
"Tidak ada salahnya bukan mengecek keadaan disana, sekaligus aku memberi buku ini kepada Bastian" pikir Filips
"Baiklah kalau begitu kita kesana" ajak filips
🌻🌻
Filips mengernyitkan dahi nya melihat kuda gagah sang panglima terparkir setia di depan kediaman lama Alfonso.
Ia langsung menuju ke kekaisaran ini setelah sebelumnya menitipkan gadis kecil itu kepada bibi Ma di kediaman baru Alfonso.
Laporan bibi Ma yang Alfonso sama sekali belum menginjakkan kaki di kediaman baru nya membuat filips menjadi tidak tenang. Lalu kemana pria itu?
Filips segera menuju gerbang kekaisaran berharap menemukan Bastian untuk meminta pertolongan dan memberi buku rahasia yang ia dapat dari rumah bukit milik Hector.
"Untuk apa Tuan kemari?" batin filips
Filips perlahan lahan memasuki rumah setelah tidak ada yang menjawab ketukan nya sama sekali.
kreekkk
Pintu terbuka
"ini tidak di kunci" pikir Filips
"Tuan, Apa kau ada disini? , Tuan!!" ucap filips kesana kemari
"Ini sangat gelap, dimana penerangan" batin filips tidak melihat apapun di balik kegelapan ini
Ia kembali menuju kudanya, mengambil penerangan seadanya yang ia gunakan di rumah bukit
"Tuan, aku tidak bercanda ayolah pulang, Kata bibi, Paman memiliki sesuatu yang ingin dikatakan" ucap filips mencari
Tanpa sengaja, netra Filips melihat pintu kamar sedikit terbuka
Filips gugup
Ia melangkahkan kaki menuju kamar milik Alfonso dan Sophia.
Entah mengapa, perasaannya sedikit sakit, Jantungnya berdebar
"Tuan, apa kau disini?" tanya Filips memasuki kamar
Ia melangkahkan kakinya perlahan mengayunkan penerangannya
DEGGG
"TUUAAANNNNN" teriak filips melihat dua raga tidak berdaya ini telah pucat membiru
Tangan filips gemetar menyentuh belati yang tertancap begitu saja di dada Alfonso
"Mengapa begini Tuan, Tuan JANGAN BEGINI TUAAAANNN" tangis filips mengguncang bahu Alfonso
Filips mengitari ranjang menghampiri Sophia
"NONAA, Nona bangunlah Nona, Tuan melakukan hal yang bodoh hiks" tangis filips mengguncang lengan Sophia
"MENGAPA KALIAN BERDUA MENINGGALKAN AKU SIALANNNNN, AKU JUGA INGIN IKUT TUAAANN" teriak filips kalut
"Nona, Tuan, mengapa begini hiks, Ayolah bangun" lirih filips ambruk. Ia berlutut di hadapan jasad kedua majikannya
Lama filips berlutut menangisi nasibnya dan nasib kedua majikannya yang bisa dibilang tidak adil
"Jika aku bunuh diri disini juga, maka siapa yang mengadakan upacara kehormatan kepada mereka berdua? tidak ada anggota kerajaan ataupun keluarga kami yang akan sadar jika kami berada disini. Tuan dan Nona bisa saja membusuk tanpa adanya upacara pemakaman" pikir Filips
Kaki gemetarnya dipaksa untuk bangun.
Berapa kali ia memejamkan mata tidak sanggup melihat kenyataan yang ia hadapi saat ini
"Apa ini akhir kisah cintamu Tuan? Banyak ketidak adilan yang engkau rasakan, tetapi mengapa yang ini membuatmu sangat terpuruk" batin filips.
Tanpa berpikir panjang, Filips berlari keluar rumah menuju kekaisaran
"Tuan!!! Kau berkunjung Tuan?" tanya beberapa prajurit yang terkejut melihat salah satu serigala kekaisaran muncul di tengah malam
"Dimana Bastian?" tanya Filips terburu buru
"Tuan Bastian tadi pergi memenuhi undangan makan malam Panglima Lukas, Tuan"
"Apa?? Ja jadi Bastian tidak ada di kekaisaran?" tanya Filips
"tidak tuan, ada apa? apa yang bisa kami bantu?
"Begini, kalian merupakan prajurit yang bergabung dalam pemberontakan waktu lalu bukan? Aku mengenali wajah kalian" ucap filips
"Iya Tuan, maka dari itu kami menyapamu tadi, kau junjungan kami"
"Kalau begitu kau ada di pihak ku bukan?berjanjilah jangan mengatakan apapun kepada siapapun" ucap filips
Kedua prajurit itu mengangguk
"Ambilkan aku kereta kuda. Aku tidak bisa berkeliaran di sekitar kekaisaran ini, Kau tau keadaan sekarang sangat tidak aman bukan?" ucap filips
"Baiklah Tuan, kami akan membawa kereta kuda. Kemana kami akan mengantarnya?" tanya kedua prajurit
"Antar menuju kediaman lama Panglima Alfonso."
"Baik Tuan"
Filips kembali berlari menuju kediaman
"Mengapa kau bisa ada disini nona, Apa selama ini kau memang berada disini?" pikir Filips
Filips bergegas membuka lemari, mengambil mantel hangat milik Alfonso, dan memakaikannya kepada Sophia.
"Maafkan aku menyentuhmu sebentar nona" bisik filips
Ia mengangkat badan Sophia perlahan memakaikan mantel hangat
Ia kembali mengitari ranjang, melihat keadaan Alfonso
Filips tidak mencabut belati itu, khawatir darah yang keluar akan semakin banyak
Tok..tok.. tok
Filips mendengar ketukan. Kereta kuda itu telah datang
Filips berjalan menuju pintu
"Tuan, ini kereta kuda yang Anda minta" ucap prajurit
"Baiklah terimakasih, Aku akan kembali menggunakan kereta kuda. Kalian bawa dahulu kudaku dan milik Tuan Alfonso. Esok pagi, antar kuda kami menuju kediaman milik Panglima Lukas, jangan ada yang mengetahui langkah kalian, mengerti?" tekan filips
"Baik Tuan"
"Baiklah kalian boleh pergi"
*
*
Filips melirik gerbong tempat ia menempatkan nona dan Tuannya.
Ia menghembus nafas kasar. Air mata kembali mendobrak matanya
"Setelah aku memastikan pemakaman kalian layak, aku akan menyusul kalian" batin filips
Ia membawa kasar Tuan dan Nonanya menuju kediaman Lukas. Hanya Lukas lah keluarga alfonso yang tersisa
*
*
Matahari terbit perlahan lahan, Filips sampai menuju pinggiran kota tempat Lukas dan sang istri berlindung.
Ia melihat beberapa kuda terparkir di halaman
"Apa sedang ada tamu?" pikir Filips.
Filips turun terlebih dahulu mengecek keadaan.
akan bahaya jika tamu Lukas berasal dari kerajaan atau teman teman bangsawan nya.
Filips memasuki pintu yang memang tidak ditutup
Ia melihat Bastian, Stephano, dan
DEGG
Ayah Sophia. Raja Stephanus telah sadar. Dan filips membawa jasad putrinya
Lukas menyadari kehadiran Filips
"Filips, kau datang? Kemari lah bergabung dengan kami" ucap Lukas
"Ada.. ada apa ini Tuan, kalian semua berkumpul" Ucap filips gugup
"Ah maaf kan Aku, Kami mengirim undangan kepada Bibi Ma sebelumnya karena kami tidak tau kalian ada dimana, dan juga Bastian telah aku perintahkan untuk mencari Alfonso tetapi ia tidak dapat ditemukan" ucap Lukas menghindari prasangka buruk Filips, padahal bukan itu yang filips khawatirkan
"Nak, Raja stephanus telah sadar. Untuk itulah Lukas menyuruh stephano datang. Tidak ada apapun, Stephano dan Suamiku hanya berbicara tentang semu masa lalu yang membuat Yang Mulia bingung. Dan juga cerita menyangkut anaknya. Termasuk emmm Sophia" ucap Alena menjelaskan
Filips melangkah cepat, berlutut dihadapan Stephanus dan Lukas yang memang bersisian
"Yang Mulia maafkan aku, Tuan maafkan aku hiks, Aku gagal Tuan, Aku gagal menjaga anak anakmu" Isak filips rapuh
"Ada apa nak, mengapa begini? duduk lah" ucap Alena menyentuh pundak filips
"Tolong aku Tuan, Maafkan aku, aku akuu.. aku memang tidak berguna" ucap filips menangis
Stephano dan yang lainnya terdiam
Semua orang tau bagaimana kuat nya pengikut setia Alfonso ini
dan kini, Ia menangis? Hal menyedihkan apa yang membuatnya begini
"Ada apa filips" tanya Lukas
"Tuan, Alfonso.. Alfonso hiks"
"Ada apa dengan Alfonso, berbicara yang jelas filips" gertak Lukas yang ikut panik
"Tuan dan Nona telah Tiada"
DUAARRR
...****************...