IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
SEMBUNYIKAN DIA


Mendengar penuturan sang ayah, Stephano kembali menyendu.


"Mengapa sangat sulit membiarkan ku bahagia" gumam stephano yang membuat Stephanus mengernyit


"Apa maksudmu nak?" tanya Stephanus yang merasa semakin hari stephano semakin gegabah


"Menikah ayah, semua hal mempersulit pernikahanku. Untuk apa mencari cari alasan membawa Amora ke dalam istana? Aku adalah rajanya. Bukankah segala hal bisa aku putuskan?" tanya stephano dengan mata sedikit menggelap


Merasa stephano semakin tidak beres, Stephanus menghembuskan nafas perlahan


"Ayo kita berbicara di ruangan kerja ayah, Jangan berdebat di depan kamar adikmu. Atau kita akan mengganggu istirahat nya" ucap Stephanus melangkah didepan stephano yang mengikuti dengan lesu.


Setelah masuk dan duduk dengan benar, Stephanus mulai membuka suara


"Nak, ayah paham bagaimana perasaanmu. Tetapi pernikahan kalian akan sangat banyak membawa dampak bagi kerajaan. Beberapa kerajaan luar dan hampir seluruh masyarakat kita tau bahwa Amora adalah Puteri dari kekaisaran. Amora adalah Puteri kaisar dan permaisuri yang berusaha menjatuhkan kerajaan kita.


Permaisuri tidak pernah menyembunyikan Amora sejak dulu. Amora aktif dalam tugas tugas kemasyarakatan, dan berbagai kunjungan kerjasama antar kerajaan. Dan permaisuri juga tidak pernah melarang Amora berkeliaran di sekitar masyarakat nya.


Semua orang tau Amora nak, menurutmu apakah semua hal akan tetap berjalan seperti biasanya? terutama masyarakat kita yang sangat menentang pihak kekaisaran?" ucap Stephanus panjang lebar


"Jika alasan ayah begitu, maka aku tidak akan bisa bersama Amora sampai mati. Apapun alasan kita membawa Amora, pasti suatu saat pernikahan dan Ratu harus diumumkan" ucap Stephano menyendu


"Maka menikahlah dengan Amora, akan tetapi kau harus tetap menyembunyikannya. Ia tidak akan menjadi Ratu. Kau harus menikah dengan orang lain sebagai pengisi posisi ratu di kerajaan ini." ucap Stephanus tegas


Stephano terkejut. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa ayahnya mengucap demikian


"Ayah!! Bagaimana bisa ayah berpikiran seperti itu Ayah? Ini akan sangat melukai Amora" ucap stephano menyeru


"Apa yang masalah dari itu? Tidak ada yang salah dari seorang raja yang memiliki banyak istri bahkan selir" ucap Stephanus


"Ayah, aku tidak ingin seperti itu ayah, aku ingin sepertimu yang hanya memiliki satu istri seumur hidup. Aku tidak sanggup menyakiti hati Amora. Lagi pula, raja yang memiliki banyak istri hanya bertujuan untuk mencari keturunan" ucap stephano


"Maka menikahlah dengan alasan itu. Lagi pula, walaupun kau dan Amora sudah memiliki anak, anak itu tidak akan bisa diumumkan sebagai Puteri Amora."


Stephano melemas, ia merasa sesak. Udara di dalam ruangan ini mencekiknya.


"Ayah!!! Apa maksud semua ini ayah, tidak adakah jalan lain?" ucap stephano kusut


"Itu adalah keputusanku. Menikahi Amora dengan menyembunyikannya, atau tidak menikah dengannya sama sekali" ucap Stephanus mengakhiri pembicaraan dan mulai membolak balik buku di atas meja nya.


Stephano menunduk memberi hormat lalu berbalik meninggalkan ruangan dengan wajah muram.


**


Alfonso membolak balik buku dihadapannya. Gambar gambar dan penjelasan itu sangat terasa asing di kepalanya.


"Huh bukankah bahasa isyarat ini bisa berguna jika Sofi bisa melihat? Aku pikir bahasa isyarat ini hanya ditujukan kepada orang yang tidak bisa berbicara saja" gumam Alfonso menopang dagu dengan jarinya.


Selesai sarapan dan pemeriksaan pagi ini, Sophia kembali tertidur pulas.


Hal itu dimanfaatkan oleh Alfonso belajar pada buku yang diantar oleh pelayan Stephanus.


Ia duduk diatas meja kerja yang berada didalam kamar nya. Buku ini membuatnya bingung.


"Bagaimana Sophia bisa melihat apa yang aku ajarkan?" pikir Alfonso yang kembali mempelajari bahasa isyarat itu.


ia mulai menggerakkan jarinya, memperagakan, mengikuti tuntunan buku.


Sangat lama ia belajar hingga ia tidak sadar bahwa hari sudah siang, dan Sophia sudah terjaga sejak tadi.


Sophia terjaga tetapi hanya membuka mata melamun, terjebak didalam dunia dan pikirannya sendiri.


Ia mengumpulkan segala potongan potongan ingatannya.


Ia mulai mengingat dengan lebih teratur.


Ia mengingat bagaimana ia bisa berakhir didalam rumah gelap Alfonso waktu itu.


Ia mengingat segalanya pagi ini. Entahlah, ingatan yang teratur itu hanya akan bertahan hari ini atau ia akan kembali seperti sebelumnya, dengan serangan ingatan yang acak, yang membawanya jauh menyelam tidak terarah.


#FLASHBACK#


Saat Sophia melompat ke dalam gerbong kereta, ia duduk memeluk lututnya bersembunyi ketakutan


Ia tidak tau kereta ini akan bergerak kemana. Ia pergi jauh dari rumah, tanpa uang, makanan, maupun pakaian.


Ia kembali sendiri dan tidak punya apa apa seperti saat ia melarikan diri dari rumah pamannya.


"Saat itu, Suamiku datang setidaknya ia menemaniku ditengah hutan yang gelap. Saat ini? aku pikir tidak akan ada yang peduli, aku hanya akan berjuang sendiri" sendu Sophia semakin menenggelamkan kepalanya.


Setelah beberapa lama kereta berjalan membawa penumpang yang tidak diketahui, Kereta berhenti membuat Sophia mengangkat kepalanya dan berusaha memfokuskan penglihatannya


Ia tersentak terkejut kala ia merasa gerbong kereta ini seperti diangkat. Ia terhuyung didalam kereta


Ternyata ini merupakan gerbong kereta bekas yang tidak digunakan lagi, dan ditelantarkan di dalam hutan di tempat pembuangan begitu saja.


samar samar Sophia mendengar bunyi langkah kaki kuda menjauh


"Mereka sudah pergi, semua hal meninggalkan ku sendiri lagi." sendu Sophia


Perlahan, ia berdiri dengan lutut gemetarnya. Melangkah perlahan lahan.


Ia melihat sekeliling. Hanya ada hutan dan beberapa barang rongsokan yang ditinggalkan pemiliknya


Sophia tersenyum sendu


"Aku ditinggalkan seperti barang disini. Semua orang begitu, setelah selesai menggunakan ku, aku ditinggal dan dibuang. Bahkan oleh suami ku sendiri" pikirnya.


Sesuatu dalam dadanya bergejolak. Ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.


Muncul rasa tidak terima, rasa marah, sedih, dan kesal menjadi satu.


Ia yang biasanya menatap segalanya dengan sisi positif, kali ini perasaannya sedikit berbelok.


Ia mulai merasa marah atas semua hal yang memanfaatkan nya.


Nyuuuttt


Perutnya kembali sakit, bahkan perutnya sendiri menyiksa nya.


Ia menjatuhkan diri berlutut di tanah lembab.


Ia meremas perutnya yang entah mengapa semakin melilitnya


"Sakit, ini sangat sakit" tangis Amora.


Telinganya berdengung kencang, dengan pandangan nya yang berputar. Perlahan lahan keseimbangannya menghilang dan ia terjatuh pingsan di tanah lembab, diantara barang yang tidak berguna, ditengah hutan gelap.


**


Tidak berapa lama, muncul seorang pria tua berpakaian lusuh, dengan mendorong gerobak, menyisir barang barang bekas yang menurutnya bisa dibawa pulang.


Matanya membulat kala menemukan seorang wanita dengan kulit putih bersinar, dan rambut hitam legam berkilau, berbaring lemas.


"Apa itu hantu?" gumamnya.


"Tapi sepertinya ia masih hidup" serunya melihat jari jari Sophia yang bergerak


Tanpa berpikir dua kali, ia mengangkat Sophia kedalam gerobak dorongnya. Dan mulai melangkah membawa gerobak menjauhi hutan


"Apa dia bangsawan? dia sangat cantik, walaupun sedikit kurus dan pucat, apa dia orang kaya? Pasti keluarganya memiliki banyak uang"...


...****************...


Halo👋👋 sudah lama tidak menyapa,


Terimakasih banyak untuk pembaca yang tetap setia menunggu up karya ini😭😭😭 semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan bahagia👍👍


Bagaimana karya ini menurut kalian? Good or Bad??? Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar!!!!


Jangan lupa Like dan Vote sebagai penambah semangat 🫂🫂


Terimakasih🌻🌻🌻