IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 27. CEMBURU


Alfonso kembali mengecek Sophia. Ia melihat Sophia sudah berganti pakaian dengan tidur meringkuk diatas kursi kayu kesayangannya.


Alfonso bingung harus melakukan apa. Alfonso sudah berbaring ingin mengistirahatkan tubuhnya tadi. Akan tetapi ia merasa seperti ada yang kurang. Ia membolak balikkan tubuhnya gelisah.


Kehadiran Sophia beberapa hari ini menemani tidurnya membuatnya gelisah jika tidak memeluk tubuh mungil itu. Ia sedikit khawatir dengan Sophia yang sama sekali tidak mau berbicara kepadanya.


Alfonso sudah membujuknya berulang kali sebelumya tetapi Sophia terkesan menghindari tatapan matanya.


"Aku tidak apa Tuan" hanya itulah jawaban sophia


Tidak ingin membuat Sophia marah, Alfonso beralih ke kamar dan berusaha memejamkan matanya. Tetapi tidak berhasil. Alhasil ia hanya menunggu hingga Sophia tertidur dan akan menculiknya.


Alfonso menoel noel bahu sophia. Merasa tidak ada pergerakan, ia membalikkan tubuh Sophia yang semula membelakanginya, dan tampaklah netra terpejam sembab Sophia.


"Mengapa menangis lagi hmm?" gumam Alfonso


Ia menelusup kan tangannya disela leher dan kaki Sophia dan mengangkat ringan tubuh mungil itu. Ia berjalan perlahan seolah tidak ingin membangunkan kesayangannya.


Alfonso merebahkan Sophia lembut diatas pembaringannya. Ia menyusul Sophia dan memposisikan Sophia dengan posisi tidur kesukaannya.


"Ah sangat hangat" gumam Alfonso dengan tangan menarik selimut menutupi keduanya.


***


Pagi menyapa, Sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian makan malam itu, Sophia murung mendiami Alfonso. Sophia tetap menyiapkan segala keperluan Alfonso dan menyambut seperti biasanya. Tetapi beberapa hari ini ia jauh lebih murung.


Rencana Alfonso yang ingin membawa Sophia berbelanja keperluan nya di pasar pun ia urungkan.


Siang ini, Alfonso merenung sambil melihat latihan latihan dari prajuritnya dimarkas. Alfonso terlihat tidak bersemangat.


Filips menghampiri Tuannya. Ia juga merasa khawatir.


"Tuan, apa ada masalah?" tanya Filips.


"Tidak ada Filips, lanjutkan mengawasi mereka"


"Tuan tetapi kau sedikit aneh beberapa hari ini. Maksudku kau memang aneh sejak kita pergi ke perbatasan, dan sekarang kau bahkan lebih aneh lagi" pancing Filips yang jika biasanya pasti Alfonso akan memukul atau memarahinya


Tetapi kali ini Alfonso hanya menghembuskan nafasnya.


"Kau benar Filips. Aku kehilangan semangat hidup ku" racau Alfonso


"Emang sejak kapan kau memiliki semangat hidup Tuan, eh tetapi Tuan terlihat seperti manusia pada umumnya saat malaikat kecil itu datang" gumam Filips dalam hati yang menyimpulkan pasti ada hubungannya dengan Sophia


"Apa Nona baik baik saja Tuan?" Tanya Filips


Alfonso menghembuskan nafasnya kasar lagi dan menggeleng


"Aku pikir masalah Putri Amora akan membuatnya senang, lalu apa yang terjadi pada nona Tuan?" Tanya Filips


"Justru itulah aku menyesal Filips. Aku menyesal melibatkannya. Dia murung dan tidak seceria kemarin kemarin lagi sepulang dari Istana" jelas Alfonso lesu


"Bagaimana bisa Tuan, seharusnya dia senang bukan, hantu yang ditakutinya tidak terbukti"


"Apa yang Puteri Amora katakan Tuan? Apa dia menghina Nona sehingga Nona merasa sedih?"


"Tidak filips. Amora bahkan tidak berkutik saat dihadapannya. Aku bahkan menunggu Amora untuk mengatakan semua nya agar Sophia mendengarnya"


"Mengatakan apa Tuan?"


"Ya semua Filips. Mulai dari kelakuannya yang menyelinap masuk, pengakuannya yang ingin membunuh Sophia, hingga pengakuannya yang sama dengan yang dikatakan pelayan itu"


Filips terkejut


"Tuan, Apa maksudmu pengakuan bahwa Amora menyukaimu?" tanya Filips berkeringat.


Alfonso mengangguk


Filips melemas. Tentu ia tidak sebuta Alfonso dalam masalah asmara. Walaupun hidup dan panutannya adalah Alfonso, ia masih kerap berkomunikasi dengan beberapa gadis pelayan maupun gadis di pasar.


Tentu ia tau apa yang terjadi pada Sophia


"Tuan, Aku merasa nona Sophia cemburu Tuan" Ucap Filips


"Apa maksudmu Filips? Aku bahkan tidak berbicara kepada Amora disana, aku berbicara kepada permaisuri, apakah dia cemburu kepada wanita tua itu?" Alfonso sedikit emosi


"Tuan, Hati nona Sophia sangat sensitif. Mendengar Putri Amora menyukaimu tentu ada rasa kegelisahan di dalam dirinya,


Tidakkah Tuan merasa? Saat orang orang menatapnya saja ia merasa tidak percaya diri. Apalagi dengan pengakuan Amora. Nona pasti merasa tidak pantas bersamamu Tuan. Ia takut kau meninggalkannya dan menyukai putri Amora" jelas Filips bersabar


Alfonso tertegun


"Benarkah? iya kau benar. Sophia memang sangat tidak percaya diri. Lalu apa yang harus kulakukan Filips?" Tanya Alfonso


"Sangat mudah membujuk wanita yang merajuk Tuan, Tuan bisa mengucapkan kata cinta kepadanya. Yakinkan dia bahwa Tuan hanya bersamanya. Setelah itu biasanya hati wanita akan sedikit goyah. Selanjutnya mudah tuan, Cukup lakukan kontak fisik, peluk cium dan bahkan Tuan bisa.."


"Sialan!!! Kau pikir istriku wanita apa hah!!!" potong Alfonso.


"Apa yang salah dengan itu Tuan, Suami istri bebas melakukan itu, jangan bilang tuan belum..." Gantung Filips dengan muka memerah.


"Melakukan apa? apa maksudmu sialan, berbicaralah yang jelas!!!" emosi Alfonso


Filips mematung. Ia lupa bahwa semasa hidup Tuannya hanya dihabiskan dengan bertahan hidup, dan menebas kepala.


Filips menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Ekhem Tuan, Aku ingin menunjukkan sesuatu, Ayolah. Ini sesuatu yang sangat nikmat." Ajak Filips.


Entahlah kemana Filips akan membawa Alfonso untuk menodai pikiran pria itu.


...****************...


Vote and like yaa🌻