
...🍀🍀🍀...
Semua orang yang menyaksikan pernikahan itu terpana melihat sosok Raja iblis yang tengah berdiri di dekat pintu masuk. Diiringi suara suara jeritan di luar gereja itu.
Bahkan ada suara erangan, raungan, tangisan, beragam suara berkumpul, bercampur menjadi satu membuat kegaduhan. Semua orang sibuk melarikan diri dari tempat yang sudah dikelilingi oleh monster dan bangsa iblis disana.
Akhirnya sumpah pernikahan itu tidak terjadi!
DEG!
Mengapa dia ada disini? apa yang terjadi di luar? bukankah dia sendiri yang bilang kalau penyerangan nya dalam waktu satu minggu?. Camellia tercengang melihat Kainer yang melangkah maju menghampiri nya.
"Kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu, kekasihku.. " Kainer tersenyum menyeringai melihat gadis yang memakai gaun berwarna putih di depannya itu.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Camellia membentak Kainer dengan kesal
"Minggir! jangan melewati batas lagi!" Theodore menodongkan pedang nya ke arah Kainer.
Kainer menyeringai dengan mudahnya ia menyingkirkan pedang yang ada di tangan Theodore dan merubah nya jadi abu.
"Cih!" Kainer memandang rendah pria yang ada di depan nya itu. "Kalau kemampuan mu hanya segini, bagaimana bisa kau menjadi pendampingnya? kau masih jauh dibawah ku"
"Jauhi adikku!" seru Arthur sambil menodongkan pedangnya ke leher Kainer, hal yang sama dilakukan oleh Dimitri. Keduanya menatap Kainer dengan marah.
Gustaf, Derrick, Darren, Zayana, Vivian dan yang lainnya sibuk untuk menolong orang-orang yang ada disana,juga melawan bangsa iblis.
Saint Gloria? kemana dia? kenapa disaat seperti ini dia malah tidak ada?. Camellia celingukan kesana kemari mencari-cari keberadaan Gloria, namun wanita tua itu tidak terlihat sejak Camellia masuk ke dalam gereja.
"Tenangkan diri kalian kakak kakak ipar ku, aku kesini untuk menjemput kekasihku. Harap kalian tenang" Kainer tersenyum santai
"Kau sudah tidak waras ya? siapa yang kau panggil kakak ipar, Hah?!"
"Pergilah dengan tenang dari sini, kalau tidak kau akan habis ditangan kami!" ancam Dimitri
"Kalian tidak bisa diajak bekerja sama.. ckckck, jangan salahkan aku ya"
SLING
Dari tubuh Kainer mengeluarkan sebuah cahaya terang berwarna merah semerah darah, lalu membuat Dimitri, Theodore, dan Arthur terhempas karena serangannya.
Tubuh mereka terpental jauh ke tembok gereja. "Kakak! Putra mahkota Theodore!" ujar Camellia cemas
BRUK
"Penghuni neraka sialan!" umpat Dimitri kesal, mulutnya mengeluarkan darah.
GREP
Kainer meraih tubuh Camellia yang masih berbalut gaun pengantin, mahkota yang terpasang di kepalanya terjatuh ke lantai."Lepaskan! lepaskan aku!" seru Camellia memberontak pada pria itu.
"Jangan keras kepala lagi sayang, aku tau inilah yang kau inginkan." Kainer membelai rambut Camellia.
"Kau sudah tidak waras ya?! kau mau mati!"
"Haha aku tidak masalah kalau harus mati dalam pelukanmu, itu pun jika aku benar-benar bisa mati" kata Kainer santai
"Dasar gila! disaat seperti ini kau masih bisa tertawa?" tanya Camellia tak paham
"Jangan marah-marah terus, manusia bisa cepat tua kalau marah-marah" kata Kainer sambil membawa Camellia terbang ke langit.
KYAA!!
"Lia!!" teriak Arthur, Dimitri dan Theodore panik melihat Camellia berada di langit.
Gadis itu terkejut saat mengetahui kalau Kainer mempunyai sepasang sayap berwarna hitam. Ini pertama kali ia melihatnya, Camellia sempat tertegun. Mungkin karena kagum dan terpesona dengan sayap itu.
Dia punya sayap? dia bisa terbang? Sepayang sayap yang indah.
"Jangan menatapku begitu, aku bisa mati karena tatapan mu itu" Kainer tersenyum manis
Kenapa bisa dia selalu terlihat sangat tampan? entah sebagai Kainer atau Lucifer. Dia selalu tampan dan memikat.
Camellia memalingkan wajahnya dari Kainer, ia melihat ke bawah. Tiba-tiba saja kepalanya jadi pusing dan ia ketakutan.
"Ah.." Refleks tangan Camellia merengkuh tubuh Kainer dengan erat.
"Apa kau takut ketinggian?" tanya Kainer sambil menikmati pelukan tidak sengaja itu.
"Turunkan aku Raja iblis bodoh! kau mau mati ya!" ancam Camellia kesal dengan tubuh yang gemetaran
"Aku pikir kau akan senang, ternyata kau sangat takut. Padahal pemandangan di bawah sana indah sekali loh" kata Kainer sambil melihat dibawahnya iblis dan manusia sedang bertarung mempertaruhkan nyawa mereka.
Camellia menengok pelan-pelan ke bawah, ia penasaran ingin melihat pemandangan apa yang disebutkan oleh raja iblis itu.
"Haah.. " Camellia tercekat melihat apa yang terjadi dibawahnya. Begitu banyak manusia yang mati, di depan gereja tempatnya akan menikah itu kini sudah menjadi lautan darah.
"Bagaimana? pemandangan yang indah bukan?" tanya Kainer
"Kau.. kau sudah benar-benar keterlaluan!"
"Apanya yang keterlaluan? cepat atau lambat kau harus mulai terbiasa melihat semua ini, kau adalah Ratu ku di masa depan, Camellia"
"Apa yang merasuki mu ini, Lucifer? kenapa kau berfikir aku mau menikah denganmu? setelah apa yang kau lakukan pada orang-orang?"
"Jadi kau belum mau menikah? baiklah kalau begitu, mari kita pacaran dulu" Kainer tersenyum santai, senyum yang menakutkan dan belum pernah di lihat Camellia
Camellia, inilah sosok sebenarnya dari pria yang kau cintai. Dia adalah iblis, Raja dari semua iblis yang kejam. Masih bisakah kau mencintainya? Camellia bodoh!. Gadis itu merutuki dirinya dalam hati, karena ia masih lebih mencintai Kainer dari pada membencinya.
Hatinya sedih mendengar teriakan kesakitan dari orang-orang yang sedang berperang itu. Di tambah banyaknya derai air mata, orang-orang tidak bersalah di bawah sana. Semua manusia tengah berjuang hidup dan mati, seseorang Camellia berada di tangan Kainer.
"Turunkan aku! lepaskan aku dan lawan aku!" seru Camelia marah
"Apa kau bilang? melawanku?" tanya Kainer
"Aku tidak mau diam saja disini melihat mereka mati! aku akan ikut berperang!"
"Perang ini bukan untuk mu, diam dan menurut sajalah!" seru Kainer
Aku tidak mau kau terlibat dengan mereka.
"Kejam.. kau sungguh kejam.. bagaimana bisa kau mencintai seseorang padahal kau tidak punya hati!" seru Camellia
Kainer mengabaikan Camellia yang terus mengoceh padanya, ia terus memegang erat Camellia dalam dekapannya. Meski gadis itu memohon, menangis, meminta dilepaskan. Kainer tidak menggubris nya sama sekali.
Raja iblis itu hanya berada di langit dan menyaksikan anak buahnya menyerang bangsa manusia, ada yang dimusnahkan dan ada yang di jadikan budak. Apa hati manusia nya sudah hilang? mengapa Kainer bisa sekejam itu?
"Tidak! suamiku! jangan tinggalkan aku" ucap seorang istri yang kehilangan suaminya
"Ayah, ibu, kakak, kenapa kalian meninggalkan ku sendirian?" ucap seorang anak kecil sambil menangisi kepergian keluarganya.
Pembantaian itu sama sekali tidak membuat Kainer tergerak hatinya, ia masih menonton apa yang terjadi. Dari jumlah, jelas bangsa manusia lebih banyak, tapi dari segi kekuatan jelas kalau bangsa iblis yang akan menang.
Ya Tuhan.. apa yang harus aku lakukan? perang ini harus dihentikan.. Camellia menangis melihat semua yang terjadi di bawahnya itu.
...---***---...