
...🍀🍀🍀...
Bayiku, ada di dalam sana.. tapi bagaimana aku mengatakannya?. Leon tidak tahan ingin mengelus perut Violet. Namun, dia mengurungkan niatnya.
"Pak Leon? Anda melamun lagi" tanya Violet heran karena Leon selalu melamun di depannya
"Ehm.. apa kau lapar?" tanya Leon mengalihkan perhatian
"Karena bapak mengatakan nya, aku memang sedikit lapar" Violet memegang perutnya yang memang terasa sangat lapar.
"Bagaimana kalau kita makan? Kita ke rumahku dulu" ajak Leon perhatian pada Violet
"Seperti nya aku makan di rumah ku saja, aku benar-benar lelah dan tubuh ku terasa berat"Violet menolak ajakan Leon untuk makan di rumahnya.
Leon berusaha mencari alasan agar Violet tidak pulang ke rumahnya dulu karena dia ingin memperhatikan gerak-gerak Violet dan calon anak yang ada di perut Violet.
Pria itu menggunakan alasan pekerjaan supaya Violet bisa berada di rumahnya. Violet yang masih punya hutang pada Leon, terpaksa menuruti nya.
Di dalam hati, Violet takut dilecehkan lagi oleh Leon. Tapi sesampainya di rumah Leon, pria itu tidak berbuat macam-macam pada Violet dan malah sangat perhatian dengannya.
Semua pelayan disana juga menyambut Violet dengan ramah dan hangat seperti biasanya. "Selamat datang nona Violet" sambut para pelayan dengan senyuman hangat mereka yang ditujukan untuk Violet
Aku ini kan pembantu sama seperti mereka ,tapi kenapa mereka selalu menyambut ku seperti ini. batin Violet merasa tidak nyaman dengan keramahan yang diterima oleh nya.
"Pak, apa yang harus aku kerjakan?"tanya Violet dengan wajah polosnya
Leon kelimpungan, dia mengajak Violet ke rumah nya bukan untuk menyuruh gadis itu bekerja tapi agar gadis itu bisa beristirahat.
#FLASHBACK
Sebelum pergi dari rumah sakit, Leon diam-diam berbicara dengan dokter kandungan yang sempat memeriksa kondisi Violet.
"Dokter, tolong katakan pada saya bagaimana kondisi Violet dan bayinya?" tanya Leon sangat penasaran
"Apa anda adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh nona Violet?" tanya Dokter itu sambil menatap tajam pada Leon
"Benar dokter, saya adalah ayah bayinya"
"Kalau begitu anda berhak tau kondisi ibu dan bayi. Saya akan menjelaskan kondisi kehamilan nona Violet. Menurut laporan USG, Usia kandungan nya sudah memasuki Minggu ke 3" Dokter itu menjelaskan tentang kehamilan Violet.
Pria itu langsung tercengang, dia menelan saliva nya berkali-kali. Usia kandungan memasuki 3 minggu? Padahal mereka baru melakukan nya semalam tapi Violet sudah mengandung anaknya hampir satu bulan? Ini benar-benar gila dan tidak bisa di jelaskan oleh akal sehat maupun logika.
Pertumbuhan bayi di dalam kandungan Violet benar-benar cepat. Leon seperti nya harus segera bicara lagi dengan Gloria perihal ini. Hanya wanita tua itu satu satunya yang bisa menjawab pertanyaan dan keadaan ambigu ini.
"Baik dokter, lalu apa saja yang harus saya lakukan untuk menjaga anak saya dan ibunya dengan baik?" tanya Leon
"Pada dasarnya ibu hamil tidak boleh kerja berat, harus makan yang cukup, berat badan juga harus stabil... tidak kurang dan tidak lebih, tidak boleh stress"
Dokter menjelaskan dengan panjang lebar tentang kondisi ibu hamil, makanan yang dilarang dan diperbolehkan juga dibahas olehnya. Namun, karena Leon terus menerus bertanya tentang ini hamil, akhirnya dokter menyerahkan buku-buku tentang ibu hamil untuk Leon pelajari.
#ENDFLASHBACK
Aku harus menjaga Violet dan anak kami dengan sangat baik.
"Nanti saja bekerjanya, sekarang kita makan dulu. Kau kan belum makan siang"
"Ehm..iya baiklah" jawab Violet
Dreet..
Dreet..
Ponsel Violet berdering, gadis itu merogoh tas selempang nya. Dia melihat panggilan itu berasal dari ibunya.
"Siapa yang menelepon mu?" tanya Leon sambil melihat ke arah Violet.
"Ibu ku" jawab Violet yang masih belum menjawab panggang dari ibunya itu
"Ibu mertua ku? Angkat saja" Leon tersenyum menyeringai dengan gaya nya yang sangat percaya diri
"Ibu mertua?? Hah?!" Violet tercengang mendengar Leon yang mengatakan kalau ibunya adalah ibu mertua. Dia tidak habis pikir, kenapa Leon begitu terobsesi ingin menikah dengannya.
Violet menatap pria di hadapan nya itu dengan bingung dan penuh keheranan. Mengapa pria sempurna seperti Leonardo Maxton ingin menikah dengannya? Benarkah karena cinta pada pandangan pertama ataukah ada hal lain? Leon bisa saja memilih wanita yang lebih cantik dan sempurna dari dirinya yang hanya karyawan biasa.
Para wanita di luar sana mungkin akan mengantri untuk bersamanya, lalu kenapa haru dia? Ini yang masih menjadi pertanyaan Violet. Pria itu sampai tidur dengannya karena ingin memilikinya atau memang karena mabuk?
Violet mengangkat telpon dari ibunya. Lalu terdengar lah suara Bu Elisa yang menanyakan keadaan nya dan keadaan Leon. Violet bersiap-siap untuk dimarahi oleh ibunya karena tidak pulang semalaman.
"Violet!"teriak Bu Elisa dengan senyuman ceria di bibirnya.
Violet mengira kalau teriakan ibunya adalah tanda kalau sang ibu marah padanya.
"Ibu, maafkan aku! Semalam..."Violet bersiap menjelaskan dan mencari alasan pada ibunya.
"Sudahlah, kau tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Bagaimana kabarmu dan menantuku?" tanya Bu Elisa semangat
"Menantu? siapa maksud ibu? Dan apa yang ibu tanyakan ini??!" tanya Violet keheranan. Di ruang makan, Leon yang punya pendengaran jarak jauh mendengarkan obrolan mereka.
"Ibu mengerti, kau harus menjaga kesehatan mu dengan baik. Tidak apa-apa, tidak usah pakai pengaman, kalian sudah tidak muda lagi.. menantuku juga usianya sudah matang dan ibu sudah siap untuk menggendong. Ah ya, dan katakan juga pada menantuku kalau aku sudah menentukan tanggal yang bagus untuk pernikahan kalian" oceh Bu Elisa pada anaknya itu
"A-apa yang ibu katakan? Pernikahan siapa?!" tanya Violet tidak mengerti kata-kata ibunya.
Pengaman? usia matang? menggendong? pernikahan? Apa yang sedang dibicarakan oleh ibunya itu?! Violet sangat bingung
"Ibu sudah memutuskan akan menikahkan mu dengan Presdir Leonardo Maxton" jawab Bu Elisa memperjelas semua pertanyaan yang ada di benak Violet.
"Apa? Me-menikah?!" Violet melihat ke arah Leon yang sedang duduk menunggu nya di meja makan.
Violet langsung menutup telponnya, dia menghampiri Leon dengan wajah yang kesal. "Aku tau kau mau bilang apa, tapi makanlah dulu"
"Aku akan bicara dulu!" seru Violet kesal
Kruuukkkk..
KRUKKK
"Anak.. maksudku perutmu sudah minta makan. Kita bicara sambil makan saja " kata Leon pada Violet.
Perutnya sudah tidak bisa ditolerir dan anehnya dia tidak bisa menahan lapar lebih lama lagi, dia tidak bisa menunggu lebih lama. Akhirnya gadis itu duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi tempat Leon duduk.
Dengan perhatian Leon mengambilkan makanan untuk Violet. Dia juga menyajikan nasi yang banyak pada piring kosong di depan Violet. Para pelayan yang menyaksikan pemandangan itu dengan mata yang membulat, mereka tidak percaya kalau Leon akan menyajikan makanan untuk Violet dengan tangannya sendiri. Dan hal ini tidak pernah dia lakukan untuk orang lain.
Tanpa banyak bicara, Violet memakan makanan itu. Dia bahkan sampai tambah nasi nya lagi, seperti orang yang kelaparan. Leon sama sekali tidak merasa ilfeel pada Violet. Dia merasa apa yang dikatakan dokter itu benar, kalau ibu hamil cenderung memiliki nafsu makan yang besar seperti apa yang sedang terjadi pada Violet saat ini.
...---***---...