
...πππ...
Bagaimana dan darimana Leon harus menjelaskan nama itu? nama Violet di masa lalu nya adalah Camellia?
Jadi semalam saat dia berhubungan badan dengan Violet, tanpa sadar dia memanggil Violet dengan nama itu. Leon bingung sendiri bagaimana harus menjelaskan nya, jika dia menjelaskan itu para Violet. Dia takut kalau ingatan Camellia akan kembali.
"Kenapa? kau tidak bisa jawab?" tanya Violet memburu, sebenarnya dia sangat penasaran pada wanita yang bernama Camellia. Mungkin inilah perwujudan tidak lain dari yang namanya cemburu.
Cemburu ini menandakan bahwa Violet sudah mulai ada rasa pada Leon.
"Camellia.. ehm.. itu.. itu nama pemeran dalam film" Leon berfikir memutar otaknya, dia berusaha membuat alasan.
Aku tidak boleh membiarkan Violet sampai mengingat masa lalunya sebagai Camellia. Dia akan tau kalau aku Kainer dan setelah itu mungkin dia akan kembali jauh dariku, aku tidak mau itu terjadi. Leon takut hal itu akan terjadi.
"Dalam film apa?" tanya Violet
"I-itu..." Leon bingung mau beralasan apa lagi di depan Violet.
Hisss.. ini akan lebih jika aku bisa menghapus ingatannya. Leon ingin menghapus ingatan Violet seperti dia menghapus ingatan orang lain, tapi sayang nya gadis itu adalah pengecualian.
Dreet..
Dreet..
πΆπΆπΆ
Violet mengambil ponselnya yang bergetar di dalam tas itu. Dia tercengang melihat panggilan di ponselnya.
Brother menyebalkan calling..
Kakak menelpon ku? matilah aku! dia pasti tau kalau aku tidak pulang semalaman. Violet kalang kabut sendiri, dia terlihat takut mau menerima panggilan itu atau tidak. Dia sudah tau kalau kakak nya pasti akan memarahinya habis-habisan sama seperti waktu dia menginap di luar.
"Ada apa? siapa yang menelpon? apa penagih hutang?" tanya Leon penasaran siapa yang sudah membuat raut wajah Violet begitu ketakutan.
"Aku tidak punya hutang pada siapapun! ini bukan penagih hutang" Violet ngambek, suaranya meninggi setiap Leon bicara dengannya.
"Lalu kenapa kau tidak mengangkat telpon nya?" tanya Leon penasaran
"Orang yang menelpon ini lebih menyeramkan daripada penagih hutang"
"Biar ku tebak, pasti kakak ipar ku kan?" Leon tersenyum dan menggoda Violet.
"Kakak ipar? siapa yang kau panggil kakak ipar??!" Violet tak habis pikir dengan kata-kata Leon yang sembarangan tentang kakak nya
πΆπΆ
Tring.. tring..
Ponsel itu terus bergetar dan berbunyi, Violet masih belum berani mengangkat nya. Dia pun memutuskan untuk mereject nya. Kemudian menyimpan kembali ponsel itu ke dalam tasnya.
"Kau mau kemana?" tanya Leon
"Bekerja lah, mau apa lagi?" kata Violet sinis
"Tidak perlu, hari ini aku sudah meminta cuti untukmu. Kau jangan kemana-mana dulu baru ini" ucap Leon tegas
"Mengapa begitu? apa bapak mau mengurungku disini?" tanya Violet ngambek
"Dengarkan aku bicara sampai akhir, kau mau turun ke bawah sana lalu pergi bekerja kan? lalu orang-orang akan melihat tanda-tanda merah di tubuhmu, mereka juga akan bertanya-tanya kenapa kau keluar dari ruangan Presdir pagi-pagi sekali. Kemudian, apa kata orang nanti? apa kau sudah memikirkan nya?"
Violet langsung terdiam begitu mendengar kata-kata Leon yang ada benarnya juga. Jika dia turun ke lantai bawah, maka semua orang akan tau kalau dia dari kantor Presdir meski dia menyangkalnya. Lalu, tanda tanda merah akibat ulah Leon juga pasti akan terlihat oleh orang-orang?
"Lalu saya harus bagaimana?" tanya Violet bingung
"Kau disini saja sampai aku pulang bekerja, dan sampai semua orang pulang"
"Lalu kakak dan ibuku bagaimana?" Violet bingung
"Aku sudah mengirim Thomas untuk bicara pada keluarga mu. Kau beristirahat lah disini dan jangan kemana-mana" Leon memberanikan dirinya menyentuh pipi Violet. Gadis itu langsung menepisnya, tiba-tiba dia marah lagi pada Leon dan teringat kejadian semalam.
Dia pasti masih marah, ya siapa juga yang tidak akan marah pada pria yang sudah mengambil kesucian nya?
"Bertanggungjawab saja pada si Camellia itu" gerutu Violet dengan bibir yang mengerucut sebal
Bodoh! dia itu adalah kau, tapi mana bisa aku bilang begitu. Aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau kau mengingat semuanya. Leon hanya tersenyum gemas melihat Violet yang marah.
"Aku akan ambil gelas dulu di luar, kau tunggu saja disini"
"Iya, aku lapar dan haus" keluh Violet sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
"Baiklah" Leon melangkah pergi dari kamar rahasia di balik rak bukunya itu.
Kenapa seperti nya aku merasakan sesuatu?. Violet merasakan ada sesuatu di dalam perutnya.
"Auchh..!!" Violet memegang perutnya, dia meringis kesakitan.
Leon yang belum melangkah jauh dari sana, kembali berbalik menghampiri Violet. Pria itu tampan cemas melihat Violet terduduk di lantai sambil memegang perutnya.
"Ahhhh!!!"
"Ada apa?" tanya Leon yang cemas melihat Violet merintih kesakitan
"Sa-sakit.. sakit sekali.. ughh..." Violet memegang perutnya, dia meremas seprai di ranjang itu dengan erat.
Leon mengangkat tubuh gadis itu dan melihat di lantai ada bercak darah. "Violet, kau kenapa?" tanya Leon bingung dan cemas dengan apa yang terjadi pada Violet. Leon panik, dia tak punya pilihan lain lagi selain membawa Violet ke rumah sakit.
"Pak Leon.. ini sangat sakit.. perutku seperti ditusuk-tusuk, ada yang bergerak di dalam perutku" Violet memegang erat tubuh Leon, menahan sakit. Tubuhnya mulai berkeringat.
Apa ini karena perbuatan ku semalam?
Violet jatuh tidak sadarkan diri di dalam gendongan Leon. Entah ini bagus atau tidak, tapi dengan begitu Leon bisa membawa Violet dengan sihir teleportasinya tanpa ketahuan oleh gadis itu.
SLING!!
Leon menggunakan sihir menghentikan waktu, agar tidak ada yang tau kalau dia menggunakan sihir teleportasinya.
Di atap sebuah gedung, ada seorang pria berpakaian serba hitam yang tidak terkena sihir penghenti waktu. Matanya merah menyala, pria itu tersenyum menyeringai. "Ternyata kau ada di dekat sini Raja iblis"
Gloria yang sedang berada di dalam rumah Leon, tiba-tiba tersentak kaget begitu merasakan ada aura tidak biasa. Dia melihat semua orang berhenti, Gloria sudah bisa menebak bahwa ini adalah perbuatan Leon. Namun kenapa pria itu menggunakan sihir penghenti waktu?
****
Leon menghentikan sihir penghenti waktu nya setelah dia merusak semua kamera CCTV yang ada di rumah sakit dan di kantornya. Tanpa alas kaki, Leon berjalan sambil menggendong gadis itu.
Syukurlah, kekuatan penghenti waktu ku masih bisa aku gunakan tapi sepertinya hanya di saat saat darurat saja. batin Leon bersyukur karena dia bisa menggunakan sihir penghenti waktunya juga.
"Dokter! suster! tolong kekasih saya!" seru Leon pada seorang suster dan dokter yang ada disana.
"Baik! bapak tolong tunggu di luar!" titah seorang dokter pada Leon
Dokter dan suster itu membawa Violet masuk ke dalam ruang UGD, sementara Leon berdiri di luar ruangan itu menunggu Violet dengan cemas.
CEKRET
Dokter membuka pintunya setelah memeriksa Violet. "Dokter bagaimana keadaan kekasih saya?" tanya Leon dengan wajah cemasnya
"Tenang saja pak, kekasih bapak dan bayinya dalam keadaan sehat. Tapi saya sarankan agar anda menghindari hubungan intim lebih dulu, karena bisa menimbulkan pendarahan"
"A-Apa??! apa maksud Dokter? bayi siapa?" tanya Leon dengan kedua mata yang membulat.
"Kekasih bapak sedang hamil, apa bapak tidak tahu? dia mengalami pendarahan ringan." jawab dokter itu
"Hamil?? tidak mungkin!" seru Leon terkejut, bagaimana bisa Violet hamil secepat itu, mereka baru melakukan nya tadi malam?
Dokter itu menatap Leon dengan bingung, kemudian di pergi begitu saja meninggalkan Leon yang berdiri mematung.
Siapakah yang bisa memberinya penjelasan?
...---***---...