Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 9. Ingat (1)


...🍀🍀🍀...


Leon tidak mendengar lagi suara Violet ditelpon, ia hanya mendengar suara beberapa kendaraan yang mungkin sedang lalu lalang disana. Leon memanggil manggil nama Violet dengan paniknya.


Entah kenapa ia merasa sangat cemas dengan keadaan Violet. Wanita yang baru saja di kenalnya selama dua hari itu, Leon merasa tidak asing dengan Violet seolah sudah dekat dengannya sejak lama.


"Mengapa dia tidak bicara? apa terjadi sesuatu padanya?!" Leon melihat ponselnya berkali-kali, panggilan itu masih tersambung namun tidak ada yang menjawab nya.


Kenapa aku merasa tidak enak hati?


Pria itu mengusap dadanya, ia berusaha menghilangkan rasa cemasnya terhadap Violet. Rasanya tidak masuk akal saja, mengapa ia bisa peduli pada Violet yang belum lama di kenalnya.


"Sial! mengapa aku secemas ini pada orang asing?!" cetus nya kesal sendiri, ia memukul tembok hingga punggung tangannya terluka.


Leon tidak punya pilihan lain, rasa cemasnya tak kunjung reda terhadap Violet. Seolah ada ikatan diantara mereka. Leon menggunakan kekuatan pendengaran jarak jauhnya untuk melacak keberadaan Violet.


Dia menutup mata pelan-pelan dan mendengar banyak suara disekitar nya yang begitu menganggu. Dan dari sekian banyak suara itu, tidak ada suara Violet. Kecuali satu suara yang membuatnya terkejut.


Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu. Putri Camellia. Aku hanya ingin memastikan sesuatu.


DEG!


CLAK


Leon membuka matanya begitu mendengar suara pria asing yang sebelumnya pernah ia dengar itu. Suara itu menyebutkan nama Camellia.


Hati Leon berdebar mendengar suara pria itu menyebut nama Camellia. "Camellia, siapa dia? mengapa nama nya tidak asing bagiku?"


Kainer, aku mencintaimu..


Kainer kenapa kau membunuhku? kenapa?


"Lagi-lagi suara suara aneh itu!! Arghh..." Leon memekik memegang kedua kepala nya dengan tangan.


Suara wanita itu selalu datang dan menyakitkan hatiku.


Akal sehat Leon mulai kembali, ia segera sadar dan mulai mencari asal suara itu. Terpaksa ia menggunakan kekuatan teleportasi nya, disaat dia yakin bahwa tidak ada seorang pun yang memperhatikan nya di rumah itu.


SLING


WUSH~~~


Leon tiba di sebuah tempat gelap, ruang kosong yang hampa. Leon menyalakan api dari tangannya, kekuatan lainnya yang baru ia sadari.


CTAS


Api? tanganku bisa mengeluarkan api? sebenarnya aku ini manusia atau bukan? mengapa aku bisa melakukan semua ini?


Begitu banyak pertanyaan terlihat di kepalanya, apa dia manusia atau bukan. Dia mulai meragukan dirinya sendiri.


Api pun menyala dari tangan Leon sebagai penerangan di ruangan gelap itu. Kemudian ia melihat Violet yang terbaring tidak sadarkan diri dan ada seorang pria disampingnya.


"Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Leon pada pria itu


Pria bertopeng itu membawa pedangnya dan mengayunkan pedangnya ke arah Violet. Leon berteriak, kedua matanya terbelalak..


"TIDAK!! Camellia!!! Jangan!!" nama itu keluar begitu saja dari bibirnya. "Aku minta maaf!! CAMELLIA!!" teriak Leon pada sosok Violet yang terbaring duduk tak sadarkan diri. Air mata membasahi pipinya, seperti nya adegan ini tidak asing baginya.


Leon berlari dan menghampiri Violet secepat kilat, ia memeluk gadis itu sebelum pedang menembus tubuhnya.


"Ellia..." Leon menangis dan melihat Violet berubah menjadi perempuan berambut perak yang selalu ada di dalam mimpinya.


Pria bertopeng itu menjatuhkan pedangnya dan menangis haru melihat Leon memeluk Violet. Terlebih lagi saat sosok Violet berubah menjadi Camellia.


#FLASHBACK


Beratus-ratus tahun sebelumnya, hari itu adalah hari dimana Camellia sang Putri bungsu dari kerajaan Fostiarus itu akan dimakamkan. Di sebuah bukit indah yang dipenuhi taman matahari, bersama makan ibunya Leticia. Hanya Kainer saja yang belum hadir di pemakaman itu.


Raja iblis itu masih berada di singgasana nya, wajahnya tampak datar dan tidak semangat. Kematian Camellia membuatnya sangat terpukul dan terpuruk.


"Apa gunanya aku hidup abadi? aku sudah bilang aku tidak mau hidup di dunia ini tanpa ada kau di dalamnya?! Tuhan sangat kejam padaku, sangat kejam!!" teriak Kainer sambil melempar gelas berisi darah itu ke pintu.


Kainer masih menangisi kepergian kekasihnya, terkadang ia berhalusinasi kalau Camellia ada disisi nya dan sedang bicara dengannya. Seperti orang gila, dia bahkan mencoba membunuh dirinya sendiri berkali-kali. Ia memang merasakan sakit, tapi dia tidak bisa mati. Kekuatan penyembuhan nya sangat kuat, begitulah Raja iblis.


Menurutnya bunuh diri adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa sakit tiada akhir yang bersemayam di hatinya. Sakit yang tidak terlihat, membuat hidupnya sia-sia.


Suara Camellia sambil menangis:


Kainer, kenapa kau membunuhku? kenapa kau membunuhku?! kau bilang kau mencintaiku?! Mengapa kau mengakhiri hidupku?!


Suara suara yang entah datang darimana masuk ke dalam pikiran nya. Membuat kepalanya terguncang. Semakin penuh rasa bersalah di hatinya.


"Aku minta maaf!! aku tidak sengaja!! aku minta maaf, maafkan aku Ellia.. maafkan aku.. hiks hiks.."


Kainer menangis meraung-raung di kamar Camellia, menyesali semua perbuatan nya dibawah pengaruh bubuk yang ditaburkan oleh Vairas.


"Kainer.. aku kesakitan.. aku sangat sakit...hiks"


Raja iblis itu terkejut setengah mati melihat sosok Camellia sedang menangis duduk di ranjang nya. Kainer menghampiri nya lalu bayangan itu menghilang.


Rasanya hati Kainer sudah dibawa mati bersama Camellia. Kainer pun melakukan percobaan bunuh diri nya lagi dengan menekan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya, memotong nadinya.


Beberapa saat kemudian...


Tok, tok, tok


Seseorang mengetuk pintu kamar yang selalu Camellia tempati di istana Pragma pada saat gadis itu masih hidup.


"Siapa?" tanya Kainer yang sedang duduk di lantai.,


"Yang mulia, ini saya Keith" jawab Keith


"Masuk" titah nya malas


KLAK


Keith membuka pintu itu, kedua matanya langsung membulat begitu melihat Kainer yang berlumuran darah di lantai.


"Yang mulia!! apa anda menyakiti diri anda lagi?! yang mulia..jika anda terus-terusan begini yang mulia bisa mati!"


"Mati? bisakah aku? lalu kenapa aku tidak mati-mati? seberapa keras aku berusaha untuk mengakhiri hidupku, aku tetap saja masih hidup. Kenapa ya Keith? padahal aku ingin menemani Camellia di surga sana, jika aku bisa masuk surga juga.. heeee.." Kainer tertawa pahit, mata nya kosong melompong. Wajahnya pucat, terlihat seperti iblis hidup yang sudah mati.


"Yang mulia saya mohon jangan begini terus, kita harus segera bersiap yang mulia! kita harus pergi ke dunia manusia sekarang juga!" Keith menggunakan sihir penyembuhan nya untuk menutupi luka-luka Kainer yang terbuka.


"Mau apa kesana?" tanya Kainer sambil menepis tangan Keith yang sedang mengobrol lukanya itu.


"Hari ini tuan putri akan dimakamkan" jawab Keith sambil menatap Kainer dengan mata yang sedih.


DEG!


Mendengarnya, Kainer langsung menoleh ke arah Keith. Ia tidak bicara, tapi matanya yang berbicara mengeluarkan air kesedihan.


Pemakaman? hari ini???


Perih hati Kainer mendengar kata pemakaman itu.


"Yang mulia, apa anda mendengar saya?" tanya Keith sedih melihat keadaan Raja nya itu.


Jika aku jadi yang mulia Raja, aku juga pasti akan sangat berduka. Membayangkan kematian Aludra saja, aku tidak sanggup. Apalagi kehilangan nya selamanya. Keith bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Kainer, karena mereka sama-sama mencintai manusia.


"Yang mulia..."


...---***---...


dukung author yaa!!!


caranya dengan like and coment ❤️❤️ biar author semangat dan lanjut 🥰🥰


Thanks yang masih setia membaca .