
🍀🍀🍀
"Apa bapak bisa membaca pikiran?" tanya Violet tak percaya
"Ya aku bisa" jawabnya santai dan jujur sambil memakan bubur di mangkuknya dengan sendok.
Walaupun aku berkata jujur, kau pasti tidak akan percaya. Baguslah Violet, memang aku tidak mau kau tau kalau aku adalah Raja iblis. Aku takut kejadian yang lama terulang kembali.
"Haha, lucu sekali bapak ini. Mana ada orang yang bisa membaca pikiran" Violet tertawa sambil mengaduk bubur di dalam mangkuknya, dia meniup bubur itu.
"Kau tidak percaya, kan?" tanya Leon
"Ya, mana ada yang seperti itu. Hanya ada di dalam novel, drama kolosal, drama fantasi" ucap Violet pada Leon tak percaya
"Baguslah, percayai saja apa yang kamu percayai dan teruslah tidak percaya dengan apa yang kamu tidak percayai" jelas Leon pada Violet dengan harapan bahwa suatu saat nanti Violet tidak akan percaya dirinya adalah reinkarnasi raja Iblis.
"Saya akan percaya dengan apa yang saya lihat, dengan apa yang nampak di depan mata saya dan apa yang saya dengar secara langsung" jelas Violet sungguh-sungguh dan tegas.
"Ya, maka aku tidak akan membiarkan mu melihatnya" gumam Leon pelan
"Bapak bilang apa?" tanya Violet tak mendengar
"Aku bilang, habiskan buburnya pelan-pelan" ucap Leon perhatian dengan senyuman lembutnya
Violet, kamu tidak harus tau kalau aku adalah Raja iblis..Aku hidup sebagai Leon, kau hidup sebagai Violet dan bukan Camellia, maka kau tidak harus ingat masa lalu kita yang berakhir menyedihkan.
Semuanya tampak membingungkan dan ambigu untuk Violet, bertemu dengan Leon secara singkat dan Leon ingin menjadi kekasihnya dengan dalih cinta pandangan pertama. Leon dan Violet keluar dari restoran bubur itu.
"Makasih traktiran nya pak, apa bapak akan memotongnya dari gaji saya?" tanya Violet sambil berjalan di samping Leon, tepatnya di trotoar jalan.
"Apa kamu pikir aku sebaik itu? kau tidak akan ku gaji, aku masih ingat kalau kau harus mengganti jas dan baju ku" Leon mendekat pada wajah Violet, dia menunjukkan senyuman ala iblis nya lagi.
"Aku pikir kau akan menjadi baik hati karena kau bilang ingin menjadi pacar ku, ternyata kau.. masih saja sama" gumam Violet pelan-pelan
"Tentang aku yang jatuh cinta padamu, ingin menjadi kekasihmu dan melamar mu dengan ganti rugi adalah dua hal yang berbeda" jelas Leon tegas
"Bapak mendengar apa yang saya gumamkan? bagaimana bisa? saya kan bergumam pelan" Violet keheranan
"Kau harus tau, aku memiliki pendengaran yang tajam. Jadi berhati-hatilah dengan ucapan mu, aku bisa mendengar mu kecuali kata hatimu" ucap Leon serius
"Haha..kata-kata bapak terdengar seperti tidak sedang bercanda, bapak pintar sekali menyembunyikan emosi bapak" Violet tersenyum menganggap bahwa kata-kata Leon adalah candaan baginya. Leon melenguh dengan senyuman manis nya.
"Teruslah anggap aku begitu, pada dasarnya aku bukan orang yang suka melawak..Tapi aku hanya menjadi lucu di dekatmu saja" ucap Leon
Tanpa mereka sadari, sebuah sepeda motor melaju dengan kencang tidak terkendali ke arah Leon dan Violet yang sedang berjalan berdampingan.
"Awas!! motor ini rem nya blong!!' teriak si bapak pengendara sepeda motor itu dengan wajah paniknya.
Motor itu mengarah ke arah Violet, hanya tinggal beberapa inci lagi untuk motor itu menabraknya. Mata Leon berubah warna menjadi merah, dia terpaksa mengeluarkan kekuatan nya untuk menolong Violet.
SLING!!
Cahaya apa itu??!. Violet terpana melihat ada cahaya merah dari tangan Leon.
Leon menghempaskan motor itu agar berbalik ke arah lain, sementara dirinya menarik gadis cantik itu ke dalam dekapannya. Motor itu jatuh tepat di depan sebuah tiang listrik. Orang yang mengendarai motor itu juga terjatuh bersama motornya.
BRUK
Orang-orang disekitar sana terkejut melihat kejadian itu, mereka menghampiri Violet dan Leon yang sedang jatuh terduduk. Tangan kokoh Leon masih memegangi tubuh Violet.
Cahaya apa itu? aku benar-benar tidak salah lihat. Dia seperti nya bisa menggunakan kekuatan sihir. batin Violet melihat Leon dengan syok
Dia pasti melihat semuanya..Violet, maafkan aku. batin Leon sambil menatap Violet. Tak lama setelah Leon menatap matanya, Violet jatuh tak sadarkan diri.
"Bapak? apa bapak terluka? apa bapak baik-baik saja?" tanya seorang wanita paruh baya pada Leon dan Violet
"Ya ampun, seperti nya terjadi sesuatu pada wanita itu..Dia tidak sadarkan diri!" ucap seorang wanita muda sembari melihat ke arah Violet yang tadi sadarkan diri, tatapan nya menyiratkan kekhawatiran.
"Saya akan panggil ambulan ya pak?" tanya seorang pria pada Leon
"Tidak usah, seperti nya pacar saya tidak terluka. Dia pingsan karena syok" jawab Leon
Akulah yang membuatnya pingsan jadi dia baik-baik saja. batin Leon merasa bersalah.
Orang-orang itu menatap Leon yang menggendong Violet. Mereka mengagumi ketampanan Leon yang luar biasa, mereka mulai mengira-ngira bahwa Leon adalah seorang model atau aktris. Tidak ada yang tau bahwa dia adalah Presdir dari Maxton grup karena media tidak pernah meliput tentang dirinya.
Leon membawa Violet ke dalam ruang kesehatan kantor Maxton grup. Otomatis semua karyawan disana jadi melihatnya.
"Hey, bukankah itu Violet? si karyawan baru yang mengacau di pesta penyambutan itu?" tanya seorang wanita mulai bergosip
"Seperti nya benar. Siapa yang tidak tahu dia? setelah semua kelakuan nya yang memalukan di pesta itu" kata seorang wanita disampingnya dengan nyinyir
"Dia pasti bertingkah seperti itu untuk menggoda Presdir, pasti dia berpura-pura mabuk untuk menarik perhatian nya" para wanita nyinyir pada Violet
Mungkin mereka iri karena Violet mendapatkan perhatian dari Presdir. Mereka berdua yang paling nyinyir adalah Maysa dan Sonya karena mereka sempat melihat Presdir mereka bersama dengan Violet.
Nina cemas karena semua orang mulai berbicara tentang Violet. Dia khawatir kalau Violet yang baru bekerja disana akan menjadi bahan Bullyan para karyawan lama yang naksir pada Leon.
"Violet apa kamu benar-benar ada hubungan dengan pak presdir?"gumam nya cemas
Namun Leon yang mendengar kata-kata mereka, tidak peduli sama sekali. Malah dia senang kalau semua orang mengatakan padanya bahwa dia memiliki hubungan dengan Violet. Dia pikir dengan begitu, semua orang tidak ada yang berani menganggu Violet.
Leon kembali pada pekerjaan nya di langit seperti biasa setelah mengantar Violet ke ruang kesehatan.
"Thomas, kau sudah mengurus si babi tua itu?" tanya Leon pada Thomas tentang si Robert, orang yang memaksa Violet minum-minuman keras.
"Sudah pak, saya sudah pastikan dia menghabiskan semua botolnya tanpa sisa dan hari ini dia tidak masuk bekerja" terang Thomas
"Baguslah, ternyata dia kena batunya juga" Ical Leon sambil tersenyum menyeringai bahagia
"Oh ya, tentang nona Violetta dia sudah siuman"
"Bagus" jawab Leon singkat
"Dan dia ingin bertemu dengan bapak, kelihatan nya wajahnya kesal" jelas Thomas
Leon tertegun, dia kembali bertanya-tanya apa yang membuat Violet marah.
...---***---...