IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
SOPHIA KEMBALI MENGHILANG


"jangan..jangan.." racau Sophia menekuk kakinya melindungi kepalanya


"Nak sadarlah nak" ucap bibi mengguncang bahu Sophia


Doktrin kuat Alfonso untuk jangan membuat perhatian banyak orang terngiang ngiang dikepalanya.


Ia melihat Amora yang masuk. Ia semakin panik.


Seingatnya Amora sudah tiada. Bagaimana bisa Amora ada di hadapannya


"Apakah putri Amora ingin membalas dendam kepadaku karena tidak bisa menjadi istri suamiku?" pikir Sophia gemetar ketakutan


"Aku hanya ingin suamiku, aku ingin suamiku" racau Sophia.


Amora mendekat memegang lengan Sophia yang memberontak


"Sophia Jangan seperti ini, tenanglah, kakakmu akan datang sebentar lagi" ucap Amora


Ia melihat kedua tangannya yang di pegang oleh Amora dan bibi


Ia mengingat kata kata Alfonso yang mengatakan bahwa alfonsolah yang hanya bisa menyentuhnya.


"Tidakkk!!" teriak Sophia menjauh.


Mentalnya sangat sangat hancur.


Sophia mendorong kuat kedua wanita di hadapannya.


Sophia menangis sejadi jadinya, ia gemetar ketakutan


Tanpa berpikir dua kali, Sophia melompat setelah melihat pegangan tangan Amora dan bibi nya terlepas.


Dengan panik dan bercucuran air mata, Sophia berlari keluar rumah dengan langkah terseok seok. Sophia semakin panik melihat Amora dan bibi datang mendekatinya mengejar langkah nya.


Sophia kalap. Ia berlari menuju hutan tanpa tau arah.


Sophia sangat ketakutan. Dari jauh ia melihat Amora dan bibi nya berbicara kepada beberapa prajurit yang baru datang. Bibi terlihat menunjuk Sophia. Ia terkejut melihat beberapa kuda dan pakaian kerajaan mendekatinya.


Jantung Sophia semakin memompa dengan cepat.


Banyak orang. Sophia tidak menyukai banyak orang. Ia sangat takut melihat kawanan ini mendekat kearahnya.


Netra buram itu mempercepat larinya. Sambil menangis mengagungkan nama suaminya


Ia mempercepat langkah kaki tanpa alas kaki itu berlari.


Sophia menoleh kebelakang. Ia tidak melihat kawanan prajurit yang tadi mengejarnya.


Tetapi Sophia tau, bahwa mereka masih mengejar Sophia. Ada bunyi gema langkah kaki kuda yang bersahutan disini.


Tiba tiba, kereta kereta kuda bekas, yang dibawa oleh satu orang yang mungkin ditugaskan kerajaan untuk membuang atau mendaur ulang kereta kerajaan itu lewat di hadapan Sophia.


Ketiga kereta kerajaan itu disambung dengan tali, dengan dua kuda sebagai penarik kereta kereta itu.


Sophia melompati kereta, masuk kedalam kereta kuda bekas tersebut.


Sophia menunduk memeluk lututnya.


Ia menangis berharap ada keajaiban kepadanya.


***


"Bodoh!!! mengapa bisa hilang?!!!!" bentak Stephano kepada prajurit yang mengejar Sophia


Mereka kehilangan Sophia. Kaki mungil berlari kencang itu, ditambah badan Sophia yang sangat pas bersembunyi di sebalik semak, menyulitkan mereka menemukan wanita panglima ini.


Filips yang mendengar hal itu tentu saja melemas. Tadi ia sudah sangat bahagia mendengar kabar kesadaran nona nya saat ia keluar membeli beberapa barang tadi.


Ia berlari dari pasar menuju hutan dengan membawa senyuman kebahagiaan, dengan rencana akan membawa Sophia yang telah siuman menemui suaminya.


Tetapi hal itu hanya menjadi angan angan Filips Saja. Sophia menghilang


***


Alfonso melemas. Ia tidak dapat menegakkan badannya.


Baru saja ia mendapatkan setitik cahaya, kini kegelapan kembali menyelimutinya


Alfonso menangis sejadi jadinya. Ia menatap tajam Filips.


"Kalian membuatnya takut Bodoh!!!!" bentak Alfonso


"Istriku pasti sangat ketakutan Filips, dia sendirian diluar sana. Makan apa dia nanti? dia masih sakit, Racun itu akan menyebar Filips" tangis Alfonso meracau dengan air mata tiada hentinya.


"ini salahku Filips. Aku yang menghancurkan mental dan kepercayaan dirinya. Aku bodoh. Aku menghancurkan masa depan gadis semuda itu" Raung Alfonso frustasi


"Dia masih sangat muda bertahan sendirian. Dia tidak memiliki siapapun lagi Filips" Isak Alfonso tersendat


Filips hanya bisa menunduk sambil sesekali menghapus air matanya. Bohong jika Filips tidak khawatir.


Kedua pria kekar dan kejam ini kini menangisi gadis kecil pembawa kebahagiaan mereka.


Wanita itu pergi membawa rasa sakit nya sendirian.


"Maafkan aku Tuan, karena itulah aku tidak kembali dalam waktu yang cukup lama. Aku dan Pangeran mencari nona yang hilang.


Kami telah menyisir pedalaman hutan. Tetapi kami tidak dapat menemukan nona Tuan" ucap Filips sendu


Alfonso tertunduk lemas.


Ia memandangi seluruh penjuru kamar mewah ini


Ia merenung. Kemewahan ini sangat tidak ada artinya bagi Alfonso. Ia kembali menyesali segalanya.


Betapa tidak perduli nya dia kepada istrinya sendiri.


"Mengapa aku tidak membuat rumah ini disaat Sophia sangat menginginkannya Filips. Aku malah membangun kediaman mewah ini disaat seseorang yang sangat menginginkannya tidak ada disini lagi. Aku bahkan tidak pernah bertanya apa yang dia butuhkan. Aku membawa gadis kecil di dalam hidupku, tetapi aku selalu mengabaikan segala hal tentang dirinya.


Aku berpikir Sophia tidak akan pernah meninggalkanku walaupun aku berbuat hal sekeji itu kepadanya. Tetapi, sekarang aku lah yang melenyapkannya.


Dia selalu tersenyum kepadaku Filips. Aku merasa bahwa dia baik baik saja setiap harinya. Aku mengabaikan kesehatan mentalnya.


Dia bahkan ketakutan setiap saat. Seharusnya aku bisa memahami mengapa dulu dia selalu meminta ikut, tidak ingin jauh dariku. Dia ketakutan Filips." ucap Alfonso serak. Ia menghapus kasar air mata nya.


"Tuan, tenanglah. Prajurit kerajaan Stephano sedang mencari nona." ucap Filips menenangkan tuan nya.


Alfonso memejamkan matanya.


"Aku bahkan tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengannya saat dia ditemukan nanti Filips.


Biarlah dia akan tinggal bersama Stephano. Pergilah filips. Bantu Stephano mencari Sophia.


Bawa bibi Ma. Tinggalkan aku sendiri sebagai hukumanku Filips. Aku mengasingkan diri.


Aku akan menghabiskan hidupku disini" ucap Alfonso yang tidak tau lagi harus berpikir seperti apa


"TUAN!!! Apa maksudmu? kau menyerah? Kau harus sehat dan ikut membantu mencari istrimu sendiri. Kau pikir nona mau tinggal bersama mereka? Bahkan saat sadar nona hanya menyebut namamu" kesal Filips


"Aku yang menghancurkan hidupnya Filips!! Jika dia kembali kepadaku nanti, dia akan semakin sakit. Mentalnya akan semakin hancur. Aku yang merusak segalanya. AKUU!!! Bentak Alfonso kacau


"Tuan.. Hanya kau yang dimiliki oleh nona sekarang. Hanya kau yang bisa dia percaya. Kau menyerah Tuan? Baiklah jika memang Stephano yang menemukan istrimu. Bagaimana jika nona ditemukan oleh orang orang seperti permaisuri?" tanya Filips


Alfonso mendongak menatap Filips.


"Nona tidak akan dibunuh begitu saja. Sudah pasti Permaisuri kejam itu akan menyiksa nona terlebih dahulu" ucap Filips menyadarkan Alfonso.


"Filips. Kau benar, Kau benar Filips. Permaisuri kini sangat membenci istriku. Dia yang membuat semua ini menjadi runyam. Wanita gila itu ingin menahanku di sangkar miliknya" panik Alfonso.


"Apa permaisuri mengetahui bahwa Sophia adalah putri kerajaan x? Ini akan semakin berbahaya Filips"


"Maka dari itu Tuan, ayolah bantu pangeran menemukan nona. Hanya Tuan yang mengetahui bagaimana kebiasaan nona. Tempat apa yang disukai oleh nona. Kita bisa mencari nona dengan petunjuk itu.


Jika nanti Tuan telah menemukan Nona, Maka Tuan bisa menyerahkan segala keputusan kepada Nona Tuan, Biarkan nona yang menentukan dia ingin tinggal dengan Kakaknya atau dengan suaminya" jelas Filips meluruskan otak Alfonso yang beberapa waktu ini sedikit terganggu.


...****************...