semakin terjerumus ke jalan yang salah. batin Keith tidak senang dengan perilaku Raja nya yang sudah mulai berubah itu
Kainer langsung menghajar iblis itu hingga tak berdaya, ia tak terima ada yang menghina Camellia. Setelah pertemuan nya di aula selesai, seorang pelayan iblis burung gagak bernama Monia memberitahukan bahwa Camellia sudah sadar. Wajah Kainer yang tadinya kesal, menjadi lega dan bahagia mendengar nya.
Kainer segera menemui Camellia di kamarnya, ia melihat wanita itu masih terbaring di temani oleh Aludra yang sedang memeriksa nya.
" Kau sudah sadar?" tanya Kainer
" Hm..." jawabnya singkat
" Kalau begitu saya permisi dulu, yang mulia jangan lupa diminum obatnya dan makan dengan teratur ya " Aludra tersenyum mengingatkan Camellia
" Terimakasih Aludra " Camellia tersenyum dan beranjak duduk di ranjang nya. Kainer segera membantunya duduk.
Aludra keluar dari ruangan itu, sekilas ia melihat wajah Keith yang tidak senang melihat Camellia kembali siuman.
" Apa kau butuh sesuatu, Ellia?" tanya Kainer
Aku benar-benar tidak punya tenaga sekarang. Kalau begini bagaimana caranya aku bisa kabur? Camellia terdiam
" Ellia, kau baik-baik saja? makanlah dulu lalu minum obatmu. Aku akan menyuapi mu " Kainer tersenyum lembut
Dia benar-benar Raja iblis, tapi kenapa dia melakukan ini padaku?
" Jangan seperti ini, jangan perlakukan aku dengan lembut. "
" Kenapa?"
" Aku takut tidak bisa membencimu lagi " jawab Camellia jujur
" Baguslah, memang itu tujuanku. " Kainer tersenyum
Pria itu berusaha membujuk Camellia untuk makan, dan meminum obatnya. Gadis itu bersikeras tidak mau makan atau minum apa apa.
" Kau akan terus seperti ini? apa kau mau benar-benar mati? bukankah kau ingin balas dendam padaku? kalau begitu kau harus punya tenaga, untuk melawanku. Makanlah !" ujar Kainer yang mulai kesal
" Aku tidak punya niat balas dendam padamu, hanya lepaskan saja aku dan biarkan aku kembali pada keluarga ku. " ucap Camellia
" Jangan mimpi ! bahkan jika sampai kau jadi abu, aku tidak akan membiarkan mu pergi dari sisi ku. Camellia, jika kau tidak mau makan dan minum orang-orang yang ada di bumi lah yang akan menanggung akibatnya. " Kainer mengancam, matanya nya tajam dan ia serius dengan perkataan nya
" Kau! kau mengancam ku?" tanya Camellia tak percaya dan terkejut
" Benar, aku bisa mengirim bangsa iblis ke sana dan menghancurkan mereka dengan mudah. Jika kau mati, aku akan hancurkan semua nya!" ujar Kainer
Maafkan aku Camellia, jika ini satu satunya cara agar kau bisa hidup dan sehat. Aku harus mengancam mu.
Mendadak udara dingin terasa di sekitar Camellia, sifat Kainer yang berubah-ubah seperti cambuk untuknya. Ia sudah terbiasa dengan perubahan sikapnya, tapi tetap saja Camellia agak ketakutan saat aura dingin menyerangnya dengan tajam. Padahal dulu saat ia bersama Kainer yang masih jadi manusia, ia tak pernah merasakan aura seperti ini saat di dekatnya.
Kainer kekasihnya yang hangat itu sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah Lucifer Raja iblis.
" Aku .. aku tidak akan mati, aku akan hidup lalu membunuhmu!" Camellia menatap Kainer dengan tajam dan penuh kebencian lagi.
Jika aku tidak menuruti si gila ini, orang-orang yang ada di bumi akan menanggung akibatnya. Dia tidak pernah main-main.
" Kalau begitu isilah tenaga mu! lalu kau bisa bunuh aku " ucap Kainer tegas
Syukurlah dia mau makan. Walaupun aku harus bersikap kasar dan mengancam dulu seperti ini. Hati raja iblis itu merasa lega melihat Camellia akhirnya mau makan.
Camellia memakan makanan nya dan meminum obatnya, Kainer terus mengawasi nya sampai Camellia menghabiskan semua makanan nya.
Setelah Camellia memakan makanan nya, ia meminta pada Kainer agar mengizinkan nya jalan-jalan di luar.
" Kau ingin jalan-jalan? di dunia iblis ini?"
" Memangnya kenapa? aku bosan terus berada di dalam kamar ku terus " kata Camellia sedih
Aku harus keluar dari sini, siapa tau aku akan menemukan sesuatu di luar sana.
" baiklah, kau menang. Kau boleh jalan-jalan, tapi kau tidak boleh pergi tanpa Aludra dan Monia " Kainer membelai pipi Camellia, dan gadis itu masih menolak sentuhan nya. Seperti nya Kainer sudah terbiasa dengan penolak nya. Namun pria itu tetap bersabar dengan sikap Camellia, ia percaya bahwa Camellia akan memaafkan dan menerima nya suatu hari nanti.
Aku akan menyuruh Keith membuat taman bunga dan mengamankan rute jalan-jalan yang aman untuknya. Bisa berbahaya jika ia sampai jatuh ke lubang neraka, ya meskipun itu tidak mungkin terjadi.
" Benarkah boleh?" Camellia sedikit tersenyum
" Tentu saja, kau terbiasa bebas di luar sana dan aku tidak akan melarang mu. Tapi jangan coba-coba untuk kabur, karena kau tidak akan bisa " Kainer tersenyum menyeringai
Sisi iblis nya kembali lagi. Hiiy menyeramkan.
" Aku tidak akan kabur selama kau menepati janjimu untuk tidak menyerang dunia ku "
" Akan aku tepati " jawab Kainer
Maaf, aku tidak bisa menepatinya. Aku hanya menunda nya.
Kainer yang sedang sibuk mempercayakan Camellia kepada Monia, dan Aludra. Mereka berdua tampak akrab dengan Camellia padahal baru beberapa jam saja mereka berkenalan di dunia iblis.
Camellia melihat taman yang penuh dengan bunga mawar yang berwarna-warni. Ia tak percaya kalau ada taman seperti itu di dunia iblis.
" woah.. ada taman di sini. Menakjubkan "
" Sebelum nya tidak ada taman bunga disini, dan hanya ada banyak bebatuan.Tapi yang mulia Raja sendirilah menyiapkan nya khusus untuk tuan putri " kata Monia ramah
Diantara iblis yang lain, Monia adalah yang paling ramah dan baik padaku.
Sesaat Camellia agak tersentuh dengan perlakuan Kainer. Namun, ia pun menyadarkan kembali pikiran nya untuk membenci Kainer, mengingatkan pada dirinya sendiri bahwa Kainer yang sudah menghancurkan hidupnya, kedua orang tua nya, dan mengkhianati nya.
Logika nya mengatakan pada hatinya agar jangan lemah karena perlakuan Kainer. Saat sedang jalan-jalan, Camellia melihat Kainer berjalan di lorong kastilnya dengan seorang wanita cantik.
" Wanita itu cantik sekali? apa dia iblis?" tanya Aludra yang takjub melihat wanita cantik yang memiliki rambut berwarna merah itu.
" Siapa itu?" tanpa sadar Camellia bertanya
" Maksud tuan putri, wanita yang disebelah yang mulia, kan? " tanya Monia
" Iya "
" Dia adalah tunangan yang mulia Raja " jawab Monia
Tunangan? Kainer mempunyai tunangan?
Camellia tersentak mendengar nya, seperti ada duri yang menusuk bagian dalam tubuhnya. Camellia menatap tajam Kainer dan wanita itu.
...---***---...