IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
ISTRIKU ADALAH NONA MU


"Tuan Panglima?" tegur Bibi pengasuh Amora mengejutkan Alfonso yang sedang duduk melamun diatas batu memandangi sinar rembulan


Alfonso hanya menatap datar bibi Amora dengan mata tajam mengikuti pergerakan bibi yang mengambil tempat duduk di sebelah Alfonso.


Alfonso hanya diam membiarkan segalanya mengalir. Ia sudah bisa menebak apa maksud dan tujuan bibi mendatanginya.


Pasti ada kaitannya dengan Sophia istrinya.


"Maaf bibi mengganggumu Tuan, Bibi meminta maaf atas kehilangan putri Sophia" ucap bibi


"Nona. Jika aku adalah Tuanmu, maka istriku adalah nona mu. Sejak dulu hanya begitu" tegas Alfonso yang entah mengapa tidak terlalu menyukai gelar bangsawan istrinya.


Mendengar orang orang memanggil istrinya dengan sebutan Puteri, Ada rasa gelisah di dalam hati Alfonso. Ia takut, Sophia akan diambil darinya dan mengikuti peraturan bangsawan yang sangat ketat.


"baik Tuan, maafkan saya" lirih bibi yang belum mulai bercerita, tetapi sudah kehilangan keberanian nya.


"Lanjutkan" singkat Alfonso.


"Baik. Jadi Panglima, saya mendengar dari Filips bahwa Tuan ingin mengetahui asal usul dan kejadian dulu." ucap Bibi menerawang kebelakang tentang kejadian memilukan itu.


#FLASHBACK ON#


"Bagaimana sayang? Apa kau menemukan pangeran itu?" tanya permaisuri sesaat sebelum tidur.


Kejadian tadi masih terngiang di otaknya membuatnya kesal.


Pangeran yang berhasil melarikan diri.


(Yang membaca chapter per chapter pasti paham dimana pangeran Stephano berhasil melarikan diri)


"Tidak. Sudahlah bukankah kita juga sudah mendapatkan putri kerajaan ini juga?" tanya Hector kepada permaisuri istrinya.


"Ini semua salahmu. Aku sudah meminta maaf atas penghianatan ku dulu. Kau masih saja tidak mau menyentuhku? lupakan saja ramalan sialan itu." ucap permaisuri kesal.


"Jangan membahas itu lagi permaisuri, kau tau bukan sebesar apa rasa sayangku dahulu. Tetapi apa yang kau lakukan? kau bermain dibelakangku disaat aku sedang berperang? Jangan harap kau bisa mendapatkan keturunan dariku." ucap Hector tegas.


"Huh baiklah. Terserahmu Saja. Kita akan membawa Puteri kerajaan ini, ah bukan. Kita akan membawa Puteri kita ke istana kita sayang. Siapkan pesta besar dan perayaan menyambut kedatangan Puteri mahkota" ucap Permaisuri mengklaim bahwa Sophia adalah anaknya.


"Kau menjadikan anak musuh ayahmu sendiri sebagai anak mu? aku pikir ada yang tidak beres dengan otakmu" sarkas Hector.


"Tentu saja sayang, jika kita tidak mendapatkan penerus. Lalu? ayah akan memberikan tahta kerajaan kepada kakak maupun adikku. Tentu saja tidak boleh. Tanah subur itu hanya milik kita sayang.


Kau tenang saja, akan kudidik dia menjadi pintar dan tidak terkalahkan sepertiku" ucap sombong permaisuri


.


.


.


Beberapa waktu kemudian, setelah kepulangan Hector dan permaisuri ke kekaisaran, persiapan penobatan dan penyambutan calon Puteri mahkota dimulai.


Istana disibukkan dengan berbagai persiapan.


Akan tetapi ada ketegangan tersendiri di dalam istana. Kondisi tubuh puteri Sophia yang dibawa oleh permaisuri perlahan menurun.


Demam yang turun naik sudah menjadi senam jantung tersendiri bagi bibi pengasuh.


Dahulu, bibi pengasuh Amora merupakan bibi yang sempat mengasuh Sophia.


"Yang Mulia, suhu tubuh Puteri semakin meningkat" ucap salah satu jenderal kekaisaran yang sudah lama mengabdi kepada kekaisaran.


"Bagaimana bisa? apa yang dilakukan tabib tabib kerajaan ha? acara semakin dekat" teriak Hector.


Selama beberapa hari ini, laporan yang ia terima hanya tentang kondisi tubuh anak angkatnya, Sophia.


"Siapa kau yang berani mengajariku ha? bukan kah sudah kuperingatkan berhati hati dalam berbicara? Tidak ada hubungan lagi antara aku dengan Stephanus sialan itu!!! semuanya terserah padaku. Aku bisa membunuh anak itu jika aku menginginkannya" ucap Hector kesal


"Yang Mulia sadarlah. Eros hanya memanfaatkan mu"


"Aku tau itu jenderal!! aku lebih tau segalanya. Tetapi jika aku hanya berada dibawah ketiak Stephanus, apa aku bisa merasakan kemewahan dan kemegahan ini? aku hanya akan dipanggil paman seumur hidup oleh anaknya." sarkas Hector


"Yang Mulia. Tetapi anaknya tidak memiliki salah apapun. Kau tidak bisa.."


"APA MAKSUDMU? MEREKA SEMUA TURUT ANDIL DALAM PENDERITAAN SUAMIKU. KEMANA PANGERAN SIALAN ITU? KAU DENGAR BAIK BAIK JENDERAL, PUTERI SOPHIA AKAN KUDIDIK DAN AKAN MENJADI BUMERANG BAGI KAKAKNYA SENDIRI PANGERAN STEPHANO" ucap permaisuri yang entah dari mana datang memotong pembicaraan keduanya


Jenderal terkejut. Bukan ini yang dia pikirkan. Ia setuju membawa Sophia ke kekaisaran hanya untuk pembawa kebahagiaan kepada junjungannya, Hector yang sudah lama tidak memiliki anak.


"Tidak. anak itu tidak memiliki salah Permaisuri." bantah jenderal


"Apa maksudmu? kau pikir dengan kesetiaanmu kepada suamiku, kau bisa seenaknya berbicara? aku bisa saja mengatakan ayahku untuk membunuhmu, tidurlah bersama dengan Stephanus" sarkas permaisuri


Jenderal perlahan lahan melangkahkan kaki undur diri dari hadapan keduanya.


Jantungnya berpacu kencang. Anak itu tidak bersalah anak itu tidak bersalah


Hal itu selalu terngiang di kepalanya


Bayangan kebaikan Stephanus dahulu kepada Hector berputar dikepalanya


kakak adik itu pernah memiliki memori yang menyenangkan.


"Yang Mulia Stephanus adalah orang yang baik. Beliau memerintahkan aku untuk menemani Hector. Tetapi, bagaimana jika jalan ini yang diambil Hector" pikir Jenderal


Kepulangan jenderal disambut baik oleh istrinya.


"Ada apa sayang? hmm?" tanya istri jenderal melihat kekusutan wajah ini


jenderal menarik nafas mulai menceritakan segalanya


"Sayang, kita harus menyelamatkan Puteri Sophia sayang" ucap istri sang jenderal


"Tapi bagaimana dengan amanah Yang Mulia Stephanus agar selalu menjaga dan menemani adiknya?" Tanya jenderal


"Apa kau akan lebih menjaga adiknya dari pada anaknya sendiri sayang? Yang Mulia Stephanus sudah sangat membantu hidup kita. Sudah saatnya kita membalas Budi" ucap bijak sang istri


"kau benar. Kita harus menyelamatkan penerus kerajaan. Kita tidak mengetahui dimana keberadaan pangeran. Setidaknya kita bisa menyelamatkan putri" ucap jenderal.


"Tapi bagaimana sayang, kita tidak akan aman setelah nya. Dimana kita bisa menyembunyikan Puteri?" tanya istri jenderal gelisah


"Kita menculik Puteri terlebih dahulu, kau ingat keluarga jauh kita yang berada di pinggiran kota? aku pikir putri akan aman untuk sementara waktu bersama mereka" ucap jenderal mulai menyusun siasat


"Tetapi ini sangat rawan. Berjanjilah satu hal. Apapun yang akan terjadi nanti, kita harus melindungi putri Sophia. Walaupun nyawa kita menjadi taruhannya" ucap sang istri yang menerawang kedepan.


"Serahkan segalanya kepada penguasa langit. Aku harap dia bisa membantu Puteri dan kita. Aku merasa bersalah akan rencana ini. Sahabatku benar benar berubah" ucap jenderal lesu


...****************...


helloww 🌻🌻


Maaf lama ga up


Baru pulang KKN. Ga ada jaringan sama sekali disana 🤧🤧🫂


Sekalinya ada jaringan, buka noveltoon bener bener sepi peminat huhu jadi ga terlalu maksain up😭


Tapi gapapa, lanjut lagi sambil ngerjain skripsi💪💪💪