
Setelah memberangkatkan pasukan awal, Filips dan Alfonso memandangi rombongan mereka menjauh.
Alfonso bergumam pelan. Berdoa agar semesta merestui setiap langkah mereka.
***
Alfonso yang sedang mengawasi latihan prajurit umum kerajaan pagi itu didatangi oleh salah satu petinggi kerajaan
"Panglima kau sangat bekerja keras. Ambillah cuti dan pergilah berlibur bersama istrimu" kelakar Jendral pajak ini kepada Alfonso yang tentu saja tidak menanggapi
Alfonso menganggap mereka para petinggi kerajaan hanya pria bodoh yang haus akan uang yang dapat di perintah sesuka hati oleh permaisuri dan Eros.
"Penduduk kota baik pasar maupun pedalaman sangat hangat membicarakan namamu panglima. Pajanganmu sangat menarik" ucap nya basa basi
"pergilah jika kau tidak ada kerjaan" ucap Alfonso singkat
"Pengawal setiamu Filips sama beringasnya denganmu. Kau tau? dia memajang kepala seorang wanita di pasar"
Alfonso terdiam. Ia memerintahkan Filips untuk mengirimkan kepala wanita itu kerumahnya. Tetapi Filips malah memajang kepala wanita itu di pasar.
Hal ini tentu tidak asing bagi Alfonso. Filips memiliki kekejaman yang luar biasa.
Maka dari itulah Alfonso tidak terlalu bebas memberi tugas kepada Filips yang menyangkut nyawa manusia.
Jika di lepas, maka Filips bisa menjadi tidak terkontrol
Karena kemanusiaan Filips akan lenyap begitu saja.
DUGG!!
Alfonso menendang kaki salah satu prajurit.
"Perbaiki kuda kudamu!!" perintah Alfonso berjalan mengawasi prajurit nya mengabaikan pria tua serakah yang mengoceh di depan sana.
Lelah dengan ocehannya yang tidak ditanggapi oleh Alfonso, pria tua itu pergi dengan wajah tertunduk kesal.
"Sialan, aku bahkan tidak bisa berdiri dekat dengannya. Bagaimana bisa permaisuri menyuruhku menjalin hubungan baik dengannya dan mempengaruhinya bergabung dengan aliansi. Dia bahkan se datar tembok" gerutunya di sepanjang jalan, tidak mengetahui Filips yang lewat di hadapannya memutar balik mengikutinya.
Filips tersenyum licik di belakang nya berlari menjauh mendekati Alfonso.
"Tuan tuan kau pasti tidak percaya apa yang ku dengar." ucap Filips girang
"Kau tidak ada kerjaan Filips?" Tanya Alfonso
"Kemarilah Tuan" ucap Filips menarik Alfonso menjauhi kawanan
"Tuan aku mendengar jendral pajak berusaha mendekatimu atas perintah permaisuri. Ia ingin kau bergabung dalam aliansi Eros dan permaisuri Tuan, bergabunglah Tuan. Kau kan ahli dalam menyamar" ucap Filips gampang
"Hmm kalau begitu bergabunglah dengan mereka Filips" ucap Alfonso mengagetkan Filips
"Apa??Tuan!! bukan aku yg harus bergabung tapi kau! mana bisa aku bekerja tanpa dirimu tuan" gerutu Filips yang memang tidak akan mampu terbang tanpa kawalan Alfonso.
"Aku merasa kau sudah cukup pandai menyamar. Ambillah peran ini. Kelabui mereka. Aku akan tetap menuntunmu kau tenang saja. Lagi pula akan banyak keuntungan yang akan kau dapatkan" ucap Alfonso mencoba menguji kesetiaan Filips dalam misi nya sendiri tanpa harus menempel pada Alfonso seperti biasanya.
"Ah aku tidak mau tuan. Jika kau mengambilnya maka aku akan ikut" ucap filips keras kepala
"Kau ambil atau aku akan mematahkan kakimu" ucap Alfonso mendingin
Filips menelan ludah berat.
"Baiklah ini Tuan patahkan saja. Akan lebih baik kakiku patah dari pada harus tertawa palsu bersama para penghianat itu" ucap Filips mengangkat sebelah kakinya pasrah menutup mata memasang wajah konyol yang hanya bisa dilihat oleh alfonso
Alfonso menghembuskan nafas perlahan
Pria aneh ini sangat setia kepadanya.
"Kau sangat aneh. Akan banyak keuntungan yang kau dapat jika kau bergabung bersama mereka" ucap Alfonso
"Tidak ada yang begitu menguntungkan dari pada nyawaku tuan. Semenjak kau menyelamatkan diriku dari kekonyolan ku ingin bunuh diri, disitu aku telah memberikan jiwa dan ragaku hanya untukmu" ucap Filips dramatis tetapi serius.
"Huh jika Sofi mendengar ini maka ia akan berpikiran yang aneh aneh Filips. Jangan terlalu menempel padaku jika di hadapan Sophia kau mengerti?" Perintah Alfonso.
***
Alfonso dan Filips serta kaisar semakin sibuk mempersiapkan dan mematangkan rencana secara sembunyi sembunyi.
Tentu tidak ada yang menyadari adanya komunitas pemberontakan besar yang sedang dibentuk oleh kedua pasangan arogan ini.
Mereka tetap menjalankan aktivitas mereka seperti biasa.
Kaisar yang menjalankan tugas dan kewajibannya seperti seorang kaisar pada umumnya,
Dan alfonso tetap menjalankan tugasnya seperti biasa
mereka sangat ahli menyamar bukan
Kesibukan Alfonso, ia usahakan agar tetap memiliki waktu kepada Sofi istrinya walaupun belakangan ini ia selalu pulang larut malam.
seperti saat ini, Akhir pekan ia membawa Sophia ke pasar, ke restoran tempat ia biasa berkunjung bersama Sophia, menempati tempat privat
"Sayang, minumanku tidak enak, aku mau punyamu saja" rengek Sophia
"Mengapa kau memesannya tadi" omel Alfonso yang sudah biasa mendengar Sophia merengek setiap hari
"Aku penasaran. Sini punyamu" ucap Sophia mengambil teh hijau milik Alfonso segera menyeruputnya
Alfonso hanya bisa menggeleng melihat kelakuan wanita langka ini
"Buka mulutmu" perintah Alfonso menyuapkan irisan daging asap ke mulut mungil Sophia.
"Emmm sangat enak." ucap Sophia tersenyum dengan mulut penuh mengunyah
Alfonso harus memastikan istrinya ini kenyang dahulu baru ia akan memakan makanannya.
"Sayang, mungkin dalam waktu dekat ini aku ada urusan di kerajaan X. Dan akan memakan waktu yang lama." ucap Alfonso mencoba mengkondisikan Sofi saat hari itu tiba nanti
"Baiklah aku akan bersama bibi Ma" ucap Sofi tenang
"Bibi Ma akan ikut sayang" ucap Alfonso mencari kata kata sederhana agar Sophia tidak salah paham
"Lalu aku akan kemana? aku ingin ikut juga kalau begitu" ucap Sophia kembali merengek
"Apa kau mau mengunjungi orang tuaku? ayah dan ibuku" ucap Alfonso seraya menyuapkan potongan daging kepada Sophia
Alfonso telah memikirkan ini seminggu belakangan ini
Tidak ada tempat yang aman bagi Sophia selain rumah orang tuanya.
"Ayah dan ibu? Mau aku mau. Aku merindukan mereka." ucap Sophia riang membuat Alfonso tenang
"Kita mengunjungi kapan? jangan lama lama ya, Aku masih harus berkemas agar ikut denganmu ke kerajaan x" ucap Sophia membakar ketenangan Alfonso hilang menjadi abu
Sophia tetap ingin ikut.
"Sayang aku akan menitipkan mu kepada ayah dan ibu dulu. Tinggal dengan mereka dulu sampai aku menjemputmu hmm?" ucap Alfonso memberi pengertian.
"Kau tidak mengajakku? kau meninggalkan aku?" tanya Sophia cemberut.
"Ini bukan berwisata sayang, ada urusan penting menyangkut kedaulatan kerajaan dan kekaisaran" ucap Alfonso.
"Apa kita dalam bahaya?" tanya Sophia
"Apa kalian akan berperang? tidak!! kau tidak boleh pergi kalau begitu" lanjut Sophia menaikkan suara
"Aku panglima perangnya sayang" batin Alfonso menangis. Jika ia mengakui akan berperang, maka Sophia akan cemas dan khawatir.
jika Alfonso tidak mengakui akan berperang, Sophia kan merengek meminta ikut
"Kami ingin mencari wanita untuk menjadi istri Filips. Ya!! Filips membutuhkan istri sayang" kilah Alfonso dengan alasan konyolnya membawa dan mengorbankan nama Filips.
...****************...
Jangan lupa vote and like yaaa🌻