Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Istana pragma


...🍀🍀🍀...


Camellia berteriak meminta agar Kainer menghentikan cekikan nya pada Monia." Hentikan! jangan seperti ini, kau akan membunuhnya!"


"Mengapa aku harus menghentikan nya? dia sudah membuatmu sedih!"


"Tidak, dia tidak membuatku sedih! Kelakuan mu ini yang membuatku sedih, jadi lepaskan Monia!" Camellia menarik tangan Kainer, matanya mulai berkaca-kaca. Kini Kainer yang ia cintai sudah mulai berubah.


BRUGH


Monia jatuh terduduk sambil memegang lehernya yang hampir saja putus. Monia tampak syok dengan apa yang baru ia alami. Kainer terlihat lebih emosional dari biasanya dan membuat Monia bingung.


"Uhuk uhuk.."


"Monia, kau tidak apa-apa?" tanya Camellia sambil memegang tangan Monia


Sebenarnya apa yang dipikirkan Kainer? dia terlihat begitu emosional. Apa ini memang sifat aslinya?


"Saya baik-baik saja tuan putri" jawab Monia sambil tersenyum tipis


Camellia membantu Monia berdiri dan memapahnya.


"Tidak perlu membantunya seperti itu!" Kainer menarik tangan Camellia dan menjauh dari Monia.


"Kenapa kau seperti ini? cepat minta maaf pada Monia" ujar Camellia


"Apa? kenapa aku harus meminta maaf padanya?"tanya Kainer tak paham


"Kau sudah hampir membunuhnya, tentu saja kau harus meminta maaf?" tanya Camellia


"Aku tidak akan meminta maaf pada seseorang yang statusnya lebih rendah dariku. Camellia seperti nya kau tak paham, aku adalah Raja iblis. Raja tidak meminta maaf atau berterimakasih pada siapapun" jelas nya dengan nada penuh ketegasan


Kau harus menerima semua tentang ku Camellia, suatu saat nanti kau akan menjadi Ratu ku. Kalau perlu aku akan menjadikan mu iblis. Jadi, kau harus mulai belajar mengetahui semua tentangku, sisi diriku yang lainnya yang belum pernah kau lihat sebelumnya. Lalu, kau harus menerimanya.


DEG!


Hati gadis itu tersentak!


Apa dia benar-benar Kainer yang dikenalnya? mengapa dia bisa bicara seperti itu? Sejak kapan Kainer berubah menjadi sombong dan tidak berperasaan? apa saat dia masih menjadi manusia, itu bukanlah dirinya yang sebenarnya?. Pikirnya dalam hati.


Lalu siapa yang ada di depannya ini? Raja iblis Lucifer atau Kainer? rasanya Camellia tidak berhak memanggilnya Kainer lagi, sosok yang ada di depannya ini benar-benar Raja iblis Lucifer, pria berdarah dingin tidak berperasaan.


"Haa.. baiklah yang mulia Lucifer, kalau anda maunya seperti ini. Saya juga tidak memaksa" Camellia tersenyum sinis


"Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti ini? kau marah padaku?" tanya Kainer


"Tidak.. mana berani saya marah, saya takut dicekik juga" sindir nya


"Kau menyindirku?" tanya Kainer menahan kesalnya


"Saya tidak menyindir yang mulia" jawab Camellia sambil memalingkan wajahnya


Kenapa kau seperti ini? kau tidak seperti orang yang kucintai, aku bahkan seperti tidak mengenalmu. batin Camellia sedih


"Kenapa kau selalu membuatku kesal?!" wajah Kainer yang kesal berubah saat melihat wajah Camellia yang lelah. Ia memutuskan untuk menahan amarahnya.


"Keith, Monia! antar dia ke kamarnya. Jika kalian memperlakukan calon Ratu ku dengan tidak hormat, kalian tau apa akibatnya" ucap nya pada kedua bawahannya itu


"Baik yang mulia" jawab Keith dan Monia


"Yang mulia, saya hampir saja lupa menyampaikan kalau Raja Vairas dan putri Zefanya menunggu anda di kastil hijau" ucap Keith melaporkan


*Raja Vairas: Raja iblis serigala, ayah Zefanya.


Camellia tercekat mendengar nya? apa maksudnya Zefanya juga akan tinggal di istana itu? atau bagaimana?. Pikirnya dalam hati.


Kainer, apa kau masih punya hati? Apa kau tidak benar-benar mencintaiku seperti sebelumnya?


"Baik. Camellia, kau pergilah dengan Monia. Keith ikut aku "ucap Kainer tegas


"Ya, yang mulia" jawab Keith dan Monia patuh


Keith dan Kainer berjalan pergi ke arah yang berlawanan dengan Camellia dan Monia yang berjalan menuju ke istana Pragma. Istana yang dibangun khusus oleh Kainer dan diberi nama oleh nya sendiri, untuk Camellia.


Camellia diantar oleh Monia ke dalam istana yang bernama istana Pragma itu. Istana yang luas dan indah, penuh dengan bunga kesukaan Camellia. Pragma dalam bahasa Yunani artinya adalah cinta abadi. Sekarang gadis itu yakin kalau Kainer memang sudah mempersiapkan segalanya sebelum membawa nya ke dunia iblis.


"Monia, tadi kau bilang kalau istana ini dibangun oleh Raja iblis untukku?" tanya Camellia


"Benar yang mulia, bahkan Baginda membuat istana ini dengan kekuatannya sendiri dalam waktu 1 hari satu malam tepat sebelum Baginda pergi berperang" jelas Monia


"Haha, betapa ironisnya. Ternyata dia sudah yakin kalau aku akan kembali kemari bersamanya, pantas saja dia begitu percaya diri. Dia sudah merencanakan semuanya sejak awal.. haaah.." gumam Camellia sambil tertawa sedih.


Apa ini cinta? Kainer apa kau masih kau yang dulu? sekarang aku ragu, aku bingung. Haruskah aku tersenyum? haruskah aku menangis?


Entah ia harus senang atau sedih kembali ke dunia iblis. Melihat sikap Kainer yang sudah mulai membuat nya kebingungan dengan perasaannya sendiri.


"Yang mulia apa anda baik-baik saja?" tanya Monia cemas melihat Camellia yang terlihat bingung.


"Aku baik-baik saja Monia, justru aku yang harusnya bertanya seperti itu padamu. Apa kau baik-baik saja?" tanya Camellia sambil melihat ke arah leher Monia yang berdarah dan merah karena dicekik Kainer


"Saya baik-baik saja yang mulia, kemampuan penyembuhan saya memang tidak sebaik iblis kelas atas. Tapi, saya akan membaik dalam beberapa jam" jelas Monia sambil tersenyum


"Duduklah dulu, Monia" Camellia tersenyum


Monia dan Camellia duduk di atas sofa yang empuk, terbuat dari emas yang berhiaskan permata. Camellia mengambil kotak p3k yang tersedia disana untuk mengobati Monia. Kotak p3k itu dibawa oleh Kainer dari dunia manusia ke istana iblis. Bukannya duduk di atas sofa, Monia malah duduk di lantai.


"Kenapa kau malah duduk di lantai? duduklah bersamaku di sofa"


"Saya tidak mungkin berani duduk bersama yang mulia.Jika Baginda mengetahui nya, baginda bisa marah" Monia terlihat takut


"Tidak apa, dia kan tidak ada disini. Monia, duduklah atau aku akan marah" ancam Camellia pada Monia


"Ba-baiklah yang mulia" Monia duduk di samping Camellia


Camellia mengobati luka di leher Monia pelan-pelan dengan kapas dan obat merah. Camellia masih merasa kesal mengingat perlakuan Kainer pada Monia.


"Bagaimana bisa dia memperlakukan orang kepercayaan nya seperti ini? tidak bisa dipercaya! sungguh keterlaluan, aku tidak akan memaafkan nya" gerutu Camellia kesal


"Yang mulia tolong jangan salah paham pada Baginda. Dia melakukan ini karena dia ingin menyambut yang mulia dengan baik, ini salah saya" kata Monia


"Ini bukan salah mu, ini kesalahannya" Camellia terus menggerutu, memaki Kainer di belakangnya. Bahkan ia juga memakai Keith yang terlihat tidak suka padanya.


Camellia bersumpah akan membuat Kainer menjadi iblis yang baik dan membawa nya ke jalan yang benar.


...---***---...