Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Siapa orang ketiga?


Hair Readers! author Comeback lagi dengan novel ini.,😘🤗 jangan lupa dukungan kalian ya, like dan komennya. Author doakan semoga kita sehat selalu dimanapun kita berada 🙏🙂


...🍂🍂🍂...


Setelah berpelukan cukup lama, Camellia mendorong Kainer menjauh darinya. Gadis itu langsung duduk di sudut ranjang, dengan wajahnya yang masih cemberut.


" Aku pikir kau sudah tidak marah lagi padaku "


" Kenapa kau berfikir begitu?" tanya Camellia


" Kau tidak menolak pelukan ku "


" Percaya dirimu itu sangat tinggi, siapa yang bilang aku tidak marah lagi padamu?" tanya Camellia


" Jadi kau masih marah?" Kainer duduk berlutut di depan Camellia, menatap kedua mata gadis yang ia cintai dengan sepenuh hatinya, penuh kelembutan.


" Hmphh!" Camellia memalingkan wajahnya


" Kau masih marah, apa itu artinya kau cemburu?" tanya Kainer


" Aku sudah bilang aku tidak cemburu, kenapa juga aku harus cemburu padamu? kau sangat berisik sekali!" ujar Camellia mengelak


" Kau tenang saja, hanya kau yang ada di dalam hatiku. Tidak akan ada wanita lain lagi " Kainer tersenyum


Camellia sedikit terpana mendengar kata-kata Kainer yang terdengar tulus padanya. Namun, ia memikirkan lagi kebohongan Raja iblis itu padanya, berusaha menegaskan hatinya kalau ia tak boleh tersentuh dengan kata-kata pria yang ada di depannya itu.


" Huh! aku tidak peduli tuh " gumam Camellia


" Ya baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Melihatmu saja aku sudah tau kok. Malam ini kau mau makan apa?" tanya Kainer lembut sembari berdiri dari duduk berlutut nya.


" Aku tidak akan makan malam " jawab Camellia sebal


KRUKKK----


" PFutt.." Kainer menahan tawanya saat mendengar suara cacing di perut menggema cukup keras di ruangan itu.


KRUUKK


Aish, kenapa perutku harus berbunyi seperti ini? menyebalkan.


" Ayo kita pergi keluar untuk makan malam bersama " Kainer memegang tangan Camellia


" Aku tidak mau makan " kata Camellia sambil menepis tangan Kainer


" Jangan membantah! kalau kau membantah terus aku akan membiarkan semua orang di bumi menanggung akibatnya " Kainer mengancam


" I-iya baiklah, kita akan makan malam bersama. Tapi, kau tidak boleh membuat orang-orang dalam bahaya " pinta Camellia memohon


" Kalau kau bersikap baik, maka aku juga akan melakukan semua perintah mu " kata Kainer sambil tersenyum tipis


" Iya baiklah " Camellia patuh karena diancam


Kainer memegang tangan Camellia, menggandeng nya dengan erat. " Kau tidak usah memegang tanganku juga, aku bisa jalan sendiri !"


" Apa kau lupa barusan aku bilang apa? kalau kau tidak menurut maka ...


Camellia langsung menyambar saat Kainer belum selesai bicara. Biasanya Kainer akan marah pada orang yang memutuskan kata-kata nya, tapi Camellia adalah pengecualian.


" Oke ! ya baiklah baiklah, pegang tanganku sesuka mu. Tapi hanya pegangan tangan saja, lain kali kau tidak diizinkan menyentuh bagian tubuh ku yang lain " Camellia memonyongkan bibirnya, tampak sebal dengan Kainer


" Seperti apa? bagian tubuh yang mana?" goda Kainer dengan senyuman iblis nya


Ke-kenapa dia bersikap seperti itu?. Camellia heran melihat senyuman Kainer


" Bi-bibir ku, dan yang lainnya semuanya tidak boleh kau sentuh. Aku membiarkan mu kali ini "


" Hem.. aku mengerti " Kainer menunjukkan wajah sedih dan kecewa nya, senyuman pahit terukir di bibirnya.


Kenapa aku harus selalu mengancam mu Ellia? kenapa harus dengan cara seperti ini agar kau patuh padaku? kapan semua ini akan berakhir?


Dalam hatinya Camellia kebingungan, karena tiba-tiba saja Kainer memiliki raut wajah yang tidak bisa dimengerti olehnya. Kadang sedih dan kadang menunjukkan kekuatan nya. Karena siapa Kainer sedih? pertanyaan itu ada di dalam kepalanya.


Kainer berjalan sambil memegang tangan Camelia menuju ke ruang makan kastilnya. Karena selama ini Camellia belum pernah berkeliling ke semua tempat yang ada di kastilnya.


***


Zefanya merasa cemburu dengan kedekatan Kainer dan Camellia. Ia memilih pergi tanpa melihat lagi ke arah Kainer dan Camellia yang masih berada di dalam kamar mereka.


Saat sudah berjalan jauh dari lorong kamar itu, Zefanya berpapasan dengan Keith. Pria itu langsung memberikan hormat pada Zefanya, yang statusnya lebih tinggi darinya dengan kata lain iblis kelas atas.


" Salam hormat saya putri Zefanya " Keith tersenyum, membungkukkan sedikit badannya di depan putri berambut merah itu.


Seperti nya putri Zefanya sudah melihat semua nya. Baguslah, aku tidak perlu memanasi nya lagi. Dia sudah cukup panas saat ini.


" Apa maksud mu bersikap seperti ini? kau mau mengejekku?" tanya Zefanya sinis


" Mengejek yang mulia? mana berani saya mengejek putri yang akan menjadi permaisuri di kerajaan iblis ini " kata Keith dengan


" Permaisuri iblis apanya? aku saja masih ditolak oleh Raja mu " ucap Zefanya dengan suara yang sedih


Aku kurang apa sampai Lucifer lebih memilih putri dari bangsa manusia itu. Padahal aku lebih dari segalanya. Aku terkenal sangat cantik, statusku tinggi diantara para iblis, aku kuat, dan aku menyukai Lucifer.


" tuan putri anda tau sendiri kan? kalau bangsa iblis dan bangsa manusia tidak akan pernah bisa bersatu. Pemisahnya adalah takdir, yang mulia Raja dan manusia rendahan itu tidak akan pernah bisa bersama. Langit, tidak mengizinkan nya " kata Keith penuh kebencian pada Camellia


" Woah woah.. seperti nya kau tidak suka dengan calon permaisuri Raja mu itu ya? aku pikir kau orang yang setia yang akan selalu mendukung Raja mu tentang semua keputusan nya " Zefanya keheranan melihat kebencian Keith pada Camellia


" Saya memang orang kepercayaan Baginda Raja, dan saya setia padanya. Tapi bukan berarti saya mendukung semua keputusan yang mulia Raja, apalagi jika itu berhubungan dengan manusia rendahan itu " Kata Keith serius


Zefanya menyeringai mendengar kata-kata Keith, jadi itu sebabnya ajudan Raja iblis itu mengatakan padanya tentang Camellia karena ia tak menyukai nya.


" Jadi kau ingin memanfaatkan ku untuk menyingkirkan manusia rendahan itu?" tanya Zefanya langsung pada intinya, tangannya menyilang di dada. Tatapan nya tajam pada Keith.


Licik juga si Keith ini, tapi aku suka sikapnya.


" Sa-saya mana berani melakukan itu. Saya hanya ingin meminta bantuan tuan putri untuk menyadarkan yang mulia Raja agar Baginda tidak salah jalan. " jelas Keith yang agak gemetar melihat tatapan mata Zefanya, dan auranya yang gelap.


" Kau sangat berani ya Keith, meminta bantuan kepadaku? "


" Jadi apa anda tidak mau?" tanya Keith


" Aku setuju, aku akan coba membuat manusia rendahan itu tau tempat nya. Dan menyadari tentang siapa orang ketiga" Zefanya tersenyum sinis.


Keith menyeringai, persetujuan dari Zefanya untuk membantunya membuat nya senang. Keith hanya punya satu harapan, yaitu Kainer kembali menjadi Lucifer seutuhnya dan memimpin kerajaan Iblis dengan sebaik-baiknya tanpa peduli akan cinta dan hal duniawi lainnya. Cita-cita Keith adalah Lucifer kembali ke dirinya yang dulu sebelum ia tersegel dan sempat bereinkarnasi menjadi manusia.


" Karena anda sudah setuju dengan tawaran saya untuk membantu, saya akan memberitahukan tuan putri satu rahasia yang mulia Raja yang mungkin akan berguna sebagai senjata untuk menyerang manusia rendahan itu " ucap Keith


" Oh, jadi apakah itu?" tanya Zefanya penasaran


Keith menggunakan sihir pelindung anti kedap suara di antara dirinya dan Zefanya. Ia pun berbicara dengan Zefanya secara leluasa. Entah apa yang ia bicarakan pada Zefanya, keduanya sama-sama tersenyum menyeringai seperti merencanakan sesuatu yang licik.


🍂🍂🍂


Semua iblis yang menjadi pengawal di kastil itu memberikan hormat pada Kainer dan Camellia yang lewat di kastil, mereka menuju ke ruang makan istana.


Melihat tatapan mereka padaku, kenapa aku masih merasa takut ya? apa karena wujud mereka yang seperti itu, dan aku belum terbiasa?


Camellia agak sedikit takut karena melihat wujud asli para iblis itu, ada yang berwujud ular, harimau, singa, burung hantu dan lain-lain nya.


Kainer berhenti berjalan seraya bertanya pada Camellia " kenapa?"


" Eh? tidak ada apa-apa " jawab Camellia kaget


" Apa ada yang membuat mu tidak nyaman disini?" tanya Kainer sambil melihat-lihat ke arah sekitar nya


" Aku, aku baik-baik saja " Camellia menundukkan kepalanya


Apa dia tidak nyaman dengan keberadaan pengawal ku disini? Kainer melirik tajam kepada 5 pengawal nya


" Kalian semua keluarlah! " ujar Kainer pada para pengawal yang berjaga di ruang makan yang besar itu


" Baik yang mulia " jawab para pengawal iblis itu patuh


" Baik yang mulia " jawab ke 5 pengawal itu serempak.


Ke 5 pengawal itu pun pergi keluar dari ruangan makan dan berjaga di luar ruangan itu. Kainer segera menarik kursi agar Camellia bisa duduk disana. Camellia pun menurut pada Kainer dan duduk di kursi itu, kursi yang bersampingan dengan kursi tempat duduk Kainer.


Makanan kesukaan Camellia sudah tersedia memenuhi meja makan itu.


" Ke-kenapa kau duduk disini?" tanya Camellia heran


" Lalu aku harusnya duduk dimana?" tanya Kainer


" Kau harusnya duduk di tengah, disana kan tempat mu. Kau kan Raja disini " ucap Camellia


" Tidak bisa, tempatku di sini disisi mu. Aku bukan lah Raja saat bersamamu, aku adalah Kainer "


Meskipun kau bicara seperti ini padaku, ini tidak bisa mengubah fakta bahwa kau adalah Lucifer. Sejujurnya aku ingin kau menjadi Kainer ku yang dulu, kekasihku, seorang manusia biasa. Sekarang, aku sadar bahwa perbedaan antara aku dan dirimu sangat lah jauh.


Camellia terdiam sejenak setelah mendengar kata-kata Kainer.


" Kita makan saja " Camellia tidak menjawab apa yang di katakan Kainer. Dengan santai dan tenang, ia melahap makanan yang sudah tersedia di piringnya demi bertahan hidup.


" Baiklah, makan lah yang banyak " kata Kainer pada Camellia


Sulit untuk mengubah fakta dan takdir, aku ingin hidup sebagai manusia dan kekasih yang kau inginkan. Tapi, aku terlahir, diciptakan oleh Tuhan sebagai iblis. Aku tidak bisa mengubah nya. Tidak bisakah kau menerimaku apa adanya? Jika tidak bisa, aku akan membuatmu menerimaku. Meski harus memaksamu, aku tak peduli langit dan tuhan yang akan murka padaku karena aku telah berani mencintai mu.


Kainer menatap Camellia yang sedang makan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Di satu sisi ia sangat ketakutan bahwa suatu saat nanti gadis itu akan pergi darinya. Mungkin menahan nya selama nya di kastilnya adalah pilihan yang terbaik.


Saat Camellia dan Kainer sedang makan bersama, datanglah Zefanya menerobos masuk ke dalam ruang makan itu. Hingga terjadi keributan di luar dengan para pengawal yang berjaga.


" Woah.. hebat sekali yang mulia Raja, aku malah ditinggalkan tunangan ku sendirian, dan ternyata dia sedang bersama gadis lain " Zefanya tersenyum sinis menatap kedua orang yang sedang duduk di kursi meja makan tersebut.


" Siapa yang kau sebut tunangan? jangan bicara yang bukan-bukan " Kainer membantah


" Hemp" Zefanya tersenyum sinis


" Maaf yang mulia, kami sudah menahannya tapi tuan putri Zefanya.. " seorang pengawal berusaha menjelaskan


" Tidak apa-apa, kalian berjaga lah kembali di luar " ucap Kainer


" Ya, yang mulia." jawab para pengawal itu patuh sambil melangkah keluar dari ruangan makan itu.


Kainer menatap tajam Zefanya yang masuk menerobos ke dalam ruang makan itu, meski sudah dihalangi para pengawal.


Tidak baik jika aku mengusir nya. Aku tidak mau terjadi perang dengan klan rubah. batin Kainer hati-hati.


Mata Camellia memincing saat melihat Zefanya, ia juga takjub dengan kecantikan Zefanya apalagi rambutnya yang berwarna merah menyala.


" Seperti nya, aku sudah selesai makan " kata Camellia sambil berdiri dari tempat duduknya


" Mau kemana kau? makanan mu masih banyak, habiskan !" Kainer menahan tangan Camellia.


" Tapi aku .."


" Duduk lah ! atau akan ku hancurkan dunia mu sekarang juga! " seru Kainer tegas dan mengancam


Gadis itu mengepal tangannya, tampak kesal dengan ancaman Kainer padanya. Disisi lain Zefanya menatap Camellia dengan sinis, ditambah tatapan yang merendahkan.


Apa apaan wanita cantik ini? kenapa dia menatapku begitu?


" Yang mulia Lucifer, apa anda tidak akan mengundang saya untuk makan bersama juga?" tanya Zefanya


" Jika kekasih ku mengizinkan, aku akan mempersilakan mu untuk duduk disini " kata Kainer


Aku tidak salah dengar, kan? Kainer memanggilku kekasih nya?. Batin Camellia


" Aku?"


" Nona manusia, apa aku boleh bergabung dan makan malam bersama kalian berdua?" tanya Zefanya setengah membujuk dengan senyuman ramahnya.


Camellia merasa wanita di depannya itu memang seperti rubah, licik dan munafik. Tadi saja Zefanya bersikap sinis padanya, sekarang sedetik kemudian wanita itu bersikap baik dan ramah padanya karena ada maunya.


Lagian aku juga tidak punya hak untuk melarang nya. Aku tidak mau jadi orang ketiga diantara mereka. Kainer memang pantas bersanding dengan wanita ini, mereka sama-sama bangsa iblis. Tapi kenapa hatiku tidak nyaman?


" Silahkan saja, kau bisa duduk disini. Aku juga sudah selesai makan " Camellia berdiri dari tempat duduk nya, dan melangkah pergi.


Berada disini bersama kalian pasangan, hanya akan membuatku tampak menyedihkan.


" Terimakasih nona manusia " Zefanya tersenyum ramah, ia pun duduk di kursi yang ada disebelah Kainer.


Oh, jadi kau sadar juga ya kalau kau adalah orang ketiga.


Kainer tampak kecewa dengan sikap Camellia, matanya kembali memerah. Kemarahan nya mulai berada di level murka. Suka sekali Camellia membuatnya naik darah dengan mudah, kadang membuatnya senang dan kadang membuatnya sedih.


" Siapa yang menyuruh mu pergi dari sini?!" Kainer ikut berdiri dari kursinya dan melirik tajam ke arah Camellia yang akan pergi dari ruangan itu


" Aku sudah selesai makan, sudah seharusnya aku pergi dari sini "


" Jika ada yang harus pergi, itu bukanlah kau. " Kainer melirik ke arah Zefanya


Bagus sekali, apakah Lucifer Raja iblis yang hebat telah menjadi budak cinta seorang manusia rendahan? dia mengusir ku untuk wanita rendahan itu? Zefanya terlihat emosi dengan Kainer dan Camellia


" Jadi maksud mu aku lah yang harus pergi?" tanya Zefanya


" Ternyata kau sudah mengerti "


" Kau mengusir ku dari sini untuk manusia rendahan itu?" Zefanya tak percaya, statusnya di mata Kainer lebih rendah dari Camellia


" Jangan panggil calon permaisuri ku dengan sebutan rendahan! atau aku benar-benar akan menendang mu " Kainer sinis


" Lucifer! KAU!"


" Hentikan ini, siapa juga yang mau jadi permaisuri mu? " tanya Camellia


" Menyedihkan, dia bahkan tidak mengakui mu " Zefanya tersenyum puas melihat Kainer yang kecewa.


Kainer yang marah langsung menarik tangan Camellia dengan kasar. Mereka berdua keluar dari ruangan itu.


Mereka berhenti di sebuah taman buatan yang di buat oleh Camellia.


" Ah! sakit! Kainer, maksudku Lucifer! lepaskan aku, tanganku sakit " rintih Camellia kesakitan


" Kau sadar ini rasanya sakit kan? lalu bagaimana dengan hatiku?" Kainer memegang pergelangan tangan Camellia dengan kasar


" Ha-hatimu kenapa?" Camellia polos


" Kau suka sekali ya membuat hatiku terluka ! apa hobi mu juga adalah membuatku marah?" tanya Kainer murka


" A-aku hanya bicara realitas saja! aku memang tidak mungkin bersama dengan mu, apalagi menjadi per-permaisuri mu " Camellia menahan sakit di tangannya


Apa dia sudah gila? ini menyakitkan.


" Kalau aku bilang kau harus menjadi permaisuri, maka kau akan!" Kainer memegang tangan Camellia semakin erat


" hen-hentikan ini.. kumohon, ini sakit.." Camellia berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Kainer, namun pria itu tidak mau melepaskan nya.


Kini tangan kekarnya memeluk Camellia, mendekatkan wajahnya perlahan ke arah Camellia. Membenamkan bibir nya secara paksa kepada bibir Camellia yang berwarna merah itu.


" Hmph.. Hmph!!"


Padahal aku baru saja bilang agar dia tidak menyentuh ku! tapi apa yang dia lakukan?. Air mata mulai menetes jatuh dari matanya ke pipi.


Kainer membuat Camellia yang tadinya menutup mulutnya, menjadi membukanya. Terjadilah lidah yang bersahutan di dalam sana. Penuh amarah, cinta, lahapan yang rakus dari bibir Kainer.


Adegan itu disaksikan oleh Keith dan beberapa pengawal di kastil iblis. Keith semakin tidak suka kepada Camellia yang sudah membuat Raja nya sangat tergila-gila.


" Perasaan yang mulia ternyata bukan main-main, yang mulia maafkan saya karena saya harus menyingkirkan gadis itu " Keith merasa bersalah, diiringi kemarahan nya pada Camellia.


...---***---...