Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Perang lagi? (End season 1)


...🍁🍁🍁...


"Kami akan menjelaskan nya nanti, sekarang kalian harus bersembunyi dulu. Usahakan tidak terlihat oleh para iblis Raja Vairas!" ujar Gordon pada Dimitri dan Arthur.


"Vairas? siapa lagi?" tanya Arthur bingung


"Sudahlah, kita harus bersembunyi dulu Arthur!" seru Dimitri yang mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.


Gloria mengeluarkan sebuah pil dari tangannya, ia meminta agar Arthur dan Dimitri segera menelan pil itu.


"Wanita tua, ini bukan racun kan?" tanya Arthur sambil menatap ragu ke arah pil yang berukuran cukup besar itu.


"Yang mulia cepatlah makan itu!" seru Gloria yang juga memakan pil nya.


Disisi lain, Dimitri yang tanpa bicara juga sudah menelan pil nya.


"Bagaimana kakak bisa menelan pil itu tanpa..


Dimitri langsung memasukkan pil yang ada ditangan Arthur ke dalam mulut Arthur. Tak lama setelah itu, beberapa bawahan Raja Vairas datang kesana untuk berpatroli.


Merasa keadaan sudah aman, bawahan Vairas kembali ke pintu depan penjara. Dimitri, Arthur dan Gloria yang sempat menghilang karena pil itu, kini mulai terlihat kembali.


"Hebat! barusan mereka tidak melihat kita kan?" tanya Arthur terpesona dengan pil buatan Gloria yang bisa membuat tubuhnya menghilang.


"Arthur! ini bukan saat nya untuk terpesona seperti itu" ucap Dimitri pada adiknya tegas


"Ya kakak, maaf" ucap nya langsung patuh


"Sekarang kalian jelaskan apa yang terjadi disini dan kenapa Raja iblis itu tertidur? kenapa juga kalian bisa ada dipenjara?" tanya Dimitri pada kedua anak buah Kainer, Dimitri merasa ada yang tidak beres di istana itu sehingga ia harus bersembunyi.


Gordon dan Keith buka mulut, mereka pun menceritakan semua yang terjadi. Dimitri dan Arthur kaget karena adik mereka yang menjadi tawanan Raja iblis Vairas.


Dimitri bersumpah bahwa ia akan membawa Camelia pergi selamanya dari dunia iblis dan akan memisahkan nya dari Kainer untuk selamanya. Berkali-kali Kainer sudah menyebabkan Camellia dalam masalah, kini Dimitri tidak bisa mentolerir lagi masalah yang terjadi pada adiknya karena si raja iblis itu.


"Saintess, kita harus menyelamatkan Lia!" seru Dimitri yang sangat mengkhawatirkan keadaan Camellia.


"Jangan gegabah yang mulia Raja, ini bukanlah dunia kita. Ini dunia iblis, walaupun kita bisa mengalahkan bawahan bawahan iblis itu tidak menjamin kita bisa membawa tuan putri dengan selamat" Gloria mengerutkan keningnya, ia tampak sedang berfikir


"Lalu, apa kita harus diam saja?" tanya Arthur panik


"Kita tidak akan diam saja" ucap Kainer yang sudah kembali ke tubuhnya.


Saat mendengar suara pria itu, Dimitri dan Arthur menoleh ke arah belakang. Menatap Raja iblis dengan kesal dan penuh amarah.


"Yang mulia, anda sudah bangun?" tanya Gordon pada Kainer


"Keadaan sudah aman, selama Raja neraka dan pengikutnya tidak ikut campur" ucap Kainer seraya menenangkan dua wajah pria yang panik dan kesal di depannya itu


"Kau tau aku ingin sekali memukul mu" kata Arthur dengan tatapan tajam nya pada Kainer


"Dan aku ingin membunuh mu" ucap Dimitri menambahkan


"Kalian boleh menghabisi ku jika kalian memang bisa melakukan nya. Ini salahku, aku akan meminta maaf dengan benar nanti. Tapi sekarang aku akan menyelamatkan dulu Ellia" ucap Kainer sambil menatap besi itu dengan mudah oleh api yang ada di tangannya.


"Kau tidak perlu meminta maaf. Aku akan sangat berterimakasih padamu, jika kau berjanji untuk melepaskan Camellia selamanya" Dimitri memegang tangan Kainer, ia menatap Kainer dengan tajam. Meminta si Raja iblis itu berjanji untuk meninggalkan Camellia selamanya.


Kainer menatap Dimitri dan penuh keyakinan, "Aku tidak bisa berjanji" ucap Kainer pada Dimitri.


"Kau!!" Dimitri berteriak marah mendengar ucapan Kainer yang tetap tidak mau melepaskan Camellia.


"Kita akan selesaikan urusan dengan iblis ini nanti, sekarang kita harus menyelamatkan Lia dulu.. kak" ucap Arthur seraya menenangkan kakak nya.


Dimitri mengatur kembali emosinya, seperti apa yang dikatakan oleh Arthur. Saat ini keselamatan Camellia adalah hal yang penting. Kainer membagi bagi tugas, Keith dan Gordon bertugas untuk membebaskan para pengikut setia Kainer yang lainnya. Gloria bertugas untuk membawa Greta dan Aludra kembali ke dunia manusia.


Sementara dirinya akan bertarung satu lawan satu dengan Vairas. Kainer berniat memusnahkannya dari dunia iblis, agar tidak mengacau lagi. Selama tidak ada Hilde atau Raja neraka, tidak ada yang bisa menyentuh Camellia dan melewati sihir perlindungan nya.


"Jadi sekarang kita akan kemana?" tanya Arthur


"Kita akan menemui Ellia di istana utama" jawab Kainer


"Pasti akan ada banyak iblis disana, bukan?" tanya Dimitri sedang menganalisis situasi


"Benar, karena itu jangan jauh-jauh dariku. Dan kalau kalian bisa, bantu aku juga memusnahkan mereka" ucap Kainer sambil berjalan keluar dari area penjara setelah membunuh 3 orang penjaga disana.


"Apa kau sudah gila? kau sedang menyuruh kami untuk menghancurkan bangsa mu sendiri?" tanya Arthur tak percaya dengan sikap tidak loyalitas Kainer terhadap bangsa nya sendiri.


"Mau mereka berasal dari bangsa yang sama atau berbeda denganku, aku tidak akan pernah menerima pengkhianatan. Yang berkhianat harus hancur" ucap Kainer sambil mengepalkan tangannya dengan kesal, ia amat kesal pada Vairas yang sudah menyentuh Camellia, berkhianat pada kerajaannya dan memberontak.


"Wow, kau agak mirip dengan kakak dan ayah ku dalam hal ini. Pengkhianat harus hancur" Arthur menirukan Kainer dan kakak nya yang pernah mengucapkan kalimat yang sama.


"Arthur..." Dimitri melirik adiknya dengan tajam, mengisyaratkan nya untuk diam dan serius.


"Ya, kakak maaf" Arthur tersenyum dan langsung patuh


Mereka bertiga bersiap untuk melawan iblis iblis yang ada di kastil utama, tempat Camellia berada.


"Ayo berangkat!! kita tumpas semua iblis busuk itu!" seru Arthur semangat


****


Sementara itu, Gordon dan Keith masih sibuk di penjara untuk membebaskan iblisi iblis lainnya.


Keith membebaskan Aludra, Greta dan Monia dari tahanan.


"Kau baru saja sembuh tuan Keith, bagaimana bisa kau terluka lagi?" tanya Aludra sambil melihat ke arah tangan Keith yang berdarah.


"Ini hanya luka kecil, sebentar lagi juga akan sembuh" Keith tersenyum. Dan benar saja, tangannya yang terluka itu tiba-tiba sembuh. Darah dan bekasnya juga menghilang.


"Meski luka mu sembuh, meski kau adalah seorang iblis..Bukan berarti kau tidak merasakan sakit." Aludra menatap Keith dengan cemas


"Aludra kau tidak tahu, rasa sakit ini tidak seberapa untuk makhluk yang membangkang perintah Tuhan. Ini akan terjadi di sepanjang hidup abadiku, sedangkan kau..."


"Aku? kenapa?" tanya Aludra penasaran dengan kata-kata Keith yang terpotong itu


Sedangkan kau akan mati, kau tidak abadi Aludra. Sekarang aku mengerti perasaan yang mulia Raja, mengapa dia memiliki niat menjadikan tuan putri sama seperti nya. Dia tidak sanggup melihat tuan Putri tiada. Sama seperti perasaanku padamu.


"Tuan Keith kenapa kau melamun?" tanya Aludra keheranan menatap kearah Keith yang terlihat seperti sedang melamun.


GREP


Keith memeluk Aludra dengan erat dan lembut.


"Tu-tuan Keith.."


Kenapa tuan Keith memelukku?


"Diam dulu sebentar dan dengarkan aku bicara. Waktu ku dan waktu mu tidak banyak. Aludra, aku mencintaimu!" ucap Keith dengan penuh perasaan


DEG!


Hati Aludra seperti tersengat listrik saat mendengarnya. Tangan nya membalas pelukan hangat dari Keith, pria yang berbeda dunia dengan-nya itu.


"Tuan Keith, aku juga..aku mencintaimu" Aludra menangis mendengar ungkapan cinta dari Keith.


"Aludra, hiduplah dengan baik. Jangan lupa makan, tidur, jaga kesehatan, jangan sampai terluka. Aku minta maaf, mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lagi" ucap Keith sedih


Aludra terkejut mendengar ucapan Keith, ia mendorong tubuh Keith dan melepaskan pelukan nya.


"Kita tidak bisa Aludra, hubungan ini tidak akan berhasil" ucap Keith pada Aludra terdengar seperti kata kata perpisahan untuknya.


"Kau.. bagaimana bisa aku mengatakan cinta dan putus disaat yang bersamaan? tidakkah kau terlalu kejam padaku?" tanya Aludra sambil menangis dan marah.


"Ini yang terbaik untuk kita Aludra.."


Kalau aku bisa memilih, aku tidak mau jatuh cinta jika rasanya sesakit ini. Keith tidak mau kisahnya dan Aludra sama dengan Kainer dan Camellia yang memiliki perjalanan berliku.


Belum lagi keinginan Keith yang ingin menjadikan Aludra sama seperti nya. Keinginan yang melawan takdir Tuhan. Keith tidak mau cintanya menjadi serakah dan ia mengambil jalan perpisahan.


Keith menyeka air mata Aludra dengan tangannya, ia menatap sedih pada Aludra. Terakhir, Keith mencium kening Aludra sebelum Aludra dan Greta pergi ke portal.


Dengan perasaan yang sama-sama sedih dan tidak rela. Aludra dan Keith sama-sama terpisah di portal itu. Aludra masih menangis, tepat saat portal itu tertutup.


Gordon bisa merasakan kalau perasaan Keith pada manusia yang bernama Aludra itu cukup besar. Sehingga bisa membuat Keith menangis karenanya.


Keith tersenyum pahit memandang portal yang baru saja tertutup itu, disana lah tempat Aludra tinggal dan di dunia iblis yang dingin adalah tempat Keith tinggal.


"Keith, apa kau baik-baik saja seperti ini?" tanya Gordon yang baru pertama kali melihat rekan nya itu galau karena cinta dan itu pun karena manusia.


"Ini benar-benar karma untukku Gordon, karma yang sangat pedih. Tapi, aku harus tetap mengikhlaskan nya. Lebih baik aku melihatnya baik-baik saja di luar sana daripada dia hidup disisi ku dan dia hanya akan terluka karen ambisi ku" ucap Keith patah hati


Setelah mengantar Aludra dan Greta ke dunia manusia dengan selamat, kedua bawahan setia Kainer itu melakukan tugas mereka yang lain yaitu menumpas para pemberontak bawahan Raja Vairas.


Wush~~~


BUK


BRAK


SRATTT..


Suara-suara peperangan terjadi lagi di istana itu. Pertumpahan darah tak terelakkan lagi.


"Menyerah lah, kalau kalian tidak mau mati! tundukkan kepala kalian kepada Raja Lucifer!!" teriak Keith pada para iblis kelas bawah, pasukan pemberontak Vairas.


"Kami menyerah! jangan bunuh kami!" pinta para iblis itu sembari berlutut


BRAKK!


Sebagian dari mereka telah menyatakan kekalahan, mereka meletakkan senjata mereka sebagai tanda bahwa mereka sudah menyerah.


🍁🍁🍁


Dimitri dan Arthur berhasil menemui Camellia dikamar nya setelah bersusah payah mereka menembus penjagaan bangsa iblis.


"Kak Arthur kak Dimitri??!" mata biru Camellia membulat melihat kedatangan kedua kakaknya disana. Camelia menyeka air matanya.


KLANG


Dimitri dan Arthur kompak menjatuhkan pedang mereka, pandangan mereka mengarah pada Camellia yang sedang duduk di sudut ranjangnya dengan mata sembabnya.


"Lia!!" Dimitri dan Arthur menghampiri adik mereka lalu memeluk Lia dengan perasaan lega.


GREP


"Lia, apa kau baik-baik saja? apa kau terluka?" tanya Arthur cemas sambil melihat-lihat tubuh adiknya dari atas sampai kebawah.


"Lia, apa si iblis mesum itu tidak berbuat senonoh padamu kan?" tanya Dimitri sambil memegang kedua tangan adiknya itu.


Camelia menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tersenyum. "Kakak, berkat sihir pelindung Kainer.. aku baik-baik saja. Dia tidak bisa menyentuhku"


"Sudah cukup! kenapa kau membelanya terus?! dia yang menyebabkan mu di dalam keadaan seperti ini!" kata Dimitri marah


"Ini bukan salahnya kak, ini karena Raja Vairas. Kakak jangan menyalahkan nya" Camellia membela Kainer


"Kami sudah memutuskan kalau setelah ini kita akan membawamu kembali dan kau tidak boleh kembali bersama nya" kata Arthur tegas, ia tak mau adiknya disakiti lagi karena berada disisi Raja iblis


"Kakak...." mata gadis itu kembali berkaca-kaca, ia enggan untuk berpisah


"Lia, kita bicarakan ini nanti. Kita harus segera pergi dari sini! iblis di luar sana sedang berperang" ucap Dimitri sambil menggandeng tangan adiknya


Mengapa Lia? mengapa kau tidak mengerti? apa cinta sudah membuatmu buta?


"Itu benar, kita harus kembali ke dunia kita lebih dulu. Kita harus menemui Gordon atau Keith untuk membuka portal" jawab Camellia


Camellia dan kedua kakaknya keluar dari kamar itu untuk mencari Keith dan Gordon. Namun, di luar sana masih terjadi pertumpahan darah antara iblis dan iblis lainnya.


Vairas yang hampir kalah oleh Kainer akhirnya menggunakan cara terakhir, ia melemparkan bubuk ke wajah Kainer dan bubuk itu mengenai matanya.


"Brengsek! apa yang kau lakukan?!!" Kainer membuka dan menutup matanya yang perih berkali-kali.


Penglihatan nya menjadi buram dan kabur. Vairas tersenyum senang melihat bubuk itu bekerja. Vairas terluka sampai tidak bisa berjalan


"Kainer apa kau baik-baik saja? Aku dan kakak akan kembali.." tanya Camellia dari kejauhan pada Kainer.


"Lia, ayo!" seru Arthur sambil memegang pedangnya dan sibuk membuka jalan untuk pergi ke portal. Iblis iblis itu membuat Arthur dan Dimitri sibuk.


Kainer menatap Camellia dengan tajam penuh kemarahan. Kainer membawa pedangnya yang berlumuran darah, menyeretnya dan menghampiri Camellia.


Camellia berdebar-debar dan merasa keheranan karena Kainer menghampiri nya. Camellia tersenyum dan berfikir positif mungkin saja Kainer datang untuk menanyakan keadaannya.


"Kainer...mengapa matamu?" Camellia merasa aneh dengan mata Kainer yang berubah menjadi warna ungu


"Brengsek kau! aku akan membunuhmu!" tanpa diduga-duga, Kainer mengarahkan pedang itu ke arah Camellia.


KLANG


Dengan cepat Camellia menghindar dari serangan itu.


"Kemari kau! aku akan membuat kematian mu menyakitkan!" seru Kainer penuh kemarahan pada Camellia


"Kau kenapa? ini aku Kainer! ini aku Camellia!" Camellia menatap heran ke arah Kainer yang tampak berbeda dari biasanya.


"Jangan membohongi ku! kau bukan dia!!"teriak Kainer


Dalam pandangan Kainer, Camellia adalah Vairas.


"Kainer ini ak..."


JLEB!


Camellia tidak sempat menghindar lagi, pedang itu sudah menembus tubuhnya dengan sangat dalam. Pedang milik Kainer itu membuatnya terluka. Mulutnya mengeluarkan darah, perutnya juga mengeluarkan darah. Camellia merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Ohok...ohok.. Kainer kenapa??" tanya Camellia lalu tubuhnya jatuh terduduk dengan pedang menancap di tubuhnya.


"Putri Camellia!!" teriak Keith yang baru saja datang kesana, panik melihat Camellia sudah jatuh dengan pedang menancap ditubuhnya.


"Yang mulia!!" Teriak Gordon yang juga kaget melihat Kainer menancapkan pedang pada tubuh Camellia.


Saat mendengar nama adik mereka disebut, Dimitri dan Arthur langsung membalikkan badan mereka.


Hancur hati mereka saat melihat adik mereka tergeletak di lantai dan tubuhnya bersimbah darah.


...---***---...