Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Pulang ke istana


🍀🍀🍀


Pelukan dari kedua kakaknya itu terasa benar-benar nyata. Jelas, bahwa Camellia tidak sedang bermimpi. Arthur dan Dimitri memang ada dihadapannya.


Kedua pangeran itu menatap Camellia dengan penuh kekhawatiran. Di belakang mereka juga ada Kainer yang melihat kebersamaan 3 bersaudara itu.


"Kak Dimitri, kak Arthur! Kalian benar-benar ada disini? Kenapa kalian bisa ada disini?" Tanya Camellia terheran-heran, bagaimana bisa kedua kakak nya itu datang ke dunia iblis menemui Camellia.


Apakah Kainer yang membawa mereka kemari? Ya, pasti dia


Camellia yakin kalau yang membawa Arthur dan Dimitri ke istana iblis pastilah Kainer.


"Apa maksudmu bertanya begitu? Mana bisa kami tidak kemari setelah mendengar kau diracuni!" Arthur mengomel pada adik perempuan nya


"Ah? Aku diracuni?" Camellia pura-pura tidak tahu, tapi sebenarnya dia terkejut karena Arthur dan Dimitri bisa tau bahwa ia diracun.


"Jangan berpura-pura tidak tau. Kami sudah tau! Mana yang sakit, katakan padaku?! Apa kau sudah diobati?apa racun nya mengancam nyawamu? Siapa yang berani meracuni mu?!" Oceh Arthur sangat kesal begitu tau kalau Camellia diracuni.


Camellia terdiam, ia bingung mau menjawab pertanyaan Arthur yang mana dulu. Camellia bingung juga harus bagaimana menjelaskan nya.


"Arthur tanya nya satu satu, kau tidak lihat Camellia pusing menjawab nya?" Dimitri memegang keningnya mendengar pertanyaan Arthur yang bertubi-tubi pada adik bungsunya.


"Haah.. baiklah, Lia apa kau baik-baik saja?" Tanya Arthur sambil memegang tangan adiknya dengan lembut, kali ini Arthur berbicara lebih tenang


"Kakak, aku baik-baik saja kalian tidak usah cemas. Jadi kalian kemari karena mencemaskan keadaanku?" Tanya Camellia sambil tersenyum pada kedua kakaknya.


Kali ini giliran Dimitri yang mengajukan pertanyaan pada Camellia,"Kau terkena racun apa? Apa itu berbahaya untuk tubuhmu sampai mengancam nyawa?" Mata Dimitri menatap Camellia dengan cemas.


".... " Camellia terdiam, ia bingung bagaimana menjelaskan situasi nya. Camellia lebih takut kalau Kainer akan disalahkan


"Mana yang katanya akan menjaga mu dengan baik? Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Bahkan Raja iblis yang hebat saja tidak bisa melindungi mu di wilayah kekuasaan nya sendiri" celetuk Arthur menusuk pada Kainer.


Kainer tercekat mendengarnya, ia tidak membantah apa yang dikatakan Arthur. Karena yang dikatakan Arthur tidak salah dan itu benar.


"Benar, kali ini aku setuju dengan Arthur" jawab Dimitri singkat dan jelas


DEG!


Dua pasang mata tajam beremosi mengarah pada Kainer. Meliriknya dengan kesal, senyuman sinis tersirat di bibir mereka.


"Kakak, ini bukan salahnya. Aku saja yang tidak hati-hati, memakan makanan sembarangan" Camellia membela kekasihnya sang Raja iblis.


"Bagaimanapun juga ini bukan dunia mu, Lia.. apapun yang kau lakukan disini bisa saja berbahaya" ucap Arthur menasehati adiknya


"Kakak.."


"Putra mahkota Dimitri dan pangeran Arthur benar, saya memang lalai dan tidak menepati janji saya. Tapi, saya janji tidak ada lain kali" Kainer merendah di depan kedua kakak dari orang yang sangat ia cintai itu. Bahkan Kainer berlutut di depan mereka berdua.


Tindakan Kainer membuat ketiga bersaudara itu tercengang saat melihatnya.


Kemana sosok iblis yang sombong itu? Apa benar dia berlutut di depan manusia karena cinta nya pada Camellia? Sungguh ironis. Raja iblis yang hebat dan tidak pernah berlutut pada siapapun bisa berlutut dan takluk di depan seorang gadis cantik bernama Camellia Hyacinthya Wayne.


"Raja iblis apa yang kau lakukan? Kau adalah seorang Raja! Jika ada yang melihat mu berlutut seperti ini, maka.."Dimitri merasa tidak nyaman melihat sikap Kainer yang sabar dan tidak sombong.


"Saya tidak peduli, asalkan kalian memberikan saya kesempatan untuk menjaga Camellia sekali lagi. Dan memaafkan saya yang sudah lalai, saya akan melakukan apa saja" jelas Kainer penuh kesungguhan, ia masih dalam posisi berlutut.


"Kainer, hentikanlah! Cukup, jangan begini! Jika yang lain melihatmu, mereka akan merendahkan mu" Camellia menghampiri Kainer dan membantunya berdiri


"Jangan hentikan aku Ellia, aku tidak akan berdiri sebelum kedua kakak mu memaafkan ku dan memberiku kesempatan" Kainer enggan berdiri meski Camellia yang membujuknya.


"Kainer! Kau..!!" Camellia kehabisan kata-kata.


Arthur tidak berkomentar, pangeran kedua kerajaan Fostiarus itu malah melamun seperti memikirkan sesuatu. 


"Bangunlah dan kita bicara empat mata!" Ujar Dimitri tegas 


Kainer menurut pada Dimitri, lagi-lagi Kainer melihat Dimitri seperti Alexander. Dimitri dan Kainer berbicara di luar kamar Camellia. Sementara itu Arthur dan Camellia ada di dalam kamar.


Arthur mengatakan kekaguman nya pada Kainer yang sabar menghadapi omelannya, Kainer bahkan rela berlutut untuk pada mereka. Bertambah lah keyakinan Arthur pada Kainer, bahwa Raja iblis itu benar-benar mencintai Camellia.


Terbukti dari sikapnya yang tidak melewati batas, meski ia adalah iblis yang penuh n*fsu tapi ia bisa menahan diri. Camellia senang dengan pendapat kakak nya tentang kekasihnya itu, apakah ini pertanda kalau lampu hijau sudah mulai menyala untuk hubungan mereka? 


Arthur juga menceritakan pada Camellia tentang Theodore dan Annelise yang sudah bertunangan, lalu penobatan Dimitri sebagai Raja baru di kerajaan Fostiarus akan segera dilaksanakan.


CEKRET


Setelah lama berbicara di luar, Kainer dan Dimitri berjalan masuk ke dalam kamar Camellia.


"Lia, ayo pulang" ajak Dimitri pada adik perempuan nya.


"Pulang? Tapi kenapa?" Tanya Camellia keheranan


"Apa kau tidak akan melihat upacara penobatan ku?" Tanya Dimitri


"Tentu saja aku ingin melihatnya" jawab Camellia


Sebenarnya apa yang dibicarakan kakak dan Kainer?


"Tenang saja, kau bisa kembali kesini nanti. Kau hanya akan menginap beberapa hari di istana Fostiarus" jelas Dimitri sambil membelai lembut rambut Camellia.


"Tidak apa, aku akan menjemputmu nanti" Kainer tersenyum


Mungkin lebih aman kalau Camellia berada di dunia nya untuk sementara waktu. Sebelum masalah racun ini selesai, Camellia harus berada di tempat yang aman. Disisi ku tidak selalu aman.


"Ba-baiklah" jawab Camellia sambil menatap bingung ke arah Kainer


"Aku sudah memberikan kepercayaan ku kepada mu, jadi jangan sia-sia kan kepercayaan itu. Ini terakhir kalinya" ucap Dimitri tegas pada Kainer, seraya mengingatkan nya juga.


"Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang anda berikan" Kainer tersenyum percaya diri, sementara Camellia dan Arthur menatap bingung kedua orang itu. 


Tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena mereka sama-sama bungkam. Segera setelah itu Kainer mengantar Camellia dan kedua kakaknya kembali ke istana Fostiarus dengan selamat.


Camellia takjub melihat istananya yang sudah di renovasi, tapi tidak banyak berubah. Padahal sebelumnya istana itu sempat hancur oleh bangsa iblis pada perang pertama.


"Terimakasih sudah mengantar kami. Aku akan langsung mencari Saintess untuk menyembuhkan Camellia" ucap Dimitri pada Kainer, Dimitri jadi lebih lembut dari biasanya.


"Iya, terimakasih ya, ehem ehem" ucap Arthur dengan gelagat jaim nya.


"Saya titip Camellia" ucap Kainer yang sudah bersiap-siap masuk ke dalam lingkaran teleportasi nya.


"Tu-tunggu!!" Ujar gadis itu pada Camellia


Arthur dan Dimitri mengerti keadaan, mereka masuk lebih dulu ke dalam istana. Meninggalkan Camellia dan Kainer di luar sana.


Sling!!


Kainer menutup kembali lingkaran itu, ia melihat ke arah Camellia yang baru saja memanggilnya.


"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba membiarkan ku pulang begitu saja?" Camelia mengernyit dahinya menatap heran pada Raja iblis itu


"Kau memanggilku hanya untuk menanyakan ini?" Tanya Kainer


"Sebenarnya aku punya banyak pertanyaan, tapi.."


Kata-kata nya harus terpotong saat Kainer tiba-tiba merengkuh tubuhnya dan memberikan ciuman di bibir Camellia dengan lembut, penuh perasaan.


"Ka-kau mencuri lagi bibir ku!!" Camellia tersipu malu. "Kau nakal!" 


"Jangan banyak tanya! Doakan saja agar aku bisa melewati semua rintangan dan kesempatan terakhir dari kakak mu" Kainer tersenyum puas setelah mencuri ciuman dari bibir cantik milik kekasihnya


"Rintangan?? Kesempatan? Katakan padaku apa yang kau bicarakan pada kakak ku sehingga dia bisa bersikap lembut seperti itu?" Tanya Camellia sangat penasaran


"Tanyakan saja padanya nanti. Sekarang aku mau pelukan goodbye dulu" Kainer merentangkan tangannya lebar-lebar.


"A-apa? Kau jangan mengalihkan pembicaraan, aku sedang bertanya!!" Camellia marah-marah karena rasa penasaran nya belum terjawab.


"Kelamaan.." 


GREP


Kainer memeluk Camellia dengan lembut, bibir nya mendarat di kening Camellia. Matanya menatap penuh cinta yang membara.


"Kai..


"Aku akan merindukan mu, mungkin satu atau dua Minggu kita tidak akan bertemu, atau mungkin lebih." 


"Kau sedang bercanda ya? Satu Minggu di dunia ku kan satu hari di dunia mu? Mana mungkin rindu hanya satu hari saja" gerutu Camellia


"Kau tidak tau kalau satu hari disana sama seperti ratusan tahun bagiku" ucap Kainer lembut


"Aku.. aku juga akan merindukan mu" ucap Camellia sambil tersenyum dan membalas pelukan Kainer


...---***----...