Jodoh Gadis Indigo

Jodoh Gadis Indigo
Petaka Diana 1


Boleh apa tidak ya, Ayu ingin memposting foto ini ? Mas Levi pasti marah banget jika aku memposting fotonya. Ah aku posting foto Bida yang sendirian saja. Tapi foto yang berdua ini bagus juga. Ekspresi Bida yang tersenyum membuatnya semakin cantik.Ah aku crop saja wajahnya mas Levi. Kan dia tinggi banget jadi bisa aku crop hingga pundaknya saja.


Ayu tersenyum sendiri melihat postingan Ig nya yang langsung dikomen banyak pengikutnya.


*Cantik banget...


Bidadari nih....


Siapa sih pasangannya itu?


Jangan dicut dong fotonya*.


Dalam satu menit sudah ada 500 like dan terus bertambah. Ayu tersenyum sendiri.


Ah mas Levi kan tidak mengikuti aku di ig


Bu Dewi juga tidak mengikutiku.


Sedangkan Mira jarang buka ig.


Biar deh aku posting


Klik. Setelah diunggah, Foto Levi dan Bida langsung diserbu like.


Diana melakukan perawatan karena ia tidak ingin melewatkan kesempatan berada di kota yang sama dengan Levi. Ia berencana mengunjungi Levi di apartemennya.


"Hmm cantiknya... lihat ini serasi sekali. Pasangan yang sempurna. Aku sangat suka dengan tata rias Ayu."


"Aku juga. Ayu itu dandanannya wow sekali


Ia adalah make up artis terkenal."


Diana mendengar percakalan 2 wanita yang sedang melakukan perawatan rambut.


Diana juga ingin menata rambutnya. Rambutnya yang panjang tergerai adalah kebanggaanya. Diana membuka HP nya, mengklik setelan HP nya yang tadi di mode pesawat.


Diana memeriksa ig nya. Ayu baru saja mengunggah gambar dan video. Diana melihat postingan Ayu.


Diana terlonjak melihat ada wajah Levi dan perempuan cantik di ig Ayu. Membuatnya sontak menegakkan tubuh hingga rambutnya tertarik.


"Aoww sakit. Kamu gila ya, seenaknya menarik rambutku." Diana melotot kepada penata rambut di salon itu.


"Maaf tadi, Nona yang tiba-tiba bergerak sehingga saya tidak sempat.."


Pegawai yang di dadanya menunjukkan bahwa ia masih dalam masa magang itu mengkerut ketika menerima kemarahan Diana. Diana memiliki rambut yang indah, ia mengagumi kelebutan rambutnya saat menyentuhnya tadi. Ia tahu bahwa wanita yang sedang ia tata rambutnya bukan wanita biasa. Kulitnya putih mulus seperti bintang korea. Bajunya yang berupa mini dress tanpa lengan berbahan lembut sangat pas ditubuhnya.


Diana duduk tegak lalu menelfon Ayu.


"Halo Ayu, mengapa kamu berani posting foto Levi? Kamu akan dapat masalah besar. Jika Levi mengetahui ini, kamu akan tamat. Lagipula siapa wanita itu?"


Ayu sebenarnya sempat gentar menerima omelan Diana tapi kemudian ia sadar bahwa Diana merasa kalah dengan Bida. Ayu memberanikan diri menanggapi Diana.


"Mengapa kamu tidak tanya sendiri kepada mas Levi tentangnya. Yang aku tahu ia adalah wanita cantik dan seksi yang aku rias atas permintaan mas Levi di acara wisudanya. Ia benar-benar cantik, aku tidak menambahkan apa-apa untuk menaikkan volume dadanya. Itu benar-benar asli. Aku kira senyum mas Levi ketika foto bersamanya menunjukkan bahwa mas Levi sependapat denganku bahwa ia memang cantik."


Kalimat Ayu dengan gaya khasnya yang melambai membuat emosinya memuncak. Ia bangkit dari duduknya, melepas baju pelapisnya dari salon lalu merebut sisir dari penata rambutnya. Menyisir rambutnya sebentar dan pergi ke kasir tanpa sepatah katapun. Tatapannya tajam kepada penata rambut itu.


# Bu Dewi sedang menerima laporan masing-masing divisi di hotelnya.


"Sisi... Kemari ! Apa yang kamu lihat ?" Bu Dewi mengagetkannya yang masih terpesona dengan ketampanan Levi dan kecantikan wanita berkebaya yang foto di sampingnya.


Sisi yang masih kaget, segera berdiri sambil menunjukkan HP nya. Namun kemudian ia merasa takut jika bu Dewi marah karena ia sudah buka ig saat harus fokus mempersiapkan laporan divisinya.


Bu Dewi melihat foto Levi yang tersenyum disamping wanita cantik berkebaya yang juga tersenyum.


ting Ayu memposting foto baru. Kali ini adalah foto Ayu, Levi, dan Bida.


Bu Dewi mengamatinya lekat-lekat bahkan menzoom tampilannya.


Ada kebanggaan melihat putranya yang tampak tampan menggunakan jas.


Siapa wanita ini? Levi banyak berubah sekarang, ia semakin rajin bekerja, rajin olah raga hingga tubuhnya semakin kekar. Kata pengelola fasilitas fitnes di apartemennya, Levi suka menyempatkan diri fitnes di pagi dan malam hari bahkan kadang tengah malam ia akan meminta dibukakan ruang fitnes karena mengaku susah tidur.


Siapa gadis ini? Levi selalu kaku disamping wanita. Diana tidak pernah berhasil menarik perhatian Levi. Aku ingat Levi pernah minta restu. Apakah ia minta restunya bersama gadis ini?


Sisi mulai gemetar melihat Bu Dewi tetap diam tampak berpikir keras.


"Sisi tolong screen shot dan kirim foto-foto Levi ke HP ku sekarang." Bu Dewi menyerahkan HP Sisi


"Ya bu." Sisi segera mengirimkan foto-foto Levi segera.


Bu Dewi membuka HP nya kemudian tersenyum.


"Pergilah Sisi, taruh laporanmu di mejaku." Bu Dewi berkata pelan namun cukup terdengar.


"Ya bu." Sisi keluar ruangan dengan penuh tanda tanya.


Bu Dewi tersenyum, artinya tidak marah kepadaku. Sebaiknya aku tidak buka HP ketika di depan beliau. Bu Dewi seperti kaget melihat foto putranya. Ada kabar yang mengatakan jika mas Levi itu menjalin hubungan teman tapi tidak mesra dengan Diana. Bahkan ada yang meragukan kejantanannya karena ia selalu terlihat dekat dengan laki-laki saja.


Bu Dewi berpikir sejenak lalu menelpon sopirmya. "Pak Man, antar aku ke Malang nanti sore sepulang rapat direksi."


"Ya bu. Siap." Jawab


Bu Dewi menyiapkan baju ganti yang simpan di kamar hotelnya. Bu Dewi menggunakan kantor yang merupakan ruang presiden suit yang dimodif menjadi ruang kantornya.


Ia masuk ke dalam ruang kamarnya, merebahkan sebentar tubuhnya untuk merilekskan tubuhnya. Tangannya kembali membuka HP, menatap foto Levi yang tampak tersenyum bahagia. Bu Dewi ikut tersenyum lalu tertidur, HP nya masih dalam genggamannya ketika ia tertidur.


#Diana


Diana berkali-kali membuka ig nya ia melihat postingan Ayu. Diana membaca semua komen yang masuk atas postingan tersebut.


Diana tampak sangat kesal. Ia berfikir keras mencari cara untuk bisa meraih Levi dalam genggamannya.


*Jika aku berhasil mengambil hati Levi, aku akan menyingkirkanmu Ayu. Bahkan Mira akan bertekuk lutut di hadapanku. Mira, kamu


tidak pernah mendukungku mendekati Levi


Kamu juga selalu bersikap sok baik denggan kedisiplinan ketat yang kamu terapkan.


Kau selalu menggunakan kata sayang namun kalimat berikutnya menjengkelkan.


Seperti saat aku terlambat, kau dengan seenaknya mengatakan, "Sayang ... maaf ya kamu terlambat jadi lain kali saja kamu ikut dalam event ini. Tugasmu sudah aku alihkan ke Yuanita. Kau bisa kan memberi arahan dan bimbingan untuknya agar tampil lebih baik?"