
Levi berbicara dengan mama dan tantenya melalui wa call.
Bida sedang membantu ibu menyiapkan makan malam
Ok ma..tante. Levi mengakhiri telfonnya.
"Mas ayo makan." Bida mengajak Levi
Levi duduk di meja makan
"Mama,Tante dan yang lain sudah tiba di kota. Mereka menginap di hotel *****. Besok pagi mereka akan datang disini."
"Besok?" Bu Joko tampak cemas sambil menyendokkan nasi ke piring Pak Joko
"Kenapa bu?" Levi bertanya sambil menatap bu Joko. Piringnya sudah diisi nasi oleh Bida
"Ibu belum masak apa-apa. Besok mau disuguhi apa?" Ibu tampak semakin cemas.
"Ibu jangan khawatir, biar makanannya kita pesan dari restaurant B Levi." Levi menerima lauk yang diambilkan Bida.
"Restauran yang letaknya di samping sekolah Bida itu?" Pak Joko bertanya. sambil mulai makan setelah mengambil sayur dan lauk.
"Ya. Pak. Itu adalah restauran milik Levi dan Bida. Saya membangun restaurant itu dua tahun yang lalu, sudah setahun ini restauran itu sudah beroperasi dan semakin berkembang. Itu adalah hadiah dari saya buat Bida. Saya memang menunggu Bida lulus untuk menyampaikannya."
"Pak Joko berhenti mengunyah makanannya lalu menatap Bida." Bida hanya menunduk tanda mengiyakan.
Pak Joko mengalihkan pandangannya kepada Levi. Apakah kamu sekaya itu. Kata Bida, kamu menolak kepemilikan sapi-sapi itu. Sekarang kamu bilang kamu pemilik restauran itu. Sebenarnya kamu sekaya apa. Apa pekerjaanmu ? Nanti aku akan tanya Bida.
"Bida besok kita catatkan pernikahan kita di KUA. Jika diminta akad nikah ulang. Apa mahar yang kamu inginkan?" Levi menatap Bida.
"Tetap saja mas, aku masih menyimpan uang tiga juta itu. itu saja yang akan dipakai lagi."
"Bida, kamu lupa pesan mama dan tante. Mereka akan hadir besok. Mereka akan marah kepada mas Levi."
"Terus aku harus minta apa mas?"
"Apa saja yang bagus. Misalnya mobil atau apa?"
"Bida tidak bisa menyetir."
"Kalian tidak perlu akad nikah lagi hanya dicatatkan saja. Besok tinggal tanda tangan saja."
Nak Levi menawarkan mobil. Kepalaku jadi pusing. Bu Joko hanya diam saja.
Setelah makan malam. Levi di dalam kamar Bida. Levi membaca buku harian Bida yang berisi perasaan Bida ketika jauh dari Levi. Membaca buku itu membuat Levi tersenyum sendiri.
"Mas malam ini aku mau tidur dengan ibu. Kan mulai besok aku akan tidur dengan mas Levi terus."
"Ya. pergilah. Kamu menggangguku membaca." Levi memberi isyarat dengan tangannya lalu tersenyum lagi.
"Mas apa ada yang lucu ?" Bida kembali bertanya.
"Sudah sana. Ini surat cinta dari pacarku, Namanya Bidadari."
"Mas jangan menertawakan isi buku itu. Mas Levi jahat."
"Mas Levi tersenyum bahagia sayang. Mas levi bahagia karena ternyata kamu juga merindukan mas Levi selama ini."
"Kok juga. Memangnya mas Levi juga merindukan Bida?"
"Ya. Kok cerewet sih. Pergi atau..."
"Sini tidur di samping mas Levi."
"Tidak, besok saja. Setelah buku nikahnya jadi." Kata Bida sambil melangkah keluar kamar.
Levi terkikik lagi
Di kamar orang tuanya, Bida ditanya tentang kekayaan Levi. Bida menceritakan semua yang diketahuinya. Ibu cemas akan menerima tamu besan orang kaya.
*****
Pagi itu, datang 2 mobil. Yaitu mobil Alphard dan Vellfire.
Tampak bu Dewi, Mira, Ayu, beberapa.staf Mira dan beberapa staf Mira, juga Roni sebagai staf Levi.
Selama ini Roni cukup sibuk karena Levi memintanya menghandke beberapa urusan selama Levi bersama Bida.
Bu Sulis sangat penasaran hingga ia tidak lagi mengintip melainkan sudah hadir di halaman Pak Joko karena kagum dengan 3 Mobil mewah yang terparkir di sana. Bu Sulis mengelus-elusa bodi mobil Velfire milik Bu Dewi. Pak Man langsung marah.
"Eh nek, jangan pegang-pegang jika tergores, nenek harus ganti rugi biaya perawatannya."
"Eleh... pegang saja tidak boleh. Aku akan minta Gatot menjual sapiku untuk beli mobil seperti ini. Aku punya sapi limusin besar. Yang Kuasa sudah memberiku rejeki hingga bisa membeli sapi kecil sekarang sudah besar karena aku merawatnya dengan baik."
"Kalau begitu, jual.saja sapi limusin ibu terus beli mobil seperti ini yang banyak di ****mart."
"Memangnya ada juga di *****mart ?"
"Ada, letaknya di depan kasir. Malah ada permennya." Kata Pak Man yang semakin kesal.
Tiba-tiba ada suara memanggil dari balik pagar. "Bu ayo pulang, jika ibu tidak pulang. Aku akan pergi dan tinggal bersama mertuaku di desa ***" Suara Gatot berasal dari balik tembok.
Bu Sulis langsung bergegas pulang namun tangannya iseng memegang mobil itu sambil jalan.
Aku akan minta Gatot jual sapi untuk beli mobil seperti itu. Aku suka modelnya, pasti muatannya banyak. Aku bisa jualan nasi jagung bungkus di pasar Rebo saat pasaran sapi (pasaran artinya jadwal hari khusus jual beli di pasar hewan) .
****
Bida dan Levi sudah memiliki buku nikah. Ayu merias Bida untuk sesi foto bersama.
Mira menyampaikan detail.pesta pernikahan yang terdengar ribet. Bu Joko dan Pak Joko hanya mengiyakan saja. Sementara Bu Dewi tiba-tiba menginterupsi.
"Mira kamu akan merancang baju Bida butuh waktu 3 minggu lagi kan. Jadi lebih baik Levi dan Bida bulan madu dulu. Iya kan ?"
Mampus kamu, aku lah yang duluan memberi hadiah buat Levi dan Bida. Kamu tidak mungkin kan membiarkan Levi pakai baju bekas orang lain. Kamu orangnya sangat detail sekali dan idealis.
"Boleh tapi Aku yang akan menyediakan baju untuk Bida selama bulan madu." Mira tidak mau kalah.
Aku akan siapkan lingeri yang cocok agar Leviku segera memberiku cucu.
"Tidak masalah, siapkah bajunya Bida. Tapi aku yang akan menentukan lokasi bulan madu Levi dan Bida. Semua transportmya aku yang atur dan tanggung." Bu Dewi berkata sambil melengos ke Mira.
Aku akan siapkan tempat agar Levi mendapat momen romantis. Siapa tahu, pulang bulan madu, Bida sudah hamil cucuku.
Bu Joko dan Pak Joko hanya diam memperhatikan perseteruan antar dua wanita itu. Mereka seperti berebut untuk membahagiakan Levi dan Bida.
Sementara yang lain (para asisten) hanyut dalam euforia berfoto dengan arahan Ayu. mereka memilih kamar tidur, halaman, kandang sapi, dapur, pohon mangga juga pagar tanaman beluntas sebagai spot foto. Akhirnya Levi diam-diam mengajak Bida pergi untuk ikut gabung dalam sesi foto. Sementara Roni ditugaskan merekam pembicaraan para orang tua. Terutama perbincangan antara Bu Dewi dan Mira. Karena Bu Joko dan Pak Joko hanya berkata ya dan silahkan.
Ayu mengupload foto-foto mereka. Foto yang paling banyak mendapatkan like adalah foto Levi dan Bida yang berpose di kandang sapi limosin. Bida yang tampil cantik berkebaya syar i modern dengan Levi yang menggunakan kurta warna senada tampak sangat romantis. Ada pose Levi sedang bersimpuh menyerahkan cincin kepada Bida dengan background sepasang sapi limosin yang berdiri berhimpitan mesra. Jumlah yang klik foto-foto Bida dan Levi sudah puluhan juta dalam beberapa menit.
Lina kakak Levi melakukan skype dengan mereka. Kak Lina ikut tertawa melihat keseruan mereka.