Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Ingatan kembali


.


.


Setelah melihat perubahan pada dirinya, Kainer sangat terkejut. Sesuatu yang kuat seperti menguasai dirinya. Suara misterius terus bergema di telinga nya, seolah-olah berasal dari dirinya sendiri.


" Dimana kau bersembunyi? kenapa kau melakukan ini padaku?!" teriak Kainer sambil menahan rasa sakit yang ada di kepalanya.


Kau tidak akan bisa menemukanku. Karena aku adalah bagian dari dirimu.


Tidak ada siapapun di sekitar kamarnya, namun suara itu tak kunjung menghilang. Ingatan ingatan yang selalu ada di dalam mimpinya, terlintas di pikiran nya, dan kini terlihat jelas.


" Leticia.. Camellia.." gumam Kainer dengan wujud nya sebagai Lucifer sang Raja iblis. Sorot mata Kainer menjadi tajam, ia menatap wajahnya sendiri di cermin.


Kainer telah kembali menjadi sosok iblis nya, ingatan nya sebagai Lucifer seperti nya sudah kembali. Matanya memerah, perlahan-lahan masa lalunya sebagai Kainer dari mulai masa kecil sampai dirinya saat ini teringat jelas.


" Sialan kau Raja neraka, kau buat aku bereinkarnasi dan menjalani kehidupan manusia yang menyedihkan di waktu kecil. Dan sekarang aku adalah pesuruh di kerajaan si tiran itu. Apa kau bercanda?" gumam Kainer, senyum sinis tertarik di bibirnya


" Baguslah, ingatan ku sudah kembali. Tapi, apa gunanya? Leticia sudah tiada dan Alexander menghilang. Ah, aku masih punya tujuan lain. Bagaimana jika aku menghabiskan waktu ku untuk bermain-main saja dengan putri nya? karena orang tua nya sudah menyegel ku dan membuat ku tidak bisa kembali ke tubuh lama ku. Pasti akan menyenangkan" gumam Kainer sambil tersenyum sinis.


Bukankah tujuan nya terlahir kembali adalah untuk mendapatkan cinta? tapi kenapa ia malah ingin balas dendam? Apa itu karena energi iblis dan ingatan nya tentang Raja iblis sudah kembali dan membuatnya berubah?


🍂🍂🍂


Di lorong, Camellia nampak sedang berjalan bersama Greta. Putri itu terlihat buru-buru, ia ingin segera menemui Kainer yang bersikap cuek padanya tadi. Hatinya benar-benar tidak tenang dengan sikap Kainer yang tiba-tiba dingin padanya.


Memangnya aku salah apa sampai dia berani mengabaikan ku seperti itu?


Sesampainya di camp kstaria black knight, Camellia disambut oleh beberapa kstaria black knight.


" Hormat pada yang mulia putri Camellia " para ksatria itu menunduk hormat


" Dimana ketua kalian?" tanya Camellia terdengar ketus


" Beliau ada di kamar nya, yang mulia "


" Akan saya panggilkan " kata Damian


" Tidak, aku pergi sendiri !" seru Camellia


Camellia berjalan sendirian menuju ke kamar Kainer yang lumayan jauh dari keramaian dan camp tempat berkumpulnya para kstaria. Kamarnya berada di ujung.


" Kamarnya pasti yang ini?"


Tok,tok,tok


Gadis itu mengetuk pintu kamar Kainer. Tak lama kemudian, Kainer keluar dengan memakai handuk di bagian tubuh bawahnya saja.


" Damian, sudah kubilang jangan ganggu a.."


" AHHHh !!!" Camellia berteriak dan terkejut, ia menutup matanya.


" Putri ?" Mata Kainer membulat, ia kaget melihat Camellia di depan kamarnya.


Tubuh telanjang dada terpampang nyata di depan Camellia. Otot-otot sixpack milik Kainer terlihat indah dan menggoda. Belum lagi rambutnya yang basah dan agak turun ke bawah.


" Ma-maaf, aku tidak tau kalau sir Kainer.."


Tangan nya masih menutup kedua matanya, tak sengaja ia menginjak gaun panjangnya dan membuat gadis itu terpeleset. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, mulai oleng.


" Yang mulia hati-hati !" seru Kainer


BUGH


Camellia masih menutup matanya, ia tak sadar kalau sekarang tubuhnya sedang berada di atas tubuh Kainer. Mereka berdua sama-sama terjatuh ke lantai. Tangan kekar milik Kainer memeluk Camellia, untuk melindungi tubuhnya dari benturan.


Suara apa ini? kenapa terdengar dag dig dug?


Kepala Camellia bersandar di dada bidang milik Kainer. Ia mendengar suara dari dada Kainer. Tanpa sengaja tangan Camellia menyentuh otot dada, Kainer.


Wanita itu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Kainer, sontak saja wajah mereka menjadi berdekatan. Jika ada orang yang melihatnya mungkin akan salah paham.


Dia benar-benar mirip dengan Leticia.


" Kenapa tubuhmu panas, sir Kainer?" tanya Camellia bingung


" Saya.. "


Camellia beranjak dari tubuh Kainer, begitu pula dengan Kainer. Mereka berdua terlihat sama-sama gugup.


" Saya akan berganti baju dulu yang mulia "


" Maafkan ketidaksopanan ku, aku akan menemui lagi nanti "


" Tidak, jangan datang kemari lagi yang mulia. Tidak baik untuk yang mulia datang menemui saya disini. Saya yang akan menemui yang mulia " kata Kainer ketus


" Ya sudah, maafkan aku " Camellia terlihat kecewa.


Kenapa sih dengannya? sikapnya tiba-tiba berubah.


Kainer melihat Camellia yang pergi dengan tatapan tajam, dilihat dari sisi manapun. Camellia sangatlah mirip dengan ibunya, wanita yang pernah di cintai Kainer/Lucifer di masa lalu.


" Apakah aku sanggup menyakiti mu, dengan wajah mu yang seperti itu? " gumam Kainer


Perasaan tadi, berdebar saat dekat dengannya. Sekarang aku yakin aku benar-benar punya hati.


🍂🍂🍂🍂


3 hari kemudian, tibalah hari ke 5 utusan dari 5 kerajaan yang ingin melamar Camellia datang ke istana Fostiarus.


Para dayang dan pengawal sibuk kesana-kemari, memastikan persiapan untuk menyambut 5 utusan itu sempurna. Sayangnya, Dimitri tidak ada ditempat karena ia harus pergi ke luar wilayah.


Untuk itu, Arthur lah yang menggantikan nya menyambut ke 5 utusan itu. Ia terlihat tidak terbiasa, mengatur ini dan itu. Pada dasarnya Arthur adalah orang yang bebas.


Ia lebih suka bekerja di luar lapangan daripada bersikap formal dan terpaku pada aturan seperti kakaknya Dimitri.


" Syukurlah ini hanya sementara, dan bukan aku yang jadi putra mahkota " kata Arthur lega, Arthur memakai pakaian rapi tidak seperti biasanya.


" Haha.. memangnya siapa yang mau mengangkat Kakak menjadi putra mahkota?" tanya Camellia yang tiba-tiba muncul di belakang nya.


" Kau sedang mengejek Kakak mu, Lia?" Arthur menatap adiknya itu dengan tajam.


" Siapa yang mengejek mu? aku sedang bicara fakta" kata Camellia santai


" Ya kau benar juga, jika aku jadi putra mahkota ini tidak akan baik untuk kerajaan. Duduk di kursi selama berjam-jam, berurusan dengan para bangsawan dan aristokrat, mengurus wilayah, menjamin kesejahteraan rakyat bukanlah keahlian ku. "


" Jika negara ada ditangan kakak, rakyat tidak akan sejahtera " kata Camellia


" Kau mulai lagi !" seru Arthur kesal


15 menit sebelum penyambutan perwakilan 5 kerajaan, semua dayang sibuk mendadani Camellia. Gadis itu merasa risih karena harus memakai gaun yang tidak biasanya ia kenakan. Sangat tidak nyaman untuknya, apalagi memakai hiasan hiasan di kepala.


" Ini atas perintah yang mulia Putra mahkota, jadi yang mulia harus patuh ya " kata Greta membujuk


" Kalian benar-benar mengenalkan !" seru Camellia


Ngomong-ngomong, kenapa Kainer seperti menjauhi ku? apa aku berbuat salah padanya ya? aku harus cari kesempatan untuk bicara dengannya nanti.


Beberapa menit kemudian, setelah pertarungan merias Camellia. Para dayang itu merasa puas melihat hasil karya mereka, Camellia yang sangat cantik, rambutnya yang di kepang terlihat banyak hiasan di rambutnya itu. Bunga, permata, bahkan gaunnya berwarna merah muda nya sangat indah.


" Baiklah, apa ini sudah cukup? sekarang sudah cukup berat untukku " Camellia terlihat malas


Aku akan kesulitan berjalan kalau begini.


" Yang mulia sangat mempesona "


" Benar, yang mulia sangat cantik "


" Saya yakin kalau para pangeran akan terpesona dengan yang mulia "


Greta menemani Camellia untuk menyambut para utusan itu, Camellia kesulitan berjalan dengan semua aksesoris yang ada pada dirinya. Benar saja, Camellia menjadi sorotan semua orang yang ada di istana. Para pengawal bahkan tidak berkedip saat melihat Camellia, mereka merasa seperti melihat Leticia yang kedua.


Penampilan polos yang biasanya Camellia tonjolkan sehari-hari nya, sudah terlihat cantik. Lebih lagi saat berdandan sekarang. Gadis itu tampak mempesona dengan rambut peraknya.


" Greta, kenapa mereka melihatku seperti itu? apa ada yang aneh pada diriku?"


" Itu karena yang mulia sangat mempesona " jawab Greta yang tak berhenti menatap Camellia


" Seperti nya kau juga terpesona padaku?" tanya Camellia


Greta tersenyum, mengangguk, tak mengalihkan pandangannya pada Camellia. Saat sedang berjalan di lorong, dari kejauhan, Camellia melihat sepupunya Annelise sedang mengobrol akrab dengan Kainer.


Bahkan mereka tertawa bersama. Banyak pertanyaan dalam diri Camellia. Kenapa sepupunya bisa ada disana? dan kenapa ia bisa mengobrol akrab dengan Kainer. Hati Camellia terusik melihatnya.


Ketampanan Kainer, memang bisa membuat semua wanita menempel padanya. Kalau saja dia bukan putra angkat Duke Ascart, pasti semua wanita akan mengejarnya. Kainer sempat melihat Camellia, tapi pria itu pura-pura tidak melihatnya dan terus mengobrol dengan Annelise.


Kenapa dia bersikap seperti itu?


Camellia menghampiri Annelise dan Kainer, dengan wajah kesal. Greta mengikuti nya dari belakang.


" Hai Lia .." kata Annelise menyapa ramah


Kainer langsung menundukkan kepalanya nya memberi salam pada Camellia.


" Salam Kak Annelise " kata Camellia sopan


" Lama tidak bertemu, aku datang bersama ibu. Untuk mengikuti perjamuan utusan ke 5 kerajaan itu juga " kata Annelise


Kenapa kak Dimitri tidak bilang padaku kalau bibi Zayana dan kak Annelise akan datang juga kemari ?


" iya kakak "


Bagus, berarti aku bisa meminta bantuan kepada kak Annelise untuk membantu ku menyambut tamu.


" Maaf kak, tapi aku boleh pinjam orang di sebelah mu?" tanya Camellia sambil melirik sinis pada Kainer.


Kau tersenyum pada kak Annelise dan bersikap dingin padaku secara tiba-tiba. Apa maksud mu mengusikku seperti ini? menyebalkan.


" Tentu saja, sir Kainer kan pengawal pribadi mu " jawab Annelise


Kenapa aku merasa kalau aku sedang dicemburui?. Batin Annelise heran melihat tatapan Camellia pada Kainer.


" Saya akan mengikuti perintah yang mulia " jawab Kainer


Dia benar-benar berhasil membuatku tidak bisa berpaling darinya. Hari ini dia terlihat sangat bersinar, apa itu karena akan banyak pangeran yang datang kemari untuk melamar nya?. Batin Kainer tak senang


Camellia mengajak Kainer bicara berdua, tak jauh dari lorong itu. Tanpa basa basi, Camellia bertanya pada Kainer maksud dari sikapnya yang tiba-tiba berubah padanya.


" Saya tidak ada maksud apa-apa yang mulia "


" Apa aku berbuat salah padamu?" tanya Camellia heran


" Tidak "


" Jawab aku yang benar sir Kainer !" seru Camellia kesal


Beraninya kau mempermainkan perasaan ku seperti ini


" Saya harus jawab apa yang mulia? sikap saya memang seperti ini, dan yang mulia tidak ada salah apa-apa pada saya "


" Aku pikir selama ini kau menganggap ku sebagai teman baik, aku pikir selama ini kau satu-satunya yang tulus padaku. Ternyata aku salah, aku memang tidak pernah punya teman dekat " Camellia kecewa, ia mengepal tangannya dengan kesal


" Maafkan saya jika sikap saya yang sebelumnya sudah membuat yang mulia salah paham. Tapi, yang mulia salah. Bagaimana bisa kstaria pengawal berteman dengan tuan putri? "


Aku harus fokus bermain tarik ulur ini, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku. Lalu, akan ku buat dia mati mengenaskan. Jangan sampai aku terbawa perasaan, yang aku sukai bukan lah dia tapi Leticia.


" Jadi begitu kah menurutmu?" tanya Camellia sedih


Aku pikir selama ini aku sudah dekat dengannya, aku pikir perasaan ku sama dengannya. Tapi, ternyata dia menganggap ku sebagai putri, majikan yang ia layani.


" Benar yang mulia "


" Mulai hari ini kau tidak usah jadi kstaria pengawal ku lagi, kembalilah ke camp mu dan fokus lah disana!" seru Camellia dengan tatapan mata yang terluka.


Kenapa melihat wajahnya yang seperti itu aku merasa sakit hati?


" Yang mulia.."


Kau yakin ingin balas dendam pada nya? kau adalah manusia sekarang. Kau punya hati, sanggupkah hatimu menyakiti nya?


Suara Raja neraka, bergema kembali di dalam dirinya.


" Aku minta kstaria lain untuk menjadi pengawal ku. Dan kau enyahlah !" Mata Camellia penuh kemarahan.


Camellia membalikkan badannya dan terlihat kesal. Kainer melihat punggung nya, ia pun mengejar Camellia yang belum berjalan jauh dan menghadang jalannya.


" Kau .. apa yang kau lakukan?" tanya Camellia


" yang mulia, saya ingin terus menjadi pengawal anda. " kata Kainer memohon


" Kau tidak tahu diri ya? aku sudah bilang enyah lah ! aku tidak mau melihatmu " kata Camellia sinis.


Mereka saling menatap dalam hubungan yang ketidakjelasan. Hati Kainer terhenyak saat melihat Camellia yang menatapnya dengan marah.


...---***---...


Mohon maaf readers! kemarin author gak up, lupa ngetik bab 😅😅 insyaallah besok up seperti biasa lagi..dan maaf juga untuk bab ini ada typo atau tidak maksimal, karena author lagi buru-buru. wkwk


jangan lupa like komen nya ya😘