
...***...
.
.
.
Sadarlah Camellia, kenapa kau masih memikirkan seseorang yang bahkan bukan manusia?
Camellia tenggelam dalam pikirannya sendiri, disisi lain Theodore melihat Camellia dengan wajah yang sedih. Ia tau bahwa hati Camellia sudah menjadi milik Raja iblis, karena itu dia tak mau mendengar jawaban dari Camellia yang sudah pasti akan menolak cintanya.
"Putra mahkota Theodore.. aku.."
"Aku sudah bilang aku tidak butuh jawabanmu sekarang" ucap Theodore
"Putra mahkota apa kau benar-benar menyukai ku?"
"Ya, aku sangat menyukai mu" jawab Theodore tulus
Cinta itu telah tumbuh dalam hati putra mahkota kerajaan Ilios, sejak pertemuan pertama mereka di depan kerajaan Fostiarus. Dari rasa tertarik, berubah menjadi cinta dan rasa sayang. Theodore ingin memiliki Camellia selamanya, ia ingin menjaga Camellia seumur hidupnya.
Theodore bahkan sampai meminta restu ayahnya bahkan kedua kakak Camellia, hanya untuk bersama dengannya. Camellia tau perjuangan Theodore untuknya dari cerita yang diceritakan oleh Arthur saat berada di kastil Gloria. Akan tetapi, hati Camellia masih berada di dunia iblis bersama raja iblis.
"Kalau begitu, apa kau berani untuk menikah denganku?" tanya Camellia tiba-tiba.
DEG!
"A-Apa?" Theodore berdebar mendengar pertanyaan Camellia yang sungguh tidak terduga itu.
"Kau bilang kau menyukaiku, apa kau cukup berani untuk menikahi ku? Putri dari kerajaan yang telah hancur ini?" tanya Camellia
Benar Camellia, untuk melupakan pria itu.. kau harus membangun hubungan dengan pria yang lain. Pria yang mencintaimu dengan tulus, dan bisa hidup menua bersamamu. Pria yang bisa kau miliki, tanpa ada halangan yang rumit. Hubungan yang tanpa ditentang oleh langit dan di kutuk oleh Tuhan. Dan putra mahkota Theodore juga sudah mendapatkan restu dari kedua kakakku, dia tidak punya kekurangan apapun lagi.
Theodore tersenyum, matanya berbinar-binar. Hatinya meledak saking senangnya dengan pertanyaan Camellia yang seperti kesempatan besar untuknya.
"Kalau kau bersedia, aku bisa saja menikahi mu sekarang" ucap pria itu penuh tekad dan keberanian. Cinta dan perasaan nya bukanlah main-main, jika sampai tahap melamar dan ingin mengikat janji suci selamanya dengan gadis itu.
Aku tau Camellia, bahwa saat kau mengatakan ini kau belum mencintaiku. Tapi, tidak apa-apa.. waktu akan membuatmu mencintaiku, hati manusia itu berubah seiring waktu. Aku percaya aku bisa membuatmu berpaling.
"Apa kau serius putra mahkota Theodore?" tanya Camellia tegas
Theodore memegang tangan Camellia, menatap kedua bola mata biru nan indah milik gadis itu dengan berbinar-binar. Senyuman manis bahagia terukir di bibir Theo.
Di dalam suasana yang hampir malam, saat matahari terbenam, Theodore mengutarakan cintanya pada Camellia. Untungnya, saat itu Theodore sudah mempersiapkan sesuatu yang penting di dalam saku bajunya.
Terlihat lah sebuah kota cincin berbentuk hati dan berwarna merah. Camellia terkejut dan bertanya-tanya, bagaimana bisa Theodore sudah mempersiapkan segalanya? Apa Theodore memang sudah sejak lama ingin melamar Camellia?
"I...ini..."
"Aku selalu membawanya kemana-mana" ucap Theodore malu-malu.
Seorang putra mahkota, pria hebat dari Ilios yang menjadi simbol kekuatan dari kerajaan Ilios itu terlihat malu-malu di depan Camellia. Dengan gagah berani, ia menyatakan cintanya bahkan sudah mempersiapkan cincin untuk melamarnya.
"Terima saja" ucap Gloria sambil tersenyum dan berjalan mendekati Camellia dan Theodore yang berada di bibir pantai.
Ini lebih baik, mungkin dengan menerima lamaran putra mahkota Theodore. Bisa membuat tuan putri terhindar dari takdir buruk nya.
"Iya, putra mahkota Theodore sudah meminta restu dari kami. Dan aku juga suka dia" kata Arthur
"Lia, semuanya tergantung pada jawabanmu sekarang." kata Dimitri
"Pangeran Arthur, putra mahkota Dimitri, dan saintess.. aku bahkan belum mengucapkan kata pamungkas nya" ucap Theodore malu-malu.
"Oh begitu ya? maaf, kami kira kau sudah melamar adikku" Arthur tersenyum
Theodore menghela napas panjang, ia berlutut di depan gadis itu. Satu tangannya memegang tangan Camellia, dan satu tangannya lagi membuka kotak cincin. Disaksikan kedua keluarga Camellia, dan saint Gloria. Theodore mengatakan kalimat pamungkas yang ia sebut sebagai lamaran.
"Putri Camellia.. dengan disaksikan oleh kedua kakakmu dan Saintess Gloria. Aku Theodore Varda Mathius, bersumpah demi langit dan bumi.. bahwa aku akan selalu mencintaimu, di pantai ini aku melamar mu" Theodore menatap Camellia dengan penuh harapan dan ketulusan. Terlihat sebuah cincin berlian berbentuk bunga Camellia yang sangat indah, ada di dalam kotak cincin yang dipegang oleh Theodore.
Aneh sekali, hatiku tidak merasakan apa-apa. Camellia terlihat bingung. Jawabannya hari ini menentukan masa depannya dan hidupnya.
Dimitri, Saint Gloria dan Arthur terlihat menantikan jawaban apa yang diberikan Camellia.
Gordon yang diam-diam mengawasi Camellia, segera membuka cermin penghubung untuk memperlihatkan kepada Rajanya apa yang sedang ia lihat di pantai itu.
SLING
"Gordon! ada apa? apa terjadi sesuatu pada Camellia?" tanya Kainer yang berada di dunia iblis, ia sedang mengatur pasukan iblis nya untuk berperang.
"Yang mulia, anda harus lihat ini" katq Gordon buru-buru
Gordon menunjukkan pemandangan yang ia lihat, Kainer terlihat kesal melihatnya. Seperti nya Raja iblis itu sudah bisa menebak kalau Theodore sedang melamar Camellia di pantai itu.
"Sialan!" Kainer sampai merusak cermin ajaib yang sedang di pegang nya.
Sudah kuduga, perasaan yang mulia pada putri manusia ini tidak sederhana dan seperti nya sangat dalam.
Dengan mata yang murka, wajah yang garang, Kainer melakukan teleportasi. Ia ingin segera melihat secara langsung bahwa kekasihnya sedang dilamar oleh pria lain dan menghentikan nya.
Hanya butuh waktu beberapa detik setelah laporan dari Gordon, Kainer sudah sampai di pantai yang menjadi perbatasan Brilla dan kerajaan Fostiarus.
Mendadak langit menjadi mendung dan gelap gulita saat kedatangan nya. Atmosfer di pantai itu berubah, angin tiba-tiba berhembus kencang.
WUSHH
Camellia, Theodore, Gloria, dan kedua pangeran kerajaan Fostiarus itu melihat ke arah langit yang tiba-tiba gelap begitu saja.
"Ada apa ini? mengapa langit tiba-tiba gelap begitu saja?" tanya Arthur bingung
"Angin juga berhembus sangat kencang" timpal Dimitri
Kainer sudah muncul tak jauh dari tempat Camellia dan Theodore berdiri.
DEG!
Mengapa dia ada disini?
Hati Camellia berdebar kencang, melihat Kainer dengan wajahnya yang sedih bercampur marah sedang berjalan menghampiri nya.
Dimitri, Arthur dan Theodore menatap Kainer dengan penuh kewaspadaan.
"Mau apa kau datang kemari?" tanya Dimitri tajam
"Sudah cukup, Camellia ayo pulang.. kembali bersamaku ke kastil iblis" ucap Raja iblis itu dengan wajah datarnya.
"Pulang kemana? disinilah rumahku, disinilah duniaku. Kau lah yang harus pergi sendiri" Camellia tersenyum sinis, ia berusaha menegakkan hatinya yang hampir goyah.
"Jangan membuatku emosi, ikut aku atau aku akan menyakiti mereka" ancam Kainer
"Kau berani?" tanya Camellia menantang
"Oh, kau mengujiku? baiklah"
Dengan mudahnya Kainer membuat Theodore, Dimitri dan Arthur terpental jauh karena serangannya.
BRUAK
BRUGH
"Kau sudah gila? apa kau mau membunuh mereka?!!" Camellia marah melihat kedua kakak nya terluka.
"Ikut denganku ke mereka kubiarkan hidup!" seru Kainer
"Tidak mau!"
KYAAA!!!!
SRETT....
Kainer menarik tubuh Camellia dan memeluknya erat-erat. "Ahh! lepaskan aku!"
"Lia!!" teriak Arthur dan Dimitri panik
"Iblis sialan! lepaskan adikku!"
"Lepaskan Camellia!" seru Theodore kesal
Lagi-lagi mereka berempat bertarung melawan Kainer. Beradu kekuatan, namun sekuat apapun mereka, mereka tidak bisa melawan kekuatan Kainer yang notebene nya adalah seorang Raja iblis.
Gloria hampir kewalahan dengan serangan dari Kainer. Begitu juga ketiga pria yang mencoba menolong Camellia, mereka terluka parah.
"Kau benar-benar jahat, aku benci padamu! kau melukai kakak kakak ku!" seru Camellia, memberontak.
"Aku jahat? aku hanya menginginkan mu di sisiku, apa aku jahat?" tanya Kainer sedih
Aku tidak butuh apapun, aku hanya butuh kau di sisiku, tapi kenapa aku merasa serakah?
"Kau tidak mau pergi denganku karena dia kan?" tanya Kainer seraya menunjuk ke arah Theodore
"Iya, aku mencintai nya dan aku akan menikah dengannya!"
"Katakan sekali lagi?"
"Aku mencintai nya, jadi kau jangan menggangguku lagi. Karena aku tidak mencintaimu lagi"
SLING
WUSHH
Kainer menyerang Theodore dengan kekuatan nya lagi, mencekik pria itu dengan tali sihir api nya. Dan saat itu Camellia terlepas dari tali yang mengikat tubuhnya.
"Maka aku akan membunuh nya" ucap Kainer murka
"Kkeuukkkkk" Theodore tercekik, terlihat ia sangat kesakitan
Apa kata-kata ku sudah membuat masalah besar? tidak, aku harus melindungi putra mahkota Theodore! Dia sudah banyak menolongku.
"Jika kau membunuhnya, maka aku juga akan mati bersamanya" Camellia mengambil belati, ia berniat menusuk tangannya sendiri untuk mengancam Kainer.
"Kau tidak akan berani" Kainer tersenyum sinis
Kau tidak bisa mengorbankan nyawamu untuk orang yang tidak berarti apa-apa untukmu.
Camellia menggores tangan mulus dan putih nya dengan belati itu. Keluarlah darah dari tangannya.
"Ahh!!"
"Kau sudah gila!" Kainer terkejut, ia langsung melepaskan Theodore dan berlari menghampiri Camellia.
WUSH
Kainer langsung membakar belati yang melukai tangan Camellia itu dengan api dari tangannya. Kini belati itu sudah tamat!
"Kau rela menyakiti dirimu demi dirinya?" suara Kainer meninggi, tangannya memegang tangan Camellia dan membalut lukanya dengan sihir penyembuhan.
"Aku kan sudah bilang padamu, kalau aku mencintai nya" ucap Camellia
Aku tau Camellia tidak mengatakan nya dengan sungguh-sungguh, tapi kenapa aku tetap senang mendengarnya mengatakan dia mencintaiku? batin Theodore
"Kau akan menyesalinya! si brengsek itu! lain kali aku akan menghabisi nya" ucap Kainer dengan mata yang sedih.
"Kau tidak akan bisa menyakitinya selama ada aku" ucap Camellia yakin
Kainer tersenyum sinis, dengan wajah kecewa dan marah. Meski yang dikatakan Camellia bukanlah kebenaran dari dalam hatinya, tapi tindakan Camellia menolong Theodore dengan nyawanya sendiri, membuat Kainer marah, kecewa dan sedih.
Theodore berjalan mendekati Camellia dan memeluknya. Menatap Camellia dengan cemas penuh kekhawatiran, disisi lain Kainer melihatnya dengan tatapan terluka. Ada perasaan membunuh di dalam dirinya untuk Theodore.
"Kau tidak apa-apa putri Camellia?" tanya Theodore
"Aku baik-baik saja, yang mulia putra mahkota" jawab Camellia sambil melihat dada Theo yang berdarah-darah. "Yang mulia, kau terluka!" Camellia panik
"Aku baik-baik saja, daripada itu.. tanganmu terluka" Theodore melihat Camellia dengan cemas
Dia tidak akan melukai putra mahkota Theodore selama aku ada disini bersamanya. Maafkan aku Kainer, aku harap kau bisa menerima kenyataan. Kita tak ditakdirkan bersama.
"Putra mahkota mana cincinnya?"
"Ya? apa kau sudah memutuskan untuk menerimaku?" tanya Theodore
"Ya, aku mau menikah denganmu" jawab Camellia
Theodore memakaikan cincin bunga Camellia itu di jari manis Camellia. Akhirnya cincin itu tersemat di jari indahnya.
"Terimakasih, sudah mau menikah denganku. Aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini" ucap Theodore sambil memeluk Camellia
Pandangan gadis itu mengarah pada Kainer yang menatapnya dengan penuh terluka. Tangannya terkepal kesal, ia tak bisa berbuat apa-apa.
...---***---...